Tampilkan postingan dengan label Konflik Timur Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konflik Timur Tengah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2019

Drone Global Hawk RQ-4 Amerika Ditembak Jatuh Rudal Iran

Rudal darat-ke-udara Iran dilaporkan menembak jatuh sebuah pesawat pengintai Global RQ-4 Angkatan Laut Amerika Serikat di wilayah yang di klaim Amerika Serikat sebagai wilayah udara internasional di atas Selat Hormuz, Iran.


Drone Global Hawk RQ-4  Amerika Ditembak Jatuh Rudal Iran
Global Hawk RQ-4 (Image source : nzherald.co.nz)

Diberitakan oleh CNBC News pada kamis pagi 20 Juli 2019, juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat,  Kapten Angkatan Laut Bill Urban mengatakan, "KAMI. Komando Pusat dapat mengonfirmasi bahwa pesawat ISR Broad Area Maritime Surveillance (atau BAMS-D)  Angkatan Laut Amerika Serikat, ditembak jatuh oleh sistem rudal darat-ke udara milik Iran saat beroperasi di wilayah udara internasional di atas Selat Hormuz sekitar pukul 11.35 malam waktu setempat. pada 19 Juni 2019, ” Ungkapnya.

Ketua Korps Tentara Revolusi Islam Iran Mayor Jenderal Hossein Salami baru-baru ini, mengatakan kepada Media Setempat bahwa jatuhnya drone itu adalah "pesan tegas" kepada Washington.

Minggu, 24 Maret 2019

Amerika Serikat & NATO Panik Rusia Segera Operasikan Rudal Canggih S-500

Rusia telah mengembangkan rudal hipersonik jenis baru, yang dipercaya belum ada tandingannya untuk saat ini, bahkan oleh sistem pertahanan tercanggih milik Amerika Serikat sekalipun.


Dilansir dari cnbc.com, hampir 20 rudal hipersonik tebaru milik Rusia telah dipindahkan dan akan diuji coba dalam waktu dekat, ini menandakan tonggak bersejarah baru bagi program senjata hipersonik Kremlin, ungkap pejabat yang memiliki pengetahuan langsung tentang laporan intelijen Amerika.



Seseorang yang hanya mau disebut sebagai anonimus tersebut telah berbicara kepada CNBC bahwa, “Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata-senjata ini dan mereka telah memprioritaskan program khusus ini.
Rusia pada dasarnya menentukan bahwa mereka merasa cocok dengan desain yang telah dikembangkan dan sekarang akan fokus pada penyetelan target sasaran dan akurasi senjata melalui pengujian, ” paparnya.

Jumat, 22 Maret 2019

Duduki Dataran Tinggi Golan Bentuk Penjajahan Israel Atas Suriah

Mesir menyatakan pihaknya memandang Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Suriah yang diduduki Oleh Israel dan menolak seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut


Wilayah Golan dikuasai oleh israel sejak terjadinya perang Timur Tengah pada tahun 1967. Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita MENA, mengutip resolusi Dewan Keamanan PBB No. 497 tahun 1981, yang menolak pencaplokan wilayah itu oleh Israel.

Kementrian luarnegeri Mesir mengungkapkan bahwa "menekankan pentingnya setiap orang menghormati resolusi-resolusi legitimasi internasional dan Piagam PBB menghormati tidak dapat diterimanya penguasaan wilayah dengan kekuatan," menurut pernyataan tersebut.

Jumat, 28 Oktober 2016

Makkah Nyaris Dihantam Rudal Balistik Houthi Yaman

Milisi pemberontak Houthi Yaman meluncurkan rudal balistik ke arah kota suci Makkah pada hari Kamis. Namun, militer koalisi Arab yang yang dipimpin Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan rudal Houthi yang nyaris menghantam Kota Makkah itu.

Makkah Nyaris Dihantam Rudal Balistik Houthi Yaman

Serangan Houthi dengan target Kota Makkah itu dikonfirmasi militer Saudi yang disiarkan kantor berita negara Saudi, SPA, Jumat (28/10/2016).

Menurut pernyataan militer Saudi, pasukan koalisi Arab menghancurkan rudal balistik Houthi yang sudah melesat 65 km (40 mil) dari kota suci Makkah. Serangan rudal Houthi tidak menimbulkan kerusakan terhadap situs suci umat Islam.

