TULPAR dirancang sebagai tank multi-guna yang dapat digunakan dalam beragam misi, dan dirancang untuk menawarkan perlindungan, mobilitas dan daya tembak yang unggul dalam kondisi iklim yang buruk dan medan yang menantang.
Tank besutan Otokar Otomotiv ve Savunma Sanayi Turki ini memiliki bobot mencapai 42 ton, dapat menampung tiga awak termasuk seorang komandan, gunner dan driver. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai peralatan dan sistem standar, termasuk sistem navigasi dan penentuan posisi, sistem radio dan komunikasi, unit tampilan pengemudi, kamera siang / malam untuk pengemudi, dan sistem tegangan track otomatis.
Peralatan dan sistem opsional mencakup unit daya tambahan, sistem pemanasan awal, sistem komando, kontrol, komunikasi dan informasi, dan situational awareness system.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Juni 2019
Rabu, 24 April 2019
Ancaman Sangsi Amerika Takan Pengaruhi Pengiriman Sukhoi Su-35 Indonesia
Rusia telah menyelesaikan pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35 generasi 4++ kepada China, berdasarkan kontrak yang ditandatangani sebelumnya. Berdasarkan Laman TASS, Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer dan Teknis mengatakan.
"Sesuai dengan kontrak, semua pesawat Sukhoi Su-35 telah dikirim ke pelanggan asing," Ungkapnya.
China telah menjadi pembeli asing pertama dari pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-35. Kontrak bernilai sekitar $ 2,5 miliar untuk pengiriman 24 jet tempur ke China ditandatangani pada tahun 2015. Kontrak ini termasuk layanan pengiriman peralatan darat dan mesin cadangannya.
Indonesia merupakan pembeli asing kedua jet tempur Rusia Sukhoi Su-35. Laporan yang diterbitkan oleh kantor berita Interfax Rusia pada awal tahun 2018, bahwa Rusia telah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pembelian 11 pesawat tempur multiperan tersebut.
"Sesuai dengan kontrak, semua pesawat Sukhoi Su-35 telah dikirim ke pelanggan asing," Ungkapnya.
China telah menjadi pembeli asing pertama dari pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-35. Kontrak bernilai sekitar $ 2,5 miliar untuk pengiriman 24 jet tempur ke China ditandatangani pada tahun 2015. Kontrak ini termasuk layanan pengiriman peralatan darat dan mesin cadangannya.
Indonesia merupakan pembeli asing kedua jet tempur Rusia Sukhoi Su-35. Laporan yang diterbitkan oleh kantor berita Interfax Rusia pada awal tahun 2018, bahwa Rusia telah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pembelian 11 pesawat tempur multiperan tersebut.
Selasa, 23 April 2019
Tawaran Kapal Selam Siluman Type 214 Untuk Indonesia
Indonesia berkesempatan untuk memiliki kapal selam berteknologi siluman Type 214 yang lebih canggih dari kapal selam yang telah dimiliki saat ini.
Galangan kapal selam Turki, Savunma Teknolojileri Mühendislik ve Ticaret (STM), telah membuat presentasi resmi, mengenai desain kapal selam Type 214, dan kapal selam Type 209 kepada para pejabat senior TNI Angkatan Laut, pada intinya STM menawarkan kapal selam untuk melengkapi amarmada kapal selam TNI Angkatan Laut, sesuai rencana Minimum Essential Force Pertahanan Nasional Republik Indonesia.
Dikutif dari media online Jane's, menjelaskan bahwa, Presentasi tersebut dikalukan di Gedung Neptunus di markas TNI-AL Cilangkap, Jakarta Timur, pada tanggal 12 Februari 2019.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah perwakilan lokal STM di Indonesia, PT Cipta Citra Perkasa, dan awak kapal selam KRI Ardadedali (404).
