Amerika Serikat meminta Damaskus membatalkan rencana serangan kimia, tudingan didasarkan atas informasi intelijen terkait persiapan di lapangan terbang Suriah, kata pejabat pada Selasa.
Rusia, pendukung utama pemerintahan Presiden Suriah Bashar al Assad, langsung menanggapi dengan mengecam tudingan itu.
Juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi tentang kegiatan di lapangan terbang Shayrat, yang menjadi sasaran serangan peluru kendali Amerika Serikat pada 6 April.
"Persiapan itu melibatkan pesawat di hanggar khusus, yang kami tahu sering digunakan untuk persenjataan kimia," kata Davis.
Davis mengatakan aktivitas itu terjadi sejak "satu atau dua hari lalu". Dia tidak menjelaskan bagaimana Amerika Serikat mendapatkan informasi intelijennya.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Suriah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suriah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Juni 2017
Amerika Serikat Tuduh Pemerintah Suriah Siapkan Serangan Kimia
Senin, 19 September 2016
ISIS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Suriah
Sebuah jet militer Suriah ditembak jatuh selama misi tempur melawan Negara Islam (ISIS) dekat kota Suriah timur Deir al-Zor. Kabar itu dilaporkan kantor berita negara Suriah, SANA, mengutip sumber militer. Menurut sumber tersebut, kemungkinan pilot pesawat tewas dalam insiden tersebut.

Angkatan Udara Suriah tengah melakukan "serangan udara terkonsentrasi" pada posisi ISIS di lingkungan Deir al-Zor yaitu Gunung al-Tharda, al-Orfi dan al-Kanamat.
Dikutip dari Russia Today, Minggu (18/9/2016), ISIS dilaporkan mengaku bertanggung jawab telah menembak pesawat tersebut. Pernyataan itu dimuat dalam akun media sosial yang berafiliasi dengan kelompok teroris itu.

Angkatan Udara Suriah tengah melakukan "serangan udara terkonsentrasi" pada posisi ISIS di lingkungan Deir al-Zor yaitu Gunung al-Tharda, al-Orfi dan al-Kanamat.
Dikutip dari Russia Today, Minggu (18/9/2016), ISIS dilaporkan mengaku bertanggung jawab telah menembak pesawat tersebut. Pernyataan itu dimuat dalam akun media sosial yang berafiliasi dengan kelompok teroris itu.
Minggu, 03 Juli 2016
Rusia-Turki Capai Kesepahaman Soal Krisis di Suriah
Rusia dan Turki dilaporkan telah mencapai kesepahaman mengenai krisis yang terjadi di Suriah. Kedua negara juga disebut telah sepakat mengenai pentingnya memberangus al-Nusra, cabang al-Qaeda di Suriah.
Kesepahaman itu dicapai kala terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan, bahwa Rusia dan Turki tidak hanya menanggap ISIS sebagai kelompok teroris di Suriah, tapi juga al-Nusra.
Selain itu, keduanya juga telah sepakat bahwa kelompok oposisi harus menarik diri dari wilayah yang dikuasai oleh teroris. Menurut Lavrov, Turki telah menerima aturan baru upaya anti-terorisme di Suriah.
Kesepahaman itu dicapai kala terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menekankan, bahwa Rusia dan Turki tidak hanya menanggap ISIS sebagai kelompok teroris di Suriah, tapi juga al-Nusra.
Selain itu, keduanya juga telah sepakat bahwa kelompok oposisi harus menarik diri dari wilayah yang dikuasai oleh teroris. Menurut Lavrov, Turki telah menerima aturan baru upaya anti-terorisme di Suriah.
Label:
Konflik Timur Tengah,
Rusia,
Suriah,
Turki
Kamis, 16 Juni 2016
Aktivis, Tuding Rusia Telah Gunakan Senjata Terlarang di Suriah
Aktivis Suriah, Hadi al-Abdallah menyebut, Rusia telah menggunakan sejumlah senjata terlarang saat melakukan serangan di Suriah. Rusia disebut menggunakan bom cluster dan juga bom fosfor saat melakukan serangan di Allepo.
Abdallah, yang juga merupakan jurnalis di Suriah menuturkan, fakta mengenai penggunaan senjata terlarang yang digunakan oleh Rusia ditemukan saat jet Rusia menyerang sebuah rumah sakit yang berada di Allepo.
