Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2019

Ancaman Sangsi Amerika Takan Pengaruhi Pengiriman Sukhoi Su-35 Indonesia

Rusia telah menyelesaikan pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35 generasi 4++ kepada China, berdasarkan kontrak yang ditandatangani sebelumnya. Berdasarkan Laman TASS, Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer dan Teknis mengatakan.

"Sesuai dengan kontrak, semua pesawat Sukhoi  Su-35 telah dikirim ke pelanggan asing," Ungkapnya.




China telah menjadi pembeli asing pertama dari pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-35. Kontrak bernilai sekitar $ 2,5 miliar untuk pengiriman 24 jet tempur ke China ditandatangani pada tahun 2015. Kontrak ini termasuk layanan pengiriman peralatan darat dan mesin cadangannya.

Indonesia merupakan pembeli asing kedua jet tempur Rusia Sukhoi Su-35. Laporan yang diterbitkan oleh kantor berita Interfax Rusia pada awal tahun 2018, bahwa Rusia telah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pembelian 11 pesawat tempur multiperan tersebut.

Minggu, 24 Maret 2019

Amerika Serikat & NATO Panik Rusia Segera Operasikan Rudal Canggih S-500

Rusia telah mengembangkan rudal hipersonik jenis baru, yang dipercaya belum ada tandingannya untuk saat ini, bahkan oleh sistem pertahanan tercanggih milik Amerika Serikat sekalipun.


Dilansir dari cnbc.com, hampir 20 rudal hipersonik tebaru milik Rusia telah dipindahkan dan akan diuji coba dalam waktu dekat, ini menandakan tonggak bersejarah baru bagi program senjata hipersonik Kremlin, ungkap pejabat yang memiliki pengetahuan langsung tentang laporan intelijen Amerika.



Seseorang yang hanya mau disebut sebagai anonimus tersebut telah berbicara kepada CNBC bahwa, “Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata-senjata ini dan mereka telah memprioritaskan program khusus ini.
Rusia pada dasarnya menentukan bahwa mereka merasa cocok dengan desain yang telah dikembangkan dan sekarang akan fokus pada penyetelan target sasaran dan akurasi senjata melalui pengujian, ” paparnya.

Sabtu, 23 Maret 2019

Amerika Serikat dan Sekutunya Sebar Pesawat Pembom Nuklir Dekat Rusia

Sebuah pesan tegas dikirimkan oleh Amerika Serikat dan Sektunya melalui latihan militer gabungan yang diberi nama "theater integration and flying training".

Dalam latihan ini angkatan udara Amerika Serikat mengerahkan enam pesawat pembom stategis B-52 berkemampuan nuklir ke Eropa bergabung bersama pasukan sekutu lainnya dan pasukan mitra NATO di Eropa untuk mengikuti latihan integrasi ruang oparsi dan latihan terbang.


Amerika Serikat dan Sekutunya Sebar Pesawat Pembom Nuklir Dekat Rusia


Satuan tugas pembom B-52 Stratofortresses, penerbang dan peralatan pendukung dari Wing Bom ke-2 yang berbasis di Barksdale Air Force Base, Louisiana, tiba di RAF Fairford akhir pekan lalu dan telah berpartisipasi dalam berbagai misi pelatihan di seluruh Eropa.

"Pada hari Senin, empat pesawat B-52 melakukan penerbangan ke beberapa tempat di Eropa, termasuk ke Laut Norwegia, Laut Baltik/Estonia dan Laut Mediterania/Yunani,".


Jumat, 22 Maret 2019

Amerika Ketakutan, Rusia Ujicoba Rudal Hipersonik Terbaru

Rusia telah mengembangkan rudal hipersonik jenis baru yang dipercaya belum ada tandingannya saat ini, bahkan oleh sistem pertahanan tercanggih milik Amerika Serikat sekalipun.


Dilansir oleh cnbc.com, hampir 20 rudal hipersonik tebaru milik Rusia telah dipindahkan dan akan diuji coba dalam waktu dekat, ini menandakan tonggak bersejarah lain bagi program senjata hipersonik Kremlin, ungkap pejabat yang memiliki pengetahuan langsung tentang laporan intelijen Amerika.

Amerika Ketakutan, Rusia Ujicoba Rudal Hipersonik Terbaru

Seseorang yang hanya mau disebut sebagai anonimus ini
telah berbicara kepada CNBC bahwa, “Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata-senjata ini dan mereka telah memprioritaskan program khusus ini. Rusia pada dasarnya menentukan bahwa mereka merasa cocok dengan desain yang telah dikembangkan dan sekarang akan fokus pada penyetelan target sasaran senjata melalui pengujian, ” paparnya.

