Empat sandera asal Malaysia diancam dieksekusi penggal oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina, setelah tenggat untuk menebus mereka berakhir hari ini (30/4/2016).
Keluarga dari empat warga Malaysia kini berdoa untuk keselamatan mereka. Pihak keluarga menyebut uang tebusan yang dituntut kelompok Abu Sayyaf sebesar 30 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp101 miliar.
Wong Chi Ming, ayah dari dua bersaudara yang disandera Abu Sayyaf mengatakan bahwa semua yang mereka bisa lakukan sekarang adalah berdoa supaya empat sandera tidak akan dirugikan oleh orang-orang bersenjata.
Keempat sandera asal Malaysia itu adalah dua bersaudara; Wong Teck Pang, 31, dan Wong Teck Chi, 29. Kemudian sepupu mereka; Johnny Lau Jung Hien, 21, dan Wong Hung Sing, 34 (bukan kerabat).
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Sabtu, 30 April 2016
Tiongkok Tak Izinkan Kapal Induk AS Merapat ke Hong Kong
Pemerintah China menolak permintaan kapal induk Amerika Serikat (AS) USS John Stenis untuk berlabuh di Hong Kong.
Keterangan juru bicara Konsul Jenderal AS di Hong Kong, Darragh Paradiso yang dilansir Sputnik , Sabtu (30/4/2016) menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri China telah menginformasikan kepada Pemerintah AS, Stennis tidak diizinkan untuk melakukan perhentian yang telah dijadwalkan di Hong Kong pekan depan.
Penolakan tersebut diduga merupakan reaksi dair Negeri Paman Sam akan keikutsertaannya da dalam sengketa wilayah di kawasan Laut China Selatan. USS John Stennis dan kelompok serangnya juga baru saja menyelesaikan misi patrolinya di LCS dimana China memiliki sengketa dengan Jepang Vietnam dan Filipina.
Keterangan juru bicara Konsul Jenderal AS di Hong Kong, Darragh Paradiso yang dilansir Sputnik , Sabtu (30/4/2016) menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri China telah menginformasikan kepada Pemerintah AS, Stennis tidak diizinkan untuk melakukan perhentian yang telah dijadwalkan di Hong Kong pekan depan.
Penolakan tersebut diduga merupakan reaksi dair Negeri Paman Sam akan keikutsertaannya da dalam sengketa wilayah di kawasan Laut China Selatan. USS John Stennis dan kelompok serangnya juga baru saja menyelesaikan misi patrolinya di LCS dimana China memiliki sengketa dengan Jepang Vietnam dan Filipina.
Pesawat Sukhoi SU-27 Cegat Pesawat Pengintai Amerika Serikat
Insiden antara pesawat Amerika Serikat (AS) dengan Rusia kembali terjadi di Laut Baltik. Kali ini, Departemen Pertahanan AS mengatakan sebuah SU-27 bermanuver dalam jarak dekat di atas pesawat pengintai RC-135 AS pada Jumat, 29 April.
Dalam keterangannya, juru bicara angkatan darat AS, Letnan Kolonel Michelle L. Baldanza mengatakan pesawat Rusia tersebut menghampiri pesawat AS dalam jarak sekira 7,5 meter kemudian melakukan manuver berputar ke atas untuk berpindah sisi.
“Pesawat SU-27 mencegat pesawat AS yang melakukan penerbangan rutin dengan kecepatan tinggi dari sisi kemudian melakukan manuver agresif yang memberikan ancaman pada keselamatan kru penerbang AS di dalam Rc-135,” kata Michelle sebagaimana dilansir CNN, Sabtu (30/4/2016).
Dalam keterangannya, juru bicara angkatan darat AS, Letnan Kolonel Michelle L. Baldanza mengatakan pesawat Rusia tersebut menghampiri pesawat AS dalam jarak sekira 7,5 meter kemudian melakukan manuver berputar ke atas untuk berpindah sisi.
“Pesawat SU-27 mencegat pesawat AS yang melakukan penerbangan rutin dengan kecepatan tinggi dari sisi kemudian melakukan manuver agresif yang memberikan ancaman pada keselamatan kru penerbang AS di dalam Rc-135,” kata Michelle sebagaimana dilansir CNN, Sabtu (30/4/2016).
Jumat, 29 April 2016
China takan Biarkan Kekacauan dan Perang Terjadi di Semenanjung Korea
Pemerintah China tak akan membiarkan kekacauan dan perang terjadi di wilayah semenanjung Korea. Ditegaskan Presiden China, Xi Jinping, situasi tersebut tak akan menguntungkan siapapun.