Galangan kapal selam Turki, Savunma Teknolojileri Mühendislik ve Ticaret (STM), telah membuat presentasi resmi, mengenai desain kapal selam Type 214, dan kapal selam Type 209 kepada para pejabat senior TNI Angkatan Laut, pada intinya STM menawarkan kapal selam untuk melengkapi amarmada kapal selam TNI Angkatan Laut, sesuai rencana Minimum Essential Force Pertahanan Nasional Republik Indonesia.
Dikutif dari media online Jane's, menjelaskan bahwa, Presentasi tersebut dikalukan di Gedung Neptunus di markas TNI-AL Cilangkap, Jakarta Timur, pada tanggal 12 Februari 2019.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah perwakilan lokal STM di Indonesia, PT Cipta Citra Perkasa, dan awak kapal selam KRI Ardadedali (404).
Label:
Indonesia,
Kapal Selam,
Korea Selatan,
TNI AL,
Turki,
Video
Rabu, 03 April 2019
Spesifikasi Kapal Selam Terbaru Milik TNI AL Vs AL Singapura
Bahasan menarik mengenai alutsista dalam debat capres ke-4 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat antara paslon nomor urut 01 dan urut 02 menyoroti sejumlah masalah krusial di bidang pertahanan, khususnya alutsista TNI.
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menilai bahwa pertahanan Indonesia harus lebih diperkuat, termasuk dalam penyediaan alat utama sistem senjata.
Prabowo berharap alutsista Indonesia lebih baik dibandingkan negara tetangga, dalam hal ini mantan Danjen Kopassus ini menyebut Singapura.
Singapura, menurut Probowo, memiliki kapal selam canggih dibandingkan Indonesia yang baru memiliki sejumlah kapal selam baru yang didatangkan dari Korea Selatan.
"Kita beli kapal selam oke dari Korea. Kapal selam itu adalah tipe 209, kemampuannya sangat terbatas dengan yang dibeli Singapura, dia punya tipenya sudah 218 yang bisa luncurkan peluru kendali dari bawah laut," kata Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019).
Benarkah pernyataan tersebut?. Mari kita ulas data-data mengenai kedua kapal selam tersebut.
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menilai bahwa pertahanan Indonesia harus lebih diperkuat, termasuk dalam penyediaan alat utama sistem senjata.
Prabowo berharap alutsista Indonesia lebih baik dibandingkan negara tetangga, dalam hal ini mantan Danjen Kopassus ini menyebut Singapura.
Singapura, menurut Probowo, memiliki kapal selam canggih dibandingkan Indonesia yang baru memiliki sejumlah kapal selam baru yang didatangkan dari Korea Selatan.
"Kita beli kapal selam oke dari Korea. Kapal selam itu adalah tipe 209, kemampuannya sangat terbatas dengan yang dibeli Singapura, dia punya tipenya sudah 218 yang bisa luncurkan peluru kendali dari bawah laut," kata Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019).
Benarkah pernyataan tersebut?. Mari kita ulas data-data mengenai kedua kapal selam tersebut.
Label:
Indonesia,
Industri Pertahanan,
Kapal Selam,
Singapura
Kamis, 29 Juni 2017
TNI Optimalkan Pengamanan Barack Obama Selama Liburan DI Indonesia
Korem 072/Pamungkas Yogyakarta akan semaksmimal mungkin menjaga mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang akan berlibur di sana mulai besok (28/6). Walau bukan lagi menjadi presiden, namun Secret Service masih menjaga dia dan keluarganya.
Obama dan istrinya, Michelle, dan kedua anak perempuannya, Sasha dan Malia, masih berada di Bali. Mereka berlibur di Bali, di antaranya berjalan-jalan di sawah di desa-desa setempat, arung jeram di Sungai Ayung, dan lain-lain.
"Hari ini kami telah menggelar rapat koordinasi kesiapan kedatangan Barack Obama ke Yogyakarta," kata Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Fajar Setyawan, di Yogyakarta, Selasa.
