Tampilkan postingan dengan label Turki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Turki. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2019

Otokoar Tulpar 105 Pesaing Tank Medium Harimau Buatan Pindad

TULPAR dirancang sebagai tank multi-guna yang dapat digunakan dalam beragam misi, dan dirancang untuk menawarkan perlindungan, mobilitas dan daya tembak yang unggul dalam kondisi iklim yang buruk dan medan yang menantang.

Otokoar Tulpar 105 Pesaing Tank Medium Buatan Pindad

Tank besutan Otokar Otomotiv ve Savunma Sanayi Turki ini memiliki bobot mencapai 42 ton, dapat menampung tiga awak termasuk seorang komandan, gunner dan driver. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai peralatan dan sistem standar, termasuk sistem navigasi dan penentuan posisi, sistem radio dan komunikasi, unit tampilan pengemudi, kamera siang / malam untuk pengemudi, dan sistem tegangan track otomatis.

Peralatan dan sistem opsional mencakup unit daya tambahan, sistem pemanasan awal, sistem komando, kontrol, komunikasi dan informasi, dan situational awareness system.

Rabu, 19 Juni 2019

Ngotot Akuisisi Sistem Rudal Pertahanan Udara S-400 Cara Cerdas Turki Keluar Dari Program F-35

Keinginan Turki untuk memiliki sistem pertahanan udara S-400 Triumf  dari Rusia kian mendapat tekanan dari Amerika Serikat. Amerika berdalih bahwa pembelian S-400 dari Rusia dapat membahayakan Pesawat tempur siluman generasi baru F-35, dimana Turki memiliki kontribusi yang cukup signifikan dalam pengembangan pesawat ini.

Ngotot Akuisisi Sistem Rudal Pertahanan Udara S-400 Cara Cerdas Turki Keluar Dari Program F-35


Pesawat Siluman yang dikembangan oleh Lockheed Martin Aeronautics ini merupakan pesawat tempur hasil join production antara Amerika Serikat, beberapa anggota NATO dan sekutu dekat Amerika Serikat yaitu Inggris, Italia, Australia, Kanada, Norwegia, Denmark, Belanda, dan Turki.

Turki sendiri memiliki kontribusi yang cukup berarti pada program pengembangan pesawat siluman ini, selain menyokong pendanaan yang cukup besar turki juga memasok beberapa komponen penting untuk pesawat tempur ini.

Selasa, 23 April 2019

Tawaran Kapal Selam Siluman Type 214 Untuk Indonesia

Indonesia berkesempatan untuk memiliki kapal selam berteknologi siluman Type 214 yang lebih canggih dari kapal selam yang telah dimiliki saat ini.

Galangan kapal selam Turki, Savunma Teknolojileri Mühendislik ve Ticaret (STM), telah membuat presentasi resmi, mengenai desain kapal selam Type 214, dan kapal selam Type 209 kepada para pejabat senior TNI Angkatan Laut, pada intinya
STM menawarkan kapal selam untuk melengkapi amarmada kapal selam TNI Angkatan Laut, sesuai rencana Minimum Essential Force Pertahanan Nasional Republik Indonesia. 



Dikutif dari media online Jane's, menjelaskan bahwa, Presentasi tersebut dikalukan di Gedung Neptunus di markas TNI-AL Cilangkap, Jakarta Timur, pada tanggal 12 Februari 2019. 


Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah perwakilan lokal STM di Indonesia, PT Cipta Citra Perkasa, dan awak kapal selam KRI Ardadedali (404).

Jumat, 14 Oktober 2016

Rusia Ajak Turki dan China Bagun Aliansi Baru

Rusia dan China akan bekerjasama dan memperkuat hubungan militer mereka. Hal ini dibuktikan setelah pejabat militer kedua negara mengumumkan akan melakukan latihan pertahanan rudal dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Berita ini muncul pasca Rusia menyepakatai kerjasama dengan Turki dan mengumumkan strategi militer terkoordinasi dalam perang Suriah dan pembangunan pipa gas baru di antara kedua negara.