"Sebagai tetangga dekat semenanjung, kami benar-benar tak akan mengizinkan perang atau kekacauan di semenanjung. Situasi ini tak akan menguntungkan siapapun," ujar Xi dalam pidatonya di Konferensi Interaksi dan Langkah-langkah Pembentukan Kepercayaan di Asia, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (28/4/2016). Konferensi tersebut dihadiri para menteri luar negeri Asia.
Korut terus melakukan upaya untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklirnya, meski hal tersebut jelas merupakan pelanggaran resolusi PBB. Tindakan Korut ini telah memicu kemarahan China, Korea Selatan dan Jepang, hingga meningkatkan ketegangan di wilayah semenanjung Korea.
"Sebagai tetangga dekat semenanjung, kami benar-benar tak akan mengizinkan perang atau kekacauan di semenanjung. Situasi ini tak akan menguntungkan siapapun," ujar Xi dalam pidatonya di Konferensi Interaksi dan Langkah-langkah Pembentukan Kepercayaan di Asia, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (28/4/2016). Konferensi tersebut dihadiri para menteri luar negeri Asia.
Korut terus melakukan upaya untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklirnya, meski hal tersebut jelas merupakan pelanggaran resolusi PBB. Tindakan Korut ini telah memicu kemarahan China, Korea Selatan dan Jepang, hingga meningkatkan ketegangan di wilayah semenanjung Korea.
Kamis, 28 April 2016
Hadapi Rusia Amerika Kirimkan Dua Jet Tempur Siluman F-22 ke Rumania
Pentagon Amerika Serikat (AS) menyebarkan sepasang jet tempur siluman F-22 Raptors di Rumania pada hari Senin. Pengerahan jet tempur F-22 itu dipicu ketakutan NATO akan “agresi” Rusia terhadap sekutu-sekutu NATO di Eropa.
Bersama dua jet tempur F-22 Raptors, Angkatan Udara AS terbang ke pangkalan udara Mihail Kogalniceanu di Rumania tenggara.
Defense News menyoroti kekhawatiran AS dengan maju pesatnya teknologi alutsista negara-negara pesaing utama Washington. ”Mengingat persepsi yang berkembang bahwa militer AS kehilangan keunggulan teknologi untuk melawan (kekuatan) seperti Rusia dan China, Kongres telah menyatakan minat bahwa anggaran sepanjang musim tahun ini di-restart,” tulis media pertahanan itu.
Pejabat Pentagon, Letnan Jenderal Timothy Ray, dalam siaran pers Angkatan Udara, mengkonfirmasi pengerahan sepasang jet tempur F-22 Raptors di Rumania.
Bersama dua jet tempur F-22 Raptors, Angkatan Udara AS terbang ke pangkalan udara Mihail Kogalniceanu di Rumania tenggara.
Defense News menyoroti kekhawatiran AS dengan maju pesatnya teknologi alutsista negara-negara pesaing utama Washington. ”Mengingat persepsi yang berkembang bahwa militer AS kehilangan keunggulan teknologi untuk melawan (kekuatan) seperti Rusia dan China, Kongres telah menyatakan minat bahwa anggaran sepanjang musim tahun ini di-restart,” tulis media pertahanan itu.
Pejabat Pentagon, Letnan Jenderal Timothy Ray, dalam siaran pers Angkatan Udara, mengkonfirmasi pengerahan sepasang jet tempur F-22 Raptors di Rumania.
Rusia Inginkan Pemberontak Suriah Masuk Daftar Hitam PBB
Rusia telah meminta PBB untuk memasukkan kelompok utama pemberontak Suriah yang memainkan peran kunci dalam pembicaraan damai ke dalam daftar hitam. Hal itu dikatakan oleh Duta Besar (Dubes) Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.
"Delegasi Rusia mengajukan permintaan ke Komite Counter Terorisme Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menambahkan dua organisasi, Jaish al-islam dan Ahrar al-Shalam, untuk dimasukkan ke dalam daftar hitam yang mencakup kelompok ISIS dan Al-Qaeda," kata Churkin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Middle East Online, Rabu (27/4/2016).
Churkin mengatakan, kedua kelompok itu terkait erat dengan organisasi teroris, terutama kelompok ISIS dan Al-Qaeda. "Kedua kelompok itu memberikan dan menerima keuangan, material, dukungan teknis dan militer dari ISIS dan Al-Qaeda," tambah Churkin.
