Amerika Serikat memiliki rencana untuk meluncurkan serangan siber secara ekstensif kepada Iran jika upaya program nuklir gagal disepakati tahun.
Rencana ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times (NYT) melaporkan pada Selasa (16/2), mengutip film dokumenter yang akan segera dirilis, didukung oleh informasi dari sumber pejabat militer dan intelijen.
Serangan siber yang direncanakan itu memiliki nama kode Nitro Zeus dan ditujukan untuk melumpuhkan pertahanan udara, sistem komunikasi dan bagian penting dari jaringan listrik Iran. Rencana itu batal diluncurkan karena kesepakatan nuklir Iran berhasil dicapai tahun lalu, setelah bertahun-tahun molor.
Rencana serangan siber itu dikembangkan oleh Pentagon dan dimaksudkan untuk menyakinkan Presiden AS, Barack Obama bahwa ia memiliki alternatif perang jika Iran bergerak melawan Amerika Serikat atau sekutu regionalnya.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Cyber Attack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyber Attack. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Februari 2016
Selasa, 13 Januari 2015
Hacker ISIS Bobol Twitter dan YouTube Militer Amerika
Sebuah tweet singkat diunggah ke dalam akun Twitter resmi milik pusat komando militer Amerika Serikat (AS). Tweet tersebut berisi ancaman dan beberapa informasi penting militer. "Tentara Amerika, kami datang. Waspadalah," isi tweet tersebut yang diduga dilakukan oleh para peretas ISIS.
Tidak hanya Twitter, saluran YouTube militer Amerika pun berhasil disusupi. Pihak militer menganggap ini sebagai cyber-vandalisme.
"Kami melihat aksi ini murni sebagai cyber-vandalisme. Tidak ada data dan peretasan serius yang terjadi dalam akun kami," demikian keterangan resmi pihak militer, seperti dikutip melalui BBC, Selasa, 13 Januari 2015.
Tidak hanya Twitter, saluran YouTube militer Amerika pun berhasil disusupi. Pihak militer menganggap ini sebagai cyber-vandalisme.
"Kami melihat aksi ini murni sebagai cyber-vandalisme. Tidak ada data dan peretasan serius yang terjadi dalam akun kami," demikian keterangan resmi pihak militer, seperti dikutip melalui BBC, Selasa, 13 Januari 2015.
Selasa, 23 Desember 2014
AS Minta Bantuan Tiongkok Atasi Peretasan Korut
Amerika Serikat dilaporkan meminta bantuan Tiongkok untuk meredam serangan siber yang dilakukan oleh Korea Utara, salah satunya peretasan terhadap jaringan Sony Pictures yang berujung pada dibatalkannya penayangan perdana film The Interview.
"Kami telah mendiskusikan masalah ini dengan Tiongkok untuk berbagi informasi, menyampaikan keprihatinan kami terhadap serangan ini dan meminta kerja sama mereka," kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada AFP, Sabtu (20/12).
AS menuding Korut telah membobol jaringan dan mencuri data-data rumah produksi Sony Pictures, termasuk percakapan email, naskah, data-data artis, dan film yang belum dirilis.
Diduga tindakan ini dilakukan setelah Sony berencana menayangkan film berjudul The Interview yang mengisahkan soal dua agen CIA yang berencana membunuh Kim Jong Un. Film tersebut akhirnya batal ditayangkan perdana karena ancaman serangan dari pihak peretas.
![]() |
| Tiongkok sebagai negara sekutu paling dekat Korut diminta membantu AS meredam peretasan dari negara pimpinan Kim Jong Un itu |
"Kami telah mendiskusikan masalah ini dengan Tiongkok untuk berbagi informasi, menyampaikan keprihatinan kami terhadap serangan ini dan meminta kerja sama mereka," kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada AFP, Sabtu (20/12).