Obama dan istrinya, Michelle, dan kedua anak perempuannya, Sasha dan Malia, masih berada di Bali. Mereka berlibur di Bali, di antaranya berjalan-jalan di sawah di desa-desa setempat, arung jeram di Sungai Ayung, dan lain-lain.
"Hari ini kami telah menggelar rapat koordinasi kesiapan kedatangan Barack Obama ke Yogyakarta," kata Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Fajar Setyawan, di Yogyakarta, Selasa.
Label:
Amerika,
Indonesia,
Intelijen,
Kerjasama Internasional
Rabu, 13 April 2016
Indonesia - Malaysia Siap Bekerja Sama Bebaskan Sandra Abu Sayyaf
Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam upaya pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.
"Kami mendoakan agar masalah ini bisa diselesaian dengan baik dan para sandera dapat diselamatkan. Malaysia berharap, 10 WNI yang disandera segera dibebaskan. Begitu pula sebaliknya," ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, di kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa malam, 12 April 2016.
"Kami mendoakan agar masalah ini bisa diselesaian dengan baik dan para sandera dapat diselamatkan. Malaysia berharap, 10 WNI yang disandera segera dibebaskan. Begitu pula sebaliknya," ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, di kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa malam, 12 April 2016.
Label:
Indonesia,
Isu Terorisme,
Malaysia
Rabu, 30 Maret 2016
DPR : Indonesia Tidak Akan Pernah Buka Hubungan Kerjasama Dengan Israel
Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya menilai percuma Israel membuka ruang hubungan kerja sama diplomatik dengan Indonesia. Sebab Indonesia tidak akan sembarangan membuka pintu bagi negara penjajah.
"Kita tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan negara yang melakukan penjajahan atas negara lain. Itu amanat konstitusi," kata Tantowi saat dihubungi, Selasa (29/3).
Politikus Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie ini menjelaskan bahwa Israel sudah sejak lama menjalin komunikasi dengan Indonesia. Namun negara ini masih enggan menerimanya.
"Tapi keinginan itu hanya akan sebatas angan-angan karena kita tidak akan membukakan hubungan diplomatik selama mereka masih mengokupasi wilayah Palestina," tuturnya.
"Kita tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan negara yang melakukan penjajahan atas negara lain. Itu amanat konstitusi," kata Tantowi saat dihubungi, Selasa (29/3).
Politikus Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie ini menjelaskan bahwa Israel sudah sejak lama menjalin komunikasi dengan Indonesia. Namun negara ini masih enggan menerimanya.
"Tapi keinginan itu hanya akan sebatas angan-angan karena kita tidak akan membukakan hubungan diplomatik selama mereka masih mengokupasi wilayah Palestina," tuturnya.
Label:
Indonesia,
Israel,
Kerjasama Internasional
Sabtu, 23 Januari 2016
Kapal SSV Filipina Buatan PT. PAL Indonesia Mulai Melaut + FOTO
Setelah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Filipina, 18/2/2016, kapal perang SSV Filipina mulai melakukan uji laut. Uji laut akan berlangsung dalam beberapa bulan, check and re-chek, hingga nantinya kapal perang SSV BRP Tarlac 601 buatan PT PAL Surabaya ini diserahkan ke Filipina pada Mei 2016. Kapal perang Filipina ini dilengkapi senjata : 76mm Oto Melara main guns dan 25mm automatic cannons.
Ada kabar dua negara Asean lainya tertarik untuk membeli kapal ini. Kapal SSV sangat berguna, untuk angkut pasukan, angkut kendaraan tempur, bawa helikopter, rumah sakit di laut dan berbagai misi lainnya, yang dibutuhkan oleh sejumlah militer di Asean.
Ada kabar dua negara Asean lainya tertarik untuk membeli kapal ini. Kapal SSV sangat berguna, untuk angkut pasukan, angkut kendaraan tempur, bawa helikopter, rumah sakit di laut dan berbagai misi lainnya, yang dibutuhkan oleh sejumlah militer di Asean.
