Jet Tempur Eurofighter milik Jerman dilaporkan bertabrakan dengan sebuah pesawat Learjet diatas udara dekat pangkalan militer Laage di negara bagian timur Mecklenburg-Vorpommern. Satu pilot dilaporkan tewas dalam peristiwa ini meski berhasil merontarkan diri dari jet tempur naas tersebut.
Dikutif dari Returs, juru bicara angkatan udara Squadron 73 memberikan keterangan pada Senin (24/6/2019). "Bersama dengan Eurofighter ketiga mereka menerbangkan Air Combat Mission," ungkapnya. "Pilot dari Eurofighter ketiga mengamati tabrakan dan melaporkan bahwa dua parasut turun ke tanah." tambahnya.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Tempur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Tempur. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Juni 2019
Dua Jet Tempur Eurofighter Jerman Tabrakan Diudara
Rabu, 19 Juni 2019
Ngotot Akuisisi Sistem Rudal Pertahanan Udara S-400 Cara Cerdas Turki Keluar Dari Program F-35
Keinginan Turki untuk memiliki sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Rusia kian mendapat tekanan dari Amerika Serikat. Amerika berdalih bahwa pembelian S-400 dari Rusia dapat membahayakan Pesawat tempur siluman generasi baru F-35, dimana Turki memiliki kontribusi yang cukup signifikan dalam pengembangan pesawat ini.
Pesawat Siluman yang dikembangan oleh Lockheed Martin Aeronautics ini merupakan pesawat tempur hasil join production antara Amerika Serikat, beberapa anggota NATO dan sekutu dekat Amerika Serikat yaitu Inggris, Italia, Australia, Kanada, Norwegia, Denmark, Belanda, dan Turki.
Turki sendiri memiliki kontribusi yang cukup berarti pada program pengembangan pesawat siluman ini, selain menyokong pendanaan yang cukup besar turki juga memasok beberapa komponen penting untuk pesawat tempur ini.
Pesawat Siluman yang dikembangan oleh Lockheed Martin Aeronautics ini merupakan pesawat tempur hasil join production antara Amerika Serikat, beberapa anggota NATO dan sekutu dekat Amerika Serikat yaitu Inggris, Italia, Australia, Kanada, Norwegia, Denmark, Belanda, dan Turki.
Turki sendiri memiliki kontribusi yang cukup berarti pada program pengembangan pesawat siluman ini, selain menyokong pendanaan yang cukup besar turki juga memasok beberapa komponen penting untuk pesawat tempur ini.
Rabu, 24 April 2019
Ancaman Sangsi Amerika Takan Pengaruhi Pengiriman Sukhoi Su-35 Indonesia
Rusia telah menyelesaikan pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35 generasi 4++ kepada China, berdasarkan kontrak yang ditandatangani sebelumnya. Berdasarkan Laman TASS, Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer dan Teknis mengatakan.
"Sesuai dengan kontrak, semua pesawat Sukhoi Su-35 telah dikirim ke pelanggan asing," Ungkapnya.
China telah menjadi pembeli asing pertama dari pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-35. Kontrak bernilai sekitar $ 2,5 miliar untuk pengiriman 24 jet tempur ke China ditandatangani pada tahun 2015. Kontrak ini termasuk layanan pengiriman peralatan darat dan mesin cadangannya.
Indonesia merupakan pembeli asing kedua jet tempur Rusia Sukhoi Su-35. Laporan yang diterbitkan oleh kantor berita Interfax Rusia pada awal tahun 2018, bahwa Rusia telah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pembelian 11 pesawat tempur multiperan tersebut.
"Sesuai dengan kontrak, semua pesawat Sukhoi Su-35 telah dikirim ke pelanggan asing," Ungkapnya.
China telah menjadi pembeli asing pertama dari pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-35. Kontrak bernilai sekitar $ 2,5 miliar untuk pengiriman 24 jet tempur ke China ditandatangani pada tahun 2015. Kontrak ini termasuk layanan pengiriman peralatan darat dan mesin cadangannya.