Rabu, 20 Maret 2019

Poseidon, Drone Bawah Air Berkemampuan Siluman Pertama Di Dunia

Poseidon merupakan drone bawah laut terbaru dan paling mutakhir yang dimilik militer Rusia saat ini. Drone ini didukung dengan propulsi bertenaga nuklir sehingga mampu mengarungi lautan dan samudra tanpa henti dengan kecepatan yang melebihi kapal selam maupun torpedo yang ada saat ini.

Poseidon, Drone Bawah Air Berkemampuan Siluman Pertama Di Dunia

Dalam pernyataanya pada 1 Maret 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, robot ini akan melakukan perjalanan secara senyap di sepanjang dasar laut saat mendekati target. “Robot ini beroperasi pada kedalaman yang sangat baik dan kecepatan jelajah antarbenuanya melebihi beberapa kali lipat kecepatan kapal selam, torpedo paling mutakhir, dan semua jenis kapal permukaan, bahkan yang tercepat,” jelas Putin.

Kamis, 14 Maret 2019

Mengejutkan Perang Dunia ke-III Amerika Kalah Telak Dari Rusia dan Tiongkok

Amerika Serikat kemungkinan tidak akan mampu memberikan perlawanan yang sepadan terhadap Rusia dan Tiongok jika Perang Dunia ke-III benar-benar terjadi.

Itu artinya Ameika Serikat kalah telak dari Rusia dan Tiongkok jika Perang Dunia Ke-III benar-benar terjadi.

Mengejutkan Perang Dunia III Amerika Kalah Telak Dari Rusia dan Tiongkok
 
RAND Corporation, sebuah lembaga penelitian global nonprofit yang seringkali disponsori oleh pentagon telah mensimulasikan serangkayan sekenario perang dunia ke-III, analisis ini bertujuan untuk menguji bagaimana pasukan Amerika Serikat akan berhadapan dengan negara-negara adikuasa militer lainnya seperti Rusia dan Tiongkok.

Pada pekan lalu, analisis RAND mengungkapkan bahwa dalam rangkayan sekenario demi sekenario. Amerika Serikat telah menderita kerugian besar meski telah menghabiskan hampir $1 triliun per tahun untuk anggaran militer, melebihi pengeluaran negara lain lebih dari dua kali lipat.'

Minggu, 10 Maret 2019

Sukhoi SU-27 Rusia Cegat Pesawat Mata-Mata Boeing RC 135V Milik Amerika Serikat

Kementerian Pertahanan Rusia publikasikan video pendek mengnai jet tempur Su-27 yang yang berhasil melacak dan mengidentifikasi target yang terbang diatas perairan netral Laut Baltik dekat perbatasan Rusia pada hari rabu bulan maret tahun 2019.


Sukhoi SU-27 Rusia Cegat Pesawat Mata-Mata Boeing RC 135V Milik Amerika Serikat


Rekaman itu, yang diambil dari kokpit Su-27, menunjukkan jet tempur Rusia bermanuver dengan aman mendekati dari belakang dan mengejar pesawat pengintai Amerika Serikat. 


Video itu mengikuti Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jet Su-27 yang sedang bertugas untuk mengidentifikasi asal target dan mencegatnya" di atas 

Laut Baltik.

Sabtu, 09 Maret 2019

Armata T-14 Rusia, Tank Tercanggih Saat Ini

Tank Armata T-14 adalah kendaraan lapis baja terbaru dan tercanggih yang dimiliki Rusia saat ini, tank ini merupakan Main Batle Tank atau tank tempur utama generasi ke lima pertama didunia yang dirancang dan diproduksi oleh Ural Design Bureau of Transport Machine Building, Uralvagonzavod.


Armata T-14 Rusia, Tank Tercanggih Saat Ini


tank ini mulai masuk produksi sejak tahun 2015, hingga saat ini atau awal tahun 2019 setidaknya telah diproduksi lebih dari 20 tank T-14 Armata.


Kamis, 29 Juni 2017

Rusia Produksi Drone yang Mampu Terbang Tanpa Suara

Kalashnikov merupakan perusahaan pembuat senjata Rusia yang terkenal dengan senapan serbu legendaris AK-47, telah mulai memproduksi massal pesawat tak berawak (drone) canggih untuk penyelidikan dan pengintaian, ZALA 421-16E2. Pesawat ini memiliki fitur penerbangan tanpa suara.

