Rusia dilaporkan mengirimkan dua kapal perang berpeluru kendali mematikan yang mempunyai kemampuan mencapai Eropa ke Laut Baltik. Pengiriman dua kapal perang ini dilakukan ditengah persiapan NATO mengirimkan ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.
Dua kapal perang tersebut awalnya adalah bagian dari armada kapal perang yang dikirimkan ke Laut Mediterania. Mereka berencana mengisi bahan bakar di Spanyol sebelum melanjutkan perjalanan menuju Suriah. Namun kapal itu malah bergerak ke Laut Utara,melewati Great Belt sekitar Denmark dan ke Laut Baltik.
Diyakini kapal-kapal itu sedang dalam perjalanan ke kantong Rusia di Baltik, Kaliningrad, yang baru-baru ini memiliki sejumlah rudal mematikan. "Dengan munculnya dua kapal kecil yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr, Armada kapal itu berpotensi menargetkan basis militer Eropa di utara," ucap sebuah sumber seperti dikutip dari Express, Kamis (27/10/2016)
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Perang. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Oktober 2016
Senin, 17 Oktober 2016
Amerika Serikat Resmikan Kapal Destroyer USS Zumwalt
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyambut lahirnya kapal perang terbaru mereka. Kapal yang diberi nama Zumwalt itu adalah kapal perusak terbesar dan paling canggih seharga USD4,5 miliar.
"Jika Batman memiliki kapal perang, itu akan menjadi USS Zumwalt. Selama Presiden kita dan Anda orang Amerika memiliki nafsu tak terpuaskan untuk keamanan, maka saya memiliki nafsu tak terpuaskan untuk hal-hal mempertahankan keamanan itu," kata Komandan Komando Pasifik AS Laksamana Harry Harris seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (16/10/2016).
Menurut sekretaris Angkatan Laut (AL) AS, Ray Mabus, USS Zumwalt adalah lompatan kuantum untuk kapal AL. "Ini yang pertama dari jenis pembuka jalan bagi kelas baru kapal perang, sistem baru yang bisa kita gunakan dan ityu akan memperluas hal yang dapat kita lakukan dan cara kita melakukannya," kata Mabus.
"Jika Batman memiliki kapal perang, itu akan menjadi USS Zumwalt. Selama Presiden kita dan Anda orang Amerika memiliki nafsu tak terpuaskan untuk keamanan, maka saya memiliki nafsu tak terpuaskan untuk hal-hal mempertahankan keamanan itu," kata Komandan Komando Pasifik AS Laksamana Harry Harris seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (16/10/2016).
Menurut sekretaris Angkatan Laut (AL) AS, Ray Mabus, USS Zumwalt adalah lompatan kuantum untuk kapal AL. "Ini yang pertama dari jenis pembuka jalan bagi kelas baru kapal perang, sistem baru yang bisa kita gunakan dan ityu akan memperluas hal yang dapat kita lakukan dan cara kita melakukannya," kata Mabus.
Rabu, 29 Juni 2016
Dua Kapal Perang Nyaris Senggolan di Laut Mediterania, AS dan Rusia Perang Urat Saraf
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Rusia saling menuduh satu sama lain setelah kedua kapal perang mereka nyaris bersenggolan di Laut Mediterania.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal perang perusak USS Gravely melintasi jalur kapal Rusia perang Yaroslav Mudry Rusia pada 17 Juni 2016. Kapal perang AS itu, nyaris terlibat pertemuan berbahaya dengan kapal perang Rusia.
“Angkatan Laut AS melakukan sebuah pelanggaran berat terhadap aturan internasional tentang pencegahan tabrakan di laut,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia. Moskow tuding Washington melanggar perjanjian maritim yang ditandatangani kedua pihak pada tahun 1972.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal perang perusak USS Gravely melintasi jalur kapal Rusia perang Yaroslav Mudry Rusia pada 17 Juni 2016. Kapal perang AS itu, nyaris terlibat pertemuan berbahaya dengan kapal perang Rusia.
“Angkatan Laut AS melakukan sebuah pelanggaran berat terhadap aturan internasional tentang pencegahan tabrakan di laut,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia. Moskow tuding Washington melanggar perjanjian maritim yang ditandatangani kedua pihak pada tahun 1972.