Indonesia merupakan pembeli asing kedua jet tempur Rusia Sukhoi Su-35. Laporan yang diterbitkan oleh kantor berita Interfax Rusia pada awal tahun 2018, bahwa Rusia telah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pembelian 11 pesawat tempur multiperan tersebut.
Sabtu, 23 Maret 2019
Amerika Serikat dan Sekutunya Sebar Pesawat Pembom Nuklir Dekat Rusia
Sebuah pesan tegas dikirimkan oleh Amerika Serikat dan Sektunya melalui latihan militer gabungan yang diberi nama "theater integration and flying training".
Dalam latihan ini angkatan udara Amerika Serikat mengerahkan enam pesawat pembom stategis B-52 berkemampuan nuklir ke Eropa bergabung bersama pasukan sekutu lainnya dan pasukan mitra NATO di Eropa untuk mengikuti latihan integrasi ruang oparsi dan latihan terbang.
Satuan tugas pembom B-52 Stratofortresses, penerbang dan peralatan pendukung dari Wing Bom ke-2 yang berbasis di Barksdale Air Force Base, Louisiana, tiba di RAF Fairford akhir pekan lalu dan telah berpartisipasi dalam berbagai misi pelatihan di seluruh Eropa.
"Pada hari Senin, empat pesawat B-52 melakukan penerbangan ke beberapa tempat di Eropa, termasuk ke Laut Norwegia, Laut Baltik/Estonia dan Laut Mediterania/Yunani,".
Dalam latihan ini angkatan udara Amerika Serikat mengerahkan enam pesawat pembom stategis B-52 berkemampuan nuklir ke Eropa bergabung bersama pasukan sekutu lainnya dan pasukan mitra NATO di Eropa untuk mengikuti latihan integrasi ruang oparsi dan latihan terbang.
Satuan tugas pembom B-52 Stratofortresses, penerbang dan peralatan pendukung dari Wing Bom ke-2 yang berbasis di Barksdale Air Force Base, Louisiana, tiba di RAF Fairford akhir pekan lalu dan telah berpartisipasi dalam berbagai misi pelatihan di seluruh Eropa.
"Pada hari Senin, empat pesawat B-52 melakukan penerbangan ke beberapa tempat di Eropa, termasuk ke Laut Norwegia, Laut Baltik/Estonia dan Laut Mediterania/Yunani,".
Label:
Amerika,
Konflik Eropa,
NATO,
Pesawat Tempur,
Rudal,
Rusia
Minggu, 10 Maret 2019
Sukhoi SU-27 Rusia Cegat Pesawat Mata-Mata Boeing RC 135V Milik Amerika Serikat
Kementerian Pertahanan Rusia publikasikan video pendek mengnai jet tempur Su-27 yang yang berhasil melacak dan mengidentifikasi target yang terbang diatas perairan netral Laut Baltik dekat perbatasan Rusia pada hari rabu bulan maret tahun 2019.
Rekaman itu, yang diambil dari kokpit Su-27, menunjukkan jet tempur Rusia bermanuver dengan aman mendekati dari belakang dan mengejar pesawat pengintai Amerika Serikat.
Video itu mengikuti Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jet Su-27 yang sedang bertugas untuk mengidentifikasi asal target dan mencegatnya" di atas
Laut Baltik.
Rekaman itu, yang diambil dari kokpit Su-27, menunjukkan jet tempur Rusia bermanuver dengan aman mendekati dari belakang dan mengejar pesawat pengintai Amerika Serikat.
Video itu mengikuti Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jet Su-27 yang sedang bertugas untuk mengidentifikasi asal target dan mencegatnya" di atas
Laut Baltik.
Label:
Amerika,
Intelijen,
Pesawat Tempur,
Rusia,
Video
Sabtu, 09 Maret 2019
Saab Jas 39 Gripen NG Sang Penantang Sukhoi SU-35 Russia
Saab JAS 39 "Gripen" merupakan jet tempur supersonik yang dikembangkan dan diproduksi oleh Saab di Swedia.
Pada tahun 1979 Angkatan udara Swedia membutuhkan pesawat tempur multi-peran baru yang diproyeksikan sebagai pengganti pesawat J-35 Draken dan JA-37 Viggen.