Jumat, 14 Oktober 2016

Militer Inggris Perbolehkan Pilotnya Tembak Jatuh Jet Rusia

Pilot-pilot angkatan udara Inggris dikabarkan mendapatkan lampu hijau untuk menembak jatuh jet Rusia saat melakukan misi terbang di Suriah dan Iran jika mereka merasa terancam. Kabar terbaru ini dilaporkan oleh media The Sunday Times.

Militer Inggris Perbolehkan Pilotnya Tembak Jatuh Jet Rusia

"Hal pertama yang dilakukan oleh pilot Inggris adalah mencoba untuk menghindari situasi dimana perang udara terjadi. Anda menghindari wilayah aktivitas Rusia. Namun jika pilot ditembak atau ia percaya akan ditembak, ia bisa membela diri," kata sebuah sumber di Markas Tetap Bersama Inggris (PJHQ) kepada The Sunday Times.

"Kita sekarang tengah menghadapi situasi di mana seorang pilot tunggal, terlepas dari kebangsaanya, dapat memiliki dampak strategis terhadap kejadian di masa depan," katanya lagi seperti dikutip dari Zero Hedge, Jumat (14/10/2016).

Senin, 10 Oktober 2016

Perang Rusia dan Negara Barat Pecah di Pertemuan DK PBB

 "Perang" antara negara-negara Barat dan Rusia pecah dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB. Pertemuan itu membahas dua resolusi, yakni resolusi yang diajukan Prancis dan oleh Rusia.

Perseteruan bermula saat Rusia memveto resolusi yang diajukan Prancis. Resolusi itu berisi desakan kepada seluruh negara untuk menghentikan serangan di Aleppo, Suriah.



Melansir Al Jazeera pada Minggu (9/10), ini adalah kali kelima Rusia memveto resolusi di DK PBB sepanjang lima tahun konflik di Suriah berlangsung. Dalam empat veto sebelumnya, Rusia mendapat dukungan dari China. Tapi kali ini China mengambil sikap abstain, atau tidak memilih.

Setelah pembahasan mengenai resolusi yang diajukan Prancis, DK PBB kemudia berlanjut pada resolusi yang diajukan Rusia. Resolusi tersebut tidak berhasil diadopsi karena banyak negara yang menolak resolusi tersebut.

Minggu, 03 Juli 2016

Rusia-Turki Capai Kesepahaman Soal Krisis di Suriah

Rusia dan Turki dilaporkan telah mencapai kesepahaman mengenai krisis yang terjadi di Suriah. Kedua negara juga disebut telah sepakat mengenai pentingnya memberangus al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah.

Rusia-Turki Capai Kesepahaman Soal Krisis di Suriah

Kesepahaman itu dicapai kala terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki,  Mevlut Cavusoglu. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan, bahwa Rusia dan Turki tidak hanya menanggap ISIS sebagai kelompok teroris di Suriah, tapi juga al-Nusra.

Selain itu, keduanya juga telah sepakat bahwa kelompok oposisi harus menarik diri dari wilayah yang dikuasai oleh teroris. Menurut Lavrov, Turki telah menerima aturan baru upaya anti-terorisme di Suriah.

Kamis, 16 Juni 2016

Aktivis, Tuding Rusia Telah Gunakan Senjata Terlarang di Suriah

Aktivis Suriah, Hadi al-Abdallah menyebut, Rusia telah menggunakan sejumlah senjata terlarang saat melakukan serangan di Suriah. Rusia disebut menggunakan bom cluster dan juga bom fosfor saat melakukan serangan di Allepo.


Abdallah, yang juga merupakan jurnalis di Suriah menuturkan, fakta mengenai penggunaan senjata terlarang yang digunakan oleh Rusia ditemukan saat jet Rusia menyerang sebuah rumah sakit yang berada di Allepo.

"Jet tempur menyerang sebuah rumah sakit di Anadann, di pinggiran Aleppo dengan bom fosfor. Rumah sakit itu terbakar setelah dihantam bom yang mengandung fosfor," kata Adbdallah, seperti dilansir Middleeasteye pada Kamis (16/6).

Senin, 13 Juni 2016

Milisi Syria Rebut Tank T-90S Tercanggih Rusia

Sebuah grup milisi, bernama “Harakat Nour al-Din al-Zenki” atau “Nour al-Din al-Zenki Movement” dilaporkan telah menangkap sebuah Tank Tempur Utama atau Main Battle Tank (MBT) tercanggih buatan Russia tipe T-90S.