AS menuding Korut telah membobol jaringan dan mencuri data-data rumah produksi Sony Pictures, termasuk percakapan email, naskah, data-data artis, dan film yang belum dirilis.
Diduga tindakan ini dilakukan setelah Sony berencana menayangkan film berjudul The Interview yang mengisahkan soal dua agen CIA yang berencana membunuh Kim Jong Un. Film tersebut akhirnya batal ditayangkan perdana karena ancaman serangan dari pihak peretas.
Label:
Amerika,
China,
Cyber Attack,
Korea Utara
Kamis, 04 Desember 2014
Mata-mata Dunia Maya Lebih Berbahaya Dibanding James Bond
Hingga akhir tahun ini, pemerintah Rusia berencana mengkaji hukum yang mengatur infrastruktur informatika krusial. Peraturan tersebut bertujuan membangun sistem kompleks perlindungan dari serangan dunia maya. Hal itu diceritakan oleh Igor Sheremet, salah satu anggota tim perancang proyek yang juga merupakan Ketua Dewan Komisi Industri Militer Pemerintah Rusia bidang sistem kendali otomatis, perhubungan, pengintaian, peperangan elektronik dan informasi.
Apa saja perangkat pelindung serangan dunia maya yang sudah ada di Rusia?
Di bawah Agen Keamanan Federal (Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti/FSB), saat ini sedang dibuat sistem pelacak dan peringatan terhadap serangan komputer milik negara di Rusia. Sistem tersebut sudah beroperasi dengan baik. Pada 2013 saja, sistem itu telah berhasil mengungkap tiga jaringan agen dunia maya asing. Sistem ini berhasil mencegah pembajakan dua juta halaman informasi rahasia milik negara Rusia.
![]() |
| Igor Sheremet, Ketua Dewan Komisi Industri Militer Pemerintah Rusia bidang sistem kendali otomatis, perhubungan, pengintaian, peperangan elektronik dan informasi. | Foto: Mitya Aleshkovsky/TASS |
Apa saja perangkat pelindung serangan dunia maya yang sudah ada di Rusia?
Di bawah Agen Keamanan Federal (Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti/FSB), saat ini sedang dibuat sistem pelacak dan peringatan terhadap serangan komputer milik negara di Rusia. Sistem tersebut sudah beroperasi dengan baik. Pada 2013 saja, sistem itu telah berhasil mengungkap tiga jaringan agen dunia maya asing. Sistem ini berhasil mencegah pembajakan dua juta halaman informasi rahasia milik negara Rusia.
Rabu, 26 November 2014
Regin, Malware yang Memata-matai Pemerintah Negara Dunia
Peneliti keamanan Symantec mengaku telah membongkar software berbahaya (malware) canggih yang telah digunakan badan intelijen pemerintah. Malware itu diduga kuat digunkan pemerintah untuk menyadap perusahaan telekomunikasi dan layanan internet. Peneliti menamakan malware ini dengan nama Trojan Regin.
Peneliti mengatakan malware ini kemungkinan telah dilancarkan oleh pemerintah AS, Israel dan Tiongkok.
Melansir Recode, Senin 24 November 2014, disebutkan temuan peneliti ini muncul dari tim yang sama mengendus kemunculan Stuxnet pada empat tahun lalu. Stuxnet disinyalir sebagai senjata digital pertama yang dilancarkan untuk menyerang suatu negara. Peneliti meyakini Stuxnet merupakan upaya AS dan Israel untuk meyabotase program riset nuklir Iran.
Peneliti menggambarkan keganasan Regine sebagai serangkaian malware kompleks memiliki struktur kemampuan teknikal yang langka.
Peneliti mengatakan malware ini kemungkinan telah dilancarkan oleh pemerintah AS, Israel dan Tiongkok.