Inisial JAS dari pesawat ini merupakan singkatan dari Jakt atau udara-ke-udara, Attack atau Serang, dan Spaning atau pengintaian.
Jet tempur JAS 39 Gripen merupakan hasil pengembangan yang dikerjakan bersama antara Saab Military Aircraft, Ericsson Microwave Systems, Volvo Aero Corporation dan Celsius Aerotech. Saab berhasil menciptakan pesawat generasi keempat tangguh namun dengan biaya yang murah untuk ukuran pesawat dikelasnya. Setelah melewati proses development yang panjang JAS 39 Gripen berhasil diterbangkan pertama kali pada tahun 1988.
Jet tempur ini menawarkan kelincahan, sistem akuisisi target tembak yang canggih, radar multi-peran yang kuat, persenjataan modern, dan kemampuan dalam peperangan elektronik komprehensif. Pesawat ini juga dirancang untuk mengantisipasi semua ancaman pada masa kini dan masa depan.
Pada tahun 1979 Angkatan udara Swedia membutuhkan pesawat tempur multi-peran baru yang diproyeksikan sebagai pengganti pesawat J-35 Draken dan JA-37 Viggen.
Inisial JAS dari pesawat ini merupakan singkatan dari Jakt atau udara-ke-udara, Attack atau Serang, dan Spaning atau pengintaian.
Jet tempur JAS 39 Gripen merupakan hasil pengembangan yang dikerjakan bersama antara Saab Military Aircraft, Ericsson Microwave Systems, Volvo Aero Corporation dan Celsius Aerotech. Saab berhasil menciptakan pesawat generasi keempat tangguh namun dengan biaya yang murah untuk ukuran pesawat dikelasnya. Setelah melewati proses development yang panjang JAS 39 Gripen berhasil diterbangkan pertama kali pada tahun 1988.
Jet tempur ini menawarkan kelincahan, sistem akuisisi target tembak yang canggih, radar multi-peran yang kuat, persenjataan modern, dan kemampuan dalam peperangan elektronik komprehensif. Pesawat ini juga dirancang untuk mengantisipasi semua ancaman pada masa kini dan masa depan.
Jumat, 28 Oktober 2016
Jet Tempur China Dibidik Jet Tempur Jepang
China dibuat murka oleh tindakan yang dilakukan oleh jet tempur milik Jepang di dekat Laut China Timur. Jet temput Jepang dilaporkan menargetkan sebuah jet China, dan melakukan manuver yang membahayakan jet China.
Juru bicara Kemhan China, Wu Qian menyatakan, jet Jepang bukan hanya mengunci posisi jet China, tapi juga melepaskan proyektil pengecoh. Hal itu dinilai sangat membahayakan pilot jet tempur China.
"Apa yang lebih mengkhawatirkan, ketika pesawat dari Pasukan Bela Diri Jepang menghadapi pesawat Cina, radar mereka menyala. Mereka melepaskan proyektil pengecoh dan menunjukkan aksi tidak profesional dan perilaku provokatif lainnya yang berbahaya," kata Wu.
Juru bicara Kemhan China, Wu Qian menyatakan, jet Jepang bukan hanya mengunci posisi jet China, tapi juga melepaskan proyektil pengecoh. Hal itu dinilai sangat membahayakan pilot jet tempur China.
"Apa yang lebih mengkhawatirkan, ketika pesawat dari Pasukan Bela Diri Jepang menghadapi pesawat Cina, radar mereka menyala. Mereka melepaskan proyektil pengecoh dan menunjukkan aksi tidak profesional dan perilaku provokatif lainnya yang berbahaya," kata Wu.
Label:
China,
Jepang,
Konflik Asia,
Pesawat Tempur
Senin, 17 Oktober 2016
Militer Iran Tunjukan Kemampuan Tempur Udara Selama Tiga Hari
Militer Iran dilaporkan menggelar latihan pertahanan udara untuk memamerkan kekuatan udara mereka. Latihan ini digelar di wilayah Isfahan, yang berada di bagian tengah negara tersebut.