"Delegasi Rusia mengajukan permintaan ke Komite Counter Terorisme Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menambahkan dua organisasi, Jaish al-islam dan Ahrar al-Shalam, untuk dimasukkan ke dalam daftar hitam yang mencakup kelompok ISIS dan Al-Qaeda," kata Churkin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Middle East Online, Rabu (27/4/2016).
Churkin mengatakan, kedua kelompok itu terkait erat dengan organisasi teroris, terutama kelompok ISIS dan Al-Qaeda. "Kedua kelompok itu memberikan dan menerima keuangan, material, dukungan teknis dan militer dari ISIS dan Al-Qaeda," tambah Churkin.
Label:
Isu Terorisme,
Konflik Timur Tengah
Gagal Selamatkan Sandera Kanada, Jenderal Filipina Dipecat
Seorang perwira senior Angkatan Darat Filipina berpangkat Brigadir Jenderal yang memimpin operasi militer melawan Abu Sayyaf di Sulu dipecat. Pemecatan terjadi setelah sandera asal Kanada, John Ridsdel dipenggal kelompok Abu Sayyaf.
Perwira militer Filipina yang dipecat itu adalah Brigadir Jenderal Alan Arrojado. Sebelum dipecat, dia menjabat sebagai Komandan Angkatan Darat Brigade 501, sebuah unit kunci Angkatan Darat Filipina yang terlibat lngsung dalam operasi militer melawan Abu Sayyaf di Provinsi Sulu.
Dia digantikan oleh Kolonel Jose Faustino Jr. Jenderal Arrojado sebelumnya dicopot dari komando Joint Task Group-Sulu (JTGS), sebagai langkah pemecatannya dari pengendalian operasional seluruh unit militer yang terlibat dalam memerangi Abu Sayyaf di Sulu.
Juru bicara militer Filipina, Brgadir Jenderal Restituto Padilla, mengatakan Jenderal Arrojado mengundurkan diri dari posisinya. Namun, seperti dikutip Philstar, Kamis (28/4/2016), klaim pengunduran diri itu merupakan kebohongan. Sebab, militer Filipina melarang petugasnya mengundurkan diri kecuali yang bersangkutan dibebaskan dari jabatannya.
Perwira militer Filipina yang dipecat itu adalah Brigadir Jenderal Alan Arrojado. Sebelum dipecat, dia menjabat sebagai Komandan Angkatan Darat Brigade 501, sebuah unit kunci Angkatan Darat Filipina yang terlibat lngsung dalam operasi militer melawan Abu Sayyaf di Provinsi Sulu.
Dia digantikan oleh Kolonel Jose Faustino Jr. Jenderal Arrojado sebelumnya dicopot dari komando Joint Task Group-Sulu (JTGS), sebagai langkah pemecatannya dari pengendalian operasional seluruh unit militer yang terlibat dalam memerangi Abu Sayyaf di Sulu.
Juru bicara militer Filipina, Brgadir Jenderal Restituto Padilla, mengatakan Jenderal Arrojado mengundurkan diri dari posisinya. Namun, seperti dikutip Philstar, Kamis (28/4/2016), klaim pengunduran diri itu merupakan kebohongan. Sebab, militer Filipina melarang petugasnya mengundurkan diri kecuali yang bersangkutan dibebaskan dari jabatannya.
Amerika Siapkan Opsi Lain Hadapi Program Nuklir Korea Utara
Amerika Serikat memperingatkan Korea Utara (Korut) untuk tidak menambah runyam situasi di Semenanjung Korea. AS bahkan menyatakan akan melihat 'pilihan lain' untuk menghadapi program nuklir dan rudal Korut.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner memperingatkan, Washington akan melihat 'pilihan lain' jika Korut terus menerus melakukan uji coba rudal nuklir dan balistik, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (27/4/2016).
Kendati demikian, Toner tidak mengungkapkan pilihan lain yang sedang dipertimbangkan oleh AS dalam menghadapi 'sikap nakal' negara komunis yang tertutup itu.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner memperingatkan, Washington akan melihat 'pilihan lain' jika Korut terus menerus melakukan uji coba rudal nuklir dan balistik, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (27/4/2016).
Kendati demikian, Toner tidak mengungkapkan pilihan lain yang sedang dipertimbangkan oleh AS dalam menghadapi 'sikap nakal' negara komunis yang tertutup itu.
