Jumat, 28 Oktober 2016

Jet Tempur China Dibidik Jet Tempur Jepang

China dibuat murka oleh tindakan yang dilakukan oleh jet tempur milik Jepang di dekat Laut China Timur. Jet temput Jepang dilaporkan menargetkan sebuah jet China, dan melakukan manuver yang membahayakan jet China.


Juru bicara Kemhan China, Wu Qian menyatakan, jet Jepang bukan hanya mengunci posisi jet China, tapi juga melepaskan proyektil pengecoh. Hal itu dinilai sangat membahayakan pilot jet tempur China.

"Apa yang lebih mengkhawatirkan, ketika pesawat dari Pasukan Bela Diri Jepang menghadapi pesawat Cina, radar mereka menyala. Mereka melepaskan proyektil pengecoh dan menunjukkan aksi tidak profesional dan perilaku provokatif lainnya yang berbahaya," kata Wu.

Rusia Luncurkan Kapal Selam Super Siluman Veliky Novgorod

Angkatan Laut Rusia meluncurkan kapal selam super siluman terbaru mereka. Kapal selam yang diberi nama Veliky Novgorod akan disebar di Laut Hitam di mana NATO bersiap untuk mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.
Angkatan Laut Rusia meluncurkan kapal selam super siluman terbaru mereka. Kapal selam yang diberi nama Veliky Novgorod akan disebar di Laut Hitam di mana NATO bersiap untuk mengirim ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.


Rusia Luncurkan Kapal Selam Super Siluman Veliky Novgorod
Rusia meluncurkan kapal selam super siluman Veliky Novgorod yang akan dioperasionalkan di Laut Hitam. Foto/Istimewa

Veliky Novgorod menjadi tambahan kekuatan baru untuk armada Laut Hitam Rusia yang mampu menyerang target di darat, laut, dan bawah air. Kapal selam ini juga bisa mengikuti aktivitas penting angkatan laut Rusia lainnya. Kapal diesel listrik ini memamerkan teknologi stealth canggih  dan peningkatan jangkauan tempur secara resmi diluncurkan di St. Petersburg.

Wakil Komandan Angkatan Laut Rusia Laksamana Aleksandr Fedotenkov dan CEO galangan kapal Alexander Buzakov hadir di upacara resmi sebelum kapal dipindahkan ke Laut Hitam untuk beroperasi. Buzakov mengatakan bahwa kapal selam lain kelas Varshavyanka, Kolpino, akan diluncurkan pada bulan November mendatang.AL

Makkah Nyaris Dihantam Rudal Balistik Houthi Yaman

Milisi pemberontak Houthi Yaman meluncurkan rudal balistik ke arah kota suci Makkah pada hari Kamis. Namun, militer koalisi Arab yang yang dipimpin Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan rudal Houthi yang nyaris menghantam Kota Makkah itu.

Makkah Nyaris Dihantam Rudal Balistik Houthi Yaman

Serangan Houthi dengan target Kota Makkah itu dikonfirmasi militer Saudi yang disiarkan kantor berita negara Saudi, SPA, Jumat (28/10/2016).

Menurut pernyataan militer Saudi, pasukan koalisi Arab menghancurkan rudal balistik Houthi yang sudah melesat 65 km (40 mil) dari kota suci Makkah. Serangan rudal Houthi tidak menimbulkan kerusakan terhadap situs suci umat Islam.

Kamis, 27 Oktober 2016

Bunker Rahasia yang di Klaim Paling Aman untuk Berlindung

APA yang ada di benak Anda ketika mendengar  kata bunker? Bunker selalu identik dengan ruangan rahasia bawah tanah.

Dalam 60 tahun terakhir, banyak negara berlomba-lomba memperkuat fasilitas keamanan. Salah satunya dengan membangun bunker yang biasannya digunakan sebagai basis militer, fasilitas penelitian ataupun sebagai tempat evakuasi jika terjadi ledakan besar, bencana alam, dan peristiwa lain. Berikut 10 bunker bawah tanah rahasia di dunia.


