Tampilkan postingan dengan label Korea Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korea Selatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2019

Tawaran Kapal Selam Siluman Type 214 Untuk Indonesia

Indonesia berkesempatan untuk memiliki kapal selam berteknologi siluman Type 214 yang lebih canggih dari kapal selam yang telah dimiliki saat ini.

Galangan kapal selam Turki, Savunma Teknolojileri Mühendislik ve Ticaret (STM), telah membuat presentasi resmi, mengenai desain kapal selam Type 214, dan kapal selam Type 209 kepada para pejabat senior TNI Angkatan Laut, pada intinya
STM menawarkan kapal selam untuk melengkapi amarmada kapal selam TNI Angkatan Laut, sesuai rencana Minimum Essential Force Pertahanan Nasional Republik Indonesia. 



Dikutif dari media online Jane's, menjelaskan bahwa, Presentasi tersebut dikalukan di Gedung Neptunus di markas TNI-AL Cilangkap, Jakarta Timur, pada tanggal 12 Februari 2019. 


Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah perwakilan lokal STM di Indonesia, PT Cipta Citra Perkasa, dan awak kapal selam KRI Ardadedali (404).

Rabu, 20 Maret 2019

Fatal Rudal Korea Selatan Tidak Sengaja Diluncurkan, dan Meledak di Udara

Dilangsir oleh koreaherald.com, Angkatan Udara Korea Selatan meberikan pernyataan bahwa Sebuah rudal darat-ke-udara diluncurkan secara tidak sengaja dari sebuah pangkalan udara di Chuncheon, Provinsi Gangwon, pada hari Senin dan meledak di udara.

Cheolmae-2

Rudal jarak menengah Cheongung M-SAM, juga dikenal sebagai Cheolmae-2, "secara tidak sengaja" diluncurkan pada pukul 10:38 pagi, pada saat dilakukan pekerjaan pemeliharaan dan secara meluncur dan otomatis meledak di udara, kata Angkatan Udara dalam sebuah pernyataan.

Selasa, 21 Juni 2016

Korea Selatan : Pyongyang Gunakan Nuklir untuk Peras Kami

Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) menuturkan, Korea Utara (Korut) menggunakan kekuatan nuklirnya untuk memeras Korsel. Korut mengancam akan menghancurkan pangkalan Amerika Serikat (AS) di Korsel, jika Negeri Gingseng itu menolak ajakan dialog Korut.

Korea Selatan : Pyongyang Gunakan Nuklir untuk Peras Kami

Bulan lalu, Pyongyang mendesak Seoul untuk menerima tawaran guna mengadakan pembicaraan militer dan menyerukan langkah-langkah bersama untuk melaksanakan tindakan-tindakan untuk persatuan nasional. Tawaran itu kemudian ditolak oleh Korsel.

Komite Pertahanan Korut kemarin mengatakan, mereka akan merespon penolakan tersebut dengan serangan nuklir terhadap pangkalan militer AS yang berada di Korsel.

Senin, 11 April 2016

Perwira Tinggi Intelijen Militer Korea Utara Membelot ke Korea Selatan

Seorang perwira tinggi intelijen militer Korea Utara (Korut) telah membelot ke Korea Selatan (Korsel).

Kementerian Pertahanan Korsel telah mengkonfirmasi pembelotan tersebut.



"Ya, itu benar," ujar Moon Sang-gyun, juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel seperti dilansir media Channel News Asia, Senin (11/4/2016)  kepada para wartawan ketika ditanyai mengenai benar tidaknya pemberitaan kantor berita Korsel, Yonhap soal pembelotan tersebut.

Namun pejabat Korsel tersebut menolak memberikan penjelasan lebih jauh.

Media Yonhap yang mengutip sumber yang tak disebut namanya, melaporkan bahwa seorang kolonel senior Korut telah membelot pada tahun 2015, setelah bekerja di biro Korut yang ditugasi melakukan misi spionase terhadap Korsel.