Senin, 11 Januari 2016
Rumah Sakit Indonesia pererat hubungan RI-Palestina
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, bertujuan untuk memperat hubungan antara kedua negara tersebut.
"Ini sangat penting bagi kedua negara, yakni momentum dan simbol kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Palestina, persahabatan antara Indonesia dan Palestina karena Palestina selalu ada di hati kita," kata Wapres saat menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia di Gaza di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu malam.
Setelah peresmian RS Indonesia di Gaza oleh Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen pada 27 Desember 2015, Wapres berharap rumah sakit tersebut dapat dijalankan oleh tenaga medis Palestina.
"Ini sangat penting bagi kedua negara, yakni momentum dan simbol kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Palestina, persahabatan antara Indonesia dan Palestina karena Palestina selalu ada di hati kita," kata Wapres saat menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia di Gaza di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu malam.
Setelah peresmian RS Indonesia di Gaza oleh Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen pada 27 Desember 2015, Wapres berharap rumah sakit tersebut dapat dijalankan oleh tenaga medis Palestina.
Sabtu, 09 Januari 2016
Pemerintah Indonesia Kirim Utusan khusus konflik Arab-Iran
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pekan depan segera mengirimkan utusan khusus merespon konflik dan memanasnya hubungan Arab Saudi dan Iran.
"Ya, saya minggu depan akan kirim utusan khusus untuk ke Iran dan Saudi. Kemenlu, tapi sebagai utusan khusus nanti saya sampaikan setelah akan berangkat, tapi secepatnya mungkin berangkat hari Senin, Selasa atau bisa lebih cepat, tapi saya minta secepatnya juga," kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Jumat.

Menurut Presiden, merupakan hal yang mendesak dan sangat penting saat ini untuk mengirimkan utusan khusus sehingga tidak ada pembicaraan yang bersifat langsung.
Sebab arahnya ke depan, menurut Presiden, salah satunya Indonesia akan menawarkan diri menjadi mediator dalam ketegangan Arab Saudi dan Iran.
"Ya, saya minggu depan akan kirim utusan khusus untuk ke Iran dan Saudi. Kemenlu, tapi sebagai utusan khusus nanti saya sampaikan setelah akan berangkat, tapi secepatnya mungkin berangkat hari Senin, Selasa atau bisa lebih cepat, tapi saya minta secepatnya juga," kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Jumat.

Menurut Presiden, merupakan hal yang mendesak dan sangat penting saat ini untuk mengirimkan utusan khusus sehingga tidak ada pembicaraan yang bersifat langsung.
Sebab arahnya ke depan, menurut Presiden, salah satunya Indonesia akan menawarkan diri menjadi mediator dalam ketegangan Arab Saudi dan Iran.
Label:
Arab Saudi,
Indonesia,
Iran,
Konflik Timur Tengah
Jumat, 09 Oktober 2015
Tak Dapatkan Teknologi Inti Program Jet Tempur RI-Korsel Mandek
Hanya enam bulan setelah program pesawat tempur Korea Selatan, KF-X, diluncurkan dengan biaya sekitar 15 miliar dolar Amerika Serikat, program itu menemui kebuntuan terkait transfer teknologi dengan pemerintah Amerika Serikat.
Seturut www.defense-aerospace.com, dikutip di Jakarta, Jumat, KF-X terkait penjualan 40 unit F-35A Lighting II buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat, kepada Korea Selatan dengan skema foreign military sales.
Lokcheed Martin menawarkan menyediakan 21 teknologi yang diperlukan untuk membangun KF-X sebagai bagian dari offset F-X III.
Lockheed Martin ditetapkan sebagai mitra utama KF-X yang dari sisi Korea Selatan digerakkan Korea Aerospace Indutries. Kemitraan KAI-Lockheed Martin sebelumnya telah berjalan dengan T-50 Golden Eagle, yang secara kasat mata sangat mirip dengan F-16 Fighting Falcon.
