Tampilkan postingan dengan label NATO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NATO. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2019

Amerika Serikat & NATO Panik Rusia Segera Operasikan Rudal Canggih S-500

Rusia telah mengembangkan rudal hipersonik jenis baru, yang dipercaya belum ada tandingannya untuk saat ini, bahkan oleh sistem pertahanan tercanggih milik Amerika Serikat sekalipun.


Dilansir dari cnbc.com, hampir 20 rudal hipersonik tebaru milik Rusia telah dipindahkan dan akan diuji coba dalam waktu dekat, ini menandakan tonggak bersejarah baru bagi program senjata hipersonik Kremlin, ungkap pejabat yang memiliki pengetahuan langsung tentang laporan intelijen Amerika.



Seseorang yang hanya mau disebut sebagai anonimus tersebut telah berbicara kepada CNBC bahwa, “Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata-senjata ini dan mereka telah memprioritaskan program khusus ini.
Rusia pada dasarnya menentukan bahwa mereka merasa cocok dengan desain yang telah dikembangkan dan sekarang akan fokus pada penyetelan target sasaran dan akurasi senjata melalui pengujian, ” paparnya.

Sabtu, 23 Maret 2019

Amerika Serikat dan Sekutunya Sebar Pesawat Pembom Nuklir Dekat Rusia

Sebuah pesan tegas dikirimkan oleh Amerika Serikat dan Sektunya melalui latihan militer gabungan yang diberi nama "theater integration and flying training".

Dalam latihan ini angkatan udara Amerika Serikat mengerahkan enam pesawat pembom stategis B-52 berkemampuan nuklir ke Eropa bergabung bersama pasukan sekutu lainnya dan pasukan mitra NATO di Eropa untuk mengikuti latihan integrasi ruang oparsi dan latihan terbang.


Amerika Serikat dan Sekutunya Sebar Pesawat Pembom Nuklir Dekat Rusia


Satuan tugas pembom B-52 Stratofortresses, penerbang dan peralatan pendukung dari Wing Bom ke-2 yang berbasis di Barksdale Air Force Base, Louisiana, tiba di RAF Fairford akhir pekan lalu dan telah berpartisipasi dalam berbagai misi pelatihan di seluruh Eropa.

"Pada hari Senin, empat pesawat B-52 melakukan penerbangan ke beberapa tempat di Eropa, termasuk ke Laut Norwegia, Laut Baltik/Estonia dan Laut Mediterania/Yunani,".


Kamis, 27 Oktober 2016

Enam Negara NATO Siap Kirim Kekuatan Penuh ke Laut Hitam

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg menyatakan enam negara anggota organisasi itu siap mengirimkan unit angkatan laut mereka ke Laut Hitam pada 2017 mendatang. Enam negara itu diantaranya adalah Amerika Serikat (AS), Turki, dan Polandia.

Enam Negara NATO Siap Kirim Kekuatan Penuh ke Laut Hitam

Stoltenberg mencatat kemajuan dalam memperkuat kehadiran NATO di wilayah Laut Hitam. "Dengan kerangka brigadi multinasional yang dipimpin Rumania di darat dan kami sedang bekerja pada langkah-langkah di udara dan laut," seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (27/10/2016).

Stoltenberg mengatakan beberapa negara anggota menunjukkan kesediannya untuk berkontribusi menunjukkan kehadiran NATO di wilayah Laut Hitam di darat, laut, dan di udara termasuk Kanada, Jerman, Belanda, Polandia, Turki dan Amerika Serikat. "Sekutu lain juga melihat bagaimana mereka bisa berkontribusi," tambahnya.

Selasa, 12 Juli 2016

NATO Bicara Pencegahan Konflik, Tapi Persiapkan Serangan ke Rusia

Mantan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev mengatakan, meskipun NATO berusaha mencegah terjadinya konflik dan mengedepankan dialog, namun tampaknya aliansi itu tengah mempersiapkan diri untuk meningkatkan konflik.

"Retorika di Warsawa adalah jeritan dari niat secara praktis untuk menyatakan perang dengan Rusia. Mereka hanya berbicara tentang pertahanan, tapi nyatanya mereka bersiap untuk menyerang," kata Gorbachev kepada Interfax.


NATO Bicara Pencegahan Konflik, Tapi Persiapkan Serangan ke Rusia

Gorbachev pun mengkritik hasil pertemuan dua hari NATO dengan mengatakan bahwa aliansi bentukan Amerika Serikat (AS) itu telah mengambil risiko dengan mengasingkan Rusia untuk mengamankan tujuan sendiri.