Angkatan Udara Iran atau IRIAF akan melakukan latihan militer tersebut selama tiga hari. Pesawat pengebom, pesawat pengintai, dan drone yang baru saja mereka rilis akan terlibat dalam latihan ini.
"Latihan kali ini hanya akan menunjukan bagian dari kemampuan kami untuk melindungi wilayah udara negara kami," kata pejabat IRIAF, Brigadir Jenderal Massoud Rouzkhosh dalam sebuah pernyataan.
"Latihan perang ini ditujukan untuk melawan serangan udara yang dilancarakan oleh musuh-musuh kami," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/10).
Angkatan Udara Iran atau IRIAF akan melakukan latihan militer tersebut selama tiga hari. Pesawat pengebom, pesawat pengintai, dan drone yang baru saja mereka rilis akan terlibat dalam latihan ini.
"Latihan kali ini hanya akan menunjukan bagian dari kemampuan kami untuk melindungi wilayah udara negara kami," kata pejabat IRIAF, Brigadir Jenderal Massoud Rouzkhosh dalam sebuah pernyataan.
"Latihan perang ini ditujukan untuk melawan serangan udara yang dilancarakan oleh musuh-musuh kami," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/10).
Jumat, 14 Oktober 2016
Militer Inggris Perbolehkan Pilotnya Tembak Jatuh Jet Rusia
Pilot-pilot angkatan udara Inggris dikabarkan mendapatkan lampu hijau untuk menembak jatuh jet Rusia saat melakukan misi terbang di Suriah dan Iran jika mereka merasa terancam. Kabar terbaru ini dilaporkan oleh media The Sunday Times.
"Hal pertama yang dilakukan oleh pilot Inggris adalah mencoba untuk menghindari situasi dimana perang udara terjadi. Anda menghindari wilayah aktivitas Rusia. Namun jika pilot ditembak atau ia percaya akan ditembak, ia bisa membela diri," kata sebuah sumber di Markas Tetap Bersama Inggris (PJHQ) kepada The Sunday Times.
"Kita sekarang tengah menghadapi situasi di mana seorang pilot tunggal, terlepas dari kebangsaanya, dapat memiliki dampak strategis terhadap kejadian di masa depan," katanya lagi seperti dikutip dari Zero Hedge, Jumat (14/10/2016).
"Hal pertama yang dilakukan oleh pilot Inggris adalah mencoba untuk menghindari situasi dimana perang udara terjadi. Anda menghindari wilayah aktivitas Rusia. Namun jika pilot ditembak atau ia percaya akan ditembak, ia bisa membela diri," kata sebuah sumber di Markas Tetap Bersama Inggris (PJHQ) kepada The Sunday Times.
"Kita sekarang tengah menghadapi situasi di mana seorang pilot tunggal, terlepas dari kebangsaanya, dapat memiliki dampak strategis terhadap kejadian di masa depan," katanya lagi seperti dikutip dari Zero Hedge, Jumat (14/10/2016).
Senin, 19 September 2016
ISIS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Suriah
Sebuah jet militer Suriah ditembak jatuh selama misi tempur melawan Negara Islam (ISIS) dekat kota Suriah timur Deir al-Zor. Kabar itu dilaporkan kantor berita negara Suriah, SANA, mengutip sumber militer. Menurut sumber tersebut, kemungkinan pilot pesawat tewas dalam insiden tersebut.

Angkatan Udara Suriah tengah melakukan "serangan udara terkonsentrasi" pada posisi ISIS di lingkungan Deir al-Zor yaitu Gunung al-Tharda, al-Orfi dan al-Kanamat.
Dikutip dari Russia Today, Minggu (18/9/2016), ISIS dilaporkan mengaku bertanggung jawab telah menembak pesawat tersebut. Pernyataan itu dimuat dalam akun media sosial yang berafiliasi dengan kelompok teroris itu.

Angkatan Udara Suriah tengah melakukan "serangan udara terkonsentrasi" pada posisi ISIS di lingkungan Deir al-Zor yaitu Gunung al-Tharda, al-Orfi dan al-Kanamat.