Rudal Hypersonic China Berhasil diuji Coba
China berhasil melakukan uji coba rudal hypersonic berhulu ledak pada pekan lalu. Uji coba ini berlangsung hanya selang beberapa hari setelah Rusia melakukan uji coba serupa sebelumnya.
Uji coba itu dilakukan dengan cara menembakan rudal hypersonic China, yang diberi nama Df-ZF, dengan sebuah pesawat peluncur. Rudal tersebut diluncurkan dari pusat peluncuran rudal China di Wuzhai seperti dikutip Washington Free Beacon dari pernyataan seorang pejabat China, Rabu (27/4/2016).
Dalam uji coba itu, data satelit menunjukkan, pesawat peluncur itu mampu bermanuver dengan terbang beberapa ribu mil perjam saat terbang sepanjang atmosfer ke wilayah bagian barat negara itu.
Uji coba itu dilakukan dengan cara menembakan rudal hypersonic China, yang diberi nama Df-ZF, dengan sebuah pesawat peluncur. Rudal tersebut diluncurkan dari pusat peluncuran rudal China di Wuzhai seperti dikutip Washington Free Beacon dari pernyataan seorang pejabat China, Rabu (27/4/2016).
Dalam uji coba itu, data satelit menunjukkan, pesawat peluncur itu mampu bermanuver dengan terbang beberapa ribu mil perjam saat terbang sepanjang atmosfer ke wilayah bagian barat negara itu.
Rabu, 27 April 2016
Truk Bomber ISIS Hancur dihajar rudal anti-tank Javelin
Sebuah adegan menakutkan mirip film “Mad Max” dilakukan pengebom bunuh diri ISIS yang mengebut dengan truk sarat bahan peledak menuju arah tentara Kurdi di Suriah.
Truk bomber militan Islamic State (ISIS) itu dilapisi pelat logam dan baja untuk melindungi pengemudinya dari serangan senjata api.
Dengan lapisan baja, truk itu tidak mempan oleh tembakan senapan serbu dan senapan mesin berat. Laju truk itu membuat cemas para tentara Kurdi.
Beruntung, truk bisa diledakkan dengan rudal anti-tank Javelin. Dalam seketika, truk meledak hebat dan bomber ISIS diyakini tewas.
Truk bomber militan Islamic State (ISIS) itu dilapisi pelat logam dan baja untuk melindungi pengemudinya dari serangan senjata api.
Dengan lapisan baja, truk itu tidak mempan oleh tembakan senapan serbu dan senapan mesin berat. Laju truk itu membuat cemas para tentara Kurdi.
Beruntung, truk bisa diledakkan dengan rudal anti-tank Javelin. Dalam seketika, truk meledak hebat dan bomber ISIS diyakini tewas.
Tiba Di Filipina Kapal Destroyer Jepang Siaga Atasi kekuatan Cina di LCS
Kapal perusak (destroyer) Jepang dengan nama Ise baru saja tiba di pangkalan angkatan laut Subic di Filipina pagi ini.
"Kapal milik pasukan bela diri maritim (MSDF) Jepang ini tiba pagi ini di Filipina," ujar sumber Tribunnews.com Selasa ini (26/4/2016).
Kapal ini untuk mengantisipasi segala sesuatu yang terjadi di Laut China Selatan yang sedang dipermasalahkan saat ini.
Kedatangan kapal perusak berteknologi tinggi ini pun menyusul kapal selam Jepang yang telah datang terlebih dulu di sana untuk tujuan latihan bersama dengan pasukan Indonesia dan Vietnam.
"Kapal milik pasukan bela diri maritim (MSDF) Jepang ini tiba pagi ini di Filipina," ujar sumber Tribunnews.com Selasa ini (26/4/2016).
Kapal ini untuk mengantisipasi segala sesuatu yang terjadi di Laut China Selatan yang sedang dipermasalahkan saat ini.
Kedatangan kapal perusak berteknologi tinggi ini pun menyusul kapal selam Jepang yang telah datang terlebih dulu di sana untuk tujuan latihan bersama dengan pasukan Indonesia dan Vietnam.
Label:
China,
Jepang,
Kapal Perang,
Laut China Selatan
Selasa, 26 April 2016
Tak Penuhi uang Tebusan WN Kanada Dieksekusi Kelompok Abu Sayyaf
Warga Negara Kanada John Ridsdel dieksekusi mati oleh kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf. Eksekusi itu dilakukan karena uang tebusan tak diserahkan tepat waktu.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (26/4/2016), pihak militer Filipina mendapat informasi penemuan sebuah kepala manusia di sebuah pulau terpencil pada Minggu (24/4). Penemuan tersebut terjadi 5 jam setelah batas tenggat waktu pemberian tebusan berakhir.