Rabu, 30 Maret 2016

Antisipasi Militer Korut, Korsel Bentuk Pasukan Elite "Spartan 3.000"

Militer Korea Selatan (Korsel) membentuk pasukan elite baru bernama “Spartan 3.000” untuk melawan rezim Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un.

Pasukan elite yang terdiri dari 3 ribu marinir itu akan siaga konstan dan siap dikerahkan di setiap bagiannya dari Semenanjung Korea dalam waktu 24 jam untuk mengatasi serangan Korut. Demikian diungkap seorang pejabat militer Korsel kepada kantor berita Yonhap.


Antisipasi Militer Korut, Korsel Bentuk Pasukan Elite Spartan 3000

”Di masa lalu, unit batalion membutuhkan 24 jam untuk dikerahkan di seluruh Semenanjung Korea, sementara unit tingkat resimen membutuhkan 48 jam. Namun, unit baru akan dapat beroperasi dalam waktu 24 jam bahkan pada tingkat resimen,” kata pejabat militer yang menolak diidentifikasi itu, yang dilansir Selasa (22/3/2016).

Minggu, 03 Januari 2016

Kim Jong Un: Korea Selatan Sebabkan Ketegangan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyalahkan Korea Selatan terkait rasa saling tidak percaya yang meningkat antara kedua negara yang bersaing ini.

“Korea Selatan secara sepihak membuat penyatuan kembali sebagai dalam agenda dan juga berperan dalam peningkatan rasa saling tidak percaya serta konflik diantara kedua negara,” kata Kim dalam pidato Tahun baru Jumat (1/1), yang merupakan pidato keempat sejak menjadi pemimpin Korea Utara pada 2011.


Korea Selatan Sebabkan Ketegangan

Pidato sepanjang 30 menit yang disiarkan oleh televisi Korea Utara itu menggarisbawahi rasa curiga Korea Utara terhadap kebijakan Korea Selatan untuk menyatukan kembali kedua negara.

Dalam pidato tahun lalu, Kim mengatakan terbuka dengan rencana pertemuan tinggat tinggi dengan Seoul, tetapi ketegangan yang merebak pada Agustus lalu setelah terjadi ledakan ranjau di perbatasan kedua negara melukai dua tentara Korea Selatan.

Selasa, 24 November 2015

Helikopter Militer AS Jatuh di Korsel, 2 Orang Tewas

Helikopter militer milik Amerika Serikat jatuh di pegunungan Provinsi Gangwon, Korea Selatan. Sedikitnya dua orang tewas dalam kecelakaan ini.

Disampaikan seorang juru bicara militer AS kepada AFP, Senin (23/11/2015), helikopter yang diyakini jenis AH-64 Apache ini jatuh di kota Wonju, yang berjarak 70 kilometer sebelah tenggara Seoul. Dua korban tewas disebut sebagai pilot helikopter dan satu awaknya.


Helikopter Militer AS Jatuh di Korsel, 2 Orang Tewas

Dituturkan seorang petugas pemadam kebakaran di Wonju, bahwa kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 18.22 waktu setempat. Helikopter tersebut jatuh di dekat rumah warga setempat, yang kemudian melaporkan insiden ini ke polisi.

Senin, 26 Oktober 2015

Korea Selatan Tembak Kapal Korea Utara

Oktober tahun lalu, kapal Korea Selatan dan Utara sempat saling melepas tembakan di dekat Pulau Yeonpyeong.

Angkatan Laut Korea Selatan melancarkan serangan tembakan ke arah kapal Korea Utara yang memasuki wilayahnya, lapor kantor berita Yonhap.


Korea Selatan Tembak Kapal Korea Utara

Lima tembakan dilepas pada pukul 15.30 atau 06.30 GMT Sabtu (24/10) ketika kapal patroli melintasi batas maritim de facto.

Pemerintah Korea Utara mempertanyakan batas maritim di Laut Kuning itu dan sebelumnya juga sudah pernah melanggarnya.

