Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2016

Serangan Bom Lukai 8 Orang di Malaysia

Sebuah serangan granat di sebuah bar di Malaysia melukai delapan orang, termasuk seorang warga negara China. Meski begitu, pihak kepolisian Malaysia meyakini jika serangan tersebut bukanlah aksi terorisme.


Serangan terhadap Movida Bar di Puchong, sebuah kota pinggiran ibukota Kuala Lumpur, terjadi pada Selasa (28/6/2016) dini hari. Saat itu, para pengunjung tengah menonton siaran langsung Euro 2016.

Sabtu, 30 April 2016

Hari Ini, Abu Sayyaf Ancam Penggal Empat Sandera Malaysia

Empat sandera asal Malaysia diancam dieksekusi penggal oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina, setelah tenggat untuk menebus mereka berakhir hari ini (30/4/2016).
Keluarga dari empat warga Malaysia kini berdoa untuk keselamatan mereka. Pihak keluarga menyebut uang tebusan yang dituntut kelompok Abu Sayyaf sebesar 30 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp101 miliar.


Hari Ini, Abu Sayyaf Ancam Penggal Empat Sandera Malaysia

Wong Chi Ming, ayah dari dua bersaudara yang disandera Abu Sayyaf mengatakan bahwa semua yang mereka bisa lakukan sekarang adalah berdoa supaya empat sandera tidak akan dirugikan oleh orang-orang bersenjata.

Keempat sandera asal Malaysia itu adalah dua bersaudara; Wong Teck Pang, 31, dan Wong Teck Chi, 29. Kemudian sepupu mereka; Johnny Lau Jung Hien, 21, dan Wong Hung Sing, 34 (bukan kerabat).
 

Rabu, 13 April 2016

Indonesia - Malaysia Siap Bekerja Sama Bebaskan Sandra Abu Sayyaf

Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam upaya pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.

Indonesia - Malaysia Siap Bekerja Sama Bebaskan Sandra Abu Sayyaf

"Kami mendoakan agar masalah ini bisa diselesaian dengan baik dan para sandera dapat diselamatkan. Malaysia berharap, 10 WNI yang disandera segera dibebaskan. Begitu pula sebaliknya," ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, di kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa malam, 12 April 2016.

Jumat, 25 Maret 2016

Lebih dari 100 Kapal China Langgar Batas Wilayah Malaysia

Menteri Keamanan Malaysia, Shahidan Kassim mengatakan, sekitar 100 kapal yang terdaftar sebagai kapal asal China terdeteksi melanggar wilayah perairan Malaysia. Mereka melanggar wilayah perairan Malaysia di dekat Luconia Shoals di Laut China Selatan.

Lebih dari 100 Kapal China Langgar Batas Wilayah Malaysia

Menurut kantor berita Bernama, Shahidan mengatakan, sejumlah kapal milik Badan Penegak Kelautan Malaysia dan Angkatan Laut telah dikerahkan untuk memantau situasi di wilayah tersebut.

Jumat, 26 Februari 2016

Pesawat CN235 TUDM Malaysia Alami Kecelakaan

Enam anggota TUDM dalam pesawat pengangkut CN235 yang terhempas di pesisir pantai Asam Jawa, dekatan Stadium Melawati, dinyatakan selamat. Mereka diselamatkan oleh nelayan yang berada berhampiran lokasi nahas tersebut. Penolong dari Bomba dan Penyelamat Selangor, Mohd Sani Harul, mendapat maklumat mengenai satu pesawat yang terbakar.


“Seramai enam orang berjaya diselamatkan dengan perahu nelayan yang berada di situ. “Anggota penyelamat bergegas ke sana dan mereka memasuki kawasan dengan menggunakan bot,” katanya.

Sabtu, 16 Januari 2016

Tersangka ISIS di Malaysia Mengaku Rencanakan Bom Bunuh Diri

Seorang tersangka militan ISIS ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia. Pria muda itu mengaku berencana melakukan serangan bom bunuh diri di negeri Jiran tersebut. Polisi telah menemukan beberapa senjata dan dokumen terkait ISIS di kediaman pria itu.