Jumat, 10 Juni 2016
Kapal Destroyer Canggih Andalan Inggris Mogok di Laut Mediterania
Kapal perang Inggris yang dibangun dengan biaya 1 miliar poundsterling atau sekitar Rp19,2 triliun mogok di Teluk Persia karena mesin rusak.
Kontraktor pembuat kapal mengklaim bahwa Kementerian Pertahanan Inggris tidak memberitahu mereka bahwa kapal perang tipe 45 destroyer dengan berat 8.000 ton itu, menghabiskan waktu yang cukup lama di Teluk Persia.
Mesin kapal perang berhenti bekerja saat kapal berada di tengah laut. Hal itu membuat para awak kapal bertahan dalam kegelapan selama berjam-jam.
Mogoknya kapal perang itu membuat Kementerian Pertahanan Inggris dikecam para anggota parlemen, karena menempatkan kehidupan para tentara Inggris dalam risiko berbahaya.
Kritik keras salah satunya disampaikan oleh anggota parlemen dari Scottish National Party (SNP), Douglas Chapman.
Kontraktor pembuat kapal mengklaim bahwa Kementerian Pertahanan Inggris tidak memberitahu mereka bahwa kapal perang tipe 45 destroyer dengan berat 8.000 ton itu, menghabiskan waktu yang cukup lama di Teluk Persia.
Mesin kapal perang berhenti bekerja saat kapal berada di tengah laut. Hal itu membuat para awak kapal bertahan dalam kegelapan selama berjam-jam.
Mogoknya kapal perang itu membuat Kementerian Pertahanan Inggris dikecam para anggota parlemen, karena menempatkan kehidupan para tentara Inggris dalam risiko berbahaya.
Kritik keras salah satunya disampaikan oleh anggota parlemen dari Scottish National Party (SNP), Douglas Chapman.
Rabu, 27 April 2016
Tiba Di Filipina Kapal Destroyer Jepang Siaga Atasi kekuatan Cina di LCS
Kapal perusak (destroyer) Jepang dengan nama Ise baru saja tiba di pangkalan angkatan laut Subic di Filipina pagi ini.
"Kapal milik pasukan bela diri maritim (MSDF) Jepang ini tiba pagi ini di Filipina," ujar sumber Tribunnews.com Selasa ini (26/4/2016).
Kapal ini untuk mengantisipasi segala sesuatu yang terjadi di Laut China Selatan yang sedang dipermasalahkan saat ini.
Kedatangan kapal perusak berteknologi tinggi ini pun menyusul kapal selam Jepang yang telah datang terlebih dulu di sana untuk tujuan latihan bersama dengan pasukan Indonesia dan Vietnam.
"Kapal milik pasukan bela diri maritim (MSDF) Jepang ini tiba pagi ini di Filipina," ujar sumber Tribunnews.com Selasa ini (26/4/2016).
Kapal ini untuk mengantisipasi segala sesuatu yang terjadi di Laut China Selatan yang sedang dipermasalahkan saat ini.
Kedatangan kapal perusak berteknologi tinggi ini pun menyusul kapal selam Jepang yang telah datang terlebih dulu di sana untuk tujuan latihan bersama dengan pasukan Indonesia dan Vietnam.
Label:
China,
Jepang,
Kapal Perang,
Laut China Selatan
Kamis, 14 April 2016
Jet Tempur Rusia Terbang Rendah Diatas Kapal Perang Amerika Serikat
Jet tempur Rusia melesat di ketinggian rendah, di atas kapal kapal Amerika Serikat di Laut Baltik. Tindakan Rusia ini dianggap berbahaya dan mengancam keselamatan armada laut AS.
Diberitakan CNN yang mengutip laporan tidak resmi pejabat Angkatan Laut AS, Rabu (13/4), insiden ini terjadi sebanyak tiga kali pada Minggu dan Selasa malam lalu di perairan internasional.
Dalam dua peristiwa, dua armada Rusia terbang sangat rendah, sekitar 22 meter di atas kapal perang USS Donald Cook. Sedangkan peristiwa ketiga, jet Rusia terbang di ketinggian yang masih dianggap aman.
Menurut pejabat AS, jet Rusia melakukan manuver terbang serang namun tanpa ada berondongan peluru. Manuver ini biasanya dilakukan untuk melakukan penyerangan ke target di darat. Peristiwa ini terekam kamera dan diunggah di Youtube.