Seturut www.defense-aerospace.com, dikutip di Jakarta, Jumat, KF-X terkait penjualan 40 unit F-35A Lighting II buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat, kepada Korea Selatan dengan skema foreign military sales.
Lokcheed Martin menawarkan menyediakan 21 teknologi yang diperlukan untuk membangun KF-X sebagai bagian dari offset F-X III.
Lockheed Martin ditetapkan sebagai mitra utama KF-X yang dari sisi Korea Selatan digerakkan Korea Aerospace Indutries. Kemitraan KAI-Lockheed Martin sebelumnya telah berjalan dengan T-50 Golden Eagle, yang secara kasat mata sangat mirip dengan F-16 Fighting Falcon.
Label:
Indonesia,
Korea Selatan,
Pesawat Tempur
Senin, 28 September 2015
Temui Menlu Inggris dan Jerman, RI Cari Dukungan Keanggotaan di DK PBB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus mencari dukungan atas upaya
Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Keanggotaan Indonesia ini menjadi bahasan yang diutarakan dalam setiap pertemuan bilateral menlu, di sela-sela kegiatan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal itu juga yang akan menjadi bahasan Menlu Retno saat akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Jerman Frank Walter Steinmeier dan Menlu Inggris Phillip Hammond.
Pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan pada Senin 28 September 2015 waktu New York, atau Selasa, 29 September 2015 waktu Indonesia.
"Pada dasarnya ada dua bahasan yang selalu diutarakan oleh Indonesia, selama pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri negara lain," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, di Gedung Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Minggu (27/9/2015) waktu Amerika Serikat.
Keanggotaan Indonesia ini menjadi bahasan yang diutarakan dalam setiap pertemuan bilateral menlu, di sela-sela kegiatan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal itu juga yang akan menjadi bahasan Menlu Retno saat akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Jerman Frank Walter Steinmeier dan Menlu Inggris Phillip Hammond.
Pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan pada Senin 28 September 2015 waktu New York, atau Selasa, 29 September 2015 waktu Indonesia.
"Pada dasarnya ada dua bahasan yang selalu diutarakan oleh Indonesia, selama pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri negara lain," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, di Gedung Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Minggu (27/9/2015) waktu Amerika Serikat.
Label:
Indonesia,
Kerjasama Internasional,
PBB
Kamis, 17 September 2015
Indonesia mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran
Indonesia menegaskan dukungan terhadap penyelesaian damai isu nuklir Iran dan menekankan kesiapan memperkuat kerja sama teknis Selatan-Selatan bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Delegasi RI/Dubes Rachmat Budiman pada Sidang General Conference International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-59 di Wina, Austria, demikian Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro, Rabu.
Rachmat Budiman menjelaskan, dukungan Indonesia terhadap penyelesaian isu nuklir Iran secara damai melalui implementasi perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dengan Amerika Serikat, China, Inggris, Perancis, Rusia dan Jerman (E3+3).
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Delegasi RI/Dubes Rachmat Budiman pada Sidang General Conference International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-59 di Wina, Austria, demikian Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro, Rabu.
![]() |
| Direktur Jeneral Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano (REUTERS/Leonharad Foeger) |
Rachmat Budiman menjelaskan, dukungan Indonesia terhadap penyelesaian isu nuklir Iran secara damai melalui implementasi perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dengan Amerika Serikat, China, Inggris, Perancis, Rusia dan Jerman (E3+3).
Kamis, 10 September 2015
Kapal Malaysia hilang, diduga aksi perompak berbasis di Indonesia
Kapal kargo berbendera Malaysia dikabarkan dibajak perompak dan menghilang di Laut China Selatan. Hal ini sudah dikonfirmasi kebenarannya dari petugas penjaga pantai Angkatan Laut Negeri Jiran.
