Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marinir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2016

China Sambut Dukungan Putin dalam Konflik Laut China Selatan

Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung China dengan menolak campur tangan pihak ketiga termasuk pengadilan arbitrase dalam konflik sengketa wilayah Laut China Selatan. Dukungan Putin ini disambut China.

”Kami berdiri dalam solidaritas dan dukungan dari sisi China tentang masalah ini, tidak mengakui keputusan pengadilan (arbitrase). Ini bukan posisi politik, tetapi murni hukum,” kata Putin seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (9/9/2016).


China Sambut Dukungan Putin dalam Konflik Laut China Selatan

China telah menolak putusan pengadilan arbitrase yang digelar di Den Haag Belanda yang tidak mengakui klaim Bejing atas wilayah Laut China Selatan. Beijing mempertanyakan legalitas pengadilan.

Kawasan Laut China Selatan hampir seluruhnya diklaim oleh China. Namun, Filipina, Vietnam, Taiwan, Malaysia dan Brunei juga memiliki klaim di wilayah tersebut yang saling tumpang tindih.

Jumat, 24 Juni 2016

Kelompok Abu Sayyaf Kembali Culik WN Indonesia, Pemerintah Kecolongan

Tujuh anak buah kapal warga negara Indonesia kemarin dilaporkan kembali diculik oleh kelompok bersenjata di Filipina.

Pada Rabu kemarin beredar informasi menyebutkan salah satu anggota keluarga ABK dihubungi oleh orang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf yang menyandera tujuh ABK dari kapal tongkang TB Charles 00.



Kabar ini dibenarkan oleh perusahaan pemilik kapal, PT PP Rusianto Bersaudara. Mereka mengaku tujuh dari 13 ABKnya diculik. Hanya enam ABK yang kembali merapat di Pelabuhan Samarinda dari Tarakan.

Selanjutnya kabar ini diteruskan oleh perusahaan kepada Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang serta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda.

Minggu, 19 Juni 2016

Amerika Serikat Kirim 2 Kapal Induk ke Filipina

Amerika Serikat (AS) mengirimkan dua kapal induknya dan sejumlah kapal pendamping untuk mengikuti latihan militer di Samudera Pasifik barat.

UUS John C. Stennis dan USS Ronald Reagen berlayar bersama-sama di Laut Filipina sebagai bagian dari operasi latihan pertahanan udara dan pengawasan laut. Operasi ini melibatkan 12.000 pelaut, 140 pesawat dan enam kapal perang kecil, begitu pernyataan Armada Pasifik AS yang berpusat di Hawaii.


Amerika Serikat Kirim 2 Kapal Induk ke Filipina

"Kami harus mengambil keuntungan dari kesempatan ini untuk berlatih teknik perang yang diperlukan dalam operasi Angkatan Laut modern," kata Laksamana John D. Alexander seperti dikutip dari The New York Times, Minggu (19/6/2016).

Selasa, 27 Oktober 2015

Amerika Serikat Akan Kirim Kapal Perusak ke Laut China Selatan

Angkatan Laut Amerika Serikat berencana mengirimkan kapal perusak dengan peluncur rudal ke wilayah 12 mil laut, atau sektar 22,2 km dari pulau buatan yang dibangun oleh China di Laut Cina Selatan. Langkah ini dinilai merupakan salah satu langkah AS untuk menantang klaim China di salah satu jalur laut tersibuk di dunia itu.

Amerika Serikat Akan Kirim Kapal Perusak ke Laut China Selatan
Kapal Perusak AS, USS Lassen (DDG 82) (Kanan) berada dalam formasi dengan ROKS Sokcho (PCC 778) pada latihan bersama Foal Eagle 2015, di perairan timur semenanjung Korea. (Reuters/U.S. Navy/Mass Communication Specialist 1st Class Martin Wright)

Dilaporkan Reuters, seorang pejabat pertahanan AS menyatakan kapal perusak USS Lassen akan mulai berpatroli pada Selasa (27/10) pagi waktu setempat di dekat terumbu karang Subi dan Mischief di kepulauan Spratly, pulau yang dibuat China dengan cara pengerukan sejak 2014.

Patroli kapal perusak itu akan menjadi salah satu tantangan AS yang paling serius di sekitar batas teritorial yang diklaim China. Langkah ini dinilai akan memantik kemarahan Beijing, yang pada bulan lalu mengatakan "tidak akan pernah mengizinkan negara manapun" melanggar teritorial perairan dan wilayah udara di Spratly.

Minggu, 11 Mei 2014

Marinir Filipina dan AS Gelar Latihan Perang Hadapi China

Puluhan marinir AS dan Filipina meluncurkan serangan pura-pura di Laut China Selatan di pantai Filipina pada Jumat ini di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan negara-negara tetangganya yang lebih kecil.

Latihan perang militer AS dan Filipina

Latihan yang merupakan bagian dari latihan perang tahunan antara kedua negara terjadi setelah Vietnam mengatakan kapalnya ditabrak oleh kapal-kapal China  yang melindungi rig minyak laut dalam di perairan yang disengketakan di lepas pantai Vietnam.

Kini semuanya ini memicu kekhawatiran dari Jepang, Amerika Serikat dan Uni Eropa tentang memburuknya keamanan di wilayah tersebut.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...