Tampilkan postingan dengan label Ukraina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ukraina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016

Ukraina Ikut Perangi ISIS di Suriah

Setelah Belanda, Ukraina jadi negara terbaru yang disebutkan akan ikut “turun gunung” memerangi organisasi teroris ISIS di Suriah. Akan tetapi, ada kekhawatiran tertentu tentang potensi clash dengan militer Rusia yang sudah lebih dulu melancarkan ribuan serangan udara sejak akhir 2015 lalu.

Ukraina Ikut Perangi ISIS di Suriah

Kabar ini dimunculkan wartawan media Inggris, Independent, menyusul adanya pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina, Stepan Poltorak dengan Menhan Amerika Serikat (AS), Ash Carter, awal pekan ini.

“Kami sudah menyiapkan opsi terhadap dukungan kami terkait operasi anti-ISIS di Suriah, termasuk (penerjunan) pasukan darat. Hal ini bisa memicu potensi bentrok dengan militer Rusia,” ungkap seorang sumber pemerintahan Ukraina yang tak disebutkan namanya.

Rabu, 09 September 2015

Unik Ayah di Ukraina Antar Anak ke Sekolah dengan Tank Tempur

Seorang bocah kecil hampir dipastikan membuat teman-temannya iri karena diantar ayahnya ke sekolah dengan tank militer.

Bocah yang tidak disebutkan namanya itu dikabarkan gugup di hari pertama sekolahnya di kota Donetsk, Ukraina. 


Unik Ayah di Ukraina Antar Anak ke Sekolah dengan Tank Tempur
Orangtua murid mengambil gambar anak-anaknya yang naik tank baja di sebuah sekolah di Donetsk, Ukraina. (Foto: CEN)

Namun rasa gugup itu akhirnya hilang setelah sang ayah mengantarnya dengan tank militer. Bocah itu langsung menjadi terkenal di kalangan teman-teman barunya.

Serangkaian foto memperlihatkan beberapa anak yang naik ke tank dan berbicara dengan pengendaranya. Beberapa orangtua murid terlihat mengambil gambar anaknya yang ada di atas tank.

Kamis, 16 April 2015

Rusia nilai AS biang kemelut di Ukraina

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada Kamis menyalahkan Amerika Serikat dan sekutunya sebagai penyebab utama kemelut di Ukraina.

Dia mengatakan bahwa niat Washington mengubah haluan politik Ukraina ke arah Barat adalah ancaman bagi Moskow, sehingga Kremlin dipaksa menanggapi.


Rusia nilai AS biang kemelut di Ukraina

Dalam pertemuan keamanan tahunan di Moskow, Shoigu menuduh Washington berupaya menguasai dunia secara politik dan militer. Dia kembali menegaskan sikap Rusia bahwa negara Barat seringkali mendalangi "revolusi berwarna" untuk menggulingkan penguasa, yang tidak mereka suka.

"Ukraina adalah tragedi terbesar dalam rentetan revolusi berwarna. Amerika Serikat dan sekutunya melanggar semua aturan demi menguasai Kiev secara tidak langsung. Mereka dengan sengaja memancing tanggapan kami," kata Shoigu.

Kamis, 12 Maret 2015

Putin Akui Rusia Jaga Donetsk dengan Pasukan Elit

Operasi militer untuk mencaplok Crime pada awalnya dirahasiakan. Namun, aksi pasukan Rusia di lapangan begitu mencolok.

Moskow pun berkelit dengan menegaskan bahwa hanya penduduk setempat yang terlibat dalam pergolakan.


Putin Akui Rusia Jaga Donetsk dengan Pasukan Elit
Pasukan pro Rusia di Donetsk

Dalam trailer untuk film dokumenter, Putin juga mengklaim bahwa militer Rusia siap untuk melawan ke kota Ukraina Timur, Donetsk untuk mendapatkan Yanukovych yang sangat terzolimi, tapi menjadi tokoh setia yang disukai menjaga Ukraina dalam lingkup pengaruh Rusia.

"Dia akan terbunuh," kata Putin. "Kami bersiap-siap untuk membawanya keluar dari Donetsk melalui darat, laut atau udara," katanya.