"Jet tempur menyerang sebuah rumah sakit di Anadann, di pinggiran Aleppo dengan bom fosfor. Rumah sakit itu terbakar setelah dihantam bom yang mengandung fosfor," kata Adbdallah, seperti dilansir Middleeasteye pada Kamis (16/6).
Abdallah, yang juga merupakan jurnalis di Suriah menuturkan, fakta mengenai penggunaan senjata terlarang yang digunakan oleh Rusia ditemukan saat jet Rusia menyerang sebuah rumah sakit yang berada di Allepo.
"Jet tempur menyerang sebuah rumah sakit di Anadann, di pinggiran Aleppo dengan bom fosfor. Rumah sakit itu terbakar setelah dihantam bom yang mengandung fosfor," kata Adbdallah, seperti dilansir Middleeasteye pada Kamis (16/6).
Label:
Konflik Timur Tengah,
Rusia,
Senjata Kimia,
Suriah
Senin, 13 Juni 2016
Milisi Syria Rebut Tank T-90S Tercanggih Rusia
Sebuah grup milisi, bernama “Harakat Nour al-Din al-Zenki” atau “Nour al-Din al-Zenki Movement” dilaporkan telah menangkap sebuah Tank Tempur Utama atau Main Battle Tank (MBT) tercanggih buatan Russia tipe T-90S.
Grup tersebut telah mengunggah sebuah foto dari MBT T-90 dan mengklaim Tank tersebut telah mereka rebut pada sebuah pertempuran yang berlangsung di daerah pertanian Mallah di sebelah utara Aleppo pada 9 Juni kemarin.
Laporan tersebut mengungkap bahwa tank tersebut digunakan oleh pasukan Tiger Tentara Arab Syria sebelum akhirnya direbut oleh grup milisi al-Zenki Movement units.
Pada 9 Juni lalu, Pasukan pemerintah Assad melancarkan sebuah serangan di daerah Mallah, tepatnya sebelah utara dari jalan Castello yang strategis, jalan tersebut merupakan jalur suplai terakhir para milisi.
Grup tersebut telah mengunggah sebuah foto dari MBT T-90 dan mengklaim Tank tersebut telah mereka rebut pada sebuah pertempuran yang berlangsung di daerah pertanian Mallah di sebelah utara Aleppo pada 9 Juni kemarin.
Laporan tersebut mengungkap bahwa tank tersebut digunakan oleh pasukan Tiger Tentara Arab Syria sebelum akhirnya direbut oleh grup milisi al-Zenki Movement units.
Pada 9 Juni lalu, Pasukan pemerintah Assad melancarkan sebuah serangan di daerah Mallah, tepatnya sebelah utara dari jalan Castello yang strategis, jalan tersebut merupakan jalur suplai terakhir para milisi.
Label:
Konflik Timur Tengah,
Rusia,
Suriah,
Tank
Sabtu, 04 Juni 2016
Koalisi AS Beri Bantuan Amunisi Untuk Pemberontak Suriah
Sejumlah pesawat pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan amunisi untuk pemberontak Suriah guna memerangi ISIS di Aleppo utara. Pasukan pemberontak berusaha untuk mencegah kelompok ekstrimis itu memasuki kota Marea.
"Dalam waktu 24 jam, pesawat koalisi menerjunkan amunisi, senjata ringan, dan senjata anti tank ke pemberontak di Marea," kata pemimpin Observatorium Suriah untuk HAM, Rami Abdel Rahman.
Menurut Rahman, itu adalah pertama kalinya koalisi mengirimkan bantuan untuk kelompok pemberontak, selain Kurdi, seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (3/6/2016).
"Dalam waktu 24 jam, pesawat koalisi menerjunkan amunisi, senjata ringan, dan senjata anti tank ke pemberontak di Marea," kata pemimpin Observatorium Suriah untuk HAM, Rami Abdel Rahman.
Menurut Rahman, itu adalah pertama kalinya koalisi mengirimkan bantuan untuk kelompok pemberontak, selain Kurdi, seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (3/6/2016).