Dikutip dari Russia Today, Minggu (18/9/2016), ISIS dilaporkan mengaku bertanggung jawab telah menembak pesawat tersebut. Pernyataan itu dimuat dalam akun media sosial yang berafiliasi dengan kelompok teroris itu.
Kamis, 08 September 2016
Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS dalam Jarak 3 Meter
Sebuah pesawat jet tempur Rusia melakukan manuver pencegatan “tidak aman dan tidak professional” terhadap pesawat mata-mata Amerika Serikat yang patroli rutin di atas Laut Hitam. Jet tempur Rusia itu bermanuver dalam jarak 10 kaki atau sekitar 3,05 meter di depan pesawat pengintai AS.
Insiden itu diungkap dua pejabat Pentagon AS kepada Reuters. Insiden terjadi pada saat ketegangan antara AS dan Rusia meningkat dalam berbagai masalah, termasuk krisis Suriah.
Seorang pejabat Pentagon, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar 19 menit, di mana pesawat jet tempur Su-27 Rusia muncul dalam jarak 10 kaki di depan pesawat mata-mata P-8 AS.
”Mereka di sana selama 12 jam dan ada banyak interaksi. Tapi hanya salah satu dari insiden apa yang disebut pilot bertindak tidak aman,” kata pejabat Pentagon lain yang tidak berwenang berbicara kepada media, yang dikutip Kamis (8/9/2016).
Insiden itu diungkap dua pejabat Pentagon AS kepada Reuters. Insiden terjadi pada saat ketegangan antara AS dan Rusia meningkat dalam berbagai masalah, termasuk krisis Suriah.
Seorang pejabat Pentagon, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar 19 menit, di mana pesawat jet tempur Su-27 Rusia muncul dalam jarak 10 kaki di depan pesawat mata-mata P-8 AS.
”Mereka di sana selama 12 jam dan ada banyak interaksi. Tapi hanya salah satu dari insiden apa yang disebut pilot bertindak tidak aman,” kata pejabat Pentagon lain yang tidak berwenang berbicara kepada media, yang dikutip Kamis (8/9/2016).
Label:
Amerika,
Konflik Eropa,
Pesawat Tempur,
Rusia
Selasa, 23 Agustus 2016
Pesawat C-295 Akan Dilengkapi Rudal dan Bom
Airbus dan Roketsan Turki telah menandatangani kerjasama untuk mempersenjatai ‘pesawat C-295 dengan rudal dipandu laser dan bom, sebagai bagian dari upaya Airbus meningkatkan penjualan pesawat C-295 dengan perannya yang baru.
Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman di Farnborough International Airshow pada Rabu, untuk tim desain, integrasi dan pengujian senjata Roketsan, termasuk rudal Cirit 70mm dipandu laser dan rudal jarak jauh, rudal anti-tank L-UMTAS dipandu laser, serta bom dipandu laser Teber.
“Ada kesempatan yang jelas bagi kita untuk mengatasi kebutuhan global, dengan sebuah pesawat utilitas bersenjata hemat biaya, dan berbagai produk Roketsan dan keahlian yang telah terbukti membuat mereka menjadi pasangan yang jelas,” kata Kepala Airbus ‘dari pesawat militer, Fernando Alonso.
Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman di Farnborough International Airshow pada Rabu, untuk tim desain, integrasi dan pengujian senjata Roketsan, termasuk rudal Cirit 70mm dipandu laser dan rudal jarak jauh, rudal anti-tank L-UMTAS dipandu laser, serta bom dipandu laser Teber.
“Ada kesempatan yang jelas bagi kita untuk mengatasi kebutuhan global, dengan sebuah pesawat utilitas bersenjata hemat biaya, dan berbagai produk Roketsan dan keahlian yang telah terbukti membuat mereka menjadi pasangan yang jelas,” kata Kepala Airbus ‘dari pesawat militer, Fernando Alonso.