Rusia Ajak Turki dan China Bagun Aliansi Baru

Dalam sebuah forum keamanan di Beijing minggu ini, pejabat senior China dan Rusia sepakat bahwa mereka harus melawan upaya Amerika Serikat (AS) untuk membangun perisai pertahanan anti rudal. As berencana membangun perisai pertahanan anti rudal di Korea Selatan (Korsel) untuk mengantisipasi serangan Korea Utara (Korut).

"Sistem pertahanan rudal sangat merusak kepentingan keamanan nasional China dan Rusia. Chian dengan tegas menentang dan sangat mendesak AS dan Korsel untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka," bunyi pernyataan bersama petinggi militer Rusia Letnan Jenderal Viktor Poznikhir,  dan China Mayor Jenderal Cai seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016).

Senin, 18 Juli 2016

Pasca Upaya Kudeta Turki Tutup Pangkalan Udara Militer AS di Incirlik, Turki selatan

Penguasa militer Turki memblokir akses masuk dan keluar dari Pangkalan Udara Incirlik, Turki selatan yang menjadi rumah senjata nuklir Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu.

Pasca Upaya Kudeta Turki Tutup Pangkalan Udara Militer AS di Incirlik, Turki selatan

Pemblokiran terjadi setelah upaya kudeta militer gagal dan Turki menuduh AS ikut mendalangi kudeta.
Tindakan penguasa Turki dalam memblokir Pangkalan Udara Incirlik diungkap oleh pihak Konsulat AS di Adana, Turki.

”Pemerintah setempat memblokir akses dari dan ke Pangkalan Udara Incirlik. Listrik juga telah diputus,” demikian pesan tertulis dari Konsulat AS di Adana, seperti dikutip Russia Today.

Turki Ancam Kobarkan Perang, Jika AS Tak Mau Serahkan Gulen

Turki mengancam akan memerangi Amerika Serikat (AS) jika negara adidaya itu tidak menyerahkan Fethullah Gulen, tokoh oposisi yang diduga menjadi dalang kudeta militer di negeri itu.

Turki meminta AS menyerahkan Fethullah Gulen yang diduga menjadi dalang dari kudeta militer
Turki meminta AS menyerahkan Fethullah Gulen yang diduga menjadi dalang dari kudeta militer

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, negaranya siap mempertimbangkan untuk memerangi negara yang melindungi Fethullah Gulen. Gulen sendiri saat ini berada di pengasingannya di AS.

"Setiap negara yang melindungi Fethullah Gulen akan menjadi musuh Turki," tegas Yildirim dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari laman Express, Sabtu (16/7/2016).

Minggu, 03 Juli 2016

Rusia-Turki Capai Kesepahaman Soal Krisis di Suriah

Rusia dan Turki dilaporkan telah mencapai kesepahaman mengenai krisis yang terjadi di Suriah. Kedua negara juga disebut telah sepakat mengenai pentingnya memberangus al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah.

Rusia-Turki Capai Kesepahaman Soal Krisis di Suriah

Kesepahaman itu dicapai kala terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki,  Mevlut Cavusoglu. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan, bahwa Rusia dan Turki tidak hanya menanggap ISIS sebagai kelompok teroris di Suriah, tapi juga al-Nusra.

Selain itu, keduanya juga telah sepakat bahwa kelompok oposisi harus menarik diri dari wilayah yang dikuasai oleh teroris. Menurut Lavrov, Turki telah menerima aturan baru upaya anti-terorisme di Suriah.

Rabu, 29 Juni 2016

Serangan Istanbul Bukti Terorisme Tak Mengenal Agama

Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengecam keras serangan bom yang menghantam bandara Ataturk di Istanbul, semalam. Erdogan menuturkan, serangan ini kembali menunjukan bahwa terorisme tidak ada kaitannya dengan sebuah agama, khususnya Islam.

Serangan Istanbul Bukti Terorisme Tak Mengenal Agama

"Serangan yang berlangsung selama bulan suci Ramadhan, menunjukkan bahwa serangan terorisme dengan tidak menghargai kepercayaan dan nilai-nilai agama," ucap Erdogan, seperti dilansir Russia Today pada Rabu (29/6).