Pyongyang menyatakan penembakan tersebut sebagai 'provokasi serius'.

Kantor berita resmi Korut, KCNA, melaporkan kapal tersebut melakukan operasi 'rutin'.

Rabu, 21 Oktober 2015

Reuni Keluarga Korea yang Terpisahkan oleh Perang

Ratusan warga Korea Selatan berangkat ke utara untuk melakukan perjumpaan yang langka dengan keluarga yang terpisah sejak Perang Korea.

Reuni keluarga yang terdiri dari serangkaian perjumpaan selama sepekan, akan dilangsungkan di sebuah resor di Gunung Kumgang, dekat perbatasan.



Ribuan keluarga terpisahkan dengan sedikit kontak atau tanpa kontak sama sekali sejak perang berakhir tahun 1953.

Pertemuan antar keluarga beberapa kali berlangsung sejak 1988, dan tergantung dari situasi hubungan antara kedua negara.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Sebanyak 70 Persen Militer Korea Selatan Gunakan Kosmetik

Bagi pria di Korea Selatan, perawatan wajah dan kosmetik adalah bagian dari keseharian. Bahkan bisa jadi, upaya dan uang yang mereka keluarkan setara atau lebih banyak dari wanita dalam "mempercantik" diri.

Terdengar memang aneh, apalagi di tengah paradigma maskulinitas dan kejantanan kaum Adam. Namun pria Korsel rela merogoh kocek dalam-dalam untuk perawatan kulit dan penampilan mereka.


Sebanyak 70 Persen Militer Korea Selatan Gunakan Kosmetik

Bahkan menurut data Euromonitor, pria Korsel adalah pengguna produk perawatan kulit nomor satu per kapita di seluruh dunia. Nomor dua adalah Swedia, namun jumlahnya masih kalah empat kali lipat dibanding Korsel.

Tidak heran industri ini berkembang pesat dengan prediksi peningkatan hampir 50 persen dalam lima tahun ke depan. Nilai industri ini juga telah mencapai lebih dari US$1 miliar.

Jumat, 09 Oktober 2015

Tak Dapatkan Teknologi Inti Program Jet Tempur RI-Korsel Mandek

Hanya enam bulan setelah program pesawat tempur Korea Selatan, KF-X, diluncurkan dengan biaya sekitar 15 miliar dolar Amerika Serikat, program itu menemui kebuntuan terkait transfer teknologi dengan pemerintah Amerika Serikat.

Seturut www.defense-aerospace.com, dikutip di Jakarta, Jumat, KF-X terkait penjualan 40 unit F-35A Lighting II buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat, kepada Korea Selatan dengan skema foreign military sales. 


Tak Dapatkan Teknologi Inti Program Jet Tempur RI-Korsel Mandek

Lokcheed Martin menawarkan menyediakan 21 teknologi yang diperlukan untuk membangun KF-X sebagai bagian dari offset F-X III.

Lockheed Martin ditetapkan sebagai mitra utama KF-X yang dari sisi Korea Selatan digerakkan Korea Aerospace Indutries. Kemitraan KAI-Lockheed Martin sebelumnya telah berjalan dengan T-50 Golden Eagle, yang secara kasat mata sangat mirip dengan F-16 Fighting Falcon.

Rabu, 07 Oktober 2015

Korea Selatan Kembangkan Teknologi Inti Untuk Project KF-X

Korea Selatan berjanji akan terus maju dengan proyek KF-X untuk mengembangkan jet tempur buatan sendiri pada tahun 2025 seperti yang sudah dijadwalkan, meskipun gagal untuk mendapatkan empat teknologi inti yang terdapat pada pesawat siluman F-35 Lockheed Martin.

Defense Acquisition Program Administration (Dapa) mengatakan akan mendirikan sebuah organisasi yang bertugas khusus untuk mengelola proyek jet tempur pada tahun ini.