Bunker Rahasia yang di Klaim Paling Aman untuk Berlindung

1. Svalbard Global Seed Vault (Norwegia)
Bunker ini berada di Norwegia, letaknya sekitar 810 mil dari Kutub Utara. Bangunan depannya menyerupai sebuah pintu masuk besar dan didesain seperti semacam tempat evakuasi besar-besaran pada keadaan sangat darurat. Berbagai jenis benih dan bibit tanaman dari berbagai negara disimpan sebanyak mungkin di dalam fasilitas bawah tanah ini. Tujuannya untuk persediaan jika jenis-tanaman-tanaman tersebut mengalami kepunahan akibat ledakan besar atau radiasi nuklir.

Rusia Ujicoba Rudal Glider Hipersonik Yang Diklaim Kalahkan Sistem Anti-Rudal AS

Pasukan rudal strategis Rusia meluncurkan rudal balistik RS-18 dari glider hipersonik, pada hari Selasa. Glider hipersonik yang bisa membawa hulu ledak nuklir ini diklaim mampu mengalahkan sistem anti-rudal Amerika Serikat (AS).

Uji coba dilakukan pada tengah hari dari sebuah situs dekat kota Yasny, wilayah Orenburg, di Ural selatan. Hulu ledak yang ditembakkan dilaporkan mencapai lapangan tembak Kura di Kamchatka, wilayah Timur Jauh Rusia.


Rusia Ujicoba Rudal Glider Hipersonik Yang Diklaim Kalahkan Sistem Anti-Rudal AS

”Tes itu sukses. Hulu ledak sampai ke lapangan Kura,” demikian laporan dari Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip Russia Today, Rabu (26/10/2016).

Sebuah blog pertahanan populer, MilitaryRussia.ru melaporkan, peluncuran rudal itu dimaksudkan untuk menguji hulu ledak dari glider hipersonik Rusia yang saat ini dikenal sebagai “object 4202”, atau Aeroballistic Hypersonic Warhead.

Rusia Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali ke Laut Baltik

Rusia dilaporkan mengirimkan dua kapal perang berpeluru kendali mematikan yang mempunyai kemampuan mencapai Eropa ke Laut Baltik. Pengiriman dua kapal perang ini dilakukan ditengah persiapan NATO mengirimkan ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.

Rusia Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali ke Laut Baltik

Dua kapal perang tersebut awalnya adalah bagian dari armada kapal perang yang dikirimkan ke Laut Mediterania. Mereka berencana mengisi bahan bakar di Spanyol sebelum melanjutkan perjalanan menuju Suriah. Namun kapal itu malah bergerak ke Laut Utara,melewati Great Belt sekitar Denmark dan ke Laut Baltik.

Diyakini kapal-kapal itu sedang dalam perjalanan ke kantong Rusia di Baltik, Kaliningrad, yang baru-baru ini memiliki sejumlah rudal mematikan. "Dengan munculnya dua kapal kecil yang dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr, Armada kapal itu berpotensi menargetkan basis militer Eropa di utara," ucap sebuah sumber seperti dikutip dari Express, Kamis (27/10/2016)

Enam Negara NATO Siap Kirim Kekuatan Penuh ke Laut Hitam

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg menyatakan enam negara anggota organisasi itu siap mengirimkan unit angkatan laut mereka ke Laut Hitam pada 2017 mendatang. Enam negara itu diantaranya adalah Amerika Serikat (AS), Turki, dan Polandia.

Enam Negara NATO Siap Kirim Kekuatan Penuh ke Laut Hitam

Stoltenberg mencatat kemajuan dalam memperkuat kehadiran NATO di wilayah Laut Hitam. "Dengan kerangka brigadi multinasional yang dipimpin Rumania di darat dan kami sedang bekerja pada langkah-langkah di udara dan laut," seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (27/10/2016).