Jumat, 06 Maret 2015

NATO: Sejumlah Besar Tentara Rusia Tewas di Ukraina Timur

Sejumlah besar tentara Rusia tewas dalam pertempuran bersama pemberontak di Ukraina timur melawan pasukan pemerintah, kata pejabat senior NATO hari Kamis (5/3/2015).

Wakil Sekretaris Jenderal NATO Alexander Vershbow mengatakan hal itu dalam pidato di sebuah konferensi di Riga, Latvia.


NATO: Sejumlah Besar Tentara Rusia Tewas di Ukraina Timur
Wakil Sekjen NATO Alexander Vershbow

Ia juga mengatakan, "Rusia yang marah dan menuntut perubahan, telah melanggar aturan internasional" dan terus mengguncang Ukraina dan mengintimidasi tetangganya. Ini adalah salah satu "ancaman dan tantangan baru" yang dihadapi sekutu militer Barat dan Uni Eropa.

Pidato Vershbow berlangsung sehari setelah Wakil Menteri Luar Negeri Amerika untuk Urusan Eropa dan Eurasia Victoria Nuland mengatakan kepada sebuah komite Kongres AS bahwa Rusia mengirim "ribuan" tentara dan ratusan peralatan militer ke Ukraina timur.

Selasa, 24 Februari 2015

Tentara Ukraina Dibebaskan dalam 'Kegelapan'

Sebanyak 139 tentara Ukraina dan 52 pemberontak pro-Rusia resmi ditukar dan dikembalikan ke pihaknya masing-masing. Pertukaran yang dikonfirmasi oleh salah satu anggota Dewan Keamananan Rusia terjadi di kawasan Desa Zholobok, Ukraina, Minggu (22/2) waktu setempat.

Pertukaran sandera antara tentara Ukraina dengan pemberontak pro-Rusia

Seperti dilansir dari BBC, Senin (23/2), pertukaran sandera tersebut merupakan implementasi kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Kesepakatan damai itu sendiri dimediasikan oleh Prancis dan Jerman pada 12 Februari lalu di Minsk, Belarusia.

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko juga mengunggah berita pertukaran tersebut pada akun 'Twitter' resmi miliknya. Dalam video yang ditayangkan BBC, proses pertukaran terjadi di malam hari. Terlihat sejumlah sandera baik pihak Ukraina maupun separatis ditukar dalam keadaan terluka.

Minggu, 22 Februari 2015

Pemberontak Pro Rusia dan Militer Ukraina Saling Tukar Tawanan

Ukraina militer dan pemberontak pro-Moskow bertukar sejumlah tahanan sesuai kesepakatan gencatan senjata yang senyatanya kini telah dilanggar selama seminggu terakhir dan bahwa AS telah memperingatkan bahwa pelanggaran bisa meningkat sanksi terhadap Rusia dalam beberapa hari.

Pemberontak Pro Rusia dan Militer Ukraina Saling Tukar Tawanan

Pertukaran tawanan pemberontak 139 tentara Ukraina dan 52 pejuang separatis diselenggarakan di Zholobok.

Beberapa prajurit yang dirilis terluka. Beberapa harus berjalan pada kruk.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko dalam tweetnya mengkonfirmasi pertukaran tahanan dan menyebut tentara yang dibebaskan sebagai "pahlawan Ukraina".

Jumat, 20 Februari 2015

13 tentara Ukraina tewas saat mundur dari Debaltseve

Tigabelas tentara Ukraina tewas saat mundur dari Debaltseve di timur pada Rabu dan keberadaan 82 lainnya lagi tidak diketahui, kata kementerian pertahanan pada Kamis.

Pernyataan kementerian itu mengatakan bahwa 157 tentara luka dan 93 ditawan pemberontak, yang mengepung Debaltseve.


13 tentara Ukraina tewas saat mundur dari Debaltseve

Angkatan bersenjata Ukraina menyatakan mengerahkan pasukan untuk mencari yang hilang dan meminta pemantau dari Badan Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) membantu menemukan mereka.

