Tampilkan postingan dengan label Nuklir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nuklir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2019

Pentagon Tolak Umumkan Jumlah Hulu Dedak Nuklirnya

Departemen Pertahanan Amerika Serikat menolak untuk mengungkapkan total persediaan senjata nuklir yang diajukan oleh Federasi Ilmuan Amerika Serikat, tanpa memberikan alasan yang jelas. Keputusan tersebut diungkapkan dalam surat Departemen Energi Amerika Serikat baru-baru ini.

Pentagon Tolak Umumkan Jumlah Hulu Dedak Nuklirnya

Federasi Ilmuwan Amerika  merupakan sebuah kelompok swasta yang mempelajari masalah senjata nuklir dan mengadvokasi keterbukaan pemerintah tentang masalah keamanan nasional.

Di era pemerintahan Obama, Amerika Serikat pada Mei 2010 untuk pertama kalinya dalam sejarah mendeklasifikasi total persediaan senjata nuklirnya sejak awal tahun 1945. Dari data itu terungkap Amerika Serikat per tanggal 30 September 2009 memiliki 5.113 hulu ledak nuklir.

Jumat, 22 Maret 2019

Geng Bersenjata Serang Konvoi Pembawa Uranium

Sekelompok geng bersejata melakukan penyerangan terhadap konvoi truk yang membawa bahan uranium untuk pembangkit listrik di Brazil. Baku tembak dengan polisi penjaga konvoi pun tak terelakkan.

Geng Bersenjata Serang Konvoi Pembawa Uranium

Konvoi pengiriman uranium tersebut diserang di kota Frade, 30 km dari Angra dos Reis, di mana pembangkit listrik tenaga nuklir Angra 2 berada. Pihak kepolisian mengatakan berhasil menggagalkan serangan itu dan tidak ada satu pun anggotanya yang terluka dalam baku tembak tersebut seperti dikutip dari RT, Rabu (20/3/2019)

Kamis, 27 Oktober 2016

Rusia Ujicoba Rudal Glider Hipersonik Yang Diklaim Kalahkan Sistem Anti-Rudal AS

Pasukan rudal strategis Rusia meluncurkan rudal balistik RS-18 dari glider hipersonik, pada hari Selasa. Glider hipersonik yang bisa membawa hulu ledak nuklir ini diklaim mampu mengalahkan sistem anti-rudal Amerika Serikat (AS).

Uji coba dilakukan pada tengah hari dari sebuah situs dekat kota Yasny, wilayah Orenburg, di Ural selatan. Hulu ledak yang ditembakkan dilaporkan mencapai lapangan tembak Kura di Kamchatka, wilayah Timur Jauh Rusia.


Rusia Ujicoba Rudal Glider Hipersonik Yang Diklaim Kalahkan Sistem Anti-Rudal AS

”Tes itu sukses. Hulu ledak sampai ke lapangan Kura,” demikian laporan dari Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip Russia Today, Rabu (26/10/2016).

Sebuah blog pertahanan populer, MilitaryRussia.ru melaporkan, peluncuran rudal itu dimaksudkan untuk menguji hulu ledak dari glider hipersonik Rusia yang saat ini dikenal sebagai “object 4202”, atau Aeroballistic Hypersonic Warhead.

Pejabat Amerika : Sia-sia Minta Korut Hentikan Program Nuklir

Direktur intelijen nasional Amerika Serikat (AS), James Clapper mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus fokus dalam hal membatasi kemampuan nuklir Korea Utara (Korut). Menurutnya, meyakinkan Korut untuk menghentikan pengembangan nuklir adalah hal yang sia-sia.

Sia-sia Minta Korut Hentikan Program Nuklir

"Saya pikir gagasan untuk denuklirisasi Korut adalah hal yang sia-sia. Mereka tidak akan melakukan itu karena itu adalah tiket mereka untuk bertahan hidup," katanya didepan Dewan Hubungan Luar Negeri seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (27/10/2016).

Clapper lantas menjelaskan perjalanannya ke Korut pada tahun 2014 lalu untuk menjamin pembebasan dua warga AS. Ia memberikan penilaian 'good taste' atas pengembangan nuklir dari perspektif negara itu.