Melansir Recode, Senin 24 November 2014, disebutkan temuan peneliti ini muncul dari tim yang sama mengendus kemunculan Stuxnet pada empat tahun lalu. Stuxnet disinyalir sebagai senjata digital pertama yang dilancarkan untuk menyerang suatu negara. Peneliti meyakini Stuxnet merupakan upaya AS dan Israel untuk meyabotase program riset nuklir Iran.
Peneliti menggambarkan keganasan Regine sebagai serangkaian malware kompleks memiliki struktur kemampuan teknikal yang langka.
Minggu, 17 Agustus 2014
Ponsel Menlu Australia Disadap ketika Negosiasikan Insiden MH17
Telepon seluler Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, diduga disadap ketika tengah melakukan negosiasi di luar negeri untuk mendapatkan akses ke lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17.
Julie Bishop melakukan perjalanan selama dua pekan ke Ukraina, Belanda dan Amerika Serikat untuk mengamankan akses ke lokasi jatuhnya pesawat MH17 di Timur Ukraina.
Petugas intelijen telah menyita telepon seluler Bishop sekembalinya ia ke Australia dari pertemuannya dengan sejumlah tokoh pemimpin di luar negeri.
Dipastikan pengarahan yang dilakukan Bishop dengan Komite Keamanan Nasional dilakukan dalam jalur yang aman.
![]() |
| AFP Menlu Australia, Julie Bishop dan Menlu Belanda Frans Timmermans usai menghadiri pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di Kota New York. |
Julie Bishop melakukan perjalanan selama dua pekan ke Ukraina, Belanda dan Amerika Serikat untuk mengamankan akses ke lokasi jatuhnya pesawat MH17 di Timur Ukraina.
Petugas intelijen telah menyita telepon seluler Bishop sekembalinya ia ke Australia dari pertemuannya dengan sejumlah tokoh pemimpin di luar negeri.
Dipastikan pengarahan yang dilakukan Bishop dengan Komite Keamanan Nasional dilakukan dalam jalur yang aman.
Label:
Australia,
Cyber Attack,
Intelijen
Sabtu, 31 Mei 2014
Hacker Iran Gunakan Facebook untuk Mata-matai AS
Sebuah perusahaan keamanan internet menyatakan pada Kamis (29/5/2014), para hacker Iran dengan sengaja membuat akun Facebook palsu dan mencoba untuk berteman dengan para pejabat AS dan Barat dalam upaya untuk memata-matai mereka.
Seperti dilansir Reuters, para hacker menciptakan beberapa akun palsu dan mengisi profil mereka dengan konten personal fiktif, kemudian mereka mencoba untuk berteman dengan para terget target.
“Beberapa pejabat yang menjadi target diyakini termasuk seorang laksamana Angkatan Laut AS, beberapa politisi, duta besar, dan pejabat dari beberapa negara lain termasuk Inggris dan Arab Saudi,” papar perusahaan internet, iSight Partners.
Seperti dilansir Reuters, para hacker menciptakan beberapa akun palsu dan mengisi profil mereka dengan konten personal fiktif, kemudian mereka mencoba untuk berteman dengan para terget target.
“Beberapa pejabat yang menjadi target diyakini termasuk seorang laksamana Angkatan Laut AS, beberapa politisi, duta besar, dan pejabat dari beberapa negara lain termasuk Inggris dan Arab Saudi,” papar perusahaan internet, iSight Partners.
Senin, 07 April 2014
Serangan gabungan Anonymous rontokkan ratusan website Israel
Sesuai dengan apa yang telah direncanakan beberapa waktu sebelumnya, akhirnya, kelompok hacktivist yang menamakan diri Anonymous melancarkan serangan ke wilayah dunia maya Israel.
Dengan menggunakan hashtag khusus yaitu #OpIsrael, kelompok-kelompok Anonymous dari berbagai negara, tidak luput juga dari Indonesia berhasil menggalang kekuatan yang cukup besar.
Dikutip dari RT (06/04), serangan yang dimulai dari Senin dini hari tersebut telah merontokkan ratusan situs-situs pemerintah dan organisasi Israel.
Dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube, pihak Anonymous mengatakan, "Pada tanggal 07 April 2014, kita memanggil segenap saudara dan saudari untuk melakukan serangan mulai dari hacking, defacing, hijacking, pengungkapan database, pengambilalihan admin sampai dengan bombardir dengan DNS ke wilayah internet Israel."
Dengan menggunakan hashtag khusus yaitu #OpIsrael, kelompok-kelompok Anonymous dari berbagai negara, tidak luput juga dari Indonesia berhasil menggalang kekuatan yang cukup besar.
Dikutip dari RT (06/04), serangan yang dimulai dari Senin dini hari tersebut telah merontokkan ratusan situs-situs pemerintah dan organisasi Israel.
Dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube, pihak Anonymous mengatakan, "Pada tanggal 07 April 2014, kita memanggil segenap saudara dan saudari untuk melakukan serangan mulai dari hacking, defacing, hijacking, pengungkapan database, pengambilalihan admin sampai dengan bombardir dengan DNS ke wilayah internet Israel."
Selasa, 31 Desember 2013
Malam Tahun Baru 2014 Hacker Seluruh Dunia Akan Hapus Israel dari Internet
Malam tahun baru nanti akan jadi sangat sibuk bagi para pemerhati dunia maya di Israel. Pasalnya, para hacker Anonymous dari seluruh dunia berencana menghancurkan Israel pada malam 31 Desember 2013.
Seperti yang dilansir dalam sebuah video YouTube (27/12), disebutkan bahwa Anonymous Palestina mengajak Anonymous seluruh dunia untuk menghapus Israel dari internet.
"Kami hacker Muslim akan menghukummu sekali lagi! Dan kami akan menghapusmu dari internet," ancam Anonymous dalam video tersebut.
Seperti yang dilansir dalam sebuah video YouTube (27/12), disebutkan bahwa Anonymous Palestina mengajak Anonymous seluruh dunia untuk menghapus Israel dari internet.
"Kami hacker Muslim akan menghukummu sekali lagi! Dan kami akan menghapusmu dari internet," ancam Anonymous dalam video tersebut.
Sabtu, 09 November 2013
Hacker Australia Bantu Peretas Indonesia Serang Negaranya
Di luar dugaan, tak ada cyber war antara hacker dari Indonesia dengan Australia, karena yang ada justru kerja sama yang erat di antara keduanya untuk menyerang situs-situs pemerintah Australia. Menurut seorang penggiat Anonymous Indonesia dengan akun twitter @valdiapr, pihaknya ingin mengkonfirmasikan bahwa tidak ada saling serang antara hacker Indonesia dengan Australia.
"Namun, hacker Australia justru membantu Indonesia untuk menyerang website pemerintahan australia, karena mereka sendiri juga merasa kalau tindakan itu tidak baik, dan itu termasuk mencuri data atau informasi negara lain," ujarnya kepada merdeka.com, Sabtu (8/11).
"Namun, hacker Australia justru membantu Indonesia untuk menyerang website pemerintahan australia, karena mereka sendiri juga merasa kalau tindakan itu tidak baik, dan itu termasuk mencuri data atau informasi negara lain," ujarnya kepada merdeka.com, Sabtu (8/11).
Hacker Indonesia Rontokan Situs intelijen Australia
Ancaman hacker Indonesia yang akan membombardir situs pemerintah Australia ternyata bukan isapan jempol. Seperti sudah dikobarkan sebelumnya, peretas Indonesia menggempur habis-habisan situs penting pemerintah Australia, di antaranya situs intelijen yang down 100 persen hanya dalam hitungan jam saja.
Situs Badan Intelijen Australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di www.asis.gov.au sudah tidak bisa dibuka. Dan jika kita melihat status situs ini, dinyatakan bahwa situs vital keamanan Australia itu 100% down atau mati total.