"Dunia harus menyadari bahwa tidak bisa berpura-pura dengan mengatakan tidak ada yang terjadi. Rusia tidak bisa menjaga garis pertahanan dan proses mengerikan ini harus dihentikan," kata Gorbacehv seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (10/7/2016).

Minggu, 03 Juli 2016

NATO Coba Bujuk Obama Untuk Runtuhkan Rusia

Mantan komandan tertinggi NATO, Jenderal Philip Breedlove, ternyata diam-diam berusaha untuk melawan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, terkait Rusia. Dalam sebuah e-mail, yang bocor ke publik, terungkap bahwa Breedlove ingin AS lebih keras terhadap Rusia. Namun, hal ini tidak dilakukan oleh Obama.

NATO Coba Bujuk Obama Untuk Runtuhkan Rusia

E-mail yang dirilis oleh The Intercept tersebut, menunjukan Breedlove tidak senang dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Obama soal Rusia. Dirinya membujuk mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell, untuk mempengaruhi Obama agar mau bertindak lebih agresif terhadap Rusia.

"Saya mungkin salah, tapi saya tidak melihat ini WH (Gedung Putih) benar-benar 'terlibat' dengan bekerja sama dengan Eropa / NATO. Terus terang saya pikir kita (NATO) khawatir akan ancaman AS akan terseret dalam konflik," tulis Breedlove kepada Powell.

Kamis, 30 Juni 2016

NATO Tumpuk Pasukan dan Peralatan Militer dipintu Gerbang Rusia

Pengerahan kekuatan militer NATO di depan pintu Rusia kini mencapai dua kali lipat dari sebelumnya dan memaksa Moskow untuk mengambil langkah-langkah pembalasan. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, pada Rabu petang.


”Sekarang NATO dan Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan sekitar 1.200 buah peralatan militer, termasuk 30 jet tempur, serta lebih dari 1.000 tentara di wilayah negara-negara Eropa Timur secara rotasi,” kata Shoigu dalam sebuah pernyataan yang dirilis Departemen Pertahanan Rusia.

“Kapal-kapal Angkatan Laut AS serta kapal militer dari anggota NATO lainnya secara teratur memasuki Baltik dan Laut Hitam,” lanjut Shoigu, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (30/6/2016).
 

Selasa, 28 Juni 2016

Menhan Jerman : NATO dan Rusia Harus Terbuka Soal Penempatan Pasukan

Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen mengatakan, NATO dan Rusia harus saling terbuka mengenai penempatan pasukan mereka. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah eskalasi lebih lanjut antara kedua belah pihak.

Menhan Jerman NATO dan Rusia Harus Terbuka Soal Penempatan Pasukan.jpg

Ursula menuturkan, NATO dan Rusia harus membuka komunikasi, dan mulai berbagai data mengenai penempatan atau penempatan ulang pasukan mereka di seluruh Eropa. Menurutnya, NATO sejatinya ingin memiliki hubungan baik dengan Rusia.

Senin, 27 Juni 2016

Brexit Berita Bagus untuk Rusia, dan Berita Buruk Untuk NATO

Satu-satunya orang yang lebih bahagia ketimbang Boris Johnson atas hengkangnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit bisa jadi adalah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kremlin telah bertahun-tahun mencoba untuk membuat celah dalam aliansi NATO dan Uni Eropa, tetapi dengan sedikit keberhasilan. Sekarang orang-orang Inggris memilih meninggalkan Uni Eropa dan keinginan Putin terpenuhi.

Brexit Berita Bagus untuk Rusia, dan Berita Buruk Untuk NATO

”Mereka (para pemimpin Rusia) minum vodka dalam jumlah berlebihan di Kremlin hari ini,” kata Derek Chollet, mantan penasihat senior di Pentagon kepada Foreign Policy, mengacu pada kebahagiaan Putin atas Brexit.

”Apa yang membuatnya menyedihkan adalah bahwa ini adalah kesalahan unforced,” kata Chollet, yang sekarang aktif di German Marshall Found, yang dilansir semalam (26/6/2016). ”Putin telah berusaha untuk memaksa divisi di Barat, tapi dia benar-benar belum berhasil dengan baik. Ini adalah keuntungan baginya tanpa dia harus melakukan sesuatu.”