Menurut petugas penjaga pantai, kapal tersebut hilang kontak sejak Kamis pekan lalu. Kapal MT Sah Lian ini tengah berlayar dari Negara Bagian Malaysia, Sarawak.
"Kami percaya kapal ini dibajak, dan kami percaya kejadiannya di perairan Indonesia, dekat Pulau Natuna," ujar kepala penjaga pantai daeraha Sarawak, Laksamana Pertama Ismaili Bujang Pit, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (10/9).
Kapal Sah Lian merupakan kapal kargo yang membawa berbagai produk baja, dan makanan. Kapal ini berlayar dari Kota Limbang, dan berawak 14 orang, di antaranya berkebangsaan Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan India.
Menurut petugas penjaga pantai, kapal tersebut hilang kontak sejak Kamis pekan lalu. Kapal MT Sah Lian ini tengah berlayar dari Negara Bagian Malaysia, Sarawak.
"Kami percaya kapal ini dibajak, dan kami percaya kejadiannya di perairan Indonesia, dekat Pulau Natuna," ujar kepala penjaga pantai daeraha Sarawak, Laksamana Pertama Ismaili Bujang Pit, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (10/9).
Kapal Sah Lian merupakan kapal kargo yang membawa berbagai produk baja, dan makanan. Kapal ini berlayar dari Kota Limbang, dan berawak 14 orang, di antaranya berkebangsaan Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan India.
Kamis, 08 Januari 2015
Indonesia Inginkan Perdamaian di Filipina Selatan Terwujud
"Indonesia kirim 3 orang Tim Pengamat Indonesia (TPI)-IMT unsur sipil tahap keenam."
Indonesia inginkan terciptanya perdamaian di Filipina Selatan. Indonesia terus terlihat dalam proses perdamaian antara Pemerintah Filipina dengan Moro Nasional Liberation Front (MNLF) dan menghasilkan Perjanjian Perdamaian 1996.
Selain itu, Indonesia juga turut berpartisipasi dalam International Monitoring Team (IMT) dalam kerangka perdamaian antara Pemerintah Filipina dan Moro Islamic Liberation Front (MILF).
Direktur Jenderal Multilateral, Duta Besar Hasan Klieb di Jakarta menegaskan partisipasi Indonesia dalam IMT di Filipina Selatan dilandasi komitmen Indonesia untuk mendorong terciptanya situasi kawasan yang aman, stabil dan damai serta menyebarluaskan nilai-nilai dialog dan perdamaian di tingkat internasional.
Indonesia inginkan terciptanya perdamaian di Filipina Selatan. Indonesia terus terlihat dalam proses perdamaian antara Pemerintah Filipina dengan Moro Nasional Liberation Front (MNLF) dan menghasilkan Perjanjian Perdamaian 1996.
![]() |
| Pasukan MILF |
Selain itu, Indonesia juga turut berpartisipasi dalam International Monitoring Team (IMT) dalam kerangka perdamaian antara Pemerintah Filipina dan Moro Islamic Liberation Front (MILF).
Direktur Jenderal Multilateral, Duta Besar Hasan Klieb di Jakarta menegaskan partisipasi Indonesia dalam IMT di Filipina Selatan dilandasi komitmen Indonesia untuk mendorong terciptanya situasi kawasan yang aman, stabil dan damai serta menyebarluaskan nilai-nilai dialog dan perdamaian di tingkat internasional.
Sabtu, 13 Desember 2014
Seperti Apa Ekspektasi Rusia Terhadap Indonesia Tahun Depan?
Dalam konferensi pers pada Kamis (11/12) di Jakarta, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin menceritakan ekspektasi Rusia terhadap Indonesia pada 2015 mendatang.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin menyatakan Rusia memiliki harapan besar terkait prospek hubungan bilateral Rusia-Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Jokowi dan Putin baru saja bertemu untuk pertama kalinya dalam pertemuan APEC di Beijing pada November lalu. Pertemuan itu berjalan dengan sangat baik dan kami berharap itu mengindikasikan prospek cerah hubungan antara negara kita,” kata Galuzin.