Tersangka ISIS di Malaysia Mengaku Rencanakan Bom Bunuh Diri

Kepala kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar mengatakan, pria berumur 28 tahun itu mengaku siap menjadi pengebom bunuh diri. Dia tinggal menunggu perintah dari anggota ISIS di Suriah sebelum melakukan aksinya itu di Malaysia. Pria yang tak disebutkan namanya itu dibekuk pada Jumat, 15 Januari kemarin di sebuah stasiun kereta di Kuala Lumpur.

"Tersangka mengaku bahwa dirinya telah merencanakan serangan bunuh diri di Malaysia dan sedang menunggu instruksi dari seorang anggota ISIS di Suriah," tutur Khalid seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/1/2016).

Selasa, 29 September 2015

Menhan Malaysia Jatuh Sakit Akibat Kabut Asap

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein dikabarkan jatuh sakit akibat kabut asap yang ‘diimpor’ dari Indonesia.

Mengutip akun twitter Hishammuddin Hussein dia merasakan tubuhnya tak nyaman, seperti terserang flu. “Kabut masih sangat buruk, saya telah kehilangan suara saya dan hidung juga tersumbat,” kata Hishamuddin melalui akun Twitter-nya, Minggu (28/9) seperti ditulis Selasa (29/9).


Menhan Malaysia Jatuh Sakit Akibat Kabut Asap

Perlu diketahui, kondisi kabut asap di Malaysia tergolong buruk dan tidak menyehatkan. Kementerian Pendidikan memutuskan untuk meliburkan semua sekolah pada Senin (29/9/2015), di negara bagian Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, Negeri Sembilan, dan Sarawak.

Kamis, 10 September 2015

Kapal Malaysia hilang, diduga aksi perompak berbasis di Indonesia

Kapal kargo berbendera Malaysia dikabarkan dibajak perompak dan menghilang di Laut China Selatan. Hal ini sudah dikonfirmasi kebenarannya dari petugas penjaga pantai Angkatan Laut Negeri Jiran.

Menurut petugas penjaga pantai, kapal tersebut hilang kontak sejak Kamis pekan lalu. Kapal MT Sah Lian ini tengah berlayar dari Negara Bagian Malaysia, Sarawak.


Kapal Malaysia hilang, diduga aksi perompak berbasis di Indonesia

"Kami percaya kapal ini dibajak, dan kami percaya kejadiannya di perairan Indonesia, dekat Pulau Natuna," ujar kepala penjaga pantai daeraha Sarawak, Laksamana Pertama Ismaili Bujang Pit, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (10/9).

Kapal Sah Lian merupakan kapal kargo yang membawa berbagai produk baja, dan makanan. Kapal ini berlayar dari Kota Limbang, dan berawak 14 orang, di antaranya berkebangsaan Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan India.

Senin, 24 November 2014

Malaysia : Tidak Ada Nelayan Kami yang Ditangkap Indonesia

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) menyampaikan tidak ada nelayannya yang hilang. Selain itu, mereka juga membantah adanya nelayan Malaysia yang ditahan otoritas Indonesia karena dituduh melakukan pencurian ikan.


Dikutip dari laman The Star Malaysia, edisi akhir pekan, pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Jenderal MMEA, Amdan Kurish. Dia mengaku telah memeriksa semua pelabuhan penangkapan ikan milik nelayan Malaysia dan menemukan semua nelayan yang diduga telah ditangkap.

"Hanya satu nelayan Malaysia yang melanggar batas wilayah perairan Indonesia. Tetapi, dia terlihat sudah kembali," ungkap Amdan.

Dia menambahkan, antara Indonesia dengan Malaysia tidak memiliki masalah terkait penerobosan wilayah. Sebab, sudah ada nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak di tahun 2011 lalu.

Selasa, 07 Oktober 2014

Kapal Perang Malaysia Hilang Dekat Perairan Kalimantan

Sebuah kapal perang milik Angkatan Laut Malaysia berisi tujuh orang awak hilang di perairan dekat Kalimantan. Upaya pencarian saat ini tengah dilakukan.

Kapal Perang Malaysia Hilang Dekat Perairan Kalimantan

Seorang pejabat angkatan laut Malaysia, Senin (6/10/2014) mengatakan, insiden tersebut terjadi saat dilakukan patroli laut rutin pada Minggu di dekat Pulau Mengalum, sebelah timur Sabah.