Pasukan Ukraina pada Rabu mundur dari Debaltseve --kota pusat perkeretaapian-- setelah serangan gencar pemberontak. Kiev menyatakan pemberontak itu dipersenjatai Moskow dan dimasukkan dalam ketentaraan Rusia.

Rabu, 18 Februari 2015

Ukraina tetap membara meski sedang gencatan senjata

Pertempuran berlanjut di Debaltseve, Ukraina timur, pada Senin malam waktu setempat, meskipun gencatan senjata diumumkan beberapa hari lalu, demikian kata Wakil Kepala Polisi di wilayah Ukraina Ilya Kiva kepada stasiun televisi Ukraina Channel 5 seperti dilansir AFP.

Kota Debaltseve, yang menjadi pusat pertempuran, merupakan jalur utama angkutan di antara Donetsk dan Lugansk, yang dikuasai pemberontak. Di sana terdapat ribuan tentara pemerintah, yang dikepung pasukan pemberontak.


Ukraina tetap membara meski sedang gencatan senjata

"Pertempuran terjadi di Debaltseve, diwarnai tembakan mortir, serangan senjata berat howitzer dan peluru kendali Grad," kata Kiva.

Pejabat kota, yang lari dari Debaltseve, Natalia Karabuta, mengatakan kepada AFP bahwa ledakan terjadi tanpa henti dan dia memperkirakan sekitar 5.000 penduduk terjebak dengan makanan dan air terbatas.

Inilah Isi Perjanjian Minsk Dalam Konflik Ukraina dan Pemberontak Pro Rusia

Kedua belah pihak (Ukraina dan Pemberontak Pro Rusia) harus mulai menarik senjata berat dari garis depan dalam waktu dua hari dari awal gencatan senjata untuk mendirikan zona penyangga antara 50 dan 140 kilometer (31-87 mil) luas, tergantung pada berbagai senjata.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko yang tampak muram sedang berjabat tangan dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin (Foto: AP)
Presiden Ukraina Petro Poroshenko yang tampak muram sedang berjabat tangan dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin (Foto: AP)

Berdasarkan perjanjian Minsk, Kiev juga akan mulai merebut kembali kontrol atas sekitar 400 kilometer (250 mil) dari perbatasan Rusia yang dikuasai pemberontak Ukraina, tetapi hanya setelah pemilu lokal diadakan.

Kiev dan Pemberontak Saling Tuduh Kobarkan Perang di Debaltseve

Amerika Serikat meminta Rusia dan separatis untuk menghentikan "segera" serangan di Ukraina Timur dan mengungkapkan keprihatinannya tentang pelanggaran gencatan senjata.

Gencatan senjata berusia dua hari berada di ambang runtuh karena pertempuran berkobar di sekitar rel kereta api hub strategis dan kedua belah pihak mengatakan kondisi tidak terpenuhi untuk memulai penarikan senjata berat dari garis depan.


Kiev dan Pemberontak Saling Tuduh Kobarkan Perang di Debaltseve

Yang terburuk oleh kekerasan ada di sekitar kota Debaltseve, sebuah kota utama antara kota-kota separatis yang dipegang Donetsk dan Lugansk, d mana ribuan tentara pemerintah yang sebagian besar dikelilingi oleh pemberontak bersenjata berat.

"Amerika Serikat prihatin dengan situasi yang memburuk di dalam dan sekitar Debaltseve di Ukraina Timur," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.

Jumat, 13 Februari 2015

Perundingan Minsk Sepakati Gencatan Senjata Baru

Pembicaraan Marathon di Belarus yang berakhir pada Kamis ini ditutup dengan pengumuman gencatan senjata antara Ukraina dan pemberontak pro-Moskow.

Namun demikian, Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan bahwa "rintangan besar" tetap masih ada.


Presiden Ukraina Petro Poroshenko yang tampak muram sedang berjabat tangan dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin (Foto: AP)

Presiden Rusia Vladimir Putin yang muncul dari pertemuan puncak di ibukota Belarusia Minsk mengatakan Merkel, Presiden Perancis Francois Hollande, Presiden Ukraina Petro Poroshenko dirinya telah menyepakati poin "utama".