Senin, 17 Oktober 2016

Risia Bersiap Perang Nuklir, Ini Dia Tanda-tandanya

Ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat belakangan ini meningkat lantaran konflik Suriah. Menurut pengamat, ketegangan ini lebih berbahaya ketimbang pada masa Perang Dingin. Konflik Suriah yang tak kunjung berakhir membuat dua negara kekuatan besar itu saling mempersiapkan kemungkinan terburuk.

AS disebut-sebut akan melancarkan serangan udara terhadap pasukan pemerintah Suriah sebagai bentuk opsi militer. Rusia yang selama ini mendukung rezim Basyar al-Assad sudah mengatakan akan mempertahankan Suriah dari serangan AS.


Risia Bersiap Perang Nuklir, Ini Dia Tanda-tandanya

Dalam pandangan Rusia, AS akan melancarkan serangan terlebih dulu dan Negeri Beruang merah itu akan memberi respon dengan kekuatan militer mereka. Berikut lima sinyal yang menyatakan Rusia siap berperang nuklir dengan AS dan sekutunya:

Kamis, 06 Oktober 2016

Latihan dan Simulasi Perang Nuklir, Rusia Libatkan 40 Juta Orang

Rusia meluncurkan latihan pertahanan sipil nasional guna memastikan negara itu siap dalam hal serangan nuklir, kimia, dan biologis dari Barat. Latihan perang ini dilakukan ditengah meningkatnya ketegangan internasional, khususnya terkait dengan keterlibatan Rusia di Suriah.

Latihan dan Simulasi Perang Nuklir, Rusia Libatkan 40 Juta Orang

"Penderita skizofrenia dari Amerika tengah mengasah senjata nuklir untuk Moskow," bunyi laporan yang diturunkan oleh jaringan televisi Zvezda yang dikelola Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip dari Independent, Rabu (5/10/2016).

Berlangsung selama 3 hari, latihan perang ini melibatkan 200 ribu personel situasi darurat bekerjasama dengan 40 juta warga sipil. Latihan ini diadakan oleh Kementerian Pertahanan Sipil, Darurat dan Penanggulangan Dampak Bencana Alam (EMERCOM).

Rabu, 29 Juni 2016

Jika Berminat Jepang Bisa Buat Senjata Nuklir dalam Semalam

Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada Presiden China Xi Jinping bahwa Jepang memiliki kapasitas untuk memiliki senjata nuklir dalam waktu “hampir semalam.”

Berbicara pada program Public Broadcasting Service ditayangkan Senin, 27/6/2016 Biden mengatakan ia telah mendesak Presiden China Xi Jinping, untuk mempengaruhi Korea Utara sehingga meninggalkan perkembangan rudal dan senjata nuklirnya.


Jika Berminat Jepang Bisa Buat Senjata Nuklir dalam Semalam

Mengacu pada perilaku Pyongyang yang baru-baru ini menguji dan dan meluncurkan rudal nuklir yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, Biden mengatakan jika China dan Amerika Serikat gagal mengambil tindakan efektif terhadap Korea Utara, “Apa yang terjadi jika Jepang, memutuskan besok membuat nuklir? Mereka memiliki kapasitas untuk melakukannya untuk waktu hampir semalam.”

Biden tidak mengatakan kapan percakapannya dengan Xi berlangsung.

Sabtu, 25 Juni 2016

Keinginan India Gabung dengan Klub Nuklir ditolak China

China mempertahankan sikapnya menolak bergabungnya India dengan kelompok negara-negara yang berusaha untuk mencegah proliferasi senjata nuklir dengan mengendalikan akses ke teknologi sensitif itu. Hal itu dikatakan oleh kepala Departemen Pengawasan Senjata Kementerian Luar Negeri China.

Keinginan India Gabung dengan Klub Nuklir ditolak China

Kelompok Pemasok Nuklir (NSG) bertemu pekan ini di Seoul, Korea Selatan (Korsel). Namun, China menyatakan tidak akan melanggar aturan dan memungkinkan India menjadi anggota karena tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), pakta utama kontrol senjata global.