Rusia Produksi Drone yang Mampu Terbang Tanpa Suar

“Sistem ZALA 421-16E2 tidak ada bandingannya baik di Rusia maupun di dunia dalam hal fungsionalitas, kesederhanaan, dan keandalan operasi. Ia juga memiliki fitur penerbangan tanpa suara, yang sangat berguna untuk badan-badan pertahanan dan keamanan,” ujar Nikita Zakharov, wakil CEO ZALA AERO (bagian dari Kalashnikov), seperti yang diberitakan TASS, Selasa (20/6).

Jumat, 28 Oktober 2016

Rusia Luncurkan Kapal Selam Super Siluman Veliky Novgorod

Angkatan Laut Rusia meluncurkan kapal selam super siluman terbaru mereka. Kapal selam yang diberi nama Veliky Novgorod akan disebar di Laut Hitam di mana NATO bersiap untuk mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.
Angkatan Laut Rusia meluncurkan kapal selam super siluman terbaru mereka. Kapal selam yang diberi nama Veliky Novgorod akan disebar di Laut Hitam di mana NATO bersiap untuk mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.


Rusia Luncurkan Kapal Selam Super Siluman Veliky Novgorod
Rusia meluncurkan kapal selam super siluman Veliky Novgorod yang akan dioperasionalkan di Laut Hitam. Foto/Istimewa

Veliky Novgorod menjadi tambahan kekuatan baru untuk armada Laut Hitam Rusia yang mampu menyerang target di darat, laut, dan bawah air. Kapal selam ini juga bisa mengikuti aktivitas penting angkatan laut Rusia lainnya. Kapal diesel listrik ini memamerkan teknologi stealth canggih  dan peningkatan jangkauan tempur secara resmi diluncurkan di St. Petersburg.

Wakil Komandan Angkatan Laut Rusia Laksamana Aleksandr Fedotenkov dan CEO galangan kapal Alexander Buzakov hadir di upacara resmi sebelum kapal dipindahkan ke Laut Hitam untuk beroperasi. Buzakov mengatakan bahwa kapal selam lain kelas Varshavyanka, Kolpino, akan diluncurkan pada bulan November mendatang.AL

Kamis, 27 Oktober 2016

Rusia Ujicoba Rudal Glider Hipersonik Yang Diklaim Kalahkan Sistem Anti-Rudal AS

Pasukan rudal strategis Rusia meluncurkan rudal balistik RS-18 dari glider hipersonik, pada hari Selasa. Glider hipersonik yang bisa membawa hulu ledak nuklir ini diklaim mampu mengalahkan sistem anti-rudal Amerika Serikat (AS).

Uji coba dilakukan pada tengah hari dari sebuah situs dekat kota Yasny, wilayah Orenburg, di Ural selatan. Hulu ledak yang ditembakkan dilaporkan mencapai lapangan tembak Kura di Kamchatka, wilayah Timur Jauh Rusia.


Rusia Ujicoba Rudal Glider Hipersonik Yang Diklaim Kalahkan Sistem Anti-Rudal AS

”Tes itu sukses. Hulu ledak sampai ke lapangan Kura,” demikian laporan dari Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip Russia Today, Rabu (26/10/2016).

Sebuah blog pertahanan populer, MilitaryRussia.ru melaporkan, peluncuran rudal itu dimaksudkan untuk menguji hulu ledak dari glider hipersonik Rusia yang saat ini dikenal sebagai “object 4202”, atau Aeroballistic Hypersonic Warhead.

Rusia Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali ke Laut Baltik

Rusia dilaporkan mengirimkan dua kapal perang berpeluru kendali mematikan yang mempunyai kemampuan mencapai Eropa ke Laut Baltik. Pengiriman dua kapal perang ini dilakukan ditengah persiapan NATO mengirimkan ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.

Rusia Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali ke Laut Baltik

Dua kapal perang tersebut awalnya adalah bagian dari armada kapal perang yang dikirimkan ke Laut Mediterania. Mereka berencana mengisi bahan bakar di Spanyol sebelum melanjutkan perjalanan menuju Suriah. Namun kapal itu malah bergerak ke Laut Utara,melewati Great Belt sekitar Denmark dan ke Laut Baltik.