Sabtu, 21 Mei 2016
Rusia Ajak Amerika Serikat Lakukan Operasi Bersama di Suriah
Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu mengatakan, pihaknya telah mengajukan proposal kepada Amerika Serikat (AS) selaku pemimpin koalisi melawan ISIS, untuk melakukan operasi bersama di Suriah. Menurut Shoigu, operasi bersama ini akan lebih memaksimalkan upaya untuk melawan ISIS dan al-Nusra.
Dirinya menuturkan, operasi bersama ini tidak hanya melibatkan Rusia dan koalisi AS, melainkan juga pemerintah Suriah. Menurut Shoigu, pemerintah Suriah telah setuju untuk melakukannya.
"Mengambil langkah tersebut akan membantu kemajuan penyelesaian perdamaian di Suriah. Tentu saja langkah-langkah tersebut telah disepakati dengan Republik Arab Suriah. Kemarin kami mulai membahas langkah-langkah ini dengan rekan-rekan kami di Oman dan Jenewa," ucap Shoigu, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (20/5).
Dirinya menuturkan, operasi bersama ini tidak hanya melibatkan Rusia dan koalisi AS, melainkan juga pemerintah Suriah. Menurut Shoigu, pemerintah Suriah telah setuju untuk melakukannya.
"Mengambil langkah tersebut akan membantu kemajuan penyelesaian perdamaian di Suriah. Tentu saja langkah-langkah tersebut telah disepakati dengan Republik Arab Suriah. Kemarin kami mulai membahas langkah-langkah ini dengan rekan-rekan kami di Oman dan Jenewa," ucap Shoigu, seperti dilansir Russia Today pada Jumat (20/5).
Label:
Amerika,
Konflik Timur Tengah,
Rusia,
Suriah
Selasa, 05 April 2016
Teheran Kirim Pasukan Khusus ke Suriah
Seorang komandan militer Iran mengatakan, Teheran telah memutuskan untuk mengirim pasukan Komando Angkatan Darat ke Suriah. Pasukan khusus itu dikirim untuk menjalankan misi sebagai penasihat militer.
"Komando dari pasukan khusus militer, yang dikenal sebagai Brigade 65, kini ditempatkan di Suriah," kata Komandan Koordinasi Tentara Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Arasteh, dikutip Xinhua dari kantor berita Tasnim, Senin (4/4/2016).
Ia juga mengatakan, unit lain dari pasukan tentara darat Iran juga telah dikirimkan ke Suriah untuk menjadi penasihat. Iran mengatakan, penasihat militernya memberikan bantuan kepada Suriah dalam memerangi terorisme.
"Komando dari pasukan khusus militer, yang dikenal sebagai Brigade 65, kini ditempatkan di Suriah," kata Komandan Koordinasi Tentara Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Arasteh, dikutip Xinhua dari kantor berita Tasnim, Senin (4/4/2016).
Ia juga mengatakan, unit lain dari pasukan tentara darat Iran juga telah dikirimkan ke Suriah untuk menjadi penasihat. Iran mengatakan, penasihat militernya memberikan bantuan kepada Suriah dalam memerangi terorisme.
Jumat, 25 Maret 2016
Alasan Tank T-90 Rusia Tak Hancur Dihantam Rudal TOW AS [Video]
Video yang beredar di dunia maya menimbulkan kesan bahwa rudal antitank (ATGM) digunakan untuk menyerang tank tentara pemerintah Suriah serta tank militan. Pasukan militan tidak memiliki banyak tank, tapi mereka tetap diikut sertakan dalam perang.
Sebagian besar tank bahkan banyak yang hancur dalam perang di tengah kota akibat serangan rudal konvensional.
Sebagian besar tank bahkan banyak yang hancur dalam perang di tengah kota akibat serangan rudal konvensional.
Selasa, 15 Maret 2016
Rombongan Pertama Pesawat Rusia Tinggalkan Suriah
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa kloter pertama pesawat militer mereka sudah meninggalkan pangkalan udara Hmeymim di Latakia, Suriah, pada Selasa (15/3), setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukan udaranya untuk angkat kaki karena misi telah tercapai.
Seperti diberitakan Reuters, kloter pertama tersebut termasuk Sukhoi-34. Nantinya, semua kloter pesawat akan didampingi oleh Tupolev-154 atau Ilyushin-76 yang membawa para personel teknis dan kargo.