Dia juga menyebut bahwa serangan ini harusnya menjadi titik balik bagi dunia internasional, untuk terus meningkatkan upaya melawan teroris. Dalam pandangannya, tidak ada negara yang aman akan ancaman terorisme.

Selasa, 28 Juni 2016

Sepakati Rekonsiliasi dengan Turki, Israel Tetap Blokade Laut Gaza

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan, pencabutan blokade maritim di Gaza tidak termasuk dalam kesepakatan rekonsiliasi dengan Turki. Dengan demikian, blokade di seluruh wilayah perairan Gaza masih akan tetap berlaku.

Sepakati Rekonsiliasi dengan Turki, Israel Tetap Blokade Laut Gaza

Berbicara saat melakukan kunjungan ke Roma, Italia, Netanyahu menuturkan masalah keamanan di perairan adalah sesuatu hal yang tidak bisa dikompromikan. Oleh karena itu, pihaknya tidak setuju untuk mencabut blokade tersebut, yang akhirnya turut disetujui oleh Turki.

"Hal kedua perjanjian tersebut adalah kelanjutan dari blokade keamanan maritim lepas pantai Jalur Gaza. Ini adalah kepentingan keamanan tertinggi bagi kami. Saya tidak siap untuk berkompromi soal hal itu," ucap Netanyahu, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (27/6).

Turki Isyratkan Penyesalan Telah Tembak Jatuh Jet Bomber Su-24 Rusia

Presiden Turki Tayyip Erdogan tampaknya mulai menyesali insiden penembakan jet Su-24 Rusia oleh militer Turki. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Turki Isyratkan Penyesalan Telah Tembak Jatuh Jet Bomber Su-24 Rusia

Peskov mengatakan, Erdogan kembali mengirimkan surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam surat itu, papar Peskov, tersirat bahwa Erdogan menyesali insiden itu, dan menunjukan tanda akan segera meminta maaf pada Rusia.

"Presiden Putin telah menerima surat dari Presiden Turki, Erdogan. Pemimpin Turki mengungkapkan minat dalam menyelesaikan situasi di sekitar jatuhnya pesawat jet pembom Rusia," kata Peskov.

Jumat, 24 Juni 2016

Turki Tegaskan Tak Akan Pernah Minta Maaf pada Rusia

Pemerintah Turki menegaskan mereka tidak akan pernah meminta maaf kepada Rusia terkait insiden penembakan Su-24. Rusia mengajukan dua syarat bagi Turki jika ingin hubungan kedua negara kembali normal, yakni meminta maaf dan membayar kompensasi kepada keluarga korban.

Turki Tegaskan Tak Akan Pernah Minta Maaf pada Rusia

"Kami turut sedih dengan apa yang terjadi, tapi kami tidak akan membayar kompensasi atau meminta maaf atas insiden itu," kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin dalam sebuah pernyataan.

Kalin dalam pernyataanya juga mengatakan, pihaknya percaya baik dalam waktu dekat ataupun panjang hubungan Turki dan Rusia akan kembali membaik. Sebab, bila dibiarkan terus seperti ini, hal ini akan berdampak buruk bagi kedua negara.

Senin, 09 Mei 2016

Angkut Tank, Kapal Militer Rusia Lintasi Istanbul Turki

Media Turki, Hurriyet Daily News mempublikasikan foto kapal militer Rusia yang mengangkut dua tank tersembunyi melintasi perairan Bosphorus, dekat Istanbul, pada 8 Mei 2016.
Kapal Rusia itu dilaporkan melakukan patroli dengan kecepatan tinggi.

”Sebuah kapal militer Rusia melewati Bosphorus, Istanbul, pada tanggal 8 Mei, dengan dua tank tersembunyi di dek-nya,” tulis surat kabar Turki itu pada hari Minggu kemarin.


Angkut Tank, Kapal Militer Rusia Lintasi Istanbul Turki

”Dua tank kamuflase terlihat di geladak kapal, sementara beberapa tentara terlihat mengamati wilayah,” lanjut laporan tersebut.

Kapal militer Kil-158 tersebut  memasuki perairan Boshporus dari Laut Hitam sekitar pukul 08.30. Kapal itu kemudian dikawal sebuah kapal Penjaga Pantai Turki, kapal polisi maritim dan helikopter polisi.
 