Hadapi China, Jepang Perkuat 200 Jet Tempur F-15 Dengan Tambahan Rudal 2 Kali Lipat
Kementerian Pertahanan Jepang menginginkan 200 pesawat jet tempur F-15 di-upgrade untuk bisa memuat rudal udara dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Keinginan militer Jepang itu untuk mengantisipasi kemungkinan konfrontasi dengan China setelah bersitegang terkait sengketa kawasan Laut China Timur.
Untuk meng-upgrade ratusan jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) yang akan dioperasikan Angkatan Udara Bela Diri Jepang (ASDF) itu, Departemen Pertahanan Jepang akan meminta alokasi dana lebih besar. Demikian laporan Nikkei Asian Review.
Saat ini, setiap unit pesawat jet tempur F-15 bisa memuat delapan rudal udara. Dengan di-upgrade, militer Jepang menghendaki setiap jet tempur F-15 bisa memuat 16 rudal.
Selain itu, sayap rusak dan bagian lain akan diperbaiki untuk memperpanjang umur jet-jet tempur tersebut.
Untuk meng-upgrade ratusan jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) yang akan dioperasikan Angkatan Udara Bela Diri Jepang (ASDF) itu, Departemen Pertahanan Jepang akan meminta alokasi dana lebih besar. Demikian laporan Nikkei Asian Review.
Saat ini, setiap unit pesawat jet tempur F-15 bisa memuat delapan rudal udara. Dengan di-upgrade, militer Jepang menghendaki setiap jet tempur F-15 bisa memuat 16 rudal.
Selain itu, sayap rusak dan bagian lain akan diperbaiki untuk memperpanjang umur jet-jet tempur tersebut.
Label:
China,
Jepang,
Konflik Asia,
Pesawat Tempur,
Rudal
Selasa, 12 Juli 2016
Amerika Ancam Kanada Jika Tak Beli Jet Tempur F-35 AS
Kontraktor pertahanan Amerika Serikat (AS) Lockheed Martin kembali melemparkan ancaman kepada Kanada terkait dengan jet F-35. Lockheed Martin kembali menegaskan, jika Kanada tidak berkomitmen untuk membeli pesawat jet tempur F-35, maka mereka akan menghentikan operasi pabrik mereka yang berada di Kanada.
Penghentian operasi pabrik ini, berarti akan ada ribuan orang di Kanada yang akan kehilangan pekerjaan mereka. Setidaknya terdapat 10 ribu orang pegawai yang bekerja di pabrik Lockheed Martin yang berada di Kanada.
Ancaman ini kembali muncul setelah Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk berbicara dengan Lockheed Martin terkait dengan F-35. Dimana, Sajjan secara tesirat menuturkan akan berusaha agar Kanada tidak usah membeli pesawat tersebut.
Penghentian operasi pabrik ini, berarti akan ada ribuan orang di Kanada yang akan kehilangan pekerjaan mereka. Setidaknya terdapat 10 ribu orang pegawai yang bekerja di pabrik Lockheed Martin yang berada di Kanada.
Ancaman ini kembali muncul setelah Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk berbicara dengan Lockheed Martin terkait dengan F-35. Dimana, Sajjan secara tesirat menuturkan akan berusaha agar Kanada tidak usah membeli pesawat tersebut.
Minggu, 03 Juli 2016
Israel Bombardir Empat Lokasi Jalur Gaza
Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza, setelah pejuang Palestina menembakkan roket yang menghantam sebuah bangunan di Israel selatan. Serangan udara Israel sendiri menghantam empat lokasi di Jalur Gaza, menyebabkan kerusakan namun tidak ada korban luka.
"Empat lokasi, termasuk lokasi lokakarya, dua lokasi sayap bersenjata Hamas dan situs pelatihan militer bagi kelompok Jihad Islam Palestina," kata pejabat keamanan dalam kondisi anonimitas seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (2/7/2016).
Menurut pejabat tersebut, dua dari situs itu berada di Kota Gaza, sementera dua lainnya berada di Beit Laha, sebelah utara wilayah kantung itu, yang dijalankan oleh kelompok Hamas. Semua situs tersebut sebelumnya telah ditargetkan oleh Israel.