Grup tersebut telah mengunggah sebuah foto dari MBT T-90 dan mengklaim Tank tersebut telah mereka rebut pada sebuah pertempuran yang berlangsung di daerah pertanian Mallah di sebelah utara Aleppo pada 9 Juni kemarin.


Milisi Syria Rebut Tank T-90S Tercanggih Rusia

Laporan tersebut mengungkap bahwa tank tersebut digunakan oleh pasukan Tiger Tentara Arab Syria sebelum akhirnya direbut oleh grup milisi al-Zenki Movement units.

Pada 9 Juni lalu, Pasukan pemerintah Assad melancarkan sebuah serangan di daerah Mallah, tepatnya sebelah utara dari jalan Castello yang strategis, jalan tersebut merupakan jalur suplai terakhir para milisi.

Sabtu, 21 Mei 2016

Rusia Ajak Amerika Serikat Lakukan Operasi Bersama di Suriah

Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu mengatakan, pihaknya telah mengajukan proposal kepada Amerika Serikat (AS) selaku pemimpin koalisi melawan ISIS, untuk melakukan operasi bersama di Suriah. Menurut Shoigu, operasi bersama ini akan lebih memaksimalkan upaya untuk melawan ISIS dan al-Nusra.

Rusia Ajak Amerika Serikat Lakukan Operasi Bersama di Suriah

Dirinya menuturkan, operasi bersama ini tidak hanya melibatkan Rusia dan koalisi AS, melainkan juga pemerintah Suriah. Menurut Shoigu, pemerintah Suriah telah setuju untuk melakukannya.

"Mengambil langkah tersebut akan membantu kemajuan penyelesaian perdamaian di Suriah. Tentu saja langkah-langkah tersebut telah disepakati dengan Republik Arab Suriah. Kemarin kami mulai membahas langkah-langkah ini dengan rekan-rekan kami di Oman dan Jenewa," ucap Shoigu, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (20/5).

Kamis, 28 April 2016

Rusia Inginkan Pemberontak Suriah Masuk Daftar Hitam PBB

Rusia telah meminta PBB untuk memasukkan kelompok utama pemberontak Suriah yang memainkan peran kunci dalam pembicaraan damai ke dalam daftar hitam. Hal itu dikatakan oleh Duta Besar (Dubes) Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.

Rusia Inginkan Pemberontak Suriah Masuk Daftar Hitam PBB

"Delegasi Rusia mengajukan permintaan ke Komite Counter Terorisme Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menambahkan dua organisasi, Jaish al-islam dan Ahrar al-Shalam, untuk dimasukkan ke dalam daftar hitam yang mencakup kelompok ISIS dan Al-Qaeda," kata Churkin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Middle East Online, Rabu (27/4/2016).

Churkin mengatakan, kedua kelompok itu terkait erat dengan organisasi teroris, terutama kelompok ISIS dan Al-Qaeda. "Kedua kelompok itu memberikan dan menerima keuangan, material, dukungan teknis dan militer dari ISIS dan Al-Qaeda," tambah Churkin.

Selasa, 12 April 2016

Obama Mengaku Telah Berdosa Serang Negara Islam

Presiden Amerika Serikat Barack Obama membuat pengakuan yang cukup mengejutkan tentang kebijakan luar negerinya. Terutama saat melakukan serangan ke negara dengan mayoritas penduduk muslim, Libya. Dalam wawancaranya pada Minggu waktu setempat (10/4), kepada Fox News, dia menyatakan bahwa kekacauan pasca tergulingnya Muamar Kadhafi merupakan kesalahan terburuknya. Sebab, tidak ada perencanaan matang.

Obama Mengaku Telah Berdosa Serang Negara Islam

''Saat itu kami sama sekali tidak punya gambaran tentang dampak yang akan muncul karena aksi kami di Libya,'' kata Obama. Padahal, menurut dia, aksi AS itu adalah cara terbaik mengakhiri konflik berdarah di negara Afrika Utara tersebut. Begitu aksi militer besar-besaran itu dilancarkan pada Oktober 2011, AS memang berhasil menumbangkan diktator 71 tahun tersebut. Juga, sukses melahirkan kekacauan di Libya.

Rabu, 30 Maret 2016

Pesawat Tempur F-16 Amerika Jatuh di Afghanistan

Sebuah jet tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat telah jatuh di Pangkalan Udara Bagram di pinggiran Kabul, Afghanistan.

