Duta Besar Irak untuk Amerika Serikat (AS), Lukman Faily menyatakan, pihaknya saat ini terus mencari dukungan dari semua pihak, termasuk di dalamnya Rusia untuk membantu mereka melawan ISIS. Irak saat ini tengah berusaha keras merebut kembali Fallujah dari tangan ISIS.
"Kami telah mencari dukungan dari pihak lain, termasuk Rusia, dan terutama dalam ketentuan dan pembelian senjata dan kami akan terus melakukan hal itu," ucap Faily, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (3/6).
Dirinya juga mengungkap alasan mengapa Baghdad mencari dukungan kepada Rusia untuk melawan ISIS. Menurutnya, Rusia adalah salah satu pemain kunci dalam upaya perlawanan terhadap ISIS, baik di Irak ataupun Suriah.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Irak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Irak. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Juni 2016
Basmi ISIS Kelompok Victor Maulana, Irak Minta Dukungan Rusia
Kamis, 17 Maret 2016
Pesawat Militer Iraq Jatuh, 3 Orang Kru Hilang
Sebuah pesawat militer Iraq jatuh di dekat kota Kirkuk, setelah melakukan penerbangan dalam misi pengintaian. Setidaknya tiga orang awak pesawat hilang atas insiden tersebut.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/3/2016) malam, salah seorang petinggi militer Iraq mengatakan penyebab jatuhnya pesawat militer itu dikarenakan adanya masalah teknis pada bagian mesin. "Masalah teknis," ujarnya.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan di Twitter, ISIS mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat militer dengan artileri anti-pesawat dan menewaskan lima orang awaknya. Dikabarkan pula bahwa ada aksi pemboman di jalankan terhadap kota Hawijah, kubu para pejuang jihad di provinsi Kirkuk.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/3/2016) malam, salah seorang petinggi militer Iraq mengatakan penyebab jatuhnya pesawat militer itu dikarenakan adanya masalah teknis pada bagian mesin. "Masalah teknis," ujarnya.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan di Twitter, ISIS mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat militer dengan artileri anti-pesawat dan menewaskan lima orang awaknya. Dikabarkan pula bahwa ada aksi pemboman di jalankan terhadap kota Hawijah, kubu para pejuang jihad di provinsi Kirkuk.
Kamis, 18 Februari 2016
ISIS Klaim Tembak Jatuh Helikopter Mi-17 Irak
Kelompok radikal ISIS menembak jatuh sebuah helikopter militer Irak di sebelah barat ibukota Baghdad. Satu orang tewas dalam insiden itu.
Pejabat-pejabat Irak mengatakan, helikopter tersebut jatuh di dekat Amriyat al-Fallujah pada Rabu, 17 Februari waktu setempat. Ini merupakan insiden kedua kalinya heli militer Irak jatuh dalam dua hari terakhir.
Seorang kapten penerbang militer Irak mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/2/2016), helikopter Bell tersebut ditembak jatuh dengan senjata mesin berat Dushka. Satu kru tewas dan satu kru lainnya terluka dalam insiden itu. Kru yang terluka tersebut telah diselamatkan oleh sebuah helikopter lainnya.
Pejabat-pejabat Irak mengatakan, helikopter tersebut jatuh di dekat Amriyat al-Fallujah pada Rabu, 17 Februari waktu setempat. Ini merupakan insiden kedua kalinya heli militer Irak jatuh dalam dua hari terakhir.
Seorang kapten penerbang militer Irak mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/2/2016), helikopter Bell tersebut ditembak jatuh dengan senjata mesin berat Dushka. Satu kru tewas dan satu kru lainnya terluka dalam insiden itu. Kru yang terluka tersebut telah diselamatkan oleh sebuah helikopter lainnya.
Jumat, 22 Januari 2016
Pasukan Komando AS Perangi ISIS di Suriah dan Irak
Menteri pertahanan AS Ash Carter, Kamis (21/1/2016), mengatakan bahwa 200 pasukan komando Amerika yang kini berada di Irak dan Suriah melancarkan serangan terhadap target-target ISIS, "membunuh atau menangkap mereka di mana saja."