Rabu, 04 Mei 2016

Turki Gagalkan 49 Serangan Bom Bunuh Diri

Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus pada Senin (2/5)  menyatakan pasukan keamanan total telah menangkal 85 kasus serangan teror, 49 di antaranya upaya bom bunuh diri, sejak awal 2016.

Turki Gagalkan 49 Serangan Bom Bunuh Diri

Berbicara kepada sejumlah wartawan setelah sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan, Kurtulmus menyatakan pencegahan serangan tersebut penting dalam memerangi terorisme.

"Setelah serangan roket di sepanjang wilayah perbatasan, kami melakukan pembalasan ke target-target Daesh (ISIS) di Suriah Utara. Pasukan keamanan Turki harus secara akurat menentukan lokasi teroris Daesh dan menghancurkan posisi mereka," kata Kurtulmus seperti dikutip kantor berita Turki, Cihan.

Jumat, 25 Maret 2016

Peringatan Turki Soal Pelaku Bom yang Diabaikan Belgia

Serangan bom di Brussel yang menewaskan sekurangnya 31 orang secara tidak langsung adalah akibat keteledoran pemerintah Belgia sendiri. Apa penyebabnya?

Ibrahim El Bakraoui (29), salah satu dari dua bersaudara yang diidentifikasi oleh pemerintah Belgia sebagai bertanggung jawab atas serangan itu sebelumnya pernah ditangkap oleh otoritas Turki. El Bakraoui ditangkap di kota Gaziantep, kota di Turki dekat perbatasan dengan Suriah, setelah dia masuk melalui Bandara Antalya, wilayah selatan Turki.


Peringatan Turki Soal Pelaku Bom yang Diabaikan Belgia

"Dia masuk Turki pada 11 Juni 2015, dan ditahan oleh otoritas Turki pada 14 Juni 2015. Kemudian dia (karena WN Belgia) dideportasi pada 14 Juli 2015," pejabat senior keamanan Turki mengatakan kepada dailysabah.com, seperti dikutip detikcom, (24/3/2016).

Selanjutnya pihak Turki menghubungi otoritas Belgia dan Belanda perihal penangkapan Ibrahim El Bakraoui itu.

Jumat, 18 Maret 2016

Polisi Turki Jinakan Bom Mobil

Para ahli penjinak bom Turki menjinakkan bahan peledak dalam sebuah kendaraan yang ditemukan di dekat gedung pemerintah di wilayah Turki tenggara. Ini terjadi menyusul serangkaian serangan bom yang memicu peningkatan keamanan di kota-kota besar Turki.

Polisi Turki Jinakan Bom Mobil

Sumber-sumber keamanan Turki mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (18/3/2016), dalam kendaraan tersebut ditemukan 150 kilogram bahan peledak. Kendaraan itu ditemukan pada Kamis, 17 Maret malam di kota Hani, provinsi Diyarbakir, wilayah yang mayoritas penduduknya etnis Kurdi.

Kepolisian saat ini masih memeriksa rekaman kamera-kamera keamanan di daerah tersebut sebagai bagian dari penyelidikan.

Selasa, 15 Maret 2016

Serangan Udara Jet Tempur Turki Tewaskan 45 Militan Kurdi

Pesawat-pesawat tempur Turki melancarkan serangan udara terhadap para militan Kurdi, Kurdistan Workers Party (PKK)  di wilayah Irak utara. Setidaknya 45 militan PKK dilaporkan tewas dalam serangan udara tersebut.

Militer Turki menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (15/3/2016), serangan udara tersebut dilancarkan oleh jet-jet tempur F-16 dan F-4 di wilayah pegunungan Qandil, tempat beradanya basis-basis utama PKK.


Serangan Udara Jet Tempur Turki Tewaskan 45 Militan Kurdi

Disampaikan militer, dua gudang senjata dan dua lokasi roket Katyusha juga hancur akibat serangan udara tersebut.

Serangan udara ini dilancarkan Turki setelah ledakan bom mobil di Ankara, Turki yang menewaskan 37 orang. Otoritas Turki menuding kelompok terlarang PKK sebagai dalang serangan bom pada Minggu, 13 Maret tersebut.