Potongan kepala tersebut ditemukan oleh masyarakat setempat di pusat kota Jolo, Filipina. Juru bicara militer Filipina mengatakan saksi mata melihat dua orang pria mengendarai sepeda motor dan menjatuhkan sebuah kantong plastik berisi potongan kepala. Kelompok ekstremis tersebut sebelumnya memang mengancam akan mengeksekusi satu dari 4 orang sandera apabila uang tebusan tak dipenuhi.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (26/4/2016), pihak militer Filipina mendapat informasi penemuan sebuah kepala manusia di sebuah pulau terpencil pada Minggu (24/4). Penemuan tersebut terjadi 5 jam setelah batas tenggat waktu pemberian tebusan berakhir.
Potongan kepala tersebut ditemukan oleh masyarakat setempat di pusat kota Jolo, Filipina. Juru bicara militer Filipina mengatakan saksi mata melihat dua orang pria mengendarai sepeda motor dan menjatuhkan sebuah kantong plastik berisi potongan kepala. Kelompok ekstremis tersebut sebelumnya memang mengancam akan mengeksekusi satu dari 4 orang sandera apabila uang tebusan tak dipenuhi.
Kamis, 21 April 2016
China Uji Coba Rudal Balistik Antar Benua Dongfeng-41
China dilaporkan telah melakukan uji coba terbaru rudal balistik antar benua miliknya, Dongfeng-41 (DF-41). Rudal ini merupakan rudal balistik dengan jarak tempuh terpanjang di dunia.
Rudal balistik Dongfeng-41 adalah rudal balistik interkontinental berbahan bakar padat road-mobile yang dapat menembakkan 6 sampai 10 hulu ledak nuklir terhadap sebuah target pada jarak lebih dari 10 ribu kilometer.
Menurut situs berita Washington Free Beacon, yang dikutip Sputnik Rabu (20/4/2016), uji coba itu dilakukan bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Ashton Carter ke kapal induk USS Stennis yang sedang berlayar di Laut China Selatan.
Menurut seorang sumber di Pentagon, uji coba rudal balistik yang dilakukan oleh China itu terdeteksi oleh sistem satelit pelacak milik AS. Namun, sumber tersebut tidak menyebutkan lokasi uji coba itu dilakukan.
Rudal balistik Dongfeng-41 adalah rudal balistik interkontinental berbahan bakar padat road-mobile yang dapat menembakkan 6 sampai 10 hulu ledak nuklir terhadap sebuah target pada jarak lebih dari 10 ribu kilometer.
Menurut situs berita Washington Free Beacon, yang dikutip Sputnik Rabu (20/4/2016), uji coba itu dilakukan bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Ashton Carter ke kapal induk USS Stennis yang sedang berlayar di Laut China Selatan.
Menurut seorang sumber di Pentagon, uji coba rudal balistik yang dilakukan oleh China itu terdeteksi oleh sistem satelit pelacak milik AS. Namun, sumber tersebut tidak menyebutkan lokasi uji coba itu dilakukan.
ISIS Klaim Telah Bunuh 100 Tentara Filipina
Filipina menampik propaganda ISIS bahwa afiliasi kelompok militan ini telah membunuh ratusan tentara pemerintah sewaktu disergap, dan menyatakan tidak ada bukti yang mengaitkan ISIS dengan pemberontok muslim di selatan negeri itu.
Belum lama ini Filipina mengatakan 46 orang tewas dalam pertempuran pekan ini antara pasukan pemerintah dengan pemberontak Abu Sayyaf di Pulau Basilan. Pertempuran ini sudah memasuki hari keenam pada Kamis ini.
Sepuluh WNI yang disandera Abu Sayyaf juga berada di Pulau Basilan di mana pertempuran antara pasukan pemerintah dengan kelompok Abu Sayyaf itu terjadi.
SITE Intelligence, kelompok penjejak aktivitas organisasi jihadis yang berbasis di AS, melaporkan bahwa ISIS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan hampir 100 tentara Filipina dan sekaligus meledakkan tujuh truk pengangkut tentara
Belum lama ini Filipina mengatakan 46 orang tewas dalam pertempuran pekan ini antara pasukan pemerintah dengan pemberontak Abu Sayyaf di Pulau Basilan. Pertempuran ini sudah memasuki hari keenam pada Kamis ini.