Stoltenberg mengatakan beberapa negara anggota menunjukkan kesediannya untuk berkontribusi menunjukkan kehadiran NATO di wilayah Laut Hitam di darat, laut, dan di udara termasuk Kanada, Jerman, Belanda, Polandia, Turki dan Amerika Serikat. "Sekutu lain juga melihat bagaimana mereka bisa berkontribusi," tambahnya.

Presiden Duterte Beri Waktu Dua Tahun Bagi AS Untuk Tarik Pasukan Dari Finipina

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyerukan penarikan semua pasukan asing dari Filipinan dalam jangka waktu dua tahun. Hal itu diungkapkannya saat berbicara dengan pengusaha pada awal kunjungan tiga harinya ke Jepang.


Duterte mengakui jika pernyataannya baru-baru ini tentang pemisahan militer Manila dari Amerika Serikat (AS) telah membuat marah Washington. Namun ia bertekad untuk melakukan kebijakan luar negeri yang independen.

"Saya ingin, mungkin dalam dua tahun ke depan, negara saya bebas dari kehadiran pasukan militer asing. Saya ingin mereka keluar. Dan jika saya harus merevisi atau membatalkan perjanjian, perjanjian eksekutif, ini akan menjadi manuver terakhir, latihan perang antara AS dan militer Filipina," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (27/10/2016).

Pejabat Amerika : Sia-sia Minta Korut Hentikan Program Nuklir

Direktur intelijen nasional Amerika Serikat (AS), James Clapper mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus fokus dalam hal membatasi kemampuan nuklir Korea Utara (Korut). Menurutnya, meyakinkan Korut untuk menghentikan pengembangan nuklir adalah hal yang sia-sia.

Sia-sia Minta Korut Hentikan Program Nuklir

"Saya pikir gagasan untuk denuklirisasi Korut adalah hal yang sia-sia. Mereka tidak akan melakukan itu karena itu adalah tiket mereka untuk bertahan hidup," katanya didepan Dewan Hubungan Luar Negeri seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (27/10/2016).

Clapper lantas menjelaskan perjalanannya ke Korut pada tahun 2014 lalu untuk menjamin pembebasan dua warga AS. Ia memberikan penilaian 'good taste' atas pengembangan nuklir dari perspektif negara itu.

Selasa, 18 Oktober 2016

Pentagon Nyatakan Defcon 3, AS bersiap perang lawan Rusia

Konflik Suriah membuat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia terus mengarah titik nadir. Kedua negara saling mengancam, bahkan Presiden Vladimir Putin memperingatkan warganya untuk bersiap-siap jika terjadi perang.

Pentagon Nyatakan Defcon 3, AS bersiap perang lawan Rusia

Hal yang sama juga dilakukan AS. Negara ini telah meningkatkan sistem pertahanannya menjadi Defcon level 3, artinya Pentagon tak lagi memandang sebelah mata terhadap ancaman-ancaman Rusia. Bahkan, negara ini bisa mengerahkan Angkatan Udaranya dalam hitungan 15 menit.

Defcon berarti 'kondisi kesiapan pertahanan', di mana negara dalam keadaan bersiap untuk menghadapi ancaman dari luar, seperti perang nuklir. Defcon terdiri atas lima level, di mana level kelima merupakan level paling terendah, di mana negara dirasa aman dari ancaman apapun.

Berpaling dari Amerika Serikat, Filipina Akan Berkoalisi Dengan China

Tanda-tanda Filipina akan berpaling dari Amerika Serikat (AS) semakin terlihat, seiring dengan pernyataan terbaru yang dilontarkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Pemimpin Filipina itu mengatakan, hanya China yang bisa membantu Filipina.

Berpaling dari Amerika Serikat, Filipina Akan Berkoalisi Dengan China
Duterte

"Kakek saya adalah orang Cina. Hanya China yang dapat membantu kita," kata Duterte dalam sebuah pernyataan, jelang keberangkatannya ke Beijing, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (18/10).