Diyakini kapal-kapal itu sedang dalam perjalanan ke kantong Rusia di Baltik, Kaliningrad, yang baru-baru ini memiliki sejumlah rudal mematikan. "Dengan munculnya dua kapal kecil yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr, Armada kapal itu berpotensi menargetkan basis militer Eropa di utara," ucap sebuah sumber seperti dikutip dari Express, Kamis (27/10/2016)

Enam Negara NATO Siap Kirim Kekuatan Penuh ke Laut Hitam

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg menyatakan enam negara anggota organisasi itu siap mengirimkan unit angkatan laut mereka ke Laut Hitam pada 2017 mendatang. Enam negara itu diantaranya adalah Amerika Serikat (AS), Turki, dan Polandia.

Enam Negara NATO Siap Kirim Kekuatan Penuh ke Laut Hitam

Stoltenberg mencatat kemajuan dalam memperkuat kehadiran NATO di wilayah Laut Hitam. "Dengan kerangka brigadi multinasional yang dipimpin Rumania di darat dan kami sedang bekerja pada langkah-langkah di udara dan laut," seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (27/10/2016).

Stoltenberg mengatakan beberapa negara anggota menunjukkan kesediannya untuk berkontribusi menunjukkan kehadiran NATO di wilayah Laut Hitam di darat, laut, dan di udara termasuk Kanada, Jerman, Belanda, Polandia, Turki dan Amerika Serikat. "Sekutu lain juga melihat bagaimana mereka bisa berkontribusi," tambahnya.

Selasa, 18 Oktober 2016

Pentagon Nyatakan Defcon 3, AS bersiap perang lawan Rusia

Konflik Suriah membuat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia terus mengarah titik nadir. Kedua negara saling mengancam, bahkan Presiden Vladimir Putin memperingatkan warganya untuk bersiap-siap jika terjadi perang.

Pentagon Nyatakan Defcon 3, AS bersiap perang lawan Rusia

Hal yang sama juga dilakukan AS. Negara ini telah meningkatkan sistem pertahanannya menjadi Defcon level 3, artinya Pentagon tak lagi memandang sebelah mata terhadap ancaman-ancaman Rusia. Bahkan, negara ini bisa mengerahkan Angkatan Udaranya dalam hitungan 15 menit.

Defcon berarti 'kondisi kesiapan pertahanan', di mana negara dalam keadaan bersiap untuk menghadapi ancaman dari luar, seperti perang nuklir. Defcon terdiri atas lima level, di mana level kelima merupakan level paling terendah, di mana negara dirasa aman dari ancaman apapun.

Senin, 17 Oktober 2016

Rusia Kembangkan Senjata Laser 'pembunuh' Drone

Pemerintah Rusia baru saja memamerkan teknologi baru mereka sebuah meriam 'microwave'. Senjata ini tidak ada hubungannya dengan alat masak di rumah, namun senjata pelumpuh drone.


Meriam laser iini dikembangkan oleh lembaga United Instrument Manufacturing Corporation (UIMC) dan termasuk jenis directed-energy weapon (DEW). Alat ini didesain untuk menonaktifkan sistem pengontrol drone guna membuatnya kehilangan kontrol.

Hebatnya lagi, meriam laser ini juga mampu menonaktifkan rudal dengan metode yang sama. "Beberapa model senjata ini telah dikembangkan dan menunjukkan keefektifan mereka," ujar ilmuwan UIMC.

Risia Bersiap Perang Nuklir, Ini Dia Tanda-tandanya

Ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat belakangan ini meningkat lantaran konflik Suriah. Menurut pengamat, ketegangan ini lebih berbahaya ketimbang pada masa Perang Dingin. Konflik Suriah yang tak kunjung berakhir membuat dua negara kekuatan besar itu saling mempersiapkan kemungkinan terburuk.

AS disebut-sebut akan melancarkan serangan udara terhadap pasukan pemerintah Suriah sebagai bentuk opsi militer. Rusia yang selama ini mendukung rezim Basyar al-Assad sudah mengatakan akan mempertahankan Suriah dari serangan AS.


Risia Bersiap Perang Nuklir, Ini Dia Tanda-tandanya

Dalam pandangan Rusia, AS akan melancarkan serangan terlebih dulu dan Negeri Beruang merah itu akan memberi respon dengan kekuatan militer mereka. Berikut lima sinyal yang menyatakan Rusia siap berperang nuklir dengan AS dan sekutunya:

Daftar kekuatan militer AS Vs Rusia, Jika Terjadi Perang Siapa Lebih Unggul?