Menurut juru bicara Departemen Pertahanan AS, Peter Cook, insiden itu terjadi pada Selasa, 29 Maret waktu setempat saat pesawat militer tersebut akan lepas landas dari Pangkalan Udara Bagram.



Dikatakan Cook seperti dilansir media Press TV, Rabu (30/3/2016), pilot jet tempur F-16 tersebut berhasil loncat keluar sebelum pesawat jatuh menghempas bumi. Saat ini sang pilot tengah menjalani pemeriksaan medis. Tidak disebutkan lebih detail mengenai kondisinya.

Jumat, 18 Maret 2016

Putin, Meski Ditarik Militer Rusia Bisa Kembali ke Suriah dalam Hitungan Jam

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia bisa saja meningkatkan kehadiran militernya kembali di Suriah dalam beberapa jam, meskipun kini militer Rusia mulai menarik diri dari Suriah setelah meluncurkan serangan udara lebih dari lima bulan.

Berbicara di salah satu ruang termegah di Kremlin tiga hari setelah dia memerintahkan sebagian pasukan Rusia untuk menarik diri dari Suriah, Putin mengungkapkan bahwa dia meninggalkan sejumlah kecil pasukan tempur Rusia untuk membatu tentara pemerintah yang loyal kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.


Putin, Meski Ditarik Militer Rusia Bisa Kembali ke Suriah dalam Hitungan Jam

"Saya yakin bahwa kita akan melihat keberhasilan yang baru dan serius dalam waktu dekat," kata Putin dalam acara penganugerahan lebih dari 700 anggota militer, Kamis (17/3). Secara khusus, Putin berharap kota kuno Palmyra, yang saat ini masih dikuasai ISIS, segera dapat direbut oleh pasukan Assad.

"Saya berharap bahwa mutiara dari peradaban dunia ini, atau setidaknya apa yang tersisa [di wilayah itu] setelah para bandit ini menguasainya, akan kembali ke rakyat Suriah dan seluruh dunia," kata Putin, merujuk kepada kota Palmyra yang dipenuhi bangunan dan patung masa Romawi.

Saudi Akan Akhiri Misi Militer di Yaman

Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan bahwa operasi militer di Yaman akan segera berakhir, untuk kemudian digantikan dengan rencana jangka panjang untuk menciptakan situasi yang stabil di negara itu.

Dilaporkan Al-Arabiya pada Kamis (17/3), Brigadir Jendral Ahmed al-Assiri menyatakan serangan militer akan segera berakhir dan program rekonstruksi akan dimulai dalam waktu dekat.


Saudi Akan Akhiri Misi Militer di Yaman

Saudi memimpin koalisi serangan udara di Yaman sejak akhir Maret tahun lalu untuk menggempur kelompok pemberontak Houthi yang berhasil menguasai ibu kota Sanaa. Kelompok yang didukung Iran ini berhasil memaksa Presiden Abdu-Rabbu Mansour Hadi melarikan diri ke kota Aden, bahkan sempat berlindung ke Riyadh selama beberapa waktu sebelum akhirnya kembali ke Yaman.

Selasa, 15 Maret 2016

Rombongan Pertama Pesawat Rusia Tinggalkan Suriah

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa kloter pertama pesawat militer mereka sudah meninggalkan pangkalan udara Hmeymim di Latakia, Suriah, pada Selasa (15/3), setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukan udaranya untuk angkat kaki karena misi telah tercapai.

Seperti diberitakan Reuters, kloter pertama tersebut termasuk Sukhoi-34. Nantinya, semua kloter pesawat akan didampingi oleh Tupolev-154 atau Ilyushin-76 yang membawa para personel teknis dan kargo.


Rombongan Pertama Pesawat Rusia Tinggalkan Suriah

Kemenhan Rusia mengatakan bahwa 50 pesawat tersebut akan menempuh perjalanan 5.000 kilometer dan mengisi bahan bakar di pangkalan perantara Rusia.

Stasiun televisi milik pemerintah Rusia, Rossiya 24 TV, melaporkan bahwa jalur utama perjalanan pesawat tersebut dirahasiakan. Namun biasanya, jalur yang akan dipakai adalah dengan persinggahan di Irak, Iran, dan Azerbaijan.