"Negara-negara Pemohon harus penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi senjata nuklir (NPT). Ini adalah pilar, bukan sesuatu yang China menetapkan. Hal ini diakui secara universal oleh masyarakat internasional," kata Wang Qun seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/6/2016).

Kamis, 16 Juni 2016

Amerika Serikat yakini Korut Sedang Perluas Produksi Senjata Nuklir

Sebuah lembaga penelitian Amerika Serikat (AS) mengatakan, Korea Utara (Korut) kemungkinan secara signifikan memperluas produksi senjata nuklirnya. Korut disebut bisa menambahkan enam atau lebih senjata ke gudang senjata miliknya dalam 18 bulan terakhir.

Amerika Serikat yakini Korut Sedang Perluas Produksi Senjata Nuklir

Sebelumnya, Lembaga Sains dan Keamanan Internasional (ISIS) yang berbasis di Washington tahun lalu memperkirakan Korut telah memiliki 10 sampai 16 senjata nuklir pada akhir 2014. Laporan ini kemudian direvisi oleh lembaga David Albright dan Serena Kelleher-Vergantini.

Lembaga ini mengatakan, Korut kemungkinan telah menambah empat sampai enam senjata sejak saat itu, sehingga total mencapai 13 sampai 21 atau bahkan lebih. Laporan ini tidak memperhitungkan kemungkinan produksi tambahan yang berasal dari pabrik centrifuge kedua, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/6/2016).

Kamis, 12 Mei 2016

Rusia Siap Uji Coba Rudal Nuklir Satan 2

Rusia dikabarkan tengah mempersiapkan uji coba Satan2, sebuah rudal nuklir yang mempunyai kemampuan mengerikan. Satan 2 disebut-sebut dapat menghilangkan seluruh negara hanya dalam hitungan detik.

Rusia Siap Uji Coba Rudal Nuklir Satan 2

Kemampuan Satan 2 ini membuat takut pemimpin-pemimpin militer Barat. Pasalnya, tidak ada teknologi pertahanan rudal saat ini yang benar-benar mampu menghentikannya. Untuk diketahui, rudal Satan 2 dilengkapi dengan teknologi stealth yang membantunya menghindari sistem radar musuh, seperti dikutip dari Daily Record, Rabu (11/5/2016).

Nama resmi dari rudal mengerikan ini dalah RS-28 Sarmat dan rencananya akan menggantikan rudal R-36M Soviet yang sudah usang. Namun, para ahli militer NATO menjulukinya dengan sebutan Satan. "Dalam hal ini, rudal Sarmat tidak hanya menjadi penerus R-36M, tetapi juga sampai batas tertentu akan menentukan ke arah mana pencegahan nuklir dunia akan dikembangkan," begitu bunyi laporan jaringan berita Rusia, Zvezda.

Rabu, 11 Mei 2016

Iran Tak Akan Hentikan Pengembangan Program Rudal

Pemerintah Iran menegaskan, mereka tidak akan menghentikan program pengembangan rudal, terlebih pengembangan rudal balisitik. Ini dilakukan semata-semata guna memperkuat pertahanan Iran.

Iran Tak Akan Hentikan Pengembangan Program Rudal

"Iran tidak akan menghentikan program pengembangan rudal, termasuk di dalamnya penelitian ilmiah dan pengembangan rudal jenis baru," kata Menteri Pertahanan Iran, Hossein Deghan, seperti dilansir Kaztag pada Rabu (11/5).

Dirinya juga kembali menegaskan, doktrin militer Iran bukanlah melakukan agresi terhadap negara lain di kawasan. Doktrin militer Iran, lanjut Dehgan, adalah membangun pertahanan negara.
 

Kamis, 28 April 2016

Amerika Siapkan Opsi Lain Hadapi Program Nuklir Korea Utara

Amerika Serikat memperingatkan Korea Utara (Korut) untuk tidak menambah runyam situasi di Semenanjung Korea. AS bahkan menyatakan akan melihat 'pilihan lain' untuk menghadapi program nuklir dan rudal Korut.

Amerika Siapkan Opsi Lain Hadapi Program Nuklir Korea Utara

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner memperingatkan, Washington akan melihat 'pilihan lain' jika Korut terus menerus melakukan uji coba rudal nuklir dan balistik, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (27/4/2016).