"Semua yang saya perlu lakukan adalah berbicara dan jabat tangan erat dari para pejabat (China) dan mengatakan bahwa kita orang Filipina dan kami siap untuk bekerja sama dengan Anda, untuk membantu kami dalam membangun perekonomian kita dan membangun negara kita," sambungnya.

Senin, 17 Oktober 2016

Amerika Serikat Resmikan Kapal Destroyer USS Zumwalt

Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyambut lahirnya kapal perang terbaru mereka. Kapal yang diberi nama Zumwalt itu adalah kapal perusak terbesar dan paling canggih seharga USD4,5 miliar.

"Jika Batman memiliki kapal perang, itu akan menjadi USS Zumwalt. Selama Presiden kita dan Anda orang Amerika memiliki nafsu tak terpuaskan untuk keamanan, maka saya memiliki nafsu tak terpuaskan untuk hal-hal mempertahankan keamanan itu," kata Komandan Komando Pasifik AS Laksamana Harry Harris seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (16/10/2016).


Amerika Serikat Resmikan Kapal Destroyer USS Zumwalt

Menurut sekretaris Angkatan Laut (AL) AS, Ray Mabus, USS Zumwalt adalah lompatan kuantum untuk kapal AL. "Ini yang pertama dari jenis pembuka jalan bagi kelas baru kapal perang, sistem baru yang bisa kita gunakan dan ityu akan memperluas hal yang dapat kita lakukan dan cara kita melakukannya," kata Mabus.

Militer Iran Tunjukan Kemampuan Tempur Udara Selama Tiga Hari

Militer Iran dilaporkan menggelar latihan pertahanan udara untuk memamerkan kekuatan udara mereka. Latihan ini digelar di wilayah Isfahan, yang berada di bagian tengah negara tersebut.

Angkatan Udara Iran atau IRIAF akan melakukan latihan militer tersebut selama tiga hari. Pesawat pengebom, pesawat pengintai, dan drone yang baru saja mereka rilis akan terlibat dalam latihan ini.


Militer Iran Tunjukan Kemampuan Tempur Udara Selama Tiga Hari

"Latihan kali ini hanya akan menunjukan bagian dari kemampuan kami untuk melindungi wilayah udara negara kami," kata pejabat IRIAF, Brigadir Jenderal Massoud Rouzkhosh dalam sebuah pernyataan.

"Latihan perang ini ditujukan untuk melawan serangan udara yang dilancarakan oleh musuh-musuh kami," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/10).

Rusia Kembangkan Senjata Laser 'pembunuh' Drone

Pemerintah Rusia baru saja memamerkan teknologi baru mereka sebuah meriam 'microwave'. Senjata ini tidak ada hubungannya dengan alat masak di rumah, namun senjata pelumpuh drone.


Meriam laser iini dikembangkan oleh lembaga United Instrument Manufacturing Corporation (UIMC) dan termasuk jenis directed-energy weapon (DEW). Alat ini didesain untuk menonaktifkan sistem pengontrol drone guna membuatnya kehilangan kontrol.

Hebatnya lagi, meriam laser ini juga mampu menonaktifkan rudal dengan metode yang sama. "Beberapa model senjata ini telah dikembangkan dan menunjukkan keefektifan mereka," ujar ilmuwan UIMC.

Risia Bersiap Perang Nuklir, Ini Dia Tanda-tandanya

Ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat belakangan ini meningkat lantaran konflik Suriah. Menurut pengamat, ketegangan ini lebih berbahaya ketimbang pada masa Perang Dingin. Konflik Suriah yang tak kunjung berakhir membuat dua negara kekuatan besar itu saling mempersiapkan kemungkinan terburuk.

AS disebut-sebut akan melancarkan serangan udara terhadap pasukan pemerintah Suriah sebagai bentuk opsi militer. Rusia yang selama ini mendukung rezim Basyar al-Assad sudah mengatakan akan mempertahankan Suriah dari serangan AS.


