Pada Januari 2019 TNI-AL menerima lima unit helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) yang merupakan hasil kerja sama insdustri PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Helicopter.
Helikopter ini memiliki banyak keunggulan, yakni helikopter sangat ringan karena mempunyai bobot maksimum saat take off hanya 4,3 ton. Bodi helikopter merupakan kombinasi glass fibre yang diperkuat Nomex untuk menambah daya tahan dan sekaligus mengurangi berat helikopter.
Helikopter AS565 juga disokong dua mesin turboshaft Turbomeca Arriel 2C. Masing-masing mesin punya kekuatan 635 kW. Dengan mesin ini, Panther memiliki performa yang dapat diandalkan dalam kondisi apapun termasuk panas dan di ketinggian.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Industri Pertahanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri Pertahanan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Juni 2019
Otokoar Tulpar 105 Pesaing Tank Medium Harimau Buatan Pindad
TULPAR dirancang sebagai tank multi-guna yang dapat digunakan dalam beragam misi, dan dirancang untuk menawarkan perlindungan, mobilitas dan daya tembak yang unggul dalam kondisi iklim yang buruk dan medan yang menantang.
Tank besutan Otokar Otomotiv ve Savunma Sanayi Turki ini memiliki bobot mencapai 42 ton, dapat menampung tiga awak termasuk seorang komandan, gunner dan driver. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai peralatan dan sistem standar, termasuk sistem navigasi dan penentuan posisi, sistem radio dan komunikasi, unit tampilan pengemudi, kamera siang / malam untuk pengemudi, dan sistem tegangan track otomatis.
Peralatan dan sistem opsional mencakup unit daya tambahan, sistem pemanasan awal, sistem komando, kontrol, komunikasi dan informasi, dan situational awareness system.
Tank besutan Otokar Otomotiv ve Savunma Sanayi Turki ini memiliki bobot mencapai 42 ton, dapat menampung tiga awak termasuk seorang komandan, gunner dan driver. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai peralatan dan sistem standar, termasuk sistem navigasi dan penentuan posisi, sistem radio dan komunikasi, unit tampilan pengemudi, kamera siang / malam untuk pengemudi, dan sistem tegangan track otomatis.
Peralatan dan sistem opsional mencakup unit daya tambahan, sistem pemanasan awal, sistem komando, kontrol, komunikasi dan informasi, dan situational awareness system.
Label:
Indonesia,
Industri Pertahanan,
Pindad,
Tank,
Turki
Selasa, 18 Juni 2019
Modern Medium Tank Kaplan MT atau Harimau Hitam Buatan Pindad
Tank Kaplan atau Harimau Hitam merupakan Modern Medium Weight Tank (MMWT) hasil kerjasama antara FNSS Turki dan PT Pindad Indonesia. Tank ini pada awalnya dirancang dan dikembangkan untuk memenuhi permintaan TNI untuk pengadaan tank menengah baru dijajaran TNI Angkatan Darat.
Tank medium ini dirancang untuk dioperasikan di daerah tropis seperti Indonesia, tank ini dituntut untuk mampuh beroperasi diberbagai medan dan diberbagai ketinggian dan mampuh bertahan dalam suhu skala -18 ° C hingga + 55 ° C.
Pengembangan bersama tank generasi baru ini mencakup sistem balistik dan perlindungan ranjau canggih, tank ini juga memiliki kemampuan berbagai daya tembak mulai dari dukungan infantri hingga anti-tank. Medium tank ini akan dilengkapi dengan platform teknologi modern dengan kemampuan pertempuran unggul yang didukung dengan manajemen medan perang cangih dan sistem perlindungan aktif (APS) PULAT buatan Aselsan Turki.
Tank medium ini dirancang untuk dioperasikan di daerah tropis seperti Indonesia, tank ini dituntut untuk mampuh beroperasi diberbagai medan dan diberbagai ketinggian dan mampuh bertahan dalam suhu skala -18 ° C hingga + 55 ° C.