Sang duta besar menjelaskan, hubungan bilateral Rusia-Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat positif sejak masa reformasi, terutama pada masa pemerintahan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. “Hubungan itu didasari oleh keakraban yang tercipta sejak masa pemerintahan presiden pertama Indonesia, Soekarno. Kini, memori tentang itu masih tetap hidup di masyarakat, masih sangat terasa,” kata Galuzin.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin menyatakan Rusia memiliki harapan besar terkait prospek hubungan bilateral Rusia-Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Jokowi dan Putin baru saja bertemu untuk pertama kalinya dalam pertemuan APEC di Beijing pada November lalu. Pertemuan itu berjalan dengan sangat baik dan kami berharap itu mengindikasikan prospek cerah hubungan antara negara kita,” kata Galuzin.
Sang duta besar menjelaskan, hubungan bilateral Rusia-Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat positif sejak masa reformasi, terutama pada masa pemerintahan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. “Hubungan itu didasari oleh keakraban yang tercipta sejak masa pemerintahan presiden pertama Indonesia, Soekarno. Kini, memori tentang itu masih tetap hidup di masyarakat, masih sangat terasa,” kata Galuzin.
Sabtu, 22 November 2014
Indonesia dan Australia Sepakati Peningkatan Kerjasama Militer
Indonesia dan Australia sepakat untuk lebih sering melakukan latihan bersama dan pertukaran tentara dan instruktur. Australia menganggap Indonesia sebagai mitra penting di bidang militer karena memiliki permasalahan dan kepentingan yang sama.
Panglima TNI Jendral Moeldoko berkunjung ke Canberra, selama dua hari (19-20/11/2014). Dalam kunjungannya, Jendral Moeldoko mengadakan pertemuan dengan Panglima Pertahanan Udara Australia, Marsekal Mark Binskin.
Marsekal Binskin mengatakan Indonesia adalah mitra pertahanan yang sangat penting bagi Australia, karena kedekatannya secara geografis dan memiliki kepentingan yang sama.
Panglima TNI Jendral Moeldoko berkunjung ke Canberra, selama dua hari (19-20/11/2014). Dalam kunjungannya, Jendral Moeldoko mengadakan pertemuan dengan Panglima Pertahanan Udara Australia, Marsekal Mark Binskin.
Marsekal Binskin mengatakan Indonesia adalah mitra pertahanan yang sangat penting bagi Australia, karena kedekatannya secara geografis dan memiliki kepentingan yang sama.
Label:
Australia,
Indonesia,
Kerjasama Militer
Kamis, 20 November 2014
Sanksi Barat Tak Pengaruhi Minat Ekspor dari Rusia, Termasuk ke Indonesia
Rusia terus bertahan di peringkat kedua dunia dalam jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan ekspor senjata dan teknologi militer. Pada awal 2014 lalu diumumkan hasil akhir pendapatan ekspor senjata selama 2013 telah melewati angka 15 miliar dolar AS. Dalam waktu sepuluh bulan terakhir, Presiden Vladimir Putin mengumumkan saat Sidang Komisi Bidang Kerja Sama Militer pada Rabu (5/11) lalu, bahwa para pemesan mancanegara telah mendapatkan teknologi militer milik Rusia seharga 10 miliar dolar AS, atau mencapai 70 persen dari volume pengiriman yang ditargetkan dalam tahun berjalan.
Jumlah pesanan produk industri pertahanan Rusia dari luar negeri kukuh bertahan di angka 50 miliar dolar AS, dan tahun ini para produsen senjata Rusia telah menandatangani kontrak ekspor senjata baru yang nilainya mencapai 7,5 miliar dolar AS.
