Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2019

TNI AD Kembali Menjadi Juara Umum Lomba Menembak AASAM Untuk yang Ke 12 Kalinya

Untuk ke-12 kalinya, Kontingen TNI Angkatan Darat berhasil menjadi juara umum dalam lomba menembak antarnegara di ajang Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) 2019, yang diselenggarakan sejak 26 Maret hingga 2 April 2019.

TNI AD Kembali Menjadi Juara Umum Lomba Menembak AASAM Untuk yang Ke 12 Kalinya

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya mengatakan, pencapaian kontingen TNI AD di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia ini merupakan prestasi untuk bangsa Indonesia.

"Yang dicapai Kontingen TNI AD di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia ini bukan hanya prestasi untuk TNI AD atau TNI semata, namun juga prestasi untuk rakyat dan bangsa Indonesia," ungkap Candra dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Ia mengatakan, pencapaian tersebut sesuai harapan karena kembali membawa juara umum dan menyisihkan 20 negara peserta.

Kamis, 23 Juni 2016

Tentara Baru Australia Dipelonco dengan Diperkosa

Para tentara baru Australia yang berusia belasan diperkosa dan dipaksa memperkosa sebagai bagian dari perpeloncoan atau inisiasi. Praktik tidak terpuji yang tengah diselidiki oleh pengadilan ini terjadi sejak tahun 1960-an di negara itu.


Diberitakan CNN, lembaga penyelidikan kejahatan seksual anak Australia, The Royal Commission into Institutional Responses to Child Sex Abuse, pada Selasa (21/6) mendengarkan bukti-bukti dari para korban yang mengalami pelecehan seksual di beberapa divisi militer Australia, termuda mengalaminya saat berusia 15 tahun.

Fokus utama penyelidikan adalah pelecehan dan penyerangan seksual di pusat pelatihan angkatan laut HMAS Leeuwin di Australia Barat dan sekolah pelatihan militer Balcombe di Victoria pada tahun 1960-1980-an serta di antara tentara baru angkatan pertahanan Australia sejak tahun 2000. Total ada 111 korban yang mengaku mengalaminya.

Rabu, 02 Desember 2015

Dugaan serangan teror, polisi Australia lakukan penggrebekan

Polisi menggerebek dua rumah di Sydney, Australia, menyusul dugaan ancaman serangan terhadap sebuah kantor polisi.

Salah satu rumah itu milik keluarga Talal Alameddine yang ditahan Oktober lalu terkait pembunuhan terkait teror terhadap seorang staf kepolisian di luar sebuah kantor polisi.



Alameddine dituding memberikan senjata bagi Farhad Jabar, 15, untuk digunakan membunuh akuntan polisi Curtis Cheng.

Polisi menyebut, dalam penggeledahan itu tak ditemukan "benda-benda mencurigakan."

Rabu, 28 Oktober 2015

Australia Akan Hadapi Tekanan untuk Gabung Patroli AS di Laut China Selatan

Pakar Pertahanan percaya bahwa Australia akan menghadapi tekanan untuk bergabung dengan patrol maritim yang dipimpin Amerika Serikat (AS) ketika ketegangan di Laut China Selatan meningkat.

AS telah mengirimkan rudal perusak untuk menantang batas teritorial 12 mil laut yang diklaim China di sekitar pulau buatan mereka di atas perairan yang tengah disengketakan.


Foto satelit menunjukkan pembangunan yang dilakukan Pemerintah China atas sebuah pulau yang berada di terumbu karang Cuarteron di Laut China Selatan. (Foto: Asia Maritime Transparency Initiative/Centre for Strategic and International Studies)
Langkah ini dilakukan untuk memancing kemarahan Pemerintah China, yang baru-baru ini menyatakan bahwa pihak mereka tidak akan mengizinkan negara manapun untuk melanggar wilayah mereka di kepulauan Spratly.

Patroli itu dilakukan hanya beberapa minggu menjelang serangkaian KTT Asia-Pasifik yang berencana dihadiri Presiden AS Barack Obama dan Presiden China Xi Jinping, pada paruh kedua November.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Berenang atau Tenggelam: Australia Butuh Kapal Selam Rusia

Memiliki karakter siluman dan sangat tenang, kapal selam Rusia juga memiliki daya tahan yang kuat, persyaratan yang disampaikan oleh Defence White Paper Australia. Setelah kegagalan Collins, Canberra perlu mengubah paradigma strategi kapal selamnya.


Armada kapal selam Australia tengah menghadapi masalah yang besar. Diganggu oleh masalah reliabilitas hampir sejak Collins menyentuh air pada 1996, enam kapal kelas Collins yang diproduksi Australia hampir mengembuskan nafas terakhir mereka. Namun, kapal selam modern yang akan menggantikan Collins masih jauh, karena kepemimpinan politik dan militer negara tersebut belum bisa memutuskan apa yang sesungguhnya mereka inginkan.

Pemerintah Australia kesulitan mengambil keputusan karena tak berpengalaman mencari perangkat militer berefek deterent sangat tinggi. Australia juga tak punya uang tunai untuk membayar biaya penggantian sebesar 36 miliar dolar AS, yang diperkirakan akan meningkat dua atau tiga kali lipat ketika kita memperhitungkan faktor biaya operasional sepanjang pemakaian perangkat tersebut.

Selasa, 14 Juli 2015

Rudal Tiongkok Bisa Mencapai Australia

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menolak untuk memberikan tanggapan mengenai peringatan bahwa rudal jarak jauh Tiongkok dan kekuatan angkatan laut negeri itu sekarang bisa mencapai Australia.

Salah satu kapal Angkatan Laut Tiongkok

Sebuah laporan bersama yang dibuat oleh Australian National Uniiversity dan Pusat Studi Strategi dan Internasional yang berbasis di Washington menyebutkan bahwa tindakan Beijing di Laut Tiongkok Selatan semakin mengkhawatirkan, dan soal kemungkinan Australia masuk dalam konflik militer di kawasan tersebut.

“Operasi Tiongkok di Lautan India menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi Australia,” tulis laporan tersebut.

“Letak geografis Australia yang terpencil sudah lama menjadi salah satu aspek pertahanan terkuatnya, seperti juga Amerika Serikat.”

Minggu, 12 Juli 2015

Australia Batalkan Pembelian F-35B

Australia membatalkan rencana pembelian jet tempur F-35B untuk dua kapal LHD, Canberra class, karena membutuhkan modifikasi yang ekstrim yang dianggap terlalu mahal.

Perdana Menteri Australia Tony Abbot sebelumnya ingin menempatkan pesawat short-take-off and vertical-landing F-35B buatan Lockheed Martin, di atas geladak dua kapal serbu transportasi pasukan 27.000 ton milik Angkatan Laut.


Australia Batalkan Pembelian F-35B

Untuk dapat mengakomodasi pesawat F-35B, pejabat pertahanan mengatakan, kapal-kapal akan membutuhkan modifikasi yang luas, termasuk sistem radar baru, sistem instrumen pendaratan, decking tahan panas, restrukturisasi penyimpanan bahan bakar dan jalur bahan bakar serta hanggar penyimpanan.

Sementara, dua kapal serbu Canberra class yang ada seperti sekarang, hanya dirancang untuk membawa helikopter.

Rabu, 25 Februari 2015

Survei: 77 persen rakyat Australia anggap Tony Abbott sombong

Newspoll Australia baru saja melansir jajak pendapat masyarakat terkait kinerja pemerintah. Dalam survei melibatkan 1.212 responden itu, Perdana Menteri Tony Abbott dinilai pemimpin yang sombong.

"Hanya 25 persen responden yang puas dengan kinerja pemerintahan Abbott," tulis Newspoll seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (24/2).


77 persen rakyat Australia anggap Tony Abbott sombong

Kendati demikian, dua pekan terakhir kepercayaan masyarakat terhadap sang PM meningkat. Jajak pendapat menunjukkan pemerintahan Partai Liberal yang dipimpin Abbott unggul empat poin dibanding Partai Buruh selaku oposisi. Secara umum, 53 persen responden masih ingin pemerintahan Liberal bertahan.

Selasa, 24 Februari 2015

Intelijen Australia Mengecewakan

Drama penyanderaan yang terjadi di Kafe Lindt, Sydney, Australia, pertengahan Desember tahun lalu, menunjukkan kinerja intelijen negeri itu sesungguhnya lemah.

Drama penyanderaan yang terjadi di Kafe Lindt, Sydney, Australia, pertengahan Desember tahun lalu, menunjukkan kinerja intelijen negeri itu sesungguhnya lemah. Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Ahad (22/2), mengakui sistem keamanan negara itu lemah dan gagal melindungi warga Australia dari ancaman teror, sepert yang dilansir Al Jazeera. Pernyataan itu dikeluarkan Abbott di Sydney terkait kasus penyanderaan yang dilakukan Man Haron Monis atas 17 pengunjung dan pegawai kafe itu. Drama selama 17 jam itu berujung tewasnya Monis serta dua orang lainnya, yaitu manajer kafe dan seorang pengunjung.


Intelijen Australia Mengecewakan

Monis adalah imigran asal Iran yang telah tinggal di Australia sejak tahun 1990. Sebuah laporan menyebutkan, sebelum Monis memasuki Kafe Lindt dan mulai menyandera pengunjung dan pegawai kafe itu, ada 18 laporan warga pada sambungan langsung milik badan keamanan nasional Australia. Mereka khawatir atas materi dalam akun Facebook Monis yang dinilai ofensif. Sayang, tak satu pun laporan itu mendapat perhatian memadai dari otoritas berwenang, termasuk intelijen.

Abbott Merasa Berada di Puncak Kekuasaan

 Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbott, Selasa, 24 Februari 2015, merasa dirinya ada di puncak kekuasaan, setelah jajak pendapat terbaru yang memperlihatkan naiknya dukungan.

Abbott Merasa Berada di Puncak Kekuasaan

"Anda tahu seperti apa rasanya menjadi muda dan kuat dan ada di puncak kekuasaan, dan itu tepatnya bagaimana saya merasa," kata Abbott yang dikutip laman Channel News Asia.

Abbott selamat dari upaya untuk menggulingkan dirinya dari jabatan PM, awal Februari, termasuk dari Partai Liberal pendukungnya. Jajak pendapat terbaru semakin menambah keyakinannya.

Pada jajak pendapat yang dirilis The Australian, pemerintahannya memperoleh dukungan yang tinggi, membuat persaingan yang semakin ketat dengan kubu oposisi Partai Buruh.

Selasa, 16 Desember 2014

Kafe Sydney Diserbu Polisi, Tiga Tewas Termasuk Sandera

Polisi Federal Australia (AFP) pada pukul 02.00 waktu setempat akhirnya memutuskan untuk menyerbu Kafe Lindt yang berada di area Martin Place. Dari penyerbuan itu, tiga orang dilaporkan tewas. 

Polisi dan tim medis membawa salah satu korban sandera Kafe Lindt, Sydney yang terluka
Polisi dan tim medis membawa salah satu korban sandera Kafe Lindt, Sydney yang terluka
Stasiun berita ABC News, Selasa, 16 Desember 2014 melansir tiga orang yang tewas terdiri dari dua sandera dan satu orang pelaku. Tidak diketahui dengan jelas apakah sandera tewas akibat ditembak pelaku atau terbunuh dalam aksi baku tembak dengan polisi.

AFP menyebut korban tewas seorang pria berusia 34 tahun dan wanita berusia 38 tahun. Selain korban tewas, terdapat tiga sandera lainnya yang dilaporkan mengalami luka. Termasuk, seorang wanita yang tertembak di bagian bahu.

Senin, 15 Desember 2014

VIDEO: Penyanderaan di Kota Sydney

Polisi Australia telah mengamankan wilayah sekitar Martin Place, Kota Sydney, setelah seorang pria bersenjata menyandera beberapa orang di Kafe Lindt Chocolat, Senin, 15 Desember 2014. Para sandera terlihat dipaksa untuk memegang sebuah bendera hitam di jendela.



Media Australia, Sydney Morning Herald, menulis setidaknya ada satu orang bersenjata yang terlihat. Jumlah sandera belum diketahui persis, namun sebelumnya dilaporkan ada sekitar 20 orang. Beberapa diantara mereka dapat terlihat dari luar jendela.

Sabtu, 22 November 2014

Indonesia dan Australia Sepakati Peningkatan Kerjasama Militer

Indonesia dan Australia sepakat untuk lebih sering melakukan latihan bersama dan pertukaran tentara dan instruktur. Australia menganggap Indonesia sebagai mitra penting di bidang militer karena memiliki permasalahan dan kepentingan yang sama.


Panglima TNI Jendral Moeldoko berkunjung ke Canberra, selama dua hari (19-20/11/2014). Dalam kunjungannya, Jendral Moeldoko mengadakan pertemuan dengan Panglima Pertahanan Udara Australia, Marsekal Mark Binskin.

Marsekal Binskin mengatakan Indonesia adalah mitra pertahanan yang sangat penting bagi Australia, karena kedekatannya secara geografis dan memiliki kepentingan yang sama.

Kamis, 16 Oktober 2014

Benda Mencurigakan Ditemukan di Markas AL Australia

Sebuah pangkalan Angkatan Laut Australia yang berlokasi di negara bagian Victoria ditutup, lantaran ditemukan benda mencurigakan. Menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Australia, peristiwa itu terjadi ketika tengah digelar inspeksi rutin di tempat tinggal HMAS Cerberus.

Benda Mencurigakan Ditemukan di Markas AL Australia
Pangkalan militer AL Australia, HMS Cerberus

Kantor berita ABC News Kamis, 16 Oktober 2014 melansir HMAS Cerberus merupakan fasilitas pusat pelatihan primer yang berlokasi dekat dengan area Crib Point. Petugas keamanan lalu membuat sebuah area steril seluas 400 meter persegi di unit itu.

Namun, setelah diselidiki polisi mengatakan mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dan menyerahkan benda itu kepada pasukan keamanan. Kepala tertinggi Polisi Victoria, Neil Paterson, mengatakan benda itu tidak mengandung bahan peledak.

Australia Incar F-35B untuk lengkapi LHD Canberra Class

Australia mempertimbangkan untuk membeli jet tempur siluman F-35 Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) varian lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL), selain varian take-off dan landing (CTOL) konvensional yang sudah dipesan, ujar juru bicara Menteri Pertahanan Australia, David Johnston.

Australia Incar F-35B untuk lengkapi LHD Canberra Class
Pesawat Tempur F-35 B

Juru bicara itu mengatakan kepada IHS Jane bahwa akuisisi F-35B “akan masuk dalam Buku Putih Pertahanan”, yang dijadwalkan dikeluarkan pada kuartal kedua tahun 2015.

Keterangan ini untuk menanggapi laporan media bahwa Perdana Menteri Tony Abbott telah menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk memeriksa kemungkinan membeli F-35B untuk beroperasi di dua kapal amfibi pendaratan helikopter (LHD) Canberra Class, yang dioperasikan Royal Australian Navy (RAN).

Selasa, 07 Oktober 2014

Australia Siapkan Anggaran Rp 5 Triliun Pertahun Untuk Perangi ISIS

Perdana Menteri Tony Abbott menyatakan pemerintah Australia tidak akan memberlakukan pajak baru untuk membiayai misi militer memerangi ISIS di Irak. Dalam setahun, biaya yang dibutuhkan mencapai $500 juta (Rp 5 triliun) yang akan diambil dari APBN.

Jet temput Super Hornet Australia menyelesaikan misi pertamanya di Irak
Jet temput Super Hornet Australia menyelesaikan misi pertamanya di Irak

Saat ini jet-jet tempur Australia sudah mulai ambil bagian dalam operasi menumpas kelompok teroris ISIS.

Pekan lalu, Menteri Bendahara Negara Joe Hockey mengatakan, pihaknya akan mencari program-program APBN yang bisa dihemat untuk menutupi biaya misi militer di Irak serta biaya bagi lembaga keamanan dan intelijen.

Sementara Menteri Keuangan Mathias Cormann mengisyaratkan tidak tertutup kemungkinan untuk menaikkan pajak guna menutupi APBN.

Minggu, 05 Oktober 2014

Australia Kirim Jet Tempur, Turki Siap Selamatkan Kota Etnis Kurdi

Kabinet pemerintah Australia akhirnya membuat keputusan mengejutkan seperti halnya parlemen di Turki yaitu sepat mengirim jet-jet tempurnya untuk membasmi ISIS.
Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengatakan persetujuan mengirim kekuatan militer ke Irak bukan keputusan yang diambil enteng pemerintah. Irak memang sudah seharusnya tidak sendirian saat harus memerangi kelompok milisi ISIS.


Australia Kirim Jet Tempur, Turki Siap Selamatkan Kota Etnis Kurdi

Menurut Abbott, ISIS adalah sekte kematian yang telah menggelorakan peperangan terhadap dunia sehingga harus dimusnahkan.

"Ini adalah penggelaran untuk bertempur," tegas Abbott. Secara terpisah, Turki juga telah menegaskan akan melakukan segala cara dan upaya untuk mencegah kota yang didominasi Kurdi Kobani, dekat perbatasan dengan Suriah, jatuh ke pemberontak Negara Islam (ISIS). Peryataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu.

Rabu, 10 September 2014

Australia Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman ISIS

Kepala mata-mata domestik Australia mengatakan negara itu kemungkinan akan meningkatkan status ancaman terorisme ke tingkat tertinggi kedua dalam beberapa hari karena bahaya  telah tumbuh dengan munculnya pendukung Negara Islam (ISIS).

Australia Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman ISIS

Direktur Organisasi Keamanan dan Intelijen Australia Jenderal David Irvine mengatakan pada televisi Australian Broadcasting Corp dalam sebuah wawancara Selasa (9/9) malam bahwa tingkat ancaman teroris di Australia bisa diangkat dari ancaman tingkat "medium"  ke "tinggi" sebelum ia pensiun di akhir pekan ini.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Australia Merasa Menang atas COC, Marty: Silakan Bermimpi

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan tidak habis pikir dengan pemberitaan yang diturunkan salah satu media Australia pada Kamis, 28 Agustus 2014. Dalam pemberitaan itu, Australia merasa menang atas Indonesia setelah menandatangani tata kelakuan baik (COC) mengenai penyadapan. 


Ditemui di ruang Uluwatu Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua Bali, pada Jumat malam, 29 Agustus 2014, Marty justru berpendapat sebaliknya.

"Kalau mereka menganggap ini kemenangan untuk mereka, ya terus saja. Berarti ya, syukur Alhamdulillah," ungkapnya menyindir Australia.

Dia meminta publik untuk tidak mudah terpengaruh dengan melihat kembali isi COC yang ditandatangani pada Kamis lalu. Di dalam kesepakatan tersebut, tertuang kedua negara tidak akan lagi melakukan penyadapan.

Senin, 25 Agustus 2014

Austria serukan normalisasi hubungan Uni Eropa-Rusia-Ukraina

Presiden Austria Heinz Fischer, pada Ahad mengatakan bahwa hubungan-hubungan antara Uni Eropa, Rusia dan Ukraina harus menenangkan diri.

Austria serukan normalisasi hubungan Uni Eropa-Rusia-Ukraina
Konvoi truk Rusia yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Ukraina berjalan menuju perbatasan Rusia-Ukraina

"Saya berharap bahwa Rusia tidak akan membuat langkah-langkah yang dapat dianggap sebagai provokatif, dan suhu hubungan antara Uni Eropa, Rusia dan Ukraina kembali normal," kata Presiden pada forum politik Eropa di kota Austria, Alpbach.

Uni Eropa, Rusia dan Ukraina "harus bertemu dengan tujuan yang sama dan mendiskusikan dengan serius kepentingan keamanan mereka," kata Fischer.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...