Pengembangan bersama tank generasi baru ini mencakup sistem balistik dan perlindungan ranjau canggih, tank ini juga memiliki kemampuan berbagai daya tembak mulai dari dukungan infantri hingga anti-tank. Medium tank ini akan dilengkapi dengan platform teknologi modern dengan kemampuan pertempuran unggul yang didukung dengan manajemen medan perang cangih dan sistem perlindungan aktif (APS) PULAT buatan Aselsan Turki.
Label:
Industri Pertahanan,
Tank,
Video
Rabu, 03 April 2019
Spesifikasi Kapal Selam Terbaru Milik TNI AL Vs AL Singapura
Bahasan menarik mengenai alutsista dalam debat capres ke-4 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat antara paslon nomor urut 01 dan urut 02 menyoroti sejumlah masalah krusial di bidang pertahanan, khususnya alutsista TNI.
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menilai bahwa pertahanan Indonesia harus lebih diperkuat, termasuk dalam penyediaan alat utama sistem senjata.
Prabowo berharap alutsista Indonesia lebih baik dibandingkan negara tetangga, dalam hal ini mantan Danjen Kopassus ini menyebut Singapura.
Singapura, menurut Probowo, memiliki kapal selam canggih dibandingkan Indonesia yang baru memiliki sejumlah kapal selam baru yang didatangkan dari Korea Selatan.
"Kita beli kapal selam oke dari Korea. Kapal selam itu adalah tipe 209, kemampuannya sangat terbatas dengan yang dibeli Singapura, dia punya tipenya sudah 218 yang bisa luncurkan peluru kendali dari bawah laut," kata Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019).
Benarkah pernyataan tersebut?. Mari kita ulas data-data mengenai kedua kapal selam tersebut.
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menilai bahwa pertahanan Indonesia harus lebih diperkuat, termasuk dalam penyediaan alat utama sistem senjata.
Prabowo berharap alutsista Indonesia lebih baik dibandingkan negara tetangga, dalam hal ini mantan Danjen Kopassus ini menyebut Singapura.
Singapura, menurut Probowo, memiliki kapal selam canggih dibandingkan Indonesia yang baru memiliki sejumlah kapal selam baru yang didatangkan dari Korea Selatan.
"Kita beli kapal selam oke dari Korea. Kapal selam itu adalah tipe 209, kemampuannya sangat terbatas dengan yang dibeli Singapura, dia punya tipenya sudah 218 yang bisa luncurkan peluru kendali dari bawah laut," kata Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019).
Benarkah pernyataan tersebut?. Mari kita ulas data-data mengenai kedua kapal selam tersebut.
Label:
Indonesia,
Industri Pertahanan,
Kapal Selam,
Singapura
Sabtu, 23 Januari 2016
Kapal SSV Filipina Buatan PT. PAL Indonesia Mulai Melaut + FOTO
Setelah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Filipina, 18/2/2016, kapal perang SSV Filipina mulai melakukan uji laut. Uji laut akan berlangsung dalam beberapa bulan, check and re-chek, hingga nantinya kapal perang SSV BRP Tarlac 601 buatan PT PAL Surabaya ini diserahkan ke Filipina pada Mei 2016. Kapal perang Filipina ini dilengkapi senjata : 76mm Oto Melara main guns dan 25mm automatic cannons.
Ada kabar dua negara Asean lainya tertarik untuk membeli kapal ini. Kapal SSV sangat berguna, untuk angkut pasukan, angkut kendaraan tempur, bawa helikopter, rumah sakit di laut dan berbagai misi lainnya, yang dibutuhkan oleh sejumlah militer di Asean.
Ada kabar dua negara Asean lainya tertarik untuk membeli kapal ini. Kapal SSV sangat berguna, untuk angkut pasukan, angkut kendaraan tempur, bawa helikopter, rumah sakit di laut dan berbagai misi lainnya, yang dibutuhkan oleh sejumlah militer di Asean.