Kendati demikian, Toner tidak mengungkapkan pilihan lain yang sedang dipertimbangkan oleh AS dalam menghadapi 'sikap nakal' negara komunis yang tertutup itu.

Kamis, 07 April 2016

Panama Papers: Pendanaan Program Nuklir Korea Utara Dibantu Bankir Inggris

Seorang bankir asal Inggris disebut mendirikan perusahaan offshore rahasia yang diduga digunakan oleh rezim Korea Utara (Korut) untuk membantu menjual senjata dan meningkatkan program senjata nuklirnya.

Menurut Panama Papers, Nigel Cowie mendirikan perusahaan Pyongyang DCB Finance Limited. Ia mendirikan perusahaan ini bersama seorang pejabat Korut bernama Kim Chol-sam pada tahun 2006. Perusahaan ini terdaftar di British Virgin Islands seperti dikutip dari Express, Rabu (6/4/2016).


Pendanaan Program Nuklir Korea Utara Dibantu Bankir Inggris

Kim Chol-sam sendiri adalah CEO dari Bank Kredit Daedong yang telah dijatuhkan sanksi. Kim diduga memfasilitasi transaksi senilai ratusan ribu dan mengelola jutaan dolar dalam rekening yang terkait dengan rezim Korut.

Sabtu, 02 April 2016

Tak Pedulikan AS, Korea Utara Tetap Lanjutkan Program Nuklir

Korea Utara (Korut) akan mengejar program nuklir dan rudal balistik tanpa peduli Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya, dan kini terjadi keadaan "semi-perang" di semenanjung Korea, demikian diplomat senior pihak Pyongyang di Jenewa.

So Se Pyong, Duta Besar Korut untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) mengecam latihan militer bersama AS-Korea Selatan (Korsel) yang lokasinya segaja ditujukan untuk "mengancam Presiden Korut dan menaklukkan Pyongyang".


Tak Pedulikan AS, Korea Utara Kejar Program nuklir tanpa peduli AS

"Jika AS terus, maka kita harus membuat langkah-langkah balasan juga. Jadi, kita harus mengembangkan, dan kita harus membuat lebih banyak pencegahan, pencegahan nuklir," kata So, yang juga utusan Korut untuk Konferensi yang disponsori Komisi PBB untuk Perlucutan Senjata.

Dalam wawancara khusus berbahasa Inggris dengan Reuters, So menegaskan, "Kebijakan Simultan adalah kebijakan negara saya, dan partai saya juga, yang berarti produksi nuklir dan pembangunan ekonomi."

AS Peringatkan Senjata Nuklir Jangan Sampai Jatuh ke Tangan Teroris

Presiden Amerika Serikat (AS) mengingatkan perlunya kerjasama lebih lanjut diperlukan untuk mencegah kelompok teroris mendapatkan akses senjata nuklir. Peringatan ini disampaikan Obama pada pertemuan KTT Keamanan Nuklir.

AS Peringatkan Senjata Nuklir Jangan Sampai Jatuh ke Tangan Teroris

Diberitakan AFP, Sabtu (2/4/2016), ancaman kelompok teroris senjata nuklir untuk digunakan sebagai'bom kotor' atau bahkan mendapatkan senjata atom.

"ISIS telah menggunakan senjata kimia, termasuk gas mustard, di Suriah dan Irak," kata Obama.

"Tidak ada keraguan bahwa jika orang-orang gila mendapatkan bom nuklir atau bahan nuklir, mereka pasti akan menggunakannya untuk membunuh banyak orang," ucapnya

Jumat, 01 April 2016

Amerika Serikat, Bencana Jika Negara-negara Asia Miliki Senjata Nuklir

Pihak Gedung Putih mengecam ide bakal calon presiden Donald Trump yang minta Pemerintah Amerika Serikat (AS) membiarkan negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan memiliki senjata nuklir sendiri. Ide Trump itu dianggap sebagai bencana.

Menurut Gedung Putih, membiarkan negara-negara Asia memiliki senjata nuklir sendiri merupakan ide yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri AS.