Kemenhan Rusia mengatakan bahwa 50 pesawat tersebut akan menempuh perjalanan 5.000 kilometer dan mengisi bahan bakar di pangkalan perantara Rusia.
Stasiun televisi milik pemerintah Rusia, Rossiya 24 TV, melaporkan bahwa jalur utama perjalanan pesawat tersebut dirahasiakan. Namun biasanya, jalur yang akan dipakai adalah dengan persinggahan di Irak, Iran, dan Azerbaijan.
Seperti diberitakan Reuters, kloter pertama tersebut termasuk Sukhoi-34. Nantinya, semua kloter pesawat akan didampingi oleh Tupolev-154 atau Ilyushin-76 yang membawa para personel teknis dan kargo.
Kemenhan Rusia mengatakan bahwa 50 pesawat tersebut akan menempuh perjalanan 5.000 kilometer dan mengisi bahan bakar di pangkalan perantara Rusia.
Stasiun televisi milik pemerintah Rusia, Rossiya 24 TV, melaporkan bahwa jalur utama perjalanan pesawat tersebut dirahasiakan. Namun biasanya, jalur yang akan dipakai adalah dengan persinggahan di Irak, Iran, dan Azerbaijan.
Label:
Konflik Timur Tengah,
Rusia,
Suriah
Obama - Putin Bicarakan Rencana Penarikan Militer dari Suriah
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sudah membicarakan rencana untuk penarikan militer di Suriah.
Seperti dilansir AFP, pembicaraan ini dilakukan setelah Putin memerintahkan pasukan udaranya untuk angkat kaki dari Suriah karena dianggap sudah merampungkan misi pada Selasa (15/3).
"Mereka mendiskusikan pengumuman Presiden Putin hari ini untuk menarik sebagian pasukan Rusia dari Suriah dan langkah selanjutnya yang diperlukan untuk menerapkan gencatan senjata sepenuhnya," demikian bunyi pernyataan resmi Gedung Putih.
Putin sebenarnya sudah mengisyaratkan untuk menarik pasukan militernya dari Suriah sejak Selasa lalu demi mendukung perundingan damai yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa.
Seperti dilansir AFP, pembicaraan ini dilakukan setelah Putin memerintahkan pasukan udaranya untuk angkat kaki dari Suriah karena dianggap sudah merampungkan misi pada Selasa (15/3).
"Mereka mendiskusikan pengumuman Presiden Putin hari ini untuk menarik sebagian pasukan Rusia dari Suriah dan langkah selanjutnya yang diperlukan untuk menerapkan gencatan senjata sepenuhnya," demikian bunyi pernyataan resmi Gedung Putih.
Putin sebenarnya sudah mengisyaratkan untuk menarik pasukan militernya dari Suriah sejak Selasa lalu demi mendukung perundingan damai yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa.
Senin, 29 Februari 2016
Pesawat Tempur Suriah Hancurkan Markas ISIS
Angkatan Udara Suriah membombardir sejumlah petinggi kelompok militan Islamic State (ISIS) di beberapa lokasi di Deir Ezzor.
Seperti dilansir MNA, Minggu (28/2/2016), seorang sumber dari militer Suriah mengatakan serangan difokuskan pada markas, persembunyian dan konsentrasi militan di desa al-Sfaira al Foqani, sekitar 12 kilometer dari kota Deir Ezzor.
Serangkaian serangan di desa tersebut menewaskan beberapa petinggi ISIS dan menghancurkan seluruh markas beserta persenjataan dan amunisinya.
Sumber dari militer itu menambahkan serangan juga menghancurkan persembunyian dan posisi ISIS di desa al-Jafra di wilayah timur Deir Ezzor.
Seperti dilansir MNA, Minggu (28/2/2016), seorang sumber dari militer Suriah mengatakan serangan difokuskan pada markas, persembunyian dan konsentrasi militan di desa al-Sfaira al Foqani, sekitar 12 kilometer dari kota Deir Ezzor.
Serangkaian serangan di desa tersebut menewaskan beberapa petinggi ISIS dan menghancurkan seluruh markas beserta persenjataan dan amunisinya.
Sumber dari militer itu menambahkan serangan juga menghancurkan persembunyian dan posisi ISIS di desa al-Jafra di wilayah timur Deir Ezzor.