Sabtu, 25 Juni 2016

Keluar Dari Uni Eropa , Inggris Tetap Bagian Dari NATO

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg mengatakan, Inggris tetap menjadi sekutu NATO yang kuat dan posisinya dalam aliansi tidak akan diubah oleh keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa atau Brexit.

Keluar Dari Uni Eropa , Inggris Tetap Bagian Dari NATO

"Orang-orang Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Seperti mendefinisikan bab berikutnya dalam hubungan dengan Uni Eropa, saya tahu bahwa posisi Inggris di NATO akan tetap tidak berubah," kata Stoltenberg dalam sebuah pernyataan.

"Inggris akan tetap kuat dan berkomitmen pada aliansi NATO dan akan terus memainkan peran utama dalam Aliansi kami. Hari ini, seperti yang kita hadapi lebih ketidakstabilan dan ketidakpastian, NATO lebih penting daripada sebelumnya sebagai platform untuk kerjasama antar Sekutu Eropa, dan antara Eropa dan Amerika Utara," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (24/6/2016).

Minggu, 19 Juni 2016

Rusia : NATO Berusaha Lakukan Propaganda Anti Rusia

Kepala pemerintahan Kremlin, Sergey Ivanov mengatakan, informasi tentang dugaan ancaman dari Rusia terhadap negara-negara Baltik adalah propaganda. Hal itu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan politik dan ekonomi. Ia kemudian menunjuk penyebaran pasukan tambahan sebagai pelanggaran mendasar pendekatan hubungan NATO-Rusia.

NATO Berusaha Lakukan Propaganda Anti Rusia

"Ini adalah propaganda dari awal sampai akhir. Saya akan mengatakan itu sebagai propaganda kasar. Menuliskan klaim semacam itu harus melihat peta Perang Dunia II untuk melihat bagaimana Tentara Soviet menyerang di Suwalki, dan seolah-olah tidak ada yang berubah, sebagai alasan ilmiah dan pseudo ilmiah meletakannya di atas meja," kata Ivanov seperti dikutip dari laman TASS, Minggu (19/6/2016).

Laporan semacam itu, kata Ivanov, muncul dari situasi ekonomi yang buruk di negara-negara Baltik dan orang-orang melarikan diri dari wilayah itu. "Apa yang harus dilakukan? Resep terbaik: berteriak tentang serangan yang akan datang dari Rusia, itu hanya mimpi tentang memperbudak negara-negara Baltik," kata Ivanov.
 

Pemerintah Jerman Sebut NATO Gila Perang

Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman, Frank-Walter Steinmeier mengecam latihan militer NATO di Eropa Timur. Steinmeier bahkan menyebut aliansi bentukan Amerika Serikat (AS) itu sebagai organisasi gila perang.

Pemerintah Jerman Sebut NATO Gila Perang
Kebijakan latihan perang NATO dianggap memanaskan hubungan dengan Rusia (Insert: Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier) | (Sindonews/Ian)

Steinmeier mengatakan, manuver luas yang diluncurkan NATO pada bulan ini kontraproduktif terhadap keamanan regional dan memanaskan ketegangan dengan Rusia. Ia pun mendesak NATO untuk mengganti latihan militer dengan dialog dan kerjasama dengan Rusia.

"Apa yang kita lakukan saat ini adalah mengobarkan situasi lebih lanjut melalui pamer kekuatan senjata dan menghasut perang," kata Steinmeier dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di surat kabar Bild am Sontag Jerman.

Sabtu, 18 Juni 2016

Rusia Siapkan "Tentara Super" untuk Perang Dunia III Lawan NATO

Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini sedang membangun ‘tentara super’ dan mempersiapkan konflik ‘skala besar’, seperti dirilis The Sun, Kamis (16/6/2016).

Menurut para pakar intelijen, Putin melakukan langkah-langkah tersebut untuk mengantisipasi aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berusaha untuk mengontrolnya.



Dinas intelijen Kanada, CSIC (The Sun menyebutnya MI6), melaporkan, Putin sedang mempersiapkan ‘tentara super’ Rusia untuk Perang Dunia III melawan NATO.

MI6  telah memperingatkan bahwa militer Rusia sedang berusaha memodernisasi diri dalam persiapan untuk perang di Eropa Timur.

Jumat, 10 Juni 2016

Respon Rusia Atas Keberadaan Kapal AS di Laut Hitam

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Moskow akan merespon keberadaan kapal perang Amerika Serikat (AS) di Laut Hitam dengan langkah-langkah yang tidak ditentukan. Rusia menilai, AS sengaja melakukan hal itu untuk meningkatkan ketegangan jelang pertemuan puncak NATO.