"Empat lokasi, termasuk lokasi lokakarya, dua lokasi sayap bersenjata Hamas dan situs pelatihan militer bagi kelompok Jihad Islam Palestina," kata pejabat keamanan dalam kondisi anonimitas seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (2/7/2016).
Menurut pejabat tersebut, dua dari situs itu berada di Kota Gaza, sementera dua lainnya berada di Beit Laha, sebelah utara wilayah kantung itu, yang dijalankan oleh kelompok Hamas. Semua situs tersebut sebelumnya telah ditargetkan oleh Israel.
Label:
Israel,
Palestina,
Pesawat Tempur
Selasa, 28 Juni 2016
Turki Isyratkan Penyesalan Telah Tembak Jatuh Jet Bomber Su-24 Rusia
Presiden Turki Tayyip Erdogan tampaknya mulai menyesali insiden penembakan jet Su-24 Rusia oleh militer Turki. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Peskov mengatakan, Erdogan kembali mengirimkan surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam surat itu, papar Peskov, tersirat bahwa Erdogan menyesali insiden itu, dan menunjukan tanda akan segera meminta maaf pada Rusia.
"Presiden Putin telah menerima surat dari Presiden Turki, Erdogan. Pemimpin Turki mengungkapkan minat dalam menyelesaikan situasi di sekitar jatuhnya pesawat jet pembom Rusia," kata Peskov.
Peskov mengatakan, Erdogan kembali mengirimkan surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam surat itu, papar Peskov, tersirat bahwa Erdogan menyesali insiden itu, dan menunjukan tanda akan segera meminta maaf pada Rusia.
"Presiden Putin telah menerima surat dari Presiden Turki, Erdogan. Pemimpin Turki mengungkapkan minat dalam menyelesaikan situasi di sekitar jatuhnya pesawat jet pembom Rusia," kata Peskov.
Label:
Konflik Eropa,
Pesawat Tempur,
Rusia,
Turki
Jumat, 24 Juni 2016
Turki Tegaskan Tak Akan Pernah Minta Maaf pada Rusia
Pemerintah Turki menegaskan mereka tidak akan pernah meminta maaf kepada Rusia terkait insiden penembakan Su-24. Rusia mengajukan dua syarat bagi Turki jika ingin hubungan kedua negara kembali normal, yakni meminta maaf dan membayar kompensasi kepada keluarga korban.
"Kami turut sedih dengan apa yang terjadi, tapi kami tidak akan membayar kompensasi atau meminta maaf atas insiden itu," kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin dalam sebuah pernyataan.
Kalin dalam pernyataanya juga mengatakan, pihaknya percaya baik dalam waktu dekat ataupun panjang hubungan Turki dan Rusia akan kembali membaik. Sebab, bila dibiarkan terus seperti ini, hal ini akan berdampak buruk bagi kedua negara.
"Kami turut sedih dengan apa yang terjadi, tapi kami tidak akan membayar kompensasi atau meminta maaf atas insiden itu," kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin dalam sebuah pernyataan.
Kalin dalam pernyataanya juga mengatakan, pihaknya percaya baik dalam waktu dekat ataupun panjang hubungan Turki dan Rusia akan kembali membaik. Sebab, bila dibiarkan terus seperti ini, hal ini akan berdampak buruk bagi kedua negara.
Label:
Konflik Eropa,
Pesawat Tempur,
Rusia,
Turki
Minggu, 19 Juni 2016
Norwegia Belanja Jet Tempur dan Kapal Selam Untuk Antisipasi Invasi Militer Rusia
Norwegia mengumumkan rencana meningkatkan alutsista militer terbesar
sejak akhir Perang Dingin untuk meningkatkan pertahanannya terhadap
serangan tidak terduga Rusia.
Negara Skandinavia anggota NATO itu berencana membeli jet tempur baru dan kapal selam untuk meningkatkan kemampuan melindungi diri dari Rusia di perbatasan Arktik. Norwegia diramalkan akan membeli 52 jet tempur F-35 dan empat kapak selam, serta pesawat pengintai baru untuk mengganti enam pesawat P-3 Orion yang dinilai sudah tua.