Korea Selatan Kembangkan Teknologi Inti Untuk Project KF-X

“Dapa saat ini sedang melakukan konsultasi dengan kementerian terkait tentang pembentukan organisasi yang bertanggung jawab penuh pada proyek KF-X,” kata seorang pejabat kepada wartawan.

Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa proyek senilai 8,5 triliun won mungkin tidak akan dilanjutkan setelah Lockheed menolak untuk mentransfer empat teknologi inti ke Korea dengan alasan keamanan.


Selasa, 03 Maret 2015

Kecam AS dan Korsel, Korut Luncurkan Dua Rudal

Korea Utara menembakkan dua rudal ke laut dan bersumpah akan melakukan pembalasan "tanpa ampun", sementara pada Senin ini Amerika Serikat dan Korea Selatan memulai latihan militer bersama yang dikecam oleh Pyongyang sebagai konfrontasi sembrono.

Kecam AS dan Korsel, Korut Luncurkan Dua Rudal

Latihan tahunan selalu memicu lonjakan ketegangan militer dan retorika suka berperang di semenanjung yang terbagi dan analis melihat uji coba rudal Korea Utara sebagai awal untuk kampanye bersama dari pameran kekuatan senjata.

"Jika ada peningkatan sangat tajam, kita bisa melihat Utara mendalangi beberapa jenis bentrokan di perbatasan maritim," kata Jeung Young-Tae, seorang analis di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional di Seoul.

Peluncuran rudal sebagai bentuk peringatan keras dari Tentara Rakyat Korea Utara yang Bersenjata Nuklir (KPA) akan membawa semenanjung "di ambang perang".

Selasa, 24 Februari 2015

Korsel dan AS Kembali Gelar Latihan Militer Gabungan

Kementerian Pertahanan Korea Selatan memastikan latihan militer gabungan tahunan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat tidak terpengaruh dengan konstalasi hubungan yang terjadi antar dua korea.

Korsel dan AS Kembali Gelar Latihan Militer Gabungan

Lebih lanjut Kemenhan menjelaskan bahwa latihan militer antara Korsel dan AS bersandi Key Resolve akan digelar pada awal Maret mendatang, seperti yang terjadwal sebelumnya.

Jubir Kemenhan Kim Min-seok mengatakan pada pengarahan rutin pada Senin (23/02/2015) bahwa latihan ‘Key Resolve’ dan ‘Foal Eagle’ hanyalah latihan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Korsel dan AS dalam upaya mempertahankan Semenanjung Korea.

Jumat, 13 Februari 2015

Korea Utara pamer kapal siluman canggih

Korea utara baru-baru ini merilis gambar kapal siluman penghancur buatan dalam negeri sebagai ancaman kepada Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Korea Utara pamer kapal siluman canggih

Kapal yang dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih itu dikatakan dapat membidik kapal musuh dalam jarak 160 kilometer, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (11/2). Kapal dibuat selama sepuluh tahun itu juga dirancang bisa menghindari pelacakan radar dari kapal Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Minggu, 28 Desember 2014

Jepang, Korsel dan AS Akan Berbagi Informasi soal Korut

Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan semakin dekat untuk mencapai kesepakatan terkait informasi sensitif soal program rudal dan nuklir Korea Utara, Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan Jumat (26/12).

Jepang, Korsel dan AS Akan Berbagi Informasi soal Korut
Program rudal dan nuklir Korea Utara dianggap mengancam keamanan dan stabilitas negara-negara di semenanjung Korea. (Reuters/KCNA)

Karena posisi Jepang terletak dalam jangkauan rudal menengah Korea Utara, kegiatan intelijen militer Korea Utara menjadi sangat penting untuk keamanan negara itu.

“Sejak menteri pertahanan Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan menyepakati pentingnya berbagi informasi pada Mei lalu, diskusi telah terjadi di berbagai tingkatan," kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang pada pertemuan dengan media.