Sepuluh WNI yang disandera Abu Sayyaf juga berada di Pulau Basilan di mana pertempuran antara pasukan pemerintah dengan kelompok Abu Sayyaf itu terjadi.
SITE Intelligence, kelompok penjejak aktivitas organisasi jihadis yang berbasis di AS, melaporkan bahwa ISIS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan hampir 100 tentara Filipina dan sekaligus meledakkan tujuh truk pengangkut tentara
PBB : Senjata Kimia Masih Jadi Ancaman Eddi Santosa
Senjata kimia masih jadi ancaman. Oleh karena itu, kerja sama PBB dan Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW (Organisasi Pelarangan Senjata Kimia) diharapkan terus berlanjut.
"Saya sepenuhnya berharap hal ini akan terus berlanjut demi manfaat besar bagi kemanusiaan," ujar Sekjen PBB Ban Ki-Moon di markas OPCW, Den Haag, Rabu (20 April 2016) waktu setempat.
Sekjen PBB dua periode dari Korea Selatan itu mengatakan, OPCW adalah sahabat dan mitra baik bagi PBB.
"Kedua lembaga telah memperdalam kerja sama secara luar biasa dalam beberapa tahun mutakhir," kata Ban Ki-Moon melalui rilis yang diterima detikcom dari OPCW.
"Saya sepenuhnya berharap hal ini akan terus berlanjut demi manfaat besar bagi kemanusiaan," ujar Sekjen PBB Ban Ki-Moon di markas OPCW, Den Haag, Rabu (20 April 2016) waktu setempat.
Sekjen PBB dua periode dari Korea Selatan itu mengatakan, OPCW adalah sahabat dan mitra baik bagi PBB.
"Kedua lembaga telah memperdalam kerja sama secara luar biasa dalam beberapa tahun mutakhir," kata Ban Ki-Moon melalui rilis yang diterima detikcom dari OPCW.
Label:
Kerjasama Internasional,
PBB,
Senjata Kimia
Rabu, 20 April 2016
Filipina Imbau Indonesia Abaikan Permintaan Kelompok Abu Sayyaf
Militer Filipina mengimbau agar tidak ada pembayaran uang tebusan bagi warga negara asing yang disandera kelompok Abu Sayyaf maupun militan lain di wilayahnya. Hal ini demi menghentikan 'industri' penculikan yang muncul di perairan negara tersebut.
"Angkatan Bersenjata terus mendorong semua pihak untuk menjalankan kebijakan pemerintah soal no ransom policy," tegas juru bicara militer Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Rabu (20/4/2016).
Pernyataan Padilla itu menanggapi laporan media yang mengutip pernyataan menteri Indonesia bahwa uang tebusan untuk 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf akan dibayarkan dengan uang dari perusahaan.
Dalam pernyataannya, Padilla menegaskan otoritas Filipina tidak ingin pembayaran tebusan justru menambah subur praktik penculikan di wilayah perairannya. Otoritas Filipina berupaya keras untuk memutus aliran dana yang berpotensi memperkuat kelompok pemberontak dan militan semacam itu.
"Angkatan Bersenjata terus mendorong semua pihak untuk menjalankan kebijakan pemerintah soal no ransom policy," tegas juru bicara militer Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Rabu (20/4/2016).
Pernyataan Padilla itu menanggapi laporan media yang mengutip pernyataan menteri Indonesia bahwa uang tebusan untuk 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf akan dibayarkan dengan uang dari perusahaan.
Dalam pernyataannya, Padilla menegaskan otoritas Filipina tidak ingin pembayaran tebusan justru menambah subur praktik penculikan di wilayah perairannya. Otoritas Filipina berupaya keras untuk memutus aliran dana yang berpotensi memperkuat kelompok pemberontak dan militan semacam itu.
Kamis, 14 April 2016
Filipina - Vietnam Gelar Latihan dan Patroli Angkatan Laut Gabungan
Pejabat pertahanan dari Filipina dan Vietnam akan bertemu pekan ini untuk mengekplorasi kemungkinan latihan dan patroli angkatan laut gabungan. Jika kesepakatan tercapai, maka ini akan menjadi aliansi baru di tengah memanasnya situasi di Laut China Selatan.
Hubungan kedua negara Asia Tenggara itu memang meningkat seiring agresivitas China di kawasan Laut China Selatan dengan membangun pulau buatan di Kepulauan Spratly, yang juga diklaim Vietnam dan Filipina.