Selasa, 17 Februari 2015
Tak Mau Sekadar Membeli Senjata, Negara Berkembang Ingin Miliki Teknologi Militer Rusia
Negara berkembang di berbagai belahan dunia kini tak mau lagi menjadi sekadar pembeli senjata Rusia. Mereka tidak mau hanya mendapat ‘perangkat senjata’, tapi juga ingin memiliki teknologi pengembangan senjata tersebut. Rusia pun harus meningkatkan jumlah dan efektivitas transaksi ofset mereka, yang menjadi syarat untuk dapat berinvestasi di negara importir.
Joint Ventures dan Transfer Teknologi
Saat ini semakin banyak negara yang hanya mau menandatangani kontrak pembelian senjata dengan sistem transaksi ofset. Dengan sistem transaksi offset, negara-negara berkembang di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika yang mengimpor senjata dari Rusia tak hanya menerima ‘perangkat’ senjata, tapi juga mendapat hak untuk merakit, merancang, memodifikasi, serta memiliki lisensi untuk mengekspor kembali senjata hasil pengembangan mereka.
![]() |
| Pesawat Su-30 di pabrik Irkutsk. Foto: Alexandr Kryazhev/RIA Novosti |
Joint Ventures dan Transfer Teknologi
Saat ini semakin banyak negara yang hanya mau menandatangani kontrak pembelian senjata dengan sistem transaksi ofset. Dengan sistem transaksi offset, negara-negara berkembang di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika yang mengimpor senjata dari Rusia tak hanya menerima ‘perangkat’ senjata, tapi juga mendapat hak untuk merakit, merancang, memodifikasi, serta memiliki lisensi untuk mengekspor kembali senjata hasil pengembangan mereka.
Kamis, 04 Desember 2014
Senapan Legendaris AK-47 Punya Wajah Baru
Pabrik pembuat senapan AK-47 di Rusia, mengungkapkan penampilan terbaru senapan serbu legendaris itu, dalam sebuah pameran di Moskow. Selain memiliki logo baru, senapan itu juga mendapat sentuhan desain modern pada bentuknya.
Kalashnikov atau AK-47, merupakan salah satu senjata paling populer di dunia. Namun, disebut BBC, Rabu, 3 Desember 2014, perusahaan yang sangat mengandalkan pada pasar ekspor itu, merupakan salah satu yang menjadi sasaran sanksi dari Eropa.
AK-47 termasuk daftar senjata yang murah, namun dapat diandalkan kemampuannya, serta mudah untuk dibuat dan dirawat. Sehingga senjata itu sangat populer digunakan oleh kelompok militan, gerilyawan pemberontak, hingga pasukan nasional di Asia dan Afrika.
![]() |
Penemu AK-47 Mikhail Kalashnikov |
AK-47 termasuk daftar senjata yang murah, namun dapat diandalkan kemampuannya, serta mudah untuk dibuat dan dirawat. Sehingga senjata itu sangat populer digunakan oleh kelompok militan, gerilyawan pemberontak, hingga pasukan nasional di Asia dan Afrika.
Jumat, 16 Agustus 2013
Malaysia Pesan Seragam Militer Buatan Sritex Indonesia
Pabrik tekstil di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sritex dipercaya Malaysia sebagai pembuat seragam tentara Negeri Jiran tersebut. Selain Malaysia, perusahaan yang didirikan HM Lukminto ini juga dipercaya memproduksi seragam militer anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization) .
Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Iwan Setiawan Lukminto, Jumat 16 Agustus 2013, mengatakan bahwa pada tahun ini Sritez menerima pesanan pembuatan seragam militer dari tentara Malaysia.
"Selain dari Malaysia, tahun ini kami juga menerima pesanan seragam tentara untuk negara Swedia dan Belanda. Itu pemesan seragam militer yang paling baru," kata dia.
Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Iwan Setiawan Lukminto, Jumat 16 Agustus 2013, mengatakan bahwa pada tahun ini Sritez menerima pesanan pembuatan seragam militer dari tentara Malaysia.
"Selain dari Malaysia, tahun ini kami juga menerima pesanan seragam tentara untuk negara Swedia dan Belanda. Itu pemesan seragam militer yang paling baru," kata dia.
Langganan:
Postingan (Atom)