Menurut Indonesia ICT Institute, memang sempat beberapa hacker kebingungan soal sasaran apa yang akan dituju. Jika sebelumnya begitu banyak situs yang diganti tampilannya alias di deface, nampaknya malam ini serangan fokus ke situs yang berpengaruh.
Situs Badan Intelijen Australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di www.asis.gov.au sudah tidak bisa dibuka. Dan jika kita melihat status situs ini, dinyatakan bahwa situs vital keamanan Australia itu 100% down atau mati total.
Menurut Indonesia ICT Institute, memang sempat beberapa hacker kebingungan soal sasaran apa yang akan dituju. Jika sebelumnya begitu banyak situs yang diganti tampilannya alias di deface, nampaknya malam ini serangan fokus ke situs yang berpengaruh.
Senin, 09 September 2013
Amerika Nyatakan Hacker Suriah Sebagai Teroris dan Jadi Buronan FBI
Sepak terjang hacker Suriah dengan nama Syrian Electronic Army yang mengacak-acak dunia maya Amerika Serikat nampaknya mulai diperhatikan. Kali ini, FBI mulai memasukkan dedemit dunia maya asal Suriah ini dalam daftar buronannya.
Seperti yang dilansir oleh RT (6/9), Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyatakan bahwa sedang dilakukan pantauan peringatan terhadap seluruh warga Amerika mengenai SEA dan kapabilitasnya. Siapa saja warga Amerika Serikat yang terbukti membantu SEA dalam menyerang dunia maya akan dikategorikan sebagai teroris yang secara aktif menyerang perusahaan besar di Amerika.
Seperti yang dilansir oleh RT (6/9), Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyatakan bahwa sedang dilakukan pantauan peringatan terhadap seluruh warga Amerika mengenai SEA dan kapabilitasnya. Siapa saja warga Amerika Serikat yang terbukti membantu SEA dalam menyerang dunia maya akan dikategorikan sebagai teroris yang secara aktif menyerang perusahaan besar di Amerika.
Selasa, 09 Juli 2013
AS dan Cina Kerja Sama Atasi Peretas
Pejabat Cina dan AS telah berdiskusi mengenai keamanan 'cyber' dua negara pada pertemuan kerja sama rutin .
Pertemuan yang berlangsung Senin (9/7) merupakan pendahuluan dari pertemuan tingkat tinggi antara dua negara ekonomi besar.
Sebelumnya AS menuduh Cina melakukan kegiatan mata-mata 'cyber'- tuduhan itu berulang kali dibantah oleh Cina.
Pembicaraan AS-Cina ini juga dibayangi oleh tuduhan bahwa AS meretas jaringan komputer Cina.
Klaim tersebut diungkapkan oleh buronan intelejen AS, Edward Snowden.
Mantan ahli IT pada kontraktor pemerintah itu mengatakan kepada sebuah harian Hong Kong bulan lalu, bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika telah melakukan 61.000 tindakan peretasan di seluruh dunia dengan target terbesar di Hong Kong dan Cina.
Pertemuan yang berlangsung Senin (9/7) merupakan pendahuluan dari pertemuan tingkat tinggi antara dua negara ekonomi besar.
Sebelumnya AS menuduh Cina melakukan kegiatan mata-mata 'cyber'- tuduhan itu berulang kali dibantah oleh Cina.
Pembicaraan AS-Cina ini juga dibayangi oleh tuduhan bahwa AS meretas jaringan komputer Cina.
Klaim tersebut diungkapkan oleh buronan intelejen AS, Edward Snowden.
Mantan ahli IT pada kontraktor pemerintah itu mengatakan kepada sebuah harian Hong Kong bulan lalu, bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika telah melakukan 61.000 tindakan peretasan di seluruh dunia dengan target terbesar di Hong Kong dan Cina.
Langganan:
Postingan (Atom)