Amerika Serikat, Bencana Jika Negara-negara Asia Miliki Senjata Nuklir

“Seluruh premis kebijakan luar negeri Amerika yang berkaitan dengan senjata nuklir untuk 70 tahun terakhir adalah guna mencegah proliferasi senjata nuklir untuk negara tambahan,” kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Ben Rhodes, saat dimintai komentar perihal ide Donald Trump.

“Itu posisi (AS). Dari semua orang yang telah menduduki Kantor Oval. Ini akan menjadi bencana besar,” lanjut Rhodes, seperti dikutip dari Washington Post, Jumat (1/4/2016).

Kim Jong-un Ancam Perang Nuklir dengan China

Diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un kini menyatakan China sebagai musuh dan mengancam perang nuklir dengan Beijing.

Kim Jong-un hilang kesabaran setelah China yang selama ini dianggap sebagai sekutu utama justru mengambil bagian dalam penjatuhan sanksi keras Dewan Keamanan PBB terhadap Pyongyang.


Kim Jong-un Ancam Perang Nuklir dengan China

Kejengkelan Kim Jong-un terhadap China terungkap dari dokumen Korut tertanggal 10 Maret 2016. Dalam dokumen itu, rezim Pyongyang mengutuk China yang dianggap “mengkhianati sosialisme”.

Korut, lanjut isi dokumen itu, lantas mengancam untuk menekan China dengan kekuatan “badai nuklir”. “Kita tidak lagi melangkah sepele pada China dan jangan berurusan dengan mereka,” bunyi dokumen itu.

Jumat, 25 Maret 2016

Daya Hancur Bom Hidrogen 25 Ribu Kali Bom Hiroshima-Nagasaki

KOREA Utara mengejutkan dunia pada awal 2016. Negeri tertutup yang dipimpin Kim Jong-un itu mengklaim telah sukses menguji bom hidrogen, bom berkekuatan 25.000 kali dari bom nuklir yang memporak-porandakan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang saat Perang Dunia II.



Jumat, 26 Februari 2016

Terkait Ujicoba Nuklir, Amerika ingin Memperberat Sanksi bagi Korea Utara

Uji coba nuklir Korut mendapatkan kecaman dari kalangan internasional.

Amerika Serikat yang didukung Cina, telah mengajukan sebuah draf resolusi kepada Dewan Keamanan PBB yang bertujuan untuk memperberat sanksi terhadap Korea Utara.


Usulan draf resolusi itu diajukan sebagai reaksi dari uji coba nuklir dan peluncuran rudal oleh Korea Utara.


Terkait Ujicoba Nuklir, Amerika ingin Memperberat Sanksi bagi Korea Utara

Dalam draf tersebut dicantumkan pemeriksaan terhadap seluruh pengiriman barang dari ataupun ke negara tersebut.

Duta Besar AS di PBB, Samantha Power, mengatakan sanksi itu akan menjadi yang paling berat yang pernah diterapkan oleh Dewan Keamanan sejak lebih dari 20 tahun terakhir.

Rabu, 17 Februari 2016

Terkait Program Nuklir, Amerika Serikat Siapkan Serangan Siber Untuk Iran

Amerika Serikat memiliki rencana untuk meluncurkan serangan siber secara ekstensif kepada Iran jika upaya program nuklir gagal disepakati tahun.

Rencana ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times (NYT) melaporkan pada Selasa (16/2), mengutip film dokumenter yang akan segera dirilis, didukung oleh informasi dari sumber pejabat militer dan intelijen.


Amerika Serikat Siapkan Serangan Siber Untuk Iran

Serangan siber yang direncanakan itu memiliki nama kode Nitro Zeus dan ditujukan untuk melumpuhkan pertahanan udara, sistem komunikasi dan bagian penting dari jaringan listrik Iran. Rencana itu batal diluncurkan karena kesepakatan nuklir Iran berhasil dicapai tahun lalu, setelah bertahun-tahun molor.

Rencana serangan siber itu dikembangkan oleh Pentagon dan dimaksudkan untuk menyakinkan Presiden AS, Barack Obama bahwa ia memiliki alternatif perang jika Iran bergerak melawan Amerika Serikat atau sekutu regionalnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...