Diberitakan CNN yang mengutip laporan tidak resmi pejabat Angkatan Laut AS, Rabu (13/4), insiden ini terjadi sebanyak tiga kali pada Minggu dan Selasa malam lalu di perairan internasional.
Dalam dua peristiwa, dua armada Rusia terbang sangat rendah, sekitar 22 meter di atas kapal perang USS Donald Cook. Sedangkan peristiwa ketiga, jet Rusia terbang di ketinggian yang masih dianggap aman.
Menurut pejabat AS, jet Rusia melakukan manuver terbang serang namun tanpa ada berondongan peluru. Manuver ini biasanya dilakukan untuk melakukan penyerangan ke target di darat. Peristiwa ini terekam kamera dan diunggah di Youtube.
Label:
Amerika,
Kapal Perang,
Pesawat Tempur,
Rusia
Rabu, 13 Januari 2016
2 Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat Ditahan Iran
Dua kapal milik Angkatan Laut Amerika Serikat saat ini berada dalam tahanan Iran. Namun, Iran sudah memastikan bahwa awak dari kedua kapal itu akan dikembalikan.
"Kami kehilangan kontak dengan 2 kapal kecil milik Angkatan Laut yang berangkat dari Kuwait menuju Bahrain," kata seorang pejabat AS di Pentagon yang tidak disebutkan namanya. Demikian dilansir Reuters, Rabu (13/1/2016).
Pentagon berkomunikasi dengan pemerintah Iran. Pihak Iran kemudian memberikan informasi terkait keselamatan dan kondisi para awak kapal.
"Kami kehilangan kontak dengan 2 kapal kecil milik Angkatan Laut yang berangkat dari Kuwait menuju Bahrain," kata seorang pejabat AS di Pentagon yang tidak disebutkan namanya. Demikian dilansir Reuters, Rabu (13/1/2016).
Pentagon berkomunikasi dengan pemerintah Iran. Pihak Iran kemudian memberikan informasi terkait keselamatan dan kondisi para awak kapal.
Minggu, 10 Januari 2016
Turki Bangun Kapal Serbu Amfibi Serbaguna Terbesar
Turki mulai membangun kapal serbu amfibi serbaguna terbesar dalam sejarah Angkatan Laut negara itu. Pembangunan kapal serbu amfibi itu akan rampung pada 2021.
Kapal serbu amfibi itu diberi nama TCG Anatolia atau TCG Anatolia. Pembangunan kapal amfibi itu pertama kali dilaporkan surat kabar Milliyet.
Kapal ini sedang dibangun di galangan kapal Sedef di Istanbul. Menurut laporan media Turki, kapal itu dibangun dengan panjang 225 meter dan lebar 32 meter. Beratnya direncanakan mencapai 28 ribu ton saat terisi penuh.
Kapal serbu amfibi itu diberi nama TCG Anatolia atau TCG Anatolia. Pembangunan kapal amfibi itu pertama kali dilaporkan surat kabar Milliyet.
Kapal ini sedang dibangun di galangan kapal Sedef di Istanbul. Menurut laporan media Turki, kapal itu dibangun dengan panjang 225 meter dan lebar 32 meter. Beratnya direncanakan mencapai 28 ribu ton saat terisi penuh.
Selasa, 29 Desember 2015
Rusia Pamerkan Kapal Perang Penghancur di Tanjung Priok
Destroyer Bystry milik Angkatan Laut bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Berlabuhnya kapal perang tipe penghancur milik negara ahli waris Uni Soviet itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan militer Rusia terutama di Asia Tenggara.
Kehadiran kapal perang Bystry di Indonesia, kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin, merupakan wujud keharmonisan kerja sama militer di antara kedua negara. Destroyer Bystry berada di Tanjung Priok selama lima hari, sejak Natal pekan lalu hingga hari ini, Selasa (29/12).
"Kami ingin mempertahankan kerja sama yang selama ini dijalin Rusia dengan Indonesia. Kehadiran Bystry merupakan wujud dari intensitas komunikasi yang terus kami bangun," ujar Galuzin di atas kapal Bystry, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Galuzin tidak merinci kerja sama militer RI-Rusia yang dia maksud. Namun salah satunya, menurut Galuzin, adalah akan adanya latihan perang gabungan tahun depan di antara kedua negara yang berfokus pada teknik komunikasi dan strategi perang.