"Ya, itu benar. Tolong doakan keselamatan mereka," kata Kepala Angkatan Laut Malaysia Abdul Aziz Jaafar dalam pesan Twitter ketika ditanya tentang hilangnya kapal tersebut.

Minggu, 13 Juli 2014

Seorang polisi tewas, sejumlah lainnya diculik di Sabah

Seorang polisi tewas dan lainnya diperirakan telah diculik oleh orang-orang bersenjata di lokasi penyelaman Malaysia, pulau Mabul, lepas pantai Semporna di pantai timur Sabah, kata surat kabar berbahasa Inggris setempat "The Star", Minggu.


Dilaporkan, polisi laut Kpl Rajah Jamuan tewas sementara seorang polisi yang diidentifikasi sebagai Zakiah Aleip, 26, masih hilang setelah baku tembak dengan kelompok bersenjata saat penyergapan di Mabul Water Bungalows Resort di pulau itu pada sekitar pukul 23.00 waktu setempat, Sabtu.

Kamis, 20 Maret 2014

CTBTO: Pesawat Malaysia Airlines MH370 masih bisa ditemukan

Sebuah laporan dari Organisasi Perjanjian Pelarangan Tes Nuklir Komprehensif (CTBTO) memberi harapan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 masih mungkin ditemukan. Organisasi yang berbasis di Austria itu menjelaskan, tidak pernah mendeteksi ada ledakan atau tabrakan baik di darat maupun laut sejak pesawat tersebut hilang, 8 Maret lalu.

CTBTO: Pesawat Malaysia Airlines MH370 masih bisa ditemukan

Sekretaris eksekutif CTBTO Lassina Zarbo menegaskan, kecelakaan pesawat bisa dideteksi dengan tiga atau empat teknologi yang digunakan oleh Sistem Monitoring Internasional (IMS). Sistem ini bisa mendeteksi apapun ledakan yang terjadi di bumi.

"Data kami secara potensial bisa membuka harapan tentang dimana sesungguhnya pesawat MH370. Kami memperlihatkan kepada keluarga korban yang gelisah menunggu kabar tentang orang-orang yang mereka cintai bahwa data ini kami gunakan sepenuhnya," demikian pernyataan Zarbo di situs CTBTO seperti dikutip The Star, Rabu (19/3).

PM Australia: Ada 2 Obyek Diduga Pesawat Malaysia Airlines di Samudra Hindia

Kini giliran kabar soal Malaysia Airlines yang hilang datang dari Australia, Kamis (20/3/2014). Perdana Menteri Australia Tony Abbot mengatakan, ada dua obyek diduga terkait penerbangan MH370 itu ditemukan di kawasan selatan Samudra Hindia.

PM Australia: Ada 2 Obyek Diduga Pesawat Malaysia Airlines di Samudra Hindia

Abbot menyampaikan informasi tersebut kepada parlemen Australia. "Informasi baru dan kredibel datang sebagai cahaya setelah hampir dua pekan pesawat menghilang... di Samudra Hindia," kata dia sebagaimana dikutip AFP.

Pesawat berkode penerbangan MH370 milik Malaysia Airlines hilang setelah lepas landas dari Kuala Lumpur, Sabtu (8/3/2014). Seharusnya mendarat di Beijing, China, pesawat justru hilang kontak tak lebih dari dua jam setelah lepas landas.

Rabu, 19 Maret 2014

Malaysia Berencana Sewa Pesawat Tempur Untuk Gantikan MiG-29

Tiga pabrikan pesawat tempur siap mengajukan proposal untuk menyewakan pesawat tempur multiperan baru ke Malaysia untuk menggantikan pesawat tempur MiG-29 Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Malaysia Berencana Sewa Pesawat Tempur Untuk Gantikan MiG-29

BAE Systems plc (Inggris), Boeing Co (AS) dan Saab AB (Swedia) disebut-sebut sudah masuk dalam daftar 5 produsen pesawat yang dipantau pemerintah Malaysia untuk menjadi kandidat dalam program Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) TUDM.

Sedangkan dua perusahaan lain yang masuk dalam daftar pendek tersebut, Sukhoi Aviation Holding Co (Rusia), belum menunjukkan minat apapun. Sementara itu Dassault Aviation (Perancis), pembuat pesawat tempur Rafale, telah mengatakan tidak akan berpartispasi dalam program leasing (penyewaan).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...