Minggu, 23 November 2014

Jepang, Korsel dan AS Jadi Target Serangan Baru Korut

Badan militer Korea Utara mengatakan malapetaka akan menghancurkan pendukung resolusi terbaru PBB mengenai catatan hak asasi manusianya, sementara media melaporkan pemimpin Kim Jong-Un memimpin pelatihan militer lagi.

Jepang, Korsel dan AS Jadi Target Serangan Baru Korut

Diketahahui, resolusi meminta Dewan Keamanan PBB mengajukan pemimpin Korut ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC) bagi kemungkinan tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan disetujui pemungutan suara 111 setuju dan 19 menentang dengan 55 abstain dalam sidang komite hak asasi manusia Majelis Umum pada pekan lalu.

Resolusi itu diajukan Jepang dan Uni Eropa dan didukung sekitar 60 negara. Tim penyelidik PBB pada Februari berkesimpulan bahwa Korut melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Selasa, 04 November 2014

Korea Utara Mata-matai Korea Selatan Lewat Ponsel?

Korea Utara membantah tuduhan dari Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS). Negara itu dituduh meretas lebih dari 20 ribu smartphone milik warga Korea Selatan.

Korea Utara diduga telah memata-matai Korea Selatan melalui malware yang menyamar dalam sebuah aplikasi. Aplikasi itu diketahui merupakan permainan mobile yang disusupkan dari bulan Mei hingga September.




NIS berupaya bekerja sama dengan pemiliki website Korea Selatan serta pejabat pemerintah untuk segera menghapus dan memblokir aplikasi yang diduga sebagai "jalur terowongan" para peretas asal Korea Utara.

Selasa, 07 Oktober 2014

Kapal Korsel dan Korut Saling Tembak Selama Sepuluh Menit

Kapal Korea Utara dan Korea Selatan sama-sama melepaskan tembakan peringatan. Hal itu diungkapkan salah seorang pejabat Korsel  setelah sebuah kapal patroli Korut melintasi perbatasan laut yang disengketakan.

Kapal Korea Selatan beberapa kali terlibat pertikaian dengan kapal Korea Utara dekat Pulau Yeonpyeong
Kapal Korea Selatan beberapa kali terlibat pertikaian dengan kapal Korea Utara dekat Pulau Yeonpyeong

Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Korsel, insiden bermula ketika kapal Korut tersebut menembus perbatasan sampai setengah mil laut di wilayah Korsel. Hal itu lalu ditanggapi kapal patrol Korsel dengan melepaskan tembakan peringatan.

Alih-alih berbalik arah, kapal Korut turut melepaskan tembakan yang kemudian dibalas kapal Korsel. Secara keseluruhan kapal Korsel menembakkan 90 peluru, meski tiada satu kapal Korut pun yang disasar. Pun tiada kerusakan dalam insiden itu.

Setelah bertukar tembakan selama 10 menit, kapal Korut kembali ke wilayah mereka. Belum ada keterangan resmi dari pihak Korut mengenai insiden tersebut.

Kamis, 25 September 2014

Korsel Borong 40 Jet Tempur F-35A Seharga Rp 77 Triliun

Negeri ginseng, Korea Selatan, membeli 40 unit jet tempur F-35A buatan Lockheed Martin asal Amerika Serikat (AS). Nilai pemesanannya mencapai 7,3 triliun won (US$ 7 miliar), atau sekitar Rp 77 triliun.

Korsel Borong 40 Jet Tempur F-35A Seharga Rp 77 Triliun

Pemerintah Korsel telah melakukan pembicaraan dengan Departemen Pertahanan AS sejak Maret lalu, soal rencana membeli jet tempur canggih tersebut.

"Kami terus bernegosiasi dari Maret hingga September untuk membicarakan teknologi dan harga," demikian pernyataan juru bicara bagian program pembelian sektor pertahanan Korsel seperti dilansir dari AFP, Rabu (24/9/2014).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...