Risia Bersiap Perang Nuklir, Ini Dia Tanda-tandanya

Dalam pandangan Rusia, AS akan melancarkan serangan terlebih dulu dan Negeri Beruang merah itu akan memberi respon dengan kekuatan militer mereka. Berikut lima sinyal yang menyatakan Rusia siap berperang nuklir dengan AS dan sekutunya:

Daftar kekuatan militer AS Vs Rusia, Jika Terjadi Perang Siapa Lebih Unggul?

Pengeboman yang dilakukan pesawat militer Amerika Serikat (AS) terhadap tentara Suriah pendukung Bashar al Assad membuat hubungan dengan Rusia kian memanas. Jika tak kunjung berakhir, banyak pihak situasi tersebut dapat memicu terjadinya perang dunia ketiga.

Daftar kekuatan militer AS Vs Rusia, Jika Terjadi Perang Siapa Lebih Unggul?

Tentara Rusia juga telah mengarahkan rudal-rudal balistik mereka ke arah negara-negara anggota NATO. Meski menghadapi sejumlah provokasi dari Rusia, namun militer AS belum dilaporkan melakukan tindakan balasan. AS juga tak akan sendiri jika perang berkecamuk, sejumlah negara anggota NATO juga akan ikut serta.

Ini peta kekuatan militer kedua negara bila perang dunia ketiga meletus:

Dikutip dari situs globalfirepower.com, AS menempati peringkat pertama dalam hal kekuatan militer. Sedangkan Rusia berada setingkat di bawahnya.

Jumat, 14 Oktober 2016

Rusia Ajak Turki dan China Bagun Aliansi Baru

Rusia dan China akan bekerjasama dan memperkuat hubungan militer mereka. Hal ini dibuktikan setelah pejabat militer kedua negara mengumumkan akan melakukan latihan pertahanan rudal dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Berita ini muncul pasca Rusia menyepakatai kerjasama dengan Turki dan mengumumkan strategi militer terkoordinasi dalam perang Suriah dan pembangunan pipa gas baru di antara kedua negara.

Rusia Ajak Turki dan China Bagun Aliansi Baru

Dalam sebuah forum keamanan di Beijing minggu ini, pejabat senior China dan Rusia sepakat bahwa mereka harus melawan upaya Amerika Serikat (AS) untuk membangun perisai pertahanan anti rudal. As berencana membangun perisai pertahanan anti rudal di Korea Selatan (Korsel) untuk mengantisipasi serangan Korea Utara (Korut).

"Sistem pertahanan rudal sangat merusak kepentingan keamanan nasional China dan Rusia. Chian dengan tegas menentang dan sangat mendesak AS dan Korsel untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka," bunyi pernyataan bersama petinggi militer Rusia Letnan Jenderal Viktor Poznikhir,  dan China Mayor Jenderal Cai seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016).

Setelah Rudal Nuklir, Rusia Uji Coba Senjata Radio Elektronik

Rusia dilaporkan sukses melakukan uji coba senjata radio elekteronik, setelah sebelumnya melakukan uji coba rudal balistik. Senjata elektronik itu telah dikembangkan dan menjadi senjata tak tertandingi di dunia.

"Prototipe senjata tersebut telah dibuat dan senjata itu telah membuktikan efisiensinya," kata perwakilan dari Rusia United Instrument Manufacturing Company (OPK), yang bertanggung jawab atas produksi senjata itu.


Setelah Rudal Nuklir, Rusia Uji Coba Senjata Radio Elektronik

Senjata ini menggunakan teknologi baru yang telah dikembangkan berdasarkan prinsip senjata berbasiskan fisik yang baru. Senjata ini memadukan proses fisik persenjataan dan fenomena tidak umum dalam senjata modern. Laser dan senjata super sonic adalah contoh lain dari teknologi tersebut. Menurut perwakilan OPK, sistem senjata Rusia ini belum tertandingi.