"Kami memiliki tetangga yang semakin tak terduga di Timur, yang memperkuat kapasitas militernya dan menunjukkan kesediaan untuk menggunakan kekuatan militer sebagai alat politik," kata Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg, seperti dikutip dari France24, Minggu (19/6/2016).
Negara Skandinavia anggota NATO itu berencana membeli jet tempur baru dan kapal selam untuk meningkatkan kemampuan melindungi diri dari Rusia di perbatasan Arktik. Norwegia diramalkan akan membeli 52 jet tempur F-35 dan empat kapak selam, serta pesawat pengintai baru untuk mengganti enam pesawat P-3 Orion yang dinilai sudah tua.
"Kami memiliki tetangga yang semakin tak terduga di Timur, yang memperkuat kapasitas militernya dan menunjukkan kesediaan untuk menggunakan kekuatan militer sebagai alat politik," kata Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg, seperti dikutip dari France24, Minggu (19/6/2016).
Label:
Kapal Selam,
Konflik Eropa,
Militer Norwegia,
Pesawat Tempur,
Rusia
Sabtu, 18 Juni 2016
Jet Tempur Siluman Terbaru Rusia T-50 Memasuki Tahap Produksi Masal
United Aircraft Corporation (UAC), perusahaan pembuat jet tempur Rusia dilaporkan siap untuk memproduksi jet tempur siluman generasi terbaru, yakni T-50. T-50 adalah jet tempur siluman generasi kelima Rusia.
Seorang sumber di UAC menuturkan, pihaknya sedang mempersiapkan laporan awal untuk membuat kelompok pertama pesawat yang juga dikenal sebagai Airborne Complex Calon Frontline Aviation (PAK FA), untuk Angkatan Udara Rusia. Dalam kelompok pertama itu, UAC akan membuat 12 jet T-50.
Sumber itu, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (17/6), mengatakan uji coba terakhir T-50 akan dilakukan pada tanggal 20 Juni mendatang. Uji coba itu akan dilakukan di Komsomolsk-on-Amur, yang berada di timur Rusia.
Seorang sumber di UAC menuturkan, pihaknya sedang mempersiapkan laporan awal untuk membuat kelompok pertama pesawat yang juga dikenal sebagai Airborne Complex Calon Frontline Aviation (PAK FA), untuk Angkatan Udara Rusia. Dalam kelompok pertama itu, UAC akan membuat 12 jet T-50.
Sumber itu, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (17/6), mengatakan uji coba terakhir T-50 akan dilakukan pada tanggal 20 Juni mendatang. Uji coba itu akan dilakukan di Komsomolsk-on-Amur, yang berada di timur Rusia.
Jumat, 10 Juni 2016
Jet Tempur Su-27 Jatuh dan Meledak
Sebuah pesawat jet tempur Su-27 Rusia jatuh dan meledak di wilayah yang berjarak 30 km di luar Ibu Kota Rusia, Moskow, Kamis (9/6/2016). Pilot jet tempur dinyatakan tewas.
Laporan awal dari sejumlah media Rusia menyebut, jet tempur yang jatuh di daerah permukiman adalah MiG-29. Namun, Departemen Pertahanan Rusia telah mengkonfirmasi bahwa jet tempur yang jatuh adalah Sukhoi Su-27.
Lokasi kecalakaan pesawat tempur itu berada di dekat Desa Muranovo, Distrik Pushkino, luar Moskow.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tidak ada amunisi di dalam pesawat jet tempur tersebut.
Laporan awal dari sejumlah media Rusia menyebut, jet tempur yang jatuh di daerah permukiman adalah MiG-29. Namun, Departemen Pertahanan Rusia telah mengkonfirmasi bahwa jet tempur yang jatuh adalah Sukhoi Su-27.
Lokasi kecalakaan pesawat tempur itu berada di dekat Desa Muranovo, Distrik Pushkino, luar Moskow.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tidak ada amunisi di dalam pesawat jet tempur tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)


