Respon Rusia Atas Keberadaan Kapal AS di Laut Hitam
Kapal perusak milik AS, USS Porter, dikabarkan telah memasuki perairan Laut Hitam

Sebelumnya, media pemerintah Rusia melaporkan, bahwa kapal perusak milik Angkatan Laut AS, USS Porter, telah memasuki Laut Hitam beberapa hari lalu. Langkah ini menimbulkan kegusaran di Moskow, karena sebelumnya AS juga telah menyebar sistem rudal baru seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/6/2016).

"Tentu saja, ini tidak sesuai dengan persetujuan kami dan tidak diragukan lagi akan mendatangkan respon," bunyi laporan kantor berita Rusia, RIA Novosti, mengutip pernyataan Andrei Kelin pejabat senior Kementerian Luar Negeri Rusia menanggapi keberadaan USS Porter.

Pasukan Rusia Bisa Bikin NATO Kewalahan dalam 60 Jam

Deputi Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Rusia, Ukraina dan Eurasia, Michael Carpenter, memperingatkan bahwa pasukan Rusia mampu menginvasi dan membuat NATO kewalahan hanya dalam tempo 60 jam.

Menurutnya, meskipun NATO telah menumpuk kekuatan militer di Eropa khususnya di dekat perbatasan Rusia, hal itu masih belum cukup.


Pasukan Rusia Bisa Bikin NATO Kewalahan dalam 60 Jam

Peringatan dari Carpenter ini disampaikan dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS awal pekan ini. Peringatan Carpenter ini mengacu pada laporan dari kelompok think tank RAND Corporation yang diminta Senator Senator Cory Gardner. Laporan ini menyatakan kekhawatiran bahwa pasukan Rusia bisa membuat NATO kewalahan hanya dalam 60 jam.

”Pada akhir 2017, ketika kami menerapkan semua pendanaan ERI (European Reassurance Initiative) yang muncul secara online, kesiapan kami akan jauh lebih baik untuk mengatasi tantangan dan jauh lebih siap untuk menghalangi agresi Rusia di wilayah itu ketimbang sekarang,” katanya.
 

Gertak Rusia, Kapal Induk AS Pamer Kekuatan di Laut Mediterania

Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Harry S. Truman tiba-tiba mengalihkan rute dari Teluk menuju Laut Mediterania. Pejabat Angkatan Laut AS mengatakan, pengiriman kapal induk itu untuk “mengirim pesan yang jelas” pada Rusia.

Kapal dengan 5 ribu awak ini telah menjadi andalan AS dalam membantu operasi serangan militer terhadap target-target ISIS di Irak dan Suriah. Sejak November lalu, kapal induk USS Hary S. Truman berkontribusi lebih dari separuh total serangan AS.



Seorang perwira tertinggi dalam operator kapal induk USS Hary S. Truman, Laksamana Muda Bret Batchelder, mengatakan kepada wartawan bahwa pemindahan rute kapal dari Teluk melewati Terusan Suez bertujuan untuk melenturkan “otot” guna meyakinkan sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menjaga keseimbangan kekuatan angkatan laut di Mediterania.

”Ini adalah demonstrasi kemampuan. Itu pasti, "katanya. ”Tidak diragukan lagi orang-orang yang menonton ini, dan ini hanya representasi grafis dari apa yang kita mampu,” katanya lagi, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Kamis (9/6/2016).
 

Jumat, 06 Mei 2016

Rusia Pastikan Kebangkitan Militer Kami Bukan Ancaman bagi NATO

Pemerintah Rusia menegaskan, kebangkitan militer Rusia tidak akan menjadi ancaman bagi NATO, asalkan aliansi tersebut tidak mencari masalah terlebih dahulu. Ini merupakan respon atas pernyataan NATO yang menyebut Rusia ancaman, dan perlunya meningkatkan jumlah pasukan di negara-negara yang berbatasan dengan Rusia.

Rusia Pastikan Kebangkitan Militer Kami Bukan Ancaman bagi NATO
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuturkan bahwa Rusia hanya akan berekasi jika mereka merasa ada tindakan satu pihak yang mengancam kepentingan Rusia, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuturkan bahwa Rusia hanya akan berekasi jika mereka merasa ada tindakan satu pihak yang mengancam kepentingan Rusia, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri.