Senin, 14 Maret 2016

Turgi Curigai Militan Kurdi Dalangi Ledakan Bom Mobil di Ankara

Otoritas Turki mengaku sudah tahu kelompok yang bertanggung jawab atas ledakan bom mobil di Ankara. Mereka menyatakan akan segera mengumumkannya secara resmi kepada publik.

Namun disebutkan dua pejabat keamanan senior Turki yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Senin (14/3/2016), penyelidikan awal menunjukkan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) atau afiliasinya bertanggung jawab atas ledakan yang sejauh ini menewaskan 34 orang.


Turgi Curigai Militan Kurdi Dalangi Ledakan Bom Mobil di Ankara

Selama tiga dekade terakhir, PKK melakukan pemberontakan untuk memperjuangkan terbentuknya otonomi Kurdi di wilayah Turki. Otoritas Turki sendiri mengkategorikan PKK sebagai organisasi terorisme.

Dalam pernyataannya, Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala menyebut nama kelompok yang bertanggung jawab atas ledakan bom mobil di Ankara, pada Minggu (13/3) malam itu, akan diumumkan setelah penyelidikan awal selesai dilakukan.

Bom Mobil Guncang Ankara - Turki, 34 Tewas

Korban tewas akibat ledakan bom mobil di Ankara, Turki, bertambah menjadi 34 orang. Sedangkan sekitar 125 orang lainnya mengalami luka-luka dalam ledakan bom kedua yang terjadi di Ankara kurang dari sebulan terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/3/2016), ledakan bom ini mengguncang kawasan pusat transportasi yang ramai orang pada Minggu (13/3) waktu setempat. Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga ke lokasi yang berjarak beberapa kilometer.


Bom Mobil Guncang Ankara - Turki, 34 Tewas

Lokasi ledakan terletak hanya beberapa ratusan meter dari kantor Kementerian Dalam Negeri dan Kehakiman Turki, juga pengadilan ternama serta bekas kantor PM Turki. Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pernyataannya, menegaskan serangan bom ini tidak akan memperlemah Turki.

"Serangan ini, yang mengancam integritas negara kita dan solidaritas serta persatuan negara kita, tidak akan melemahkan tekad kita dalam memerangi terorisme, tapi justru memperkuat tekad kita," tegas Erdogan.

Selasa, 16 Februari 2016

Jet Tempur Turki Langgar Wilayah Yunani 22 Kali Sehari

Lagi, Turki melanggar kedaulatan udara Yunani, saat enam jet tempur serta satu pesawat transport Angkatan Laut (AL) Turki ‘nyelonong’ masuk wilayah Negeri Seribu Dewa itu tanpa izin.


Tidak hanya sekali atau dua kali, melainkan puluhan kali. Sebagaimana dilansir IB Times, Selasa (16/2/2016), seorang perwira staf Angkatan Darat (AD) Yunani yang tak disebutkan namanya, jet tempur Turki itu 22 kali melanggar angkasa Yunani dalam sehari, pada Senin, 15 Februari 2016 kemarin.

Sejumlah jet tempur Yunani pun diperintahkan mencegat dan mengusir pesawat-pesawat Turki tersebut, yang malah dibalas aksi provokasi.

Perangi ISIS, Arab Saudi Mulai Kirim Jet Tempur ke Turki

Arab Saudi telah mulai mengirimkan pesawat jet tempur ke markas udara milik Turki yang direncanakan untuk serang ISIS di Suriah.

Pejabat pertahanan Arab Saudi memaparkan pengiriman pesawat ini demi meningkatkan usaha untuk menghancurkan kelompok militan ISIS.



“Kerajaan Saudi telah mengirimkan pesawat ke markas udara Incirlik di Adana, Turki,” ujar Brigadir Jendral Ahmed al-Assiri dikutip dari Al-Arabiya, sebagaimana dilansir dari AFP, Selasa (16/2/2016).

“Pesawat jet tempur Saudi dan krunya berada disana untuk meningkatkan operasi udara serta menjalankan misi yang diberikan oleh basis militer di Saudi Arabia,” tambah Assiri.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...