Vietnam dan Filipina akan mendiskusikan patroli, latihan, namun kemungkinan kesepakatan tidak akan dicapai minggu ini.
“Ini adalah petemuan awal,” kata sumber militer kepada Reuters. “Ini akan makan waktu tapi kami ingin maju ke tahap selanjutnya.
Hubungan kedua negara Asia Tenggara itu memang meningkat seiring agresivitas China di kawasan Laut China Selatan dengan membangun pulau buatan di Kepulauan Spratly, yang juga diklaim Vietnam dan Filipina.
Vietnam dan Filipina akan mendiskusikan patroli, latihan, namun kemungkinan kesepakatan tidak akan dicapai minggu ini.
“Ini adalah petemuan awal,” kata sumber militer kepada Reuters. “Ini akan makan waktu tapi kami ingin maju ke tahap selanjutnya.
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Baku Tembak Militan dan Militer Filipina
Islamic State (IS) atau ISIS baru saja mengaku bertanggung jawab atas baku tembak yang menewaskan sekitar 23 orang. Baku tembak yang dimaksud, terjadi antara militan dengan tentara Filipina.
Kejadian itu juga menewaskan tiga orang dari pihak kelompok militan yang berhubungan dengan ISIS sendiri.
"Dengan rahmat Tuhan kami berhasil meledakkan tujuh truk yang membawa tentara," demikian pernyataan yang dilontarkan ISIS terkait kejadian itu.
Tentara yang bertahan kemudian berjuang melawan kelompok militan yang saat itu terdiri atas 120 pemberontak Muslim. Baku tembak itu terjadi di pulau bagian selatan selama sekitar 10 jam lamanya.
Kejadian itu juga menewaskan tiga orang dari pihak kelompok militan yang berhubungan dengan ISIS sendiri.
"Dengan rahmat Tuhan kami berhasil meledakkan tujuh truk yang membawa tentara," demikian pernyataan yang dilontarkan ISIS terkait kejadian itu.
Tentara yang bertahan kemudian berjuang melawan kelompok militan yang saat itu terdiri atas 120 pemberontak Muslim. Baku tembak itu terjadi di pulau bagian selatan selama sekitar 10 jam lamanya.
Label:
Filipina,
ISIS,
Isu Terorisme,
Konflik Asia,
Militer Asia Pasifik
Jet Tempur Rusia Terbang Rendah Diatas Kapal Perang Amerika Serikat
Jet tempur Rusia melesat di ketinggian rendah, di atas kapal kapal Amerika Serikat di Laut Baltik. Tindakan Rusia ini dianggap berbahaya dan mengancam keselamatan armada laut AS.
Diberitakan CNN yang mengutip laporan tidak resmi pejabat Angkatan Laut AS, Rabu (13/4), insiden ini terjadi sebanyak tiga kali pada Minggu dan Selasa malam lalu di perairan internasional.
Dalam dua peristiwa, dua armada Rusia terbang sangat rendah, sekitar 22 meter di atas kapal perang USS Donald Cook. Sedangkan peristiwa ketiga, jet Rusia terbang di ketinggian yang masih dianggap aman.
Menurut pejabat AS, jet Rusia melakukan manuver terbang serang namun tanpa ada berondongan peluru. Manuver ini biasanya dilakukan untuk melakukan penyerangan ke target di darat. Peristiwa ini terekam kamera dan diunggah di Youtube.
Diberitakan CNN yang mengutip laporan tidak resmi pejabat Angkatan Laut AS, Rabu (13/4), insiden ini terjadi sebanyak tiga kali pada Minggu dan Selasa malam lalu di perairan internasional.
Dalam dua peristiwa, dua armada Rusia terbang sangat rendah, sekitar 22 meter di atas kapal perang USS Donald Cook. Sedangkan peristiwa ketiga, jet Rusia terbang di ketinggian yang masih dianggap aman.
Menurut pejabat AS, jet Rusia melakukan manuver terbang serang namun tanpa ada berondongan peluru. Manuver ini biasanya dilakukan untuk melakukan penyerangan ke target di darat. Peristiwa ini terekam kamera dan diunggah di Youtube.
Label:
Amerika,
Kapal Perang,
Pesawat Tempur,
Rusia
Rabu, 13 April 2016
Rusia Kirimkan Rudal S-300 Tahap Pertama Untuk Iran
Teheran telah menerima pengiriman tahap pertama sistem rudal antipesawat S-300 dari Moskow untuk menciptakan sistem pertahanan udara terpadu di Iran. Demikian hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hossein Jaber Ansari.