Militer Inggris Perbolehkan Pilotnya Tembak Jatuh Jet Rusia

Pilot-pilot angkatan udara Inggris dikabarkan mendapatkan lampu hijau untuk menembak jatuh jet Rusia saat melakukan misi terbang di Suriah dan Iran jika mereka merasa terancam. Kabar terbaru ini dilaporkan oleh media The Sunday Times.

Militer Inggris Perbolehkan Pilotnya Tembak Jatuh Jet Rusia

"Hal pertama yang dilakukan oleh pilot Inggris adalah mencoba untuk menghindari situasi dimana perang udara terjadi. Anda menghindari wilayah aktivitas Rusia. Namun jika pilot ditembak atau ia percaya akan ditembak, ia bisa membela diri," kata sebuah sumber di Markas Tetap Bersama Inggris (PJHQ) kepada The Sunday Times.

"Kita sekarang tengah menghadapi situasi di mana seorang pilot tunggal, terlepas dari kebangsaanya, dapat memiliki dampak strategis terhadap kejadian di masa depan," katanya lagi seperti dikutip dari Zero Hedge, Jumat (14/10/2016).

Senin, 10 Oktober 2016

Perang Rusia dan Negara Barat Pecah di Pertemuan DK PBB

 "Perang" antara negara-negara Barat dan Rusia pecah dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB. Pertemuan itu membahas dua resolusi, yakni resolusi yang diajukan Prancis dan oleh Rusia.

Perseteruan bermula saat Rusia memveto resolusi yang diajukan Prancis. Resolusi itu berisi desakan kepada seluruh negara untuk menghentikan serangan di Aleppo, Suriah.



Melansir Al Jazeera pada Minggu (9/10), ini adalah kali kelima Rusia memveto resolusi di DK PBB sepanjang lima tahun konflik di Suriah berlangsung. Dalam empat veto sebelumnya, Rusia mendapat dukungan dari China. Tapi kali ini China mengambil sikap abstain, atau tidak memilih.

Setelah pembahasan mengenai resolusi yang diajukan Prancis, DK PBB kemudia berlanjut pada resolusi yang diajukan Rusia. Resolusi tersebut tidak berhasil diadopsi karena banyak negara yang menolak resolusi tersebut.

Rusia Sebar Rudal Nuklir Iskander-M Untuk Hadapi Kemungkinan Perang Dunia III

Militer Rusia kembali menegaskan, pengerahan Rudal Iskander dari pelabuhan Laut Baltik ke Kaliningrad adalah bagian dari latihan rutin. Selain itu, militer Rusia juga menegaskan, mereka tidak pernah menutupi pengerahan rudal tersebut.

"Pertama-tama, mereka yang meributkan hal ini harus tahu bahwa sistem rudall Iskander adalah salah satu (sistem) mobile," kata juru bicara kementerian Pertahanan Rusia, Jenderal Igor Konashenkov, seperti dilansir Russia Today pada Minggu (9/10).


Rusia Sebar Rudal Nuklir Iskander-M Untuk Hadapi Kemungkinan Perang Dunia III

"Sebagai bagian dari rencana pelatihan tempur, unit pasukan rudal sepanjang tahun meningkatkan kemampuan mereka dengan menutupi jarak besar di wilayah Federasi Rusia dalam berbagai cara:. Melalui udara, laut dan darat," sambungnya.

Konashenkov mencatat bahwa Kaliningrad bukanlah sebuah pengeculan dan bahwa sistem akan dipindahkan kembali di di masa depan sebagai bagian dari latihan militer angkatan bersenjata Rusia.

Kamis, 06 Oktober 2016

Media Moskow Prediksi Rusia Perang Langsung dengan Amerika Serikat

Sebuah media di Moskow memprediksi Rusia akan konfrontasi militer atau perang secara langsung dengan Amerikat Serikat (AS) sebagai puncak ketegangan atas krisis Suriah. Media itu dalam laporannya mengkhawatirkan pecahnya Perang Dunia Ketiga.