Label:
ISIS,
Isu Terorisme,
Pesawat Tempur,
Suriah
Rabu, 17 Februari 2016
Jet Tempur Rusia Bayangi Misi Jet Tornado Jerman di Suriah
Jet-jet tempur Rusia mengikuti secara dekat operasi yang dilakukan pesawat Tornado milik angkatan udara Jerman (Luftwaffe) di Suriah, meski begitu, tidak ada insiden yang terjadi dari pertemuan angkatan tempur kedua negara itu. Demikian disampaikan komandan pusat operasi Jerman, Joachim Wundrak.
“Pertemuan-pertemuan itu terjadi secara profesional, tidak ada insiden yang dilaporkan,” ujar Wundrak sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (17/2/2016). Perwira berpangkat letnan jenderal itu menjelaskan bahwa pilot Rusia tidak mengambil sikap agresif seperti mencegat atau memaksa penerbang Jerman membatalkan misinya.
Dia menambahkan bahwa Luftwaffe memiliki pengalaman interaksi dengan angkatan udara Rusia, karena Jerman sering kali menyediakan pesawatnya untuk berpatroli di negara-negara anggota NATO yang tidak memiliki jet tempur untuk menjaga wilayah udaranya seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania.
“Pertemuan-pertemuan itu terjadi secara profesional, tidak ada insiden yang dilaporkan,” ujar Wundrak sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (17/2/2016). Perwira berpangkat letnan jenderal itu menjelaskan bahwa pilot Rusia tidak mengambil sikap agresif seperti mencegat atau memaksa penerbang Jerman membatalkan misinya.
Dia menambahkan bahwa Luftwaffe memiliki pengalaman interaksi dengan angkatan udara Rusia, karena Jerman sering kali menyediakan pesawatnya untuk berpatroli di negara-negara anggota NATO yang tidak memiliki jet tempur untuk menjaga wilayah udaranya seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania.
Label:
Jerman,
Konflik Timur Tengah,
Pesawat Tempur,
Rusia,
Suriah
Selasa, 16 Februari 2016
Obama Minta Putin Stop Serangan Udara ke Suriah
Kendati usulan gencatan senjata disepakati sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Rusia pada pertemuan di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu, nyatanya serangan udara Rusia ke Suriah masih dilancarkan.
Padahal menurut perjanjian, serangan pemboman masih boleh dilakukan, asal dengan menargetkan ISIS, bukan menargetkan basis-basis oposisi penentang Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang notabene sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Terkait hal ini, Presiden AS, Barack Obama pun sampai merasa harus bicara secara pribadi pada Putin via telefon, untuk tidak hanya membicarakan situasi di Suriah, tapi juga Ukraina.
Obama menelefon Putin untuk memintanya stop melakukan pemboman, terhadap posisi-posisi kelompok oposisi moderat.
Padahal menurut perjanjian, serangan pemboman masih boleh dilakukan, asal dengan menargetkan ISIS, bukan menargetkan basis-basis oposisi penentang Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang notabene sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Terkait hal ini, Presiden AS, Barack Obama pun sampai merasa harus bicara secara pribadi pada Putin via telefon, untuk tidak hanya membicarakan situasi di Suriah, tapi juga Ukraina.
Obama menelefon Putin untuk memintanya stop melakukan pemboman, terhadap posisi-posisi kelompok oposisi moderat.
Label:
Amerika,
Konflik Timur Tengah,
Rusia,
Suriah
Perangi ISIS, Arab Saudi Mulai Kirim Jet Tempur ke Turki
Arab Saudi telah mulai mengirimkan pesawat jet tempur ke markas udara milik Turki yang direncanakan untuk serang ISIS di Suriah.
Pejabat pertahanan Arab Saudi memaparkan pengiriman pesawat ini demi meningkatkan usaha untuk menghancurkan kelompok militan ISIS.
“Kerajaan Saudi telah mengirimkan pesawat ke markas udara Incirlik di Adana, Turki,” ujar Brigadir Jendral Ahmed al-Assiri dikutip dari Al-Arabiya, sebagaimana dilansir dari AFP, Selasa (16/2/2016).