Serangan Udara Jet Tempur Turki Tewaskan 45 Militan Kurdi

Pesawat-pesawat tempur Turki melancarkan serangan udara terhadap para militan Kurdi, Kurdistan Workers Party (PKK)  di wilayah Irak utara. Setidaknya 45 militan PKK dilaporkan tewas dalam serangan udara tersebut.

Militer Turki menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (15/3/2016), serangan udara tersebut dilancarkan oleh jet-jet tempur F-16 dan F-4 di wilayah pegunungan Qandil, tempat beradanya basis-basis utama PKK.


Serangan Udara Jet Tempur Turki Tewaskan 45 Militan Kurdi

Disampaikan militer, dua gudang senjata dan dua lokasi roket Katyusha juga hancur akibat serangan udara tersebut.

Serangan udara ini dilancarkan Turki setelah ledakan bom mobil di Ankara, Turki yang menewaskan 37 orang. Otoritas Turki menuding kelompok terlarang PKK sebagai dalang serangan bom pada Minggu, 13 Maret tersebut.

Jumat, 26 Februari 2016

Parlemen Eropa Serukan Embargo Senjata terhadap Arab Saudi

Para anggota parlemen Eropa menyerukan embargo senjata Uni Eropa terhadap Arab Saudi. Seruan ini terkait operasi militer Saudi di Yaman yang dilanda konflik.

Pekan lalu, pemerintah Saudi menyatakan akan terus melakukan intervensi militernya di Yaman. Operasi militer yang dilancarkan terhadap para pemberontak Houthi sejak Maret 2015 itu, akan terus dilakukan sampai Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi benar-benar kembali berkuasa.


Parlemen Eropa Serukan Embargo Senjata terhadap Arab Saudi

Parlemen Eropa pada Kamis, 25 Februari waktu setempat mengadopsi resolusi yang menyerukan kepala urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini untuk memulai inisiatif guna menerapkan embargo senjata Uni Eropa terhadap Saudi.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (26/2/2016), para anggota parlemen Eropa juga menyampaikan keprihatinan "atas serangan-serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi dan blokade laut yang diterapkan di Yaman, yang telah menyebabkan ribuan orang tewas dan semakin mengganggu kestabilan Yaman."

Selasa, 23 Februari 2016

Konflik Dunia Mengingkat, Industri Senjata AS Untung Besar

Amerika Serikat berhasil meningkatkan dominasi mereka dalam perdagangan senjata di tengah meningkatnya konflik di berbagai negara Timur Tengah, Afrika dan Asia.

Menurut laporan dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), Senin (22/02/2016), jumlah perpindahan senjata internasonal, termasuk perdagangan dan pemberian, meningkat 14 persen pada periode 2011 hingga 2015 daripada periode lima tahun sebelumnya. AS dan Rusia menjadi pemasok senjata terbesar di dunia.


Konflik Dunia Mengingkat, Industri Senjata AS Untung Besar

Sejumlah negara pengimpor terbesar antara lain Arab Saudi, India, Tiongkok dan Uni Emirat Arab.

Penulis laporan itu memberikan contoh konflik yang terjadi di Yaman, di mana koalisi pimpinan Saudi tak henti-henti melancarkan serangan ke negara tersebut sejak Maret 2015.

Rabu, 17 Februari 2016

Jet Tempur Rusia Bayangi Misi Jet Tornado Jerman di Suriah

Jet-jet tempur Rusia mengikuti secara dekat operasi yang dilakukan pesawat Tornado milik angkatan udara Jerman (Luftwaffe) di Suriah, meski begitu, tidak ada insiden yang terjadi dari pertemuan angkatan tempur kedua negara itu. Demikian disampaikan komandan pusat operasi Jerman, Joachim Wundrak.

Jet Tempur Rusia Bayangi Misi Jet Tornado Jerman di Suriah

“Pertemuan-pertemuan itu terjadi secara profesional, tidak ada insiden yang dilaporkan,” ujar Wundrak sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (17/2/2016). Perwira berpangkat letnan jenderal itu menjelaskan bahwa pilot Rusia tidak mengambil sikap agresif seperti mencegat atau memaksa penerbang Jerman membatalkan misinya.

Dia menambahkan bahwa Luftwaffe memiliki pengalaman interaksi dengan angkatan udara Rusia, karena Jerman sering kali menyediakan pesawatnya untuk berpatroli di negara-negara anggota NATO yang tidak memiliki jet tempur untuk menjaga wilayah udaranya seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...