Media Moskow Prediksi Rusia Perang Langsung dengan Amerika Serikat

Tabloid Moskovsky Komsomolets memprediksi konfrontasi militer langsung kedua negara itu setara dengan Krisis Rudal Kuba. Laporan itu muncul hampir bersamaan dengan latihan perang nuklir besar-besaran oleh Pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin yang melibatkan 40 juta orang sejak kemarin (5/10/2016), setelah ketegangan dengan AS memanas.

Dalam sebuah artikel berjudul “The stakes are higher than Syria” tabloid Moskovsky Komsomolets memperingatkan perang baru yang potensial.

Perang Dunia III Hampir Pasti Terjadi

Para pejabat militer Amerika Serikat (AS) menyatakan sebuah perang skala penuh antara negara-negara hampir pasti terjadi dan akan sangat mematikan. Peringatan ini muncul seiriing kebijakan China dan Rusia meningkatkan kemampuan militernya.


Mayor Jenderal William Hix memperingatkan bahwa kecerdasan buatan dan senjata canggih akan mempercepat laju perang. Peringatan ini datang setelah Rusia dan China mengerahkan pasukan militer konvesional dalam jumlah besar, sementara Korea Utara (Korut) melakukan uji coba nuklir meskipun telah dijatuhi sanksi oleh PBB.

"Konflik konvesional di masa depan akan sangat mematikan serta cepat, dan kita tidak memiliki stopwatch. Kecepatan di mana mesin dapat membuat keputusan di masa depan akan menantang kemampuan kita untuk mengatasinya, menuntut hubungan baru antara manusia dan mesin," katanya seperti dikutip dari laman Express, Kamis (6/10/2016).

Latihan dan Simulasi Perang Nuklir, Rusia Libatkan 40 Juta Orang

Rusia meluncurkan latihan pertahanan sipil nasional guna memastikan negara itu siap dalam hal serangan nuklir, kimia, dan biologis dari Barat. Latihan perang ini dilakukan ditengah meningkatnya ketegangan internasional, khususnya terkait dengan keterlibatan Rusia di Suriah.

Latihan dan Simulasi Perang Nuklir, Rusia Libatkan 40 Juta Orang

"Penderita skizofrenia dari Amerika tengah mengasah senjata nuklir untuk Moskow," bunyi laporan yang diturunkan oleh jaringan televisi Zvezda yang dikelola Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip dari Independent, Rabu (5/10/2016).

Berlangsung selama 3 hari, latihan perang ini melibatkan 200 ribu personel situasi darurat bekerjasama dengan 40 juta warga sipil. Latihan ini diadakan oleh Kementerian Pertahanan Sipil, Darurat dan Penanggulangan Dampak Bencana Alam (EMERCOM).

Ikuti Latihan Militer di AS Puluhan Pasukan Afghanistan Menghilang

Sedikitnya 44 tentara Afghanistan yang mengunjungi Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti pelatihan militer telah hilang dalam kurun waktu dua tahu. Pentagon menduga, mereka kemungkinan berupaya untuk hidup dan bekerja secara ilegal di AS.

Ikuti Latihan Militer di AS Puluhan Pasukan Afghanistan Menghilang

Meskipun jumlah anggota pasukan yang hilang relatif kecil, namun insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan prosedur penyaringan untuk program pelatihan. Untuk diketahui, sekitar 2.200 tentara Afghanistan telah menerima pelatihan militer di AS sejak 2007.

Juru bicara Pentagon, Adam Stump mengatakan, sejak September saja ada 8 tentara Afghanistan yang telah meninggalkan pangkalan militer tanpa izin. Ia mengatakan jumlah pasukan Afghanistan yang hilang sejak Januari 2015 adalah 44, jumlah yang tidak pernah dipublikasikan sebelumnya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...