“Pesawat jet tempur Saudi dan krunya berada disana untuk meningkatkan operasi udara serta menjalankan misi yang diberikan oleh basis militer di Saudi Arabia,” tambah Assiri.
Pejabat pertahanan Arab Saudi memaparkan pengiriman pesawat ini demi meningkatkan usaha untuk menghancurkan kelompok militan ISIS.
“Kerajaan Saudi telah mengirimkan pesawat ke markas udara Incirlik di Adana, Turki,” ujar Brigadir Jendral Ahmed al-Assiri dikutip dari Al-Arabiya, sebagaimana dilansir dari AFP, Selasa (16/2/2016).
“Pesawat jet tempur Saudi dan krunya berada disana untuk meningkatkan operasi udara serta menjalankan misi yang diberikan oleh basis militer di Saudi Arabia,” tambah Assiri.
Label:
Arab Saudi,
ISIS,
Konflik Timur Tengah,
Suriah,
Turki
Senin, 15 Februari 2016
Turki Bantah Pengiriman Pasukan Darat Ke Suriah
Pemerintah Turki membantah telah mengirimkan pasukan darat ke Suriah. Ditegaskan bahwa untuk saat ini, tak ada rencana untuk mengerahkan tentara-tentara Turki ke Suriah.
"Itu tidak benar," ujar Menteri Pertahanan Turki Ismet Yilmaz kepada sebuah komisi parlemen Turki ketika ditanyai mengenai kabar pengiriman pasukan Turki ke Suriah.
"Tak ada rencana soal masuknya tentara-tentara Turki ke Suriah," imbuhnya seperti diberitakan kantor berita Turki, Anadolu Agency dan dilansir kantor berita Reuters, Senin (15/2/2016).
Sebelumnya, pemerintah Suriah menyatakan pasukan Turki diyakini termasuk di antara sekitar 100 pria bersenjata yang masuk ke Suriah pada Sabtu, 13 Februari lalu. Mereka datang bersama 12 truk yang mengangkut senjata-senjata api mesin berat, dalam operasi untuk memasok para pemberontak yang memerangi rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Itu tidak benar," ujar Menteri Pertahanan Turki Ismet Yilmaz kepada sebuah komisi parlemen Turki ketika ditanyai mengenai kabar pengiriman pasukan Turki ke Suriah.
"Tak ada rencana soal masuknya tentara-tentara Turki ke Suriah," imbuhnya seperti diberitakan kantor berita Turki, Anadolu Agency dan dilansir kantor berita Reuters, Senin (15/2/2016).
Sebelumnya, pemerintah Suriah menyatakan pasukan Turki diyakini termasuk di antara sekitar 100 pria bersenjata yang masuk ke Suriah pada Sabtu, 13 Februari lalu. Mereka datang bersama 12 truk yang mengangkut senjata-senjata api mesin berat, dalam operasi untuk memasok para pemberontak yang memerangi rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Rabu, 03 Februari 2016
Menlu Inggris Tuding Putin Perburuk Suriah
Kremlin tak butuh waktu lama untuk merespons pernyataan pedas Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, Philip Hammond, terkait pernyataannya yang menyebutkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperburuk krisis Suriah.
Sebelumnya, saat mengunjungi kamp pengungsi sipil Suriah di Zaatari, Yordania, Hammond mengatakan Putin memperparah keadaan di Suriah dengan memerintahkan serangan udara ke sejumlah basis oposisi Suriah.
Serangan Rusia itu dikatakan justru memperkuat ISIS, bukan menghancurkan ISIS sebagaimana yang selalu diklaim Rusia.
Sebelumnya, saat mengunjungi kamp pengungsi sipil Suriah di Zaatari, Yordania, Hammond mengatakan Putin memperparah keadaan di Suriah dengan memerintahkan serangan udara ke sejumlah basis oposisi Suriah.
Serangan Rusia itu dikatakan justru memperkuat ISIS, bukan menghancurkan ISIS sebagaimana yang selalu diklaim Rusia.
Label:
Konflik Timur Tengah,
Militer Inggris,
Rusia,
Suriah
Ukraina Ikut Perangi ISIS di Suriah
Setelah Belanda, Ukraina jadi negara terbaru yang disebutkan akan ikut “turun gunung” memerangi organisasi teroris ISIS di Suriah. Akan tetapi, ada kekhawatiran tertentu tentang potensi clash dengan militer Rusia yang sudah lebih dulu melancarkan ribuan serangan udara sejak akhir 2015 lalu.