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kebangkitan Rusia bukanlah ancaman bagi siapa pun," bunyi pernyataan Peskov, seperti dilansir Reuters pada Kamis (5/5).

Kamis, 05 Mei 2016

Hadapi Kekuatan NATO Rusia Bentuk Tiga Divisi Militer Baru

"Rusia akan membentuk tiga divisi militer baru untuk menghadapi pertumbuhan kekuatan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)," kata Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, Rabu.

Dua dari divisi baru itu akan ditempatkan di sepanjang perbatasan barat Rusia dan satu lagi di sepanjang perbatasan selatan, kata Shoigu dalam pernyataan yang disiarkan di televisi. Divisi-divisi baru itu akan dibentuk akhir tahun ini.



Hadapi Kekuatan NATO Rusia Bentuk Tiga Divisi Militer Baru


Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terdiri dari Angkatan Laut, Angkatan Darat, Angkatan Ruang Angkasa, Angkatan Peluru Kendali, dan Angkatan Pasukan Payung. 

Data menyatakan, kekuatan aktif kelima matra Angkatan Bersenjara Federasi Rusia itu sekitar 766.000 personel dengan personel cadangan lebih dari 2 juta orang. Militer Rusia ini pernah direorganisasi pada 2008 dan baru diwujudkan pada 2012.

Rabu, 30 Maret 2016

Mata-Matai Rusia NATO akan Terbangkan Pesawat Legendaris U-2

NATO minta agar pesawat jet mata-mata legendaris U-2 diterbangkan untuk mengawasi kebangkitan Rusia.

Pesawat mata-mata U-2 adalah salah satu simbol khas Perang Dingin yang dianggap sebagai pesawat mata-mata paling sukses.


Mata-Matai Rusia NATO akan Terbangkan Pesawat Legendaris U-2

Permintaan itu disampaikan Komandan NATO yang juga Kepala Pasukan Amerika Serikat (AS) di Eropa, Jenderal Philip Breedlove. Menurutnya, pesawat mata-mata U-2 harus kembali ke Eropa untuk mengawasi kebangkitan Rusia dan ulah agresif negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu.

“Jet ikonik di antara platform tambahan dalam pengumpulan data intelijen diperlukan untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh Moskow setelah beberapa dekade aset militer Amerika mengalami penyusutan di wilayah tersebut,” katanya.
 

Minggu, 10 Januari 2016

NATO : Jet Rusia Bermanuver Dekat Perbatasan Turki

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengaku kesal dengan manuver yang dilakukan jet Rusia di sekitar perbatasan Turki. Menurutnya, hal tersebut adalah sesuatu yang sangat berbahaya.

Jet Rusia Bermanuver Dekat Perbatasan Turki

Militer Turki dilaporkan mendeteksi jet tempur Rusia melakukan manuver di perbatasan mereka. Manuver ini terjadi hanya sehari setelah jet tempur Rusia terdeteksi memasuki wilayah udara Turki, yang menurut Rusia dilakukan secara tidak sengaja.

Dengan adanya manuver terbaru ini, Stoltenberg merasa apa yang dilakukan Rusia beberapa waktu bukanlah sebuah kebetulan, namun memang disengaja.
 

Jumat, 13 November 2015

Rusia Ungkap Senjata Rahasia Untuk Lawan NATO

Sebuah proyek rahasia Kremlin tak sengaja dibocorkan stasiun televisi Rusia. Data bocoran itu mengungkap bahwa Rusia membuat senjata canggih baru yaitu torpedo nuklir yang diyakini untuk memotong radar NATO dan sistem pertahanan rudal musuh.

Rusia Ungkap Senjata Rahasia Untuk Lawan NATO
Cuplikan slide tentang torpedo nuklir senjata baru Rusia untuk melawan NATO. | (freebeacon.com)

Kremlin pun dengan cepat mengkonfirmasi beberapa data rahasia yang tak sengaja dibocorkan stasiun televisi Rusia. Data yang disiarkan televisi itu ternyata materi cetak biru dari sebuah torpedo nuklir, dirancang untuk melawan instalasi pertahanan musuh

Bocoran rahasia senjata baru Rusia itu diperoleh ketika Presiden Vladimir Putin menggelar pertemuan dengan para pejabat militer di Sochi untuk membahas pengembangan kemampuan militer Rusia. Namun, dalam pertemuan itu hadir sejumlah kru televisi yang merekam data yang semestinya dilarang untuk dipublikasikan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...