Putin mengatakan gencatan senjata akan berlaku pada Minggu mendatang dan senjata berat akan ditarik dari garis depan dari konflik yang telah menewaskan sedikitnya 5.300 orang dan mendorong jutaan orang dari rumah mereka.

Kamis, 12 Februari 2015

Kunjungi Minsk Putin Akan Bicarakan Kemelut Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Minsk untuk turut dalam pembicaraan perdamaian atas kemelut Ukraina pada Rabu, kata saksi di bandar udara Minsk.

Menurut rencana, keempatnya akan mengadakan konferensi tingkat tinggi membicarakan rencana perdamaian untuk menghentikan pertempuran pasukan Ukraina dengan pemberontak, yang setidak-tidaknya telah menewaskan 5.300 jiwa sejak April 2014.


Kunjungi Minsk Putin Akan Bicarakan Kemelut Ukraina

Sebelumnya, pemimpin Ukraina, Jerman dan Prancis tiba di Minsk pada Rabu untuk konferensi tingkat tinggi perdamaian dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna mengakhiri kemelut 10 bulan di Ukraina.

Minggu, 08 Februari 2015

Soal Ukraina, Barat Minta Pembuktian Rusia

Negara-negara Barat terus mendesak Rusia untuk membutikan janjinya membantu menyelesaikan konflik di Ukraina. Desakan ini disampaikan saat Rusia menghadiri Konferensi Keamanan Munich (MSC), semalam.

Barat desak Vladimir Putin untuk lakukan tindakan nyata bantu selesaikan konflik Ukraina. Foto Reuters

Melansir Channel News Asia, Minggu (8/2/2015), Kanselir Jerman Angela Merkel mengharapkan Rusia untuk bisa merealisasikan dokumen Franco-Jerman. Dokumen perjanjian yang diserahkan pemimpin Prancis dan Jerman, saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin akhir pekan lalu.

"Perjanjian damai Franco-Jerman mungkin bisa menjadi kesempatan terakhir untuk menyelesaikan konflik di Ukraina timur," ucap para pemimpin Barat dalam pernyataan bersama. Namun, Merkel pesimis bahwa perjanjian yang dia serahkan bersama dengan Presiden Prancis, Francois Hollande itu akan berdampak besar.


Kamis, 05 Februari 2015

Pemboman di Donetsk Ukraina, renggut banyak korban jiwa

Pemboman gencar mengguncang Kota Donetsk di Ukraina Timur pada Rabu (4/2), sehingga merenggut banyak korban jiwa, kata pihak berwenang.

Menurut layanan pers di Kantor Jaksa Agung Ukraina, beberapa bom menghantam dua rumah sakit dan satu gedung taman kanak-kanak di wilayah permukiman di kota itu sekitar pukul 11.00 waktu setempat (16.00 WIB), dan menewaskan "dari empat sampai 10 warga sipil".


Pemboman di Donetsk Ukraina, renggut banyak korban jiwa

Jumlah korban jiwa secara pasti direncanakan disiarkan belakangan, kata kantor layanan pers tersebut, sebagaimana diberitakan Xinhua, Kamis pagi.

Sementara itu, beberapa laporan dari Kementerian Darurat di Republik Rakyat Donetsk --yang diproklamasikan secara sepihak-- menyatakan tak kurang dari 15 orang tewas akibat pemboman tersebut.

Selasa, 03 Februari 2015

Putin desak semua pihak di Ukraina akhiri permusuhan militer

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan keprihatinannya mengenai situasi di Ukraina Timur dan mendesak semua pihak yang bertikai agar mengakhiri permusuhan militer, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin (2/2).

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin

"Presiden sangat prihatin dengan bagaimana situasi merebak di Donbas dan pertempuran yang tak kunjung berhenti serta menyeru semua pihak dalam konflik tersebut agar segera mengakhiri permusuhan militer dan setiap bentuk kekerasan," kata Peskov.

Sementara itu, pemimpin kedua republik yang diproklamasikan secara sepihak --Donetsk dan Lugansk-- Alexander Zakharchenko dan Igot Plotnitsky menyampaikan keinginan mereka untuk menghentikan pertumpahan darah dan mendukung pembicaraan perdamaian.