Kabar ini dimunculkan wartawan media Inggris, Independent, menyusul adanya pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina, Stepan Poltorak dengan Menhan Amerika Serikat (AS), Ash Carter, awal pekan ini.
“Kami sudah menyiapkan opsi terhadap dukungan kami terkait operasi anti-ISIS di Suriah, termasuk (penerjunan) pasukan darat. Hal ini bisa memicu potensi bentrok dengan militer Rusia,” ungkap seorang sumber pemerintahan Ukraina yang tak disebutkan namanya.
Kabar ini dimunculkan wartawan media Inggris, Independent, menyusul adanya pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina, Stepan Poltorak dengan Menhan Amerika Serikat (AS), Ash Carter, awal pekan ini.
“Kami sudah menyiapkan opsi terhadap dukungan kami terkait operasi anti-ISIS di Suriah, termasuk (penerjunan) pasukan darat. Hal ini bisa memicu potensi bentrok dengan militer Rusia,” ungkap seorang sumber pemerintahan Ukraina yang tak disebutkan namanya.
Senin, 25 Januari 2016
Serangan Udara Rusia di Suriah Tewaskan 63 Orang Termasuk Anak-anak
Serangan udara yang dilancarkan pesawat-pesawat tempur Rusia di sisi timur Suriah menyebabkan puluhan orang tewas. Data Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan ada 63 orang tewas dalam serangan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dilansir Reuters, Minggu (24/1/2016), sebanyak 9 orang korban tewas merupakan anak-anak.
Serangan Rusia di Khasman, sebuah kota di dekat Deir al-Zor, pada Sabtu (23/1) kemarin juga menelan puluhan korban tewas. Serangan dilakukan di antara serangan-serangan lain yang dilancarkan dalam 48 jam terakhir.
Berdasarkan informasi yang dilansir Reuters, Minggu (24/1/2016), sebanyak 9 orang korban tewas merupakan anak-anak.
Serangan Rusia di Khasman, sebuah kota di dekat Deir al-Zor, pada Sabtu (23/1) kemarin juga menelan puluhan korban tewas. Serangan dilakukan di antara serangan-serangan lain yang dilancarkan dalam 48 jam terakhir.
Jumat, 22 Januari 2016
Pasukan Komando AS Perangi ISIS di Suriah dan Irak
Menteri pertahanan AS Ash Carter, Kamis (21/1/2016), mengatakan bahwa 200 pasukan komando Amerika yang kini berada di Irak dan Suriah melancarkan serangan terhadap target-target ISIS, "membunuh atau menangkap mereka di mana saja."
Carter mengatakan di kamp pelatihan bagi para perwira Perancis di Paris, "pasukan itu telah mengadakan kontak dengan pasukan-pasukan baru yang memiliki tujuan bersama, membuka jalur komunikasi dengan para pejuang setempat yang mampu dan bertekad kuat, dan menentukan target-target baru bagi serangan udara dan segala macam serangan lainnya."
Carter mengatakan bahwa di Irak, "Kami kini memiliki pasukan khusus yang sedang siap bekerja sama dengan pasukan Irak untuk melancarkan serangan mendadak jangka panjang, memburu target-target pejuang dan komandan ISIS, membunuh atau menangkap mereka di mana saja, serta target-target penting lainnya."
Carter mengatakan di kamp pelatihan bagi para perwira Perancis di Paris, "pasukan itu telah mengadakan kontak dengan pasukan-pasukan baru yang memiliki tujuan bersama, membuka jalur komunikasi dengan para pejuang setempat yang mampu dan bertekad kuat, dan menentukan target-target baru bagi serangan udara dan segala macam serangan lainnya."
Carter mengatakan bahwa di Irak, "Kami kini memiliki pasukan khusus yang sedang siap bekerja sama dengan pasukan Irak untuk melancarkan serangan mendadak jangka panjang, memburu target-target pejuang dan komandan ISIS, membunuh atau menangkap mereka di mana saja, serta target-target penting lainnya."
Langganan:
Postingan (Atom)

