Kehebohan seputar pemberian sanksi terhadap para produsen senjata Rusia berangsur-angsur menurun secara perlahan, ditandai dengan pameran-pameran senjata dan teknologi militer internasional yang mengundang para pakar senjata dan teknologi militer Rusia beserta produk pertahanan negara dengan teknologi muktahir miliknya.
![]() |
| Kementerian Pertahanan Indonesia tengah mempertimbangkan opsi pembelian 16 pesawat tempur Su-35 dari Rusia. | Foto: Sukhoi.org |
Jumlah pesanan produk industri pertahanan Rusia dari luar negeri kukuh bertahan di angka 50 miliar dolar AS, dan tahun ini para produsen senjata Rusia telah menandatangani kontrak ekspor senjata baru yang nilainya mencapai 7,5 miliar dolar AS.
Kehebohan seputar pemberian sanksi terhadap para produsen senjata Rusia berangsur-angsur menurun secara perlahan, ditandai dengan pameran-pameran senjata dan teknologi militer internasional yang mengundang para pakar senjata dan teknologi militer Rusia beserta produk pertahanan negara dengan teknologi muktahir miliknya.
Label:
Indonesia,
Kerjasama Internasional,
Rusia
Kamis, 22 Mei 2014
Presiden SBY ke Filipina Bahas Pencegahan Terorisme
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono serta beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II berangkat menuju Manila, Filipina, dalam rangka kunjungan kerja selama tiga hari. Di Filipina, SBY mempunyai dua agenda yaitu membahas hubungan kedua negara dan menghadiri World Economic Forum.
Saat jumpa pers sebelum menaiki pesawat kepresidenan, SBY menyebutkan hubungan Indonesia dan Filipina begitu penting karena itu peningkatan kerja sama diantara kedua negara harus ditingkatkan. "Filipina adalah mitra dan sahabat dekat Indonesia di samping negara tetangga yang memiliki hubungan di berbagai bidang juga sama-sama anggota ASEAN, APEC, dan berbagai organisasi internasional, hubungan baik dan berkembang," ungkapnya di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Kamis pagi.
Saat jumpa pers sebelum menaiki pesawat kepresidenan, SBY menyebutkan hubungan Indonesia dan Filipina begitu penting karena itu peningkatan kerja sama diantara kedua negara harus ditingkatkan. "Filipina adalah mitra dan sahabat dekat Indonesia di samping negara tetangga yang memiliki hubungan di berbagai bidang juga sama-sama anggota ASEAN, APEC, dan berbagai organisasi internasional, hubungan baik dan berkembang," ungkapnya di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Kamis pagi.
Senin, 24 Maret 2014
Ketegangan Australia-RI Tak Berpengaruh ke ASEAN
Anggota Senat dari Partai Liberal Australia Brett John Mason menyebut ketegangan hubungan bilateral negaranya dengan Indonesia tak pengaruhi kerjasama Negeri Kanguru dengan organisasi ASEAN. Menurut dia, antara ASEAN dengan Australia telah memiliki landasan dan keseimbangan.
Ditemui perwakilan jurnalis ASEAN, termasuk VIVAnews, di Gedung Parlemen, di Canberra, Australia pada 16-22 Maret 2014, Mason mengakui bahwa hubungan Australia dan RI memang tengah mengalami konflik. Namun, menurut Mason, hal tersebut normal.
"Ketegangan itu hanya terjadi di level politik dan retoris. Sehingga, isu tersebut kerap digunakan oleh para politisi," kata anggota senat yang mewakili negara bagian Queensland itu.
![]() |
PM Australia Tony Abbott dan Presiden SBY |
"Ketegangan itu hanya terjadi di level politik dan retoris. Sehingga, isu tersebut kerap digunakan oleh para politisi," kata anggota senat yang mewakili negara bagian Queensland itu.
Label:
Australia,
Indonesia,
Militer Asia Pasifik
Langganan:
Postingan (Atom)

















