Tampilkan postingan dengan label kapal Induk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal Induk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2016

Kapal Induk Tercanggih Amerika Serikat Tak Siap Perang

Sebuah memo dari Pentagon mengungkap bahwa kapal induk tercanggih dan termahal Amerika Serikat (AS), USS Gerald Ford tidak siap untuk terlibat perang. Kapal induk yang sempat menuai pujian itu mengalami kendala dalam operasi penyebaran.

Kapal Induk Tercanggih AS Tak Siap Perang

Kapal induk USS Gerald Ford dibangun dengan dana sekitar USD13 miliar. Menurut memo internal Pentagon yang dilihat oleh Bloomberg, kapal induk tercanggih AS ini harus menjalani desain ulang.

”Keempat sistem mempengaruhi area utama dari operasi penerbangan,” bunyi memo Direktur Uji Operasional dan Evaluasi Departemen Pertahanan AS, Michael Gilmore, yang ditujukan kepada kepada Pentagon dan pembeli senjata Angkatan Laut Frank Kendall dan Sean Stackley, yang dikutip Jumat (22/7/2016).

Minggu, 19 Juni 2016

Amerika Serikat Kirim 2 Kapal Induk ke Filipina

Amerika Serikat (AS) mengirimkan dua kapal induknya dan sejumlah kapal pendamping untuk mengikuti latihan militer di Samudera Pasifik barat.

UUS John C. Stennis dan USS Ronald Reagen berlayar bersama-sama di Laut Filipina sebagai bagian dari operasi latihan pertahanan udara dan pengawasan laut. Operasi ini melibatkan 12.000 pelaut, 140 pesawat dan enam kapal perang kecil, begitu pernyataan Armada Pasifik AS yang berpusat di Hawaii.


Amerika Serikat Kirim 2 Kapal Induk ke Filipina

"Kami harus mengambil keuntungan dari kesempatan ini untuk berlatih teknik perang yang diperlukan dalam operasi Angkatan Laut modern," kata Laksamana John D. Alexander seperti dikutip dari The New York Times, Minggu (19/6/2016).

Sabtu, 30 April 2016

Tiongkok Tak Izinkan Kapal Induk AS Merapat ke Hong Kong

Pemerintah China menolak permintaan kapal induk Amerika Serikat (AS) USS John Stenis untuk berlabuh di Hong Kong.

Keterangan juru bicara Konsul Jenderal AS di Hong Kong, Darragh Paradiso yang dilansir Sputnik , Sabtu (30/4/2016) menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri China telah menginformasikan kepada Pemerintah AS, Stennis tidak diizinkan untuk melakukan perhentian yang telah dijadwalkan di Hong Kong pekan depan.


Tiongkok Tak Izinkan Kapal Induk AS Merapat ke Hong Kong


Penolakan tersebut diduga merupakan reaksi dair Negeri Paman Sam akan keikutsertaannya da dalam sengketa wilayah di kawasan Laut China Selatan. USS John Stennis dan kelompok serangnya juga baru saja menyelesaikan misi patrolinya di LCS dimana China memiliki sengketa dengan Jepang Vietnam dan Filipina.

Rabu, 09 Maret 2016

Kapal Induk INS Viraat India Alamai Kebakaran, Satu tewas, empat cedera

Seorang prajurit tewas dan empat lagi cedera dalam kebakaran kecil di Kapal Induk India, INS Viraat, pada Minggu malam (6/3), di Pelabuhan Angkatan Laut Goa, kata Angkatan Laut India pada Senin pagi.

Kapal Induk INS Viraat India Alamai Kebakaran, Satu tewas, empat cedera

Kebakaran tersebut disebabkan oleh kebocoran uap di ruang pemanas kapal perang itu, tapi api dapat segera dipadamkan, kata seorang juru bicara AL India, demikian laporan Xinhua.

INS Viraat telah bertugas di Angkatan Laut India selama tiga dasawarsa setelah dijual kepada India oleh Inggris pada 1987.

Senin, 03 Agustus 2015

Prancis Bayar Kompensasi Kapal Mistral ke Rusia

Prancis setuju membayar kompensasi kepada Rusia untuk pembatalan penjualan dua kapal perang, menurut pejabat Rusia. Pembatalan penjualan itu terjadi sesudah pecah konflik di Ukraina timur, dimana Rusia dituduh mendukung kelompok separatis. Kontrak Mistral itu bernilai 1,2 miliar euro (sekitar Rp17 triliyun) dan Rusia telah membayar uang muka sebesar 840 juta euro.