“Kami telah memberikan pernyataan bahwa, terlepas terjadinya perubahan berulang terkait pengiriman (S-300), pelaksanaan kontrak perjanjian kini telah dimulai, dan kini saya dapat menyampaikan bahwa pengiriman tahap pertama sistem tersebut telah dikirimkan ke Iran,” kata perwakilan resmi Republik Islam Iran.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dan perwakilan dari Rosoboronexport selaku perusahaan yang terlibat dalam pengeskporan senjata buatan Rusia menolak untuk mengomentari informasi pengiriman tahap pertama S-300 ke Iran. Namun, berdasarkan pernyataan narasumber dari kompleks industri militer Rusia kepada kantor berita Rusia Interfax, Moskow telah memulai pelaksanaan perjanjian tersebut sejak Maret 2016. Pada awal bulan ini, Rosoboronexport menegaskan bahwa pengiriman akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Kami telah memberikan pernyataan bahwa, terlepas terjadinya perubahan berulang terkait pengiriman (S-300), pelaksanaan kontrak perjanjian kini telah dimulai, dan kini saya dapat menyampaikan bahwa pengiriman tahap pertama sistem tersebut telah dikirimkan ke Iran,” kata perwakilan resmi Republik Islam Iran.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dan perwakilan dari Rosoboronexport selaku perusahaan yang terlibat dalam pengeskporan senjata buatan Rusia menolak untuk mengomentari informasi pengiriman tahap pertama S-300 ke Iran. Namun, berdasarkan pernyataan narasumber dari kompleks industri militer Rusia kepada kantor berita Rusia Interfax, Moskow telah memulai pelaksanaan perjanjian tersebut sejak Maret 2016. Pada awal bulan ini, Rosoboronexport menegaskan bahwa pengiriman akan dilakukan dalam waktu dekat.
Indonesia - Malaysia Siap Bekerja Sama Bebaskan Sandra Abu Sayyaf
Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam upaya pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan.
"Kami mendoakan agar masalah ini bisa diselesaian dengan baik dan para sandera dapat diselamatkan. Malaysia berharap, 10 WNI yang disandera segera dibebaskan. Begitu pula sebaliknya," ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, di kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa malam, 12 April 2016.
"Kami mendoakan agar masalah ini bisa diselesaian dengan baik dan para sandera dapat diselamatkan. Malaysia berharap, 10 WNI yang disandera segera dibebaskan. Begitu pula sebaliknya," ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, di kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa malam, 12 April 2016.
Label:
Indonesia,
Isu Terorisme,
Malaysia
Kelompok Abu Sayyaf Lepaskan Kapal Tongkang Malaysia MV Massive 6
Kapal MV Massive 6, yang sempat dibajak kelompok Abu Sayyaf, saat ini telah kembali berlayar. Kapal tersebut akan melanjutkan perjalanan dari Tawau menuju Samarinda, Kalimantan Timur. Kapal tersebut dalam pelayaran rute Manila-Tawau dengan membawa tongkang bermuatan 7.500 ton batu bara.
Demikian ungkap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum dari Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, hari ini. Iqbal menambahkan, Kemenlu melalui Satgas Perlindungan WNI Konsulat Indonesia di Tawau, telah mengawal dan mendampingi proses penandatanganan Perjanjian Kerja Laut (PKL) antara WNI ABK dengan pemilik kapal.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan hak-hak WNI ABK MV Massive 6 seperti gaji pokok, biaya kesehatan, tunjangan dan cuti dapat diterima sesuai dengan aturan yang berlaku.
Demikian ungkap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum dari Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, hari ini. Iqbal menambahkan, Kemenlu melalui Satgas Perlindungan WNI Konsulat Indonesia di Tawau, telah mengawal dan mendampingi proses penandatanganan Perjanjian Kerja Laut (PKL) antara WNI ABK dengan pemilik kapal.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan hak-hak WNI ABK MV Massive 6 seperti gaji pokok, biaya kesehatan, tunjangan dan cuti dapat diterima sesuai dengan aturan yang berlaku.
Bertempur 10 Jam Militer Filipina Lukai Wakil Pemimpin Abu Sayyaf Furuji Indama
Militer Filipina terlibat pertempuran selama 10 jam dengan milisi Abu Sayyaf di Filipina selatan pada Sabtu (09/04).
Wakil pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Furuji Indama, luka parah dalam operasi militer di Filipina selatan