Sabtu, 31 Januari 2015

Dua wartawan televisi rusia ditangkap di Ukraina

Dua wartawan televisi Rusia yang bekerja untuk saluran pro-Kremlin, Life News,  telah ditangkap di Ukraina dan akan diusir, kata Juru Bicara Dinas Keamanan Ukraina (SBU), Markiyan Lubkivskiy, Jumat.

Dokumentasi tentara Ukraina melompat ke arah tank dekat kota Pervomaysk, timur Ukraina

"SBU menahan dua warga Rusia yang bekerja sebagai wartawan untuk Life News. Izin tinggal mereka telah dibatalkan dan mereka akan diusir dari negara kita dan dilarang kembali ke Ukraina selama tiga tahun,"
kata Lubkivskiy, di halaman Facebook-nya.

"Warga Rusia ini bekerja tidak ada hubungannya dengan jurnalisme dan merugikan keamanan dan kepentingan Ukraina," tulisnya.

Rabu, 31 Desember 2014

Fregat Kanada akan bergabung pasukan NATO di Ukraina

Satu kapal fregat Kanada dengan 250 marinir berangkat dari Halifax di pantai Atlantik Selasa untuk bergabung dengan pasukan NATO di Laut Mediterania memantau krisis Ukraina.

HMCS Fredericton, yang membawa helikopter Sea King dan detasemen udara, akan menggantikan HMCS Toronto, yang bergabung dengan pasukan tetap NATO pada Juli.


Fregat Kanada akan bergabung pasukan NATO di Ukraina

Dalam dukungannya untuk Ukraina, Ottawa telah memberlakukan sanksi terhadap para politisi Rusia dan sektor minyak serta gas negara, selain terhadap Pemimpin separatis Ukraina.

Menteri Kanada Pertahanan Rob Nicholson mengatakan kapal itu akan "membantu membawa perdamaian ke Eropa Timur dan Tengah.

Selasa, 30 Desember 2014

Tiga tentara Ukraina tewas di Bandara Donetsk

Presiden Ukraina Petro Poroshenko Senin mengatakan bahwa pasukannya telah kehilangan tiga tentara dalam pertempuran dengan pejuang pro-Rusia di bandara yang disengketakan dekat kubu pemberontak Donetsk.

Tiga tentara Ukraina tewas di Bandara Donetsk
Menara Pengawas Bandara Donetsk

"Pertempuran untuk Bandara Donetsk berakhir 10 menit yang lalu," kata Poroshenko pada konferensi pers akhir tahun. "Bandara Donetsk tetap di bawah kontrol penuh kami.

Sayangnya, informasi tentang tiga orang yang tewas telah dikonfirmasi."

Bandara Ukraina timur telah mengalami beberapa pertempuran terberat perang separatis delapan bulan yang terjadi pada April di beberapa daerah yang penduduknya berbicara bahasa Rusia di tengah pergeseran Kiev terhadap Eropa dan jauh dari Moskow.

Rabu, 24 Desember 2014

Lepas Status "Non-Blok" Ukraina Gabung NATO

Parlemen Ukraina mencabut status "non-blok" negara itu yang memiliki tujuan akhir bergabung dengan NATO.

Langkah ini membuat Moskow marah karena negara itu berpandangan perluasan aliansi negara-negara barat ke arah timur merupakan ancaman terhadap keamanannya.


Lepas Status "Non-Blok" Ukraina Gabung NATO
Presiden Poroshenko dan Kanselir Jerman Angela Merkel, Ukraina semakin mendekatkan diri dengan Eropa dan NATO. (Reuters/Ukrainian Presidential Press Service/Mikhail Palinchak/Handout)

Kiev pertama kali mengumumkan rencana mendapat perlindungan sebagai anggota NATO pada bulan Agustus setelah partisipasi terbuka militer Rusia dalam perang separatisme di provinsi-provinsi timur Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut pencabutan status netral militer dan politik Ukraina itu sebagai langkah "kontra-produktif" yang hanya akan meningkatkan ketegangan pada krisis di wilayah timur.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...