Carter mengatakan di kamp pelatihan bagi para perwira Perancis di Paris, "pasukan itu telah mengadakan kontak dengan pasukan-pasukan baru yang memiliki tujuan bersama, membuka jalur komunikasi dengan para pejuang setempat yang mampu dan bertekad kuat, dan menentukan target-target baru bagi serangan udara dan segala macam serangan lainnya."
Carter mengatakan bahwa di Irak, "Kami kini memiliki pasukan khusus yang sedang siap bekerja sama dengan pasukan Irak untuk melancarkan serangan mendadak jangka panjang, memburu target-target pejuang dan komandan ISIS, membunuh atau menangkap mereka di mana saja, serta target-target penting lainnya."
Carter mengatakan di kamp pelatihan bagi para perwira Perancis di Paris, "pasukan itu telah mengadakan kontak dengan pasukan-pasukan baru yang memiliki tujuan bersama, membuka jalur komunikasi dengan para pejuang setempat yang mampu dan bertekad kuat, dan menentukan target-target baru bagi serangan udara dan segala macam serangan lainnya."
Carter mengatakan bahwa di Irak, "Kami kini memiliki pasukan khusus yang sedang siap bekerja sama dengan pasukan Irak untuk melancarkan serangan mendadak jangka panjang, memburu target-target pejuang dan komandan ISIS, membunuh atau menangkap mereka di mana saja, serta target-target penting lainnya."
Rabu, 21 Oktober 2015
Kanada akan tarik pesawat tempur dari Suriah dan Irak
Perdana Menteri Kanada yang baru terpilih, Justin Trudeau, memastikan bahwa dia akan menarik mundur armada pesawat tempur dari operasi militer melawan kelompok milisi ISIS di Irak dan Suriah.
Keputusan Trudeau itu disampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama beberapa jam setelah memimpin Partai Liberal memenangi pemilihan umum.
“Saya berkomitmen untuk terus terlibat dalam cara yang bertanggung jawab dalam memahami betapa penting peran Kanada pada peperangan melawan ISIS. Namun, dia (Barack Obama) memahami komitmen yang saya buat terkait mengakhiri misi,” kata Trudeau kepada wartawan di Ottawa, Selasa (20/10) waktu setempat.
![]() |
| Operasi militer melawan ISIS di Irak dan Suriah diikuti sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. |
Keputusan Trudeau itu disampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama beberapa jam setelah memimpin Partai Liberal memenangi pemilihan umum.
“Saya berkomitmen untuk terus terlibat dalam cara yang bertanggung jawab dalam memahami betapa penting peran Kanada pada peperangan melawan ISIS. Namun, dia (Barack Obama) memahami komitmen yang saya buat terkait mengakhiri misi,” kata Trudeau kepada wartawan di Ottawa, Selasa (20/10) waktu setempat.
Label:
Irak,
Kanada,
Konflik Timur Tengah,
Pesawat Tempur,
Suriah
Selasa, 07 April 2015
12 Kuburan Massal Berisi 1.700 Tentara Irak Mulai Digali
Sejumlah tim forensik Irak menggambarkan bagaimana mereka menangis saat mulai menggali 12 kuburan massal yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir 1.700 tentara yang tewas dibantai ISIS pada musim panas lalu.
Tim-tim itu memulai tugas mengerikan tersebut degan menggali jenazah-jenazah para calon tentara muda di Camp Speicher. Mereka dibantai oleh militan ISIS saat menyerbu Irak utara. "Kejahatan" mereka adalah karena mereka Syiah.
Kematian para tentara dan calon tentara tersebut menunjukkan kepada rakyat Irak bahwa para milisi Negara Islam atau ISIS, yang juga telah menyerang etnis dan agama minoritas serta sesama muslim Sunni yang menentang mereka, merupakan ancaman dari jenis musuh baru.
Selama hampir 10 bulan, keluarga-keluaga yang bersedih telah bertanya-tanya apa yang terjadi pada putra dan saudara mereka yang dibawa ke Tikrit, yang dulu merupakan basis dukungan bagi diktator Saddam Hussein. Satu-satunya petunjuk yang mereka miliki adalah sejumlah video yang di-posting para milisi ISIS di situs media sosial. Video-video tersebut menunjukkan mereka ditembak dengan senapan mesin.
Tim-tim itu memulai tugas mengerikan tersebut degan menggali jenazah-jenazah para calon tentara muda di Camp Speicher. Mereka dibantai oleh militan ISIS saat menyerbu Irak utara. "Kejahatan" mereka adalah karena mereka Syiah.
![]() |
| Kuburan massal sejumlah 1.700 tentara Irak ditemukan dan mulai digali |
Kematian para tentara dan calon tentara tersebut menunjukkan kepada rakyat Irak bahwa para milisi Negara Islam atau ISIS, yang juga telah menyerang etnis dan agama minoritas serta sesama muslim Sunni yang menentang mereka, merupakan ancaman dari jenis musuh baru.
Selama hampir 10 bulan, keluarga-keluaga yang bersedih telah bertanya-tanya apa yang terjadi pada putra dan saudara mereka yang dibawa ke Tikrit, yang dulu merupakan basis dukungan bagi diktator Saddam Hussein. Satu-satunya petunjuk yang mereka miliki adalah sejumlah video yang di-posting para milisi ISIS di situs media sosial. Video-video tersebut menunjukkan mereka ditembak dengan senapan mesin.
Minggu, 15 Maret 2015
Tentara Irak akan bebaskan Tikrit dari ISIS dalam tiga hari
Tentara Irak akan membebaskan Tikrit dari anggota gerilyawan ISIS yang masih ada di kota tersebut dalam tiga hari ke depan, kata juru bicara militer dari satuan "Popular Mobilisation" pada Sabtu.
Pernyataan sama disampaikan oleh pemimpin tertinggi milisi Badr, yang meyakini para gerilyawan ISIS yang tersisa akan diusir keluar dari Tikrit tidak lebih dari 72 jam ke depan.
Pasukan milisi dari unit "Popular Mobilisation" dan Badr termasuk dalam operasi pembebasan Tikrit dari ISIS selama dua minggu, yang melibatkan tentara, polisi, pasukan milisi lain dan suku-suku bersenjata.
Pernyataan sama disampaikan oleh pemimpin tertinggi milisi Badr, yang meyakini para gerilyawan ISIS yang tersisa akan diusir keluar dari Tikrit tidak lebih dari 72 jam ke depan.
Pasukan milisi dari unit "Popular Mobilisation" dan Badr termasuk dalam operasi pembebasan Tikrit dari ISIS selama dua minggu, yang melibatkan tentara, polisi, pasukan milisi lain dan suku-suku bersenjata.
Kamis, 12 Maret 2015
Bosnia Sumbang 500 Ton Amunisi ke Irak
Bosnia menyumbangkan 500 ton amunisi ke Irak sebagai bantuan untuk melawan kelompok Islam Negara.
"Dengan demikian negara kita akan memberikan kontribusi untuk memerangi organisasi teroris Islam Negeri (IS)," kata pejabat kementerian Bosnia.
Tripartit kepresidenan Bosnia sepakat menyumbangkan pada permintaan AS karena Bosnia "bergabung dengan koalisi melawan kelompok Negara Islam".
Sumbangan tersebut merupakan bagian dari sekitar 16.000 ton senjata dan amunisi yang tersisa dari perang antar etnis 1992-1995 di Bosnia.
"Dengan demikian negara kita akan memberikan kontribusi untuk memerangi organisasi teroris Islam Negeri (IS)," kata pejabat kementerian Bosnia.
Tripartit kepresidenan Bosnia sepakat menyumbangkan pada permintaan AS karena Bosnia "bergabung dengan koalisi melawan kelompok Negara Islam".
Sumbangan tersebut merupakan bagian dari sekitar 16.000 ton senjata dan amunisi yang tersisa dari perang antar etnis 1992-1995 di Bosnia.
Senin, 09 Maret 2015
Pasukan 'Punisher' Norwegia Dikirim ke Irak
Puluhan personel dari sebuah batalion tentara Norwegia, yang terkenal karena penggunaan logo tengkorak, serupa dengan simbol tokoh komik 'Punisher', saat perang di Afghanistan, kini dikirim ke Irak untuk perang dengan ISIS.
Dikutip dari Daily Mail, Sabtu 7 Maret 2015, batalion Telemark merupakan unit infantri elit dalam militer Norwegia, yang terlibat dalam perang melawan Taliban bersama NATO di Afghanistan, sejak 2003.
Sekitar 50 tentara dari Telemark akan tiba di kota Irbil, untuk melatih pasukan Kurdi yang akan bertempur melawan ISIS. Kementerian Pertahanan Norwegia, mengatakan misi pasukan 'punisher' itu akan dimulai awal April.
Batalion Telemark menjadi pusat perhatian pada 2010, dengan munculnya laporan para tentara yang mengecat simbol punisher di rumah-rumah dan bangunan, yang diduga milik para anggota Taliban.
Dikutip dari Daily Mail, Sabtu 7 Maret 2015, batalion Telemark merupakan unit infantri elit dalam militer Norwegia, yang terlibat dalam perang melawan Taliban bersama NATO di Afghanistan, sejak 2003.
![]() |
| Batalion Telemark Norwegia |
Sekitar 50 tentara dari Telemark akan tiba di kota Irbil, untuk melatih pasukan Kurdi yang akan bertempur melawan ISIS. Kementerian Pertahanan Norwegia, mengatakan misi pasukan 'punisher' itu akan dimulai awal April.
Batalion Telemark menjadi pusat perhatian pada 2010, dengan munculnya laporan para tentara yang mengecat simbol punisher di rumah-rumah dan bangunan, yang diduga milik para anggota Taliban.
10.000 warga Eropa bergerilya di Irak, Suriah
Perdana Menteri Prancis Manuel Valls memperingatkan, Minggu, hingga akhir tahun ini ada sekitar 10.000 warga Eropa yang kemungkinan bergerilya di Irak dan Suriah.
"Saat ini, 3.000 warga Eropa sedang berada di Irak dan Suriah. Kalau kita memperkirakan berapa banyak dalam bulan-bulan mendatang, jumlahnya mungkin akan mencapai 5.000 orang sebelum musim panas dan 10.000 orang sebelum akhir tahun ini," kata Valls kepada saluran televisi Prancis, iTele.
"Apakah kita sadar ancaman apa yang dihadapi?" tanyanya.
Ia mengatakan ada sekitar 1.400 orang, baik yang sudah berada di wilayah konflik, yang sudah pulang dari sana, atau yang berencana berangkat ke wilayah itu.
"Saat ini, 3.000 warga Eropa sedang berada di Irak dan Suriah. Kalau kita memperkirakan berapa banyak dalam bulan-bulan mendatang, jumlahnya mungkin akan mencapai 5.000 orang sebelum musim panas dan 10.000 orang sebelum akhir tahun ini," kata Valls kepada saluran televisi Prancis, iTele.
![]() |
| ilustrasi Tentara pemberontak berjalan di garis depan al-Breij, usai penyerangan ke Mahasher al-Hajr dimana pasukan Presiden Bashar al-Assad ditempatkan, di Allepo, Rabu (7/1). (REUTERS/Hosam Katan) |
"Apakah kita sadar ancaman apa yang dihadapi?" tanyanya.
Ia mengatakan ada sekitar 1.400 orang, baik yang sudah berada di wilayah konflik, yang sudah pulang dari sana, atau yang berencana berangkat ke wilayah itu.
Label:
Irak,
ISIS,
Konflik Eropa,
Suriah
Rabu, 18 Februari 2015
ISIS Bakar Hingga Tewas 45 Orang di Irak
Aksi tidak manusiawi kelompok negara Islam Irak dan Suriah atau Negara
Islam (ISIS/IS) kembali terjadi. Setelah dikabarkan memenggal kepala 21
warga Mesir, ISIS baru saja membakar hingga tewas 45 orang di kota
al-Bahgdadi, wilayah barat Irak.
Polisi setempat menjelaskan, belum jelas identitas 45 korban yang dibakar hingga tewas oleh ISIS. Namun, seorang perwira tentara Irak Kolonel Qasim al-Obeidi yakin beberapa di antara yang tewas itu adalah aparat keamanan.
Kawasan itu, menurut Obeidi, menjadi target serangan ISIS. Di wilayah itu tempat pemukiman keluarga aparat keamanan dan pejabat setempat.
Polisi setempat menjelaskan, belum jelas identitas 45 korban yang dibakar hingga tewas oleh ISIS. Namun, seorang perwira tentara Irak Kolonel Qasim al-Obeidi yakin beberapa di antara yang tewas itu adalah aparat keamanan.
Kawasan itu, menurut Obeidi, menjadi target serangan ISIS. Di wilayah itu tempat pemukiman keluarga aparat keamanan dan pejabat setempat.
Label:
Irak,
ISIS,
Konflik Timur Tengah
Minggu, 23 November 2014
Amerika Serikat Berencana Persenjatai Suku-suku di Anbar
Semakin tertekanannya warga kesukuan di Provinsi Anbar, Irak, membuat Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengirimkan senjata ke wilayah tersebut. Senapan serbu AK 47, granat dan mortir adalah beberapa senajata yang hendak dikirim oleh AS untuk mempersenjatai warga kesukuan di Anbar.
Melansir Al Arabiya, Minggu (23/11/2014), keputusan itu datang setelah ISIS membantai 25 orang warga suku Albunimr beberapa hari yang lalu. Pentagon dikabarkan akan segera menyerahkan proposal bantuan tersebut kepada Kongres dalam beberapa hari ke depan.
Melansir Al Arabiya, Minggu (23/11/2014), keputusan itu datang setelah ISIS membantai 25 orang warga suku Albunimr beberapa hari yang lalu. Pentagon dikabarkan akan segera menyerahkan proposal bantuan tersebut kepada Kongres dalam beberapa hari ke depan.
Label:
Amerika,
Irak,
Konflik Timur Tengah
Selasa, 28 Oktober 2014
Dua Ledakan Bom di Irak Tewaskan 34 Orang
Paling tidak 34 orang tewas dan puluhan lainnya terluka karena dua ledakan bom di ibu kota Irak, Baghdad.
Serangan pertama terjadi ketika seorang pembom bunuh diri menabrakkan sebuah kendaraan militer Humvee ke pos pemeriksaan di selatan Baghdad, menewaskan paling tidak 24 orang, kata sejumlah pejabat Irak.
Serangan kedua adalah pemboman mobil di dalam Baghdad yang menewaskan paling tidak 10 orang.
Ratusan orang tewas karena sejumlah serangan bom di Irak dalam beberapa bulan terakhir.
Pos pemeriksaan tempat ledakan pertama terjadi berada di dekat kota Jurf al-Sakhar, sekitar 50 km selatan Baghdad.
Serangan pertama terjadi ketika seorang pembom bunuh diri menabrakkan sebuah kendaraan militer Humvee ke pos pemeriksaan di selatan Baghdad, menewaskan paling tidak 24 orang, kata sejumlah pejabat Irak.
Serangan kedua adalah pemboman mobil di dalam Baghdad yang menewaskan paling tidak 10 orang.
Ratusan orang tewas karena sejumlah serangan bom di Irak dalam beberapa bulan terakhir.
Pos pemeriksaan tempat ledakan pertama terjadi berada di dekat kota Jurf al-Sakhar, sekitar 50 km selatan Baghdad.
Senin, 27 Oktober 2014
Pasukan Kurdi rebut kembali kota Irak utara dari IS
Pasukan Kurdi merebut kembali kota Irak utara Zumar dan beberapa desa terdekat dari gerilyawan Negara Islam (IS) pada dinihari Sabtu setelah pesawat koalisi melakukan serangan berat terhadap kelompok garis keras itu, kata sumber-sumber keamanan.
Seorang perwira intelijen Kurdi di Zumar mengatakan, pasukan Peshmerga telah bergerak maju dari lima arah di pagi hari dan mengalami perlawanan sengit, tetapi akhirnya menang.
Seorang juru bicara kementerian Peshmerga juga mengatakan Zumar sekarang berada di tangan Kurdi.
Zumar adalah salah satu kota pertama yang dikontrol Kurdi dibanjiri oleh pejuang Negara Islam Agustus lalu yang kemudian mengancam ibu kota wilayah otonomi, mendorong serangan udara oleh Amerika Serikat - kampanye yang dilakukan sejak penggabungan Inggris dan Prancis.
![]() |
| Pasukan Peshmerga Kurdi bersiaga di dekat kota Makhmur, Irak, setelah pemberontak Negara Islam (IS) mundur dari daerah tersebut, Senin (18/8). (ANTARA FOTO/REUTERS/Youssef Boudlal/ox/14.) |
Seorang perwira intelijen Kurdi di Zumar mengatakan, pasukan Peshmerga telah bergerak maju dari lima arah di pagi hari dan mengalami perlawanan sengit, tetapi akhirnya menang.
Seorang juru bicara kementerian Peshmerga juga mengatakan Zumar sekarang berada di tangan Kurdi.
Zumar adalah salah satu kota pertama yang dikontrol Kurdi dibanjiri oleh pejuang Negara Islam Agustus lalu yang kemudian mengancam ibu kota wilayah otonomi, mendorong serangan udara oleh Amerika Serikat - kampanye yang dilakukan sejak penggabungan Inggris dan Prancis.
Label:
Irak,
ISIS,
Konflik Timur Tengah
Jumat, 17 Oktober 2014
Irak Tangkap WNI yang Gabung ISIS
Duta Besar Indonesia untuk Irak Safzen Noerdin, mengatakan bahwa saat ini, ada warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pemerintah Irak, karena bergabung dengan militan ISIS. Tetapi, belum dapat dipastikan jumlah maupun identitasnya.
"Mereka (pemerintah Irak) hanya mengatakan ada yang tertangkap. Tapi mereka belum kasih data, identitas maupun jumlahnya. Kami juga ingin tahu kalau ada yang tertangkap bagaimana, mau dihukum, atau dipulangkan (deportasi)," kata Safzen pada VIVAnews, Kamis 16 Oktober 2014.
Menurut Safzen, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) telah mengatur larangan bagi WNI untuk melakukan makar, atau pemberontakan di negara sahabat atau lainnya. Pasal 140 KUHP, bahkan mengancam pelaku dengan pidana mati.
"Mereka (pemerintah Irak) hanya mengatakan ada yang tertangkap. Tapi mereka belum kasih data, identitas maupun jumlahnya. Kami juga ingin tahu kalau ada yang tertangkap bagaimana, mau dihukum, atau dipulangkan (deportasi)," kata Safzen pada VIVAnews, Kamis 16 Oktober 2014.
Menurut Safzen, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) telah mengatur larangan bagi WNI untuk melakukan makar, atau pemberontakan di negara sahabat atau lainnya. Pasal 140 KUHP, bahkan mengancam pelaku dengan pidana mati.
Kamis, 16 Oktober 2014
ISIS Diduga Kuasai Ribuan Amunisi Kimia Irak
Dokumen-dokumen intelijen Amerika Serikat (AS) yang dilansir Reuters, Kamis 16 Oktober, menyebutkan penemuan 4.990 amunisi kimia di Irak, yang kini diduga telah jatuh ke tangan militan ISIS.
Sementara laman The New York Times menyebut sejak invasi militer AS ke Irak pada 2003, berbagai insiden terus dilaporkan tentang tentara AS terluka akibat senjata kimia yang tersisa dari Perang Irak-Iran.
Salah satu laporan menyebut Sersan Duling, pada Agustus 2008, memimpin unit pasukannya ke sebuah gudang senjata kimia di luar kota Baghdad. Duling menyebut tentang penemuan gas mustard, namun AS diduga sengaja menyembunyikan laporan.
Alasan disembunyikannya penemuan senjata kimia, diduga karena AS bertanggungjawab atas kepemilikan senjata kimia oleh Irak. Pada lima atau enam insiden tentara terluka, senjata kimia itu didesain di AS dan diproduksi di Irak oleh perusahaan-perusahaan Barat.
![]() |
Kamp pelatihan militan ISIS |
Sementara laman The New York Times menyebut sejak invasi militer AS ke Irak pada 2003, berbagai insiden terus dilaporkan tentang tentara AS terluka akibat senjata kimia yang tersisa dari Perang Irak-Iran.
Salah satu laporan menyebut Sersan Duling, pada Agustus 2008, memimpin unit pasukannya ke sebuah gudang senjata kimia di luar kota Baghdad. Duling menyebut tentang penemuan gas mustard, namun AS diduga sengaja menyembunyikan laporan.
Alasan disembunyikannya penemuan senjata kimia, diduga karena AS bertanggungjawab atas kepemilikan senjata kimia oleh Irak. Pada lima atau enam insiden tentara terluka, senjata kimia itu didesain di AS dan diproduksi di Irak oleh perusahaan-perusahaan Barat.
Selasa, 07 Oktober 2014
Australia Siapkan Anggaran Rp 5 Triliun Pertahun Untuk Perangi ISIS
Perdana Menteri Tony Abbott menyatakan pemerintah Australia tidak akan memberlakukan pajak baru untuk membiayai misi militer memerangi ISIS di Irak. Dalam setahun, biaya yang dibutuhkan mencapai $500 juta (Rp 5 triliun) yang akan diambil dari APBN.
Saat ini jet-jet tempur Australia sudah mulai ambil bagian dalam operasi menumpas kelompok teroris ISIS.
Pekan lalu, Menteri Bendahara Negara Joe Hockey mengatakan, pihaknya akan mencari program-program APBN yang bisa dihemat untuk menutupi biaya misi militer di Irak serta biaya bagi lembaga keamanan dan intelijen.
Sementara Menteri Keuangan Mathias Cormann mengisyaratkan tidak tertutup kemungkinan untuk menaikkan pajak guna menutupi APBN.
![]() |
| Jet temput Super Hornet Australia menyelesaikan misi pertamanya di Irak |
Saat ini jet-jet tempur Australia sudah mulai ambil bagian dalam operasi menumpas kelompok teroris ISIS.
Pekan lalu, Menteri Bendahara Negara Joe Hockey mengatakan, pihaknya akan mencari program-program APBN yang bisa dihemat untuk menutupi biaya misi militer di Irak serta biaya bagi lembaga keamanan dan intelijen.
Sementara Menteri Keuangan Mathias Cormann mengisyaratkan tidak tertutup kemungkinan untuk menaikkan pajak guna menutupi APBN.
Selasa, 12 Agustus 2014
Jerman: tak ada bantuan militer buat pasukan kurdi Irak
Jerman telah menjelaskan bahwa "tak ada" pengiriman senjata Jerman untuk pasukan Kurdi di Irak, demikian laporan stasiun televisi umum Jerman, ARD, Senin (11/8).
Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert pada Senin, mengatakan menurut prinsip-prinsip Pemerintah Jerman, Jerman tak menyediakan senjata buat daerah konflik, kata ARD di jejaringnya.
Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert pada Senin, mengatakan menurut prinsip-prinsip Pemerintah Jerman, Jerman tak menyediakan senjata buat daerah konflik, kata ARD di jejaringnya.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman memberitahu media bahwa Jerman saat ini memusatkan perhatian pada pengiriman bantuan kemanusiaan buat Irak.
Pemerintah Jerman telah menjanjikan 4,4 juta euro (5,9 juta dolar AS) dalam bentuk bantuan kemanusiaan darurat guna membantu pengungsi yang terjebak oleh kaum fanatik Negara Islam (IS) di Irak Utara.
Senin, 11 Agustus 2014
Penerbangan dilangit Irak Sepi Pasca Serangan AS Terhadap ISIS
Seluruh maskapai internasional tak berani terbang di wilayah udara Irak setelah serangan pesawat tempur Amerika Serikat ke lokasi persembunyian militan Islamic State (IS) atau ISIS.
Serangan udara ini dilakukan setelah Presiden AS Barack Obama memberikan izin kepada militernya demi memberantas ISIS yang merajalela.
Beberapa penerbangan dari dan ke Timur Tengah yang biasanya melewati Negeri Seribu Satu Malam ini memilih memutar melalui wilayah udara Iran.
Berdasarkan pengamatan melalui situs pendeteksi jalur penerbangan Flightradar24.com, jalur yang memutar tersebut sudah dilakukan oleh banyak pesawat penumpang mulai Jumat waktu setempat.
Serangan udara ini dilakukan setelah Presiden AS Barack Obama memberikan izin kepada militernya demi memberantas ISIS yang merajalela.
Beberapa penerbangan dari dan ke Timur Tengah yang biasanya melewati Negeri Seribu Satu Malam ini memilih memutar melalui wilayah udara Iran.
Berdasarkan pengamatan melalui situs pendeteksi jalur penerbangan Flightradar24.com, jalur yang memutar tersebut sudah dilakukan oleh banyak pesawat penumpang mulai Jumat waktu setempat.
Label:
Amerika,
Irak,
ISIS,
Isu Terorisme
Senin, 30 Juni 2014
Irak Terima Sukhoi Bekas Rusia untuk Hadapi ISIS
Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya jet tempur Sukhoi dari Rusia datang juga ke Irak. Walau bekas, jet tempur ini diharapkan bisa membantu menghentikan agresi militer kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak.
Diberitakan BBC, Minggu 19 Juni 2014, pada pengiriman pertama ini lima jet Sukhoi telah tiba di Irak. Diperkirakan, pesawat ini baru bisa beroperasi beberapa hari lagi. "Beberapa jet lainnya juga akan dikirim," kata pemerintah Irak.
Jet tempur ini akan menjadi senjata andalah Irak dalam menggempur ISIS, setelah tidak juga mendapat bantuan dari Amerika Serikat. Perdana Menteri Nouri al Maliki mengaku kecewa dengan AS yang menurutnya terlalu lama mengirimkan jet yang dipesan Irak.
![]() |
Jet tempur Sukhoi |
Jet tempur ini akan menjadi senjata andalah Irak dalam menggempur ISIS, setelah tidak juga mendapat bantuan dari Amerika Serikat. Perdana Menteri Nouri al Maliki mengaku kecewa dengan AS yang menurutnya terlalu lama mengirimkan jet yang dipesan Irak.
Label:
Irak,
Konflik Timur Tengah,
Pesawat Tempur,
Rusia
Langganan:
Postingan (Atom)













%2Bmundur%2Bdari%2Bdaerah%2Btersebut.jpg)



+melakukan+penyebaran+keamanan+intensif+melawan+militan+Islamic+State+di+garis+depan+di+Khazer.jpg)