Pengeboman yang dilakukan pesawat militer Amerika Serikat (AS) terhadap tentara Suriah pendukung Bashar al Assad membuat hubungan dengan Rusia kian memanas. Jika tak kunjung berakhir, banyak pihak situasi tersebut dapat memicu terjadinya perang dunia ketiga.

Daftar kekuatan militer AS Vs Rusia, Jika Terjadi Perang Siapa Lebih Unggul?

Tentara Rusia juga telah mengarahkan rudal-rudal balistik mereka ke arah negara-negara anggota NATO. Meski menghadapi sejumlah provokasi dari Rusia, namun militer AS belum dilaporkan melakukan tindakan balasan. AS juga tak akan sendiri jika perang berkecamuk, sejumlah negara anggota NATO juga akan ikut serta.

Ini peta kekuatan militer kedua negara bila perang dunia ketiga meletus:

Dikutip dari situs globalfirepower.com, AS menempati peringkat pertama dalam hal kekuatan militer. Sedangkan Rusia berada setingkat di bawahnya.

Jumat, 14 Oktober 2016

Rusia Ajak Turki dan China Bagun Aliansi Baru

Rusia dan China akan bekerjasama dan memperkuat hubungan militer mereka. Hal ini dibuktikan setelah pejabat militer kedua negara mengumumkan akan melakukan latihan pertahanan rudal dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Berita ini muncul pasca Rusia menyepakatai kerjasama dengan Turki dan mengumumkan strategi militer terkoordinasi dalam perang Suriah dan pembangunan pipa gas baru di antara kedua negara.

Rusia Ajak Turki dan China Bagun Aliansi Baru

Dalam sebuah forum keamanan di Beijing minggu ini, pejabat senior China dan Rusia sepakat bahwa mereka harus melawan upaya Amerika Serikat (AS) untuk membangun perisai pertahanan anti rudal. As berencana membangun perisai pertahanan anti rudal di Korea Selatan (Korsel) untuk mengantisipasi serangan Korea Utara (Korut).

"Sistem pertahanan rudal sangat merusak kepentingan keamanan nasional China dan Rusia. Chian dengan tegas menentang dan sangat mendesak AS dan Korsel untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka," bunyi pernyataan bersama petinggi militer Rusia Letnan Jenderal Viktor Poznikhir,  dan China Mayor Jenderal Cai seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016).

Setelah Rudal Nuklir, Rusia Uji Coba Senjata Radio Elektronik

Rusia dilaporkan sukses melakukan uji coba senjata radio elekteronik, setelah sebelumnya melakukan uji coba rudal balistik. Senjata elektronik itu telah dikembangkan dan menjadi senjata tak tertandingi di dunia.

"Prototipe senjata tersebut telah dibuat dan senjata itu telah membuktikan efisiensinya," kata perwakilan dari Rusia United Instrument Manufacturing Company (OPK), yang bertanggung jawab atas produksi senjata itu.


Setelah Rudal Nuklir, Rusia Uji Coba Senjata Radio Elektronik

Senjata ini menggunakan teknologi baru yang telah dikembangkan berdasarkan prinsip senjata berbasiskan fisik yang baru. Senjata ini memadukan proses fisik persenjataan dan fenomena tidak umum dalam senjata modern. Laser dan senjata super sonic adalah contoh lain dari teknologi tersebut. Menurut perwakilan OPK, sistem senjata Rusia ini belum tertandingi.

Militer Inggris Perbolehkan Pilotnya Tembak Jatuh Jet Rusia

Pilot-pilot angkatan udara Inggris dikabarkan mendapatkan lampu hijau untuk menembak jatuh jet Rusia saat melakukan misi terbang di Suriah dan Iran jika mereka merasa terancam. Kabar terbaru ini dilaporkan oleh media The Sunday Times.

Militer Inggris Perbolehkan Pilotnya Tembak Jatuh Jet Rusia

"Hal pertama yang dilakukan oleh pilot Inggris adalah mencoba untuk menghindari situasi dimana perang udara terjadi. Anda menghindari wilayah aktivitas Rusia. Namun jika pilot ditembak atau ia percaya akan ditembak, ia bisa membela diri," kata sebuah sumber di Markas Tetap Bersama Inggris (PJHQ) kepada The Sunday Times.

"Kita sekarang tengah menghadapi situasi di mana seorang pilot tunggal, terlepas dari kebangsaanya, dapat memiliki dampak strategis terhadap kejadian di masa depan," katanya lagi seperti dikutip dari Zero Hedge, Jumat (14/10/2016).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...