Kehadiran kapal perang Bystry di Indonesia, kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin, merupakan wujud keharmonisan kerja sama militer di antara kedua negara. Destroyer Bystry berada di Tanjung Priok selama lima hari, sejak Natal pekan lalu hingga hari ini, Selasa (29/12).
![]() |
| Rusia memiliki lima kapal perang penghancur. Salah satunya bersandar di Tanjung Priok, Jakarta, selama lima hari. Ini kapal perusak di garis terdepan Angkatan Laut Rusia. CNN Indonesia/Gilang Fauzi |
"Kami ingin mempertahankan kerja sama yang selama ini dijalin Rusia dengan Indonesia. Kehadiran Bystry merupakan wujud dari intensitas komunikasi yang terus kami bangun," ujar Galuzin di atas kapal Bystry, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Galuzin tidak merinci kerja sama militer RI-Rusia yang dia maksud. Namun salah satunya, menurut Galuzin, adalah akan adanya latihan perang gabungan tahun depan di antara kedua negara yang berfokus pada teknik komunikasi dan strategi perang.
Selasa, 03 November 2015
China Terbangkan 2 Jet Tempur Sebagai Sepon Rencana AS Kirimkan Kapal Perang di LCS
Amerika Serikat (AS) hendak mengirim kapal perang lagi di kawasan Laut China Selatan setelah sebelumnya kapal perang mereka, USS Lassen, patroli di dekat pulau buatan China di kawasan sengketa itu. Sedangkan China mengerahkan dua pesawat jet tempur untuk merespons tindakan AS yang dianggap sebagai aksi “provokasi”.
Pekan lalu, kapal perang USS Lassen, bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil laut dari pulau-pulau buatan Beijing di Laut China Selatan. Tindakan itu dianggap menantang klaim teritorial China atas Laut China Selatan yang jadi sengketa.
Seorang pejabat pertahanan AS pada hari Senin mengatakan kepada Reuters, bahwa Angkatan Laut AS akan melakukan patroli serupa. “Di wilayah sekitar dua kali seperempat atau sedikit lebih dari itu,” kata pejabat itu mengacu pada wilayah Laut China Selatan.
Pekan lalu, kapal perang USS Lassen, bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil laut dari pulau-pulau buatan Beijing di Laut China Selatan. Tindakan itu dianggap menantang klaim teritorial China atas Laut China Selatan yang jadi sengketa.
Seorang pejabat pertahanan AS pada hari Senin mengatakan kepada Reuters, bahwa Angkatan Laut AS akan melakukan patroli serupa. “Di wilayah sekitar dua kali seperempat atau sedikit lebih dari itu,” kata pejabat itu mengacu pada wilayah Laut China Selatan.
Label:
Amerika,
China,
Kapal Perang,
Laut China Selatan,
Pesawat Tempur
Rabu, 28 Oktober 2015
Amerika Serikat Siap Perang dengan Tiongkok
Ketegangan di kawasan rawan konflik, Laut China Selatan, meningkat drastis kemarin (27/10), akibat manuver Amerika Serikat. Militer Negeri Paman Sam itu mengirim kapal penghancur USS Lassen mendekati kepulauan Spratly, wilayah hasil reklamasi pemerintah China.
Kapal ini sempat mencapai jarak 12 mil laut dari terumbu karang Subi, di pinggir Spratly. Akibat kehadiran kapal itu, China langsung menyiagakan kapal perang mereka untuk membuntuti USS Lassen.
Kapal perang AS ini dianggap Beijing, sebagai "aksi sepihak yang berupaya memiliterisasi kawan Laut China Selatan," tulis Kementerian Pertahanan China dalam situs resminya, seperti dilansir USA Today.
"China mendesak AS menghormati posisi China, segera memperbaiki kesalahan ini, dan tidak mengambil langkah berbahaya atau provokatif di masa mendatang yang dapat mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional China," imbuh keterangan tertulis Beijing.
Kapal ini sempat mencapai jarak 12 mil laut dari terumbu karang Subi, di pinggir Spratly. Akibat kehadiran kapal itu, China langsung menyiagakan kapal perang mereka untuk membuntuti USS Lassen.
Kapal perang AS ini dianggap Beijing, sebagai "aksi sepihak yang berupaya memiliterisasi kawan Laut China Selatan," tulis Kementerian Pertahanan China dalam situs resminya, seperti dilansir USA Today.
"China mendesak AS menghormati posisi China, segera memperbaiki kesalahan ini, dan tidak mengambil langkah berbahaya atau provokatif di masa mendatang yang dapat mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional China," imbuh keterangan tertulis Beijing.
Label:
Amerika,
China,
Kapal Perang,
Konflik Asia,
Laut China Selatan
Minggu, 26 Juli 2015
Rudal SM-2 Meledak Saat Ditembakkan Destroyer USS The Sullivans
Kapal Destroyer Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengalami kerusakan, tak lama setelah peluncuran uji rudal SM-2 di lepas pantai Virginia, AS.
“Rudal Standar Missile-2 (SM-2) meledak saat ditembakkan dari Cell Vertical Launch System kapal destroyer Arleigh Burke Class, USS The Sullivan (DDG-68) saat melakukan latihan di lepas pantai Virginia,” demikian pernyataan dari Pusat Komando AL AS, seperti diberitakan Sputnik, Jumat (24/7/2015).
![]() |
| Rudal SM-2 meledak sesaat setelah diluncurkan dari destroyer Arleigh Burke Class, USS The Sullivans |
“Rudal Standar Missile-2 (SM-2) meledak saat ditembakkan dari Cell Vertical Launch System kapal destroyer Arleigh Burke Class, USS The Sullivan (DDG-68) saat melakukan latihan di lepas pantai Virginia,” demikian pernyataan dari Pusat Komando AL AS, seperti diberitakan Sputnik, Jumat (24/7/2015).
Sabtu, 11 Juli 2015
Rusia Unjuk Gigi Teknologi Canggih Angkatan Laut
Pada awal Juli 2105 ini, kota Sankt Petersburg kembali menyelenggarakan pameran militer kelautan internasional Euronaval. Sejumlah alasan objektif, baik politis maupun ekonomi, membuat banyak perusahaan asing—pengembang dan produsen senjata dan peralatan militer angkatan laut—tidak bepartisipasi dalam pameran kali ini. Namun demikian, beberapa perusahaan dalam negeri berhasil menarik perhatian. RBTH akan menyajikan berita paling menarik dari pameran militer kelautan internasional ini.
Di antara yang ditampilkan di stan United Shipbuilding Corporation dan perusahaan-perusahaan industri perkapalan Rusia lainnya, ada beberapa maket yang menarik perhatian, seperti konsep kapal permukaan tempur yang prospektif, frigate serbaguna dari Proyek 22356, versi modern dari korvet Proyek 20382, platform dasar laut berkecepatan tinggi dengan rongga udara bagian bawah KBK-1200, dan tentu saja kapal selam Piranha-T.
![]() |
| Acara pembukaan Pameran militer kelautan di Sankt Peterburg, 4 Juli. Foto: Ruslan Shamukov / TASS |
Di antara yang ditampilkan di stan United Shipbuilding Corporation dan perusahaan-perusahaan industri perkapalan Rusia lainnya, ada beberapa maket yang menarik perhatian, seperti konsep kapal permukaan tempur yang prospektif, frigate serbaguna dari Proyek 22356, versi modern dari korvet Proyek 20382, platform dasar laut berkecepatan tinggi dengan rongga udara bagian bawah KBK-1200, dan tentu saja kapal selam Piranha-T.
Jumat, 03 April 2015
Taiwan luncurkan korvet peluru kendali berteknologi stealth pertama
Angkatan Laut Taiwan mengumumkan telah meluncurkan kapal perang tercanggih mereka dari kelas korvet berpeluru kendali dengan teknologi stealth alias tak kasat mata perdana.
Negara pulau itu berencana membuat selusin armada kapal perang di kelas ini, dan semuanya dibangun di galangan kapal Taiwan.
Dalam satu upacara peluncuran, di pangkalan Zuoying, Kaohsiung, Selasa lalu (31/3), Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou, menyatakan, korvet Tuo Jiang dan kapal dukungan perang berbobot 20.000 ton, Panshih, itu menunjukkan keberhasilan negara itu dalam meningkatkan kapabilitasnya.
Dikutip dari Jane’s Defence Weekly, di Jakarta, Jumat dini hari, keberhasilan itu juga bermakna mengembangkan kapabilitas dan kemampuan peperangan Angkatan Laut Taiwan.
Negara pulau itu berencana membuat selusin armada kapal perang di kelas ini, dan semuanya dibangun di galangan kapal Taiwan.
Dalam satu upacara peluncuran, di pangkalan Zuoying, Kaohsiung, Selasa lalu (31/3), Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou, menyatakan, korvet Tuo Jiang dan kapal dukungan perang berbobot 20.000 ton, Panshih, itu menunjukkan keberhasilan negara itu dalam meningkatkan kapabilitasnya.
Dikutip dari Jane’s Defence Weekly, di Jakarta, Jumat dini hari, keberhasilan itu juga bermakna mengembangkan kapabilitas dan kemampuan peperangan Angkatan Laut Taiwan.
Label:
Kapal Perang,
Militer Asia Pasifik
Rabu, 11 Maret 2015
Jepang Pasok Kapal-kapal Patroli ke Vietnam dan Filipina
Pasukan imperial Jepang terusir dari Laut China Selatan, dengan kekalahan pada Perang Dunia II. Setelah 70 tahun, kini Jepang diam-diam berusaha untuk mengembalikan pengaruhnya di kawasan.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 11 Maret 2015, Tokyo memulai langkahnya dengan menjalin kerjasama keamanan dengan Filipina dan Vietnam, dua negara yang juga terancam dengan ambisi maritim China.
Tokyo menjalin kerjasama keamanan yang luas, seperti memasok kapal-kapal patroli bagi kedua negara itu. Ini seiring rencana Jepang menggelar latihan bersama Filipina beberapa bulan mendatang.
Para dokter militer Jepang juga telah ditugaskan, untuk memberi nasihat pada para awak kapal selam Vietnam, tentang bagaimana mengatasi penyakit akibat dekompresi udara.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 11 Maret 2015, Tokyo memulai langkahnya dengan menjalin kerjasama keamanan dengan Filipina dan Vietnam, dua negara yang juga terancam dengan ambisi maritim China.
![]() |
| Kapal Patroli Jepang berlayar di dekat kapal China di Laut China Timur (REUTERS) |
Tokyo menjalin kerjasama keamanan yang luas, seperti memasok kapal-kapal patroli bagi kedua negara itu. Ini seiring rencana Jepang menggelar latihan bersama Filipina beberapa bulan mendatang.
Para dokter militer Jepang juga telah ditugaskan, untuk memberi nasihat pada para awak kapal selam Vietnam, tentang bagaimana mengatasi penyakit akibat dekompresi udara.
Label:
Jepang,
Kapal Perang,
Militer Asia Pasifik
Jumat, 13 Februari 2015
Korea Utara pamer kapal siluman canggih
Korea utara baru-baru ini merilis gambar kapal siluman penghancur buatan dalam negeri sebagai ancaman kepada Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Kapal yang dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih itu dikatakan dapat membidik kapal musuh dalam jarak 160 kilometer, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (11/2). Kapal dibuat selama sepuluh tahun itu juga dirancang bisa menghindari pelacakan radar dari kapal Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Kapal yang dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih itu dikatakan dapat membidik kapal musuh dalam jarak 160 kilometer, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (11/2). Kapal dibuat selama sepuluh tahun itu juga dirancang bisa menghindari pelacakan radar dari kapal Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Label:
Amerika,
Kapal Perang,
Korea Selatan,
Korea Utara
Kamis, 08 Januari 2015
Gantikan Kapal Jepang, Kapal Tiongkok Tiba di Area Pencarian QZ8501 Besok
2 Kapal Jepang akan meninggalkan area pencarian pesawat AirAsia QZ8501 esok hari. Posisi kapal itu digantikan oleh KN SAR Pacitan dan kapal asing dari Tiongkok.
"Kapal Tiongkok on the way sekarang ke sini. Tapi bukan kapal perang, kapal SAR," kata Kepala Basarnas Marsdya TNI FHB Soelistyo di kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015).
Menurut Soelistyo, jauhnya jarak antara Tiongkok dan Indonesia menyebabkan kapal tersebut baru akan tiba di lokasi pencarian esok hari. Sementara perjalanannya sendiri telah dilakukan tak lama setelah adanya kabar Pesawat AirAsia QZ8501 hilang.
"Kapal Tiongkok on the way sekarang ke sini. Tapi bukan kapal perang, kapal SAR," kata Kepala Basarnas Marsdya TNI FHB Soelistyo di kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015).
Menurut Soelistyo, jauhnya jarak antara Tiongkok dan Indonesia menyebabkan kapal tersebut baru akan tiba di lokasi pencarian esok hari. Sementara perjalanannya sendiri telah dilakukan tak lama setelah adanya kabar Pesawat AirAsia QZ8501 hilang.
Minggu, 04 Januari 2015
Kapal Perang Amerika Cepat Temukan Jenazah, Ini Penjelasan Basarnas
Meski tidak bergabung sejak awal, kapal USS Sampson 102 mampu unjuk gigi melebihi tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) dalam mencari jenazah pesawat AirAsia QZ8501.
Bahkan, dalam satu hari, mereka dapat langsung menyerahkan 12 jenazah penumpang pesawat tersebut ke posko utama pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Direktur Operasional Basarnas SB Supriyadi mengakui bahwa teknologi yang dimiliki kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu lebih canggih daripada teknologi yang dimiliki tim gabungan saat ini sehingga mereka dapat memosisikan lebih tepat di mana jenazah itu berada.
Bahkan, dalam satu hari, mereka dapat langsung menyerahkan 12 jenazah penumpang pesawat tersebut ke posko utama pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
![]() |
| USS Sampson 102 Evakuasi Airasia QZ8501 |
Direktur Operasional Basarnas SB Supriyadi mengakui bahwa teknologi yang dimiliki kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu lebih canggih daripada teknologi yang dimiliki tim gabungan saat ini sehingga mereka dapat memosisikan lebih tepat di mana jenazah itu berada.
Rabu, 31 Desember 2014
Fregat Kanada akan bergabung pasukan NATO di Ukraina
Satu kapal fregat Kanada dengan 250 marinir berangkat dari Halifax di pantai Atlantik Selasa untuk bergabung dengan pasukan NATO di Laut Mediterania memantau krisis Ukraina.
HMCS Fredericton, yang membawa helikopter Sea King dan detasemen udara, akan menggantikan HMCS Toronto, yang bergabung dengan pasukan tetap NATO pada Juli.
Dalam dukungannya untuk Ukraina, Ottawa telah memberlakukan sanksi terhadap para politisi Rusia dan sektor minyak serta gas negara, selain terhadap Pemimpin separatis Ukraina.
Menteri Kanada Pertahanan Rob Nicholson mengatakan kapal itu akan "membantu membawa perdamaian ke Eropa Timur dan Tengah.
HMCS Fredericton, yang membawa helikopter Sea King dan detasemen udara, akan menggantikan HMCS Toronto, yang bergabung dengan pasukan tetap NATO pada Juli.
Dalam dukungannya untuk Ukraina, Ottawa telah memberlakukan sanksi terhadap para politisi Rusia dan sektor minyak serta gas negara, selain terhadap Pemimpin separatis Ukraina.
Menteri Kanada Pertahanan Rob Nicholson mengatakan kapal itu akan "membantu membawa perdamaian ke Eropa Timur dan Tengah.
Label:
Kanada,
Kapal Perang,
NATO,
Ukraina
Selasa, 30 Desember 2014
Amerika Serikat kirim USS Sampson cari AirAsia QZ8501
Amerika Serikat mengerahkan sebuah kapal perusak USS Sampson untuk membantu mencari pesawat jet AirAsia QZ8501 yang hilang, kata pejabat AS seperti dikutip AFP.
USS Sampson diharapkan tiba hari ini di zona pencarian pesawat QZ8501 yang menghilang Minggu di Laut Jawa dengan 162 orang penumpang dan awak.
"Angkatan Laut AS bekerja sama dengan pemerintah Indonesia akan mengidentifikasi kemampuan tambahan permukaan atau udara yang sangat membantu upaya pencarian," kata Armada Ke-7 AS.
Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengatakan Indonesia telah resmi meminta bantuan AS dan menegaskan tidak ada warga negara Amerika Serikat berada dalam penerbangan tersebut.
USS Sampson diharapkan tiba hari ini di zona pencarian pesawat QZ8501 yang menghilang Minggu di Laut Jawa dengan 162 orang penumpang dan awak.
"Angkatan Laut AS bekerja sama dengan pemerintah Indonesia akan mengidentifikasi kemampuan tambahan permukaan atau udara yang sangat membantu upaya pencarian," kata Armada Ke-7 AS.
Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengatakan Indonesia telah resmi meminta bantuan AS dan menegaskan tidak ada warga negara Amerika Serikat berada dalam penerbangan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)



