Kedua kapal, Vladivostok dan Sevastopol, masih terlihat di galangan kapal Saint-Nazaire di Prancis.
Satu dari dua kapal pengangkut helikopter itu -diberi nama Vladivostok- seharusnya tiba di Rusia bulan November 2014. “Negosiasi telah selesai, segalanya telah diputuskan, soal jangka waktu maupun jumlah pembayaran,” kata Vladimir Kozin, ajudan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Kamis, 08 Januari 2015

Niat Habisi ISIS, Perancis Kirim Kapal Induk ke Teluk

Penyebaran kelompok petempur laut ini sebenarnya baru akan diumumkan oleh Presiden Francois Hollande pada 14 Januari mendatang.

Kapal Induk Perancis Charles de Gaulle dan armadanya akan dikerahkan ke Teluk untuk mendukung operasi terhadap kelompok Negara Islam. Informasi ini disampaikan sebuah situs berita militer Mer et Marine.


Niat Habisi ISIS, Perancis Kirim Kapal Induk ke Teluk

Penyebaran kelompok petempur laut ini sebenarnya baru dijadwalkan akan diumumkan oleh Presiden Francois Hollande saat dia memberikan pidato tahun baru tahunan untuk angkatan bersenjata onboard Charles de Gaulle pada tanggal 14 Januari mendatang.

Kamis, 16 Oktober 2014

Australia Incar F-35B untuk lengkapi LHD Canberra Class

Australia mempertimbangkan untuk membeli jet tempur siluman F-35 Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) varian lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL), selain varian take-off dan landing (CTOL) konvensional yang sudah dipesan, ujar juru bicara Menteri Pertahanan Australia, David Johnston.

Australia Incar F-35B untuk lengkapi LHD Canberra Class
Pesawat Tempur F-35 B

Juru bicara itu mengatakan kepada IHS Jane bahwa akuisisi F-35B “akan masuk dalam Buku Putih Pertahanan”, yang dijadwalkan dikeluarkan pada kuartal kedua tahun 2015.

Keterangan ini untuk menanggapi laporan media bahwa Perdana Menteri Tony Abbott telah menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk memeriksa kemungkinan membeli F-35B untuk beroperasi di dua kapal amfibi pendaratan helikopter (LHD) Canberra Class, yang dioperasikan Royal Australian Navy (RAN).

Senin, 16 Juni 2014

Irak Kian Kritis, Kapal Induk AS Merapat ke Teluk

Kekerasan sektarian di Irak makin mendalam dan Sunni Arab merasa makin terpinggirkan oleh pemerintah yang didominasi Syiah sejak penggulingan rezim Saddam Husein.

Mantan Utusan PBB dan Liga Arab Laksdar Brahimi menegaskan bahwa Iran, sekutu utama pemerintah di Baghdad, telah pada tempatnya di kawasan dengan memiliki kemauan untuk de facto menjalin kerjasama dengan Amerika Serikat menangani krisis di Irak.



Menanggapi krisis di Irak, Pentagon pun tak segan-segan untuk membantu. Amerika Serikat pun telah memerintahkan sebuah kapal induk, USS George HW Bush, meluncur ke Teluk.

Penyebaran kapal induk AS itu diperintahkan oleh Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel dan datang di tengah panggilan serangan udara untuk menumpulkan serangan pemberontak.

Sabtu, 31 Mei 2014

Memanas, NATO dan Rusia Berebut Kapal Perang Perancis

Para anggota Kongres Amerika Serikat (AS) menekan Perancis supaya menjual dua kapal perangnya ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), bukan ke Rusia. Tekanan itu muncul di tengah memanasnya hubungan AS dengan Rusia yang dipicu krisis di Ukraina.

French ship Mistral

Perancis diminta memikirkan ulang penjualan kapal perang Mistral ke Rusia. Padahal, penjualan kapal perang itu sudah disepakati, dan jika dibatalkan Rusia bisa menjatuhkan denda yang bisa melumpuhkan ekonomi Perancis.

NATO sendiri keberatan dengan sikap Perancis yang telanjur membuat kesepakatan untuk menjual dua kapal perang pengangkut helikopter tempur itu kepada Rusia.
 

Minggu, 11 Mei 2014

Perancis jual kapal perang ke Rusia, AS kesal

Para pejabat Amerika Serikat (AS) menyuarakan kekesalannya atas tindakan Perancis yang menjual kapal perangnya kepada Rusia. Sebab, AS dan Uni Eropa sedang menjatuhkan sanksi terhadap Rusia karena melakukan intervensi atas krisis di Ukraina timur.

Kapal perang Perancis tipe Mistral yang dijual ke Rusia. Foto: Wikipedia.
”Kami telah secara teratur dan konsisten menyatakan keprihatinan kami tentang penjualan (kapal perang) ini bahkan sebelum kami menjatuhkan tindakan (sanksi) baru kepada Rusia,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Eropa, Victoria Nuland, kepada anggota parlemen AS.
 

Senin, 07 April 2014

Tiongkok Akan Pamerkan Kapal Induk ke Menhan AS

Tiongkok dengan bangga akan memamerkan kapal induk pertama mereka ke Amerika Serikat. Rencananya, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel yang menyambangi Tiongkok hari ini akan melakukan tur berkeliling kapal induk simbol kekuatan militer Negeri Tirai Bambu itu.


Diberitakan BBC, Senin 7 April 2014, dalam kunjungannya selama tiga hari ke Tiongkok, Hagel akan menyambangi pangkalan angkatan laut Yuchi di Qingdao. Hagel akan menjadi orang asing pertama yang diperbolehkan naik ke kapal kebanggaan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) itu.

Menurut pejabat senior pemerintahan AS, kunjungan ke kapal induk itu sangat penting di tengah upaya AS untuk mendorong dialog dengan Tiongkok demi meredakan ketegangan kedua negara, sekaligus agar pemerintah Beijing lebih transparan soal pengeluaran militer mereka.

Sabtu, 22 Maret 2014

Iran Membuat Tiruan Kapal Induk AS?

Iran sedang membangun tiruan (mock-up) dari sebuah kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat (AS), lapor situs harian New York Times, Kamis (20/3/2014). Pembangun kapal tiruan yang tidak operasional, kata sejumlah pejabat AS, mungkin untuk tujuan propaganda.


Para analis intelijen tengah mempelajari sejumlah foto satelit dari instalasi militer Iran ketika kali pertama melihat kapal itu muncul dari galangan kapal Gachin, dekat Bandar Abbas, di Teluk Persia, musim panas lalu. Kapal itu memiliki bentuk dan gaya khas yang sama dengan kapal induk Nimitz milik Angkatan Laut AS, lengkap dengan nomor 68 seperti punya Nimitz, yang dicat rapi dalam warna putih di dekat haluan. Pesawat tiruan pun terlihat berada dek penerbangan.

Tiruan kapal induk itu, yang oleh sejumlah pejabat AS digambarkan lebih seperti sebuah tongkang ketimbang kapal perang, tidak punya sistem propulsi nuklir dan hanya sekitar dua pertiga dari panjang kapal induk Angkatan Laut AS yang mencapai 1.100 kaki. Para pejabat intelijen, lapor New York Times, tidak percaya bahwa Iran mampu membangun sebuah kapal induk yang sesungguhnya.

Senin, 24 Februari 2014

Nama Ratu Elizabeth Disematkan di Kapal Induk Baru Inggris

Kementerian Pertahanan Inggris, pada Sabtu, 22 Februari 2014, mengumumkan akan menyematkan nama Ratu Elizabeth di salah satu kapal induk baru mereka. Penyematan nama itu rencananya akan dirayakan dalam sebuah upacara formal pada tanggal 4 Juli 2014.

Nama Ratu Elizabeth Disematkan di Kapal Induk Baru Inggris
Pencitraan komputer HMS Queen Elizabeth
Kantor berita BBC melaporkan acara tersebut akan digelar di galangan kapal Rosyth, Skotlandia, tempat pembuatan kapal seberat 65 ribu ton itu. Menurut pejabat Kemhan Inggris, kapal induk ini adalah yang paling canggih yang pernah dimiliki Inggris.

Selain membuat kapal induk HMS Queen Elizabeth, Kemhan Inggris juga membuat satu kapal induk lainnya yang akan diberi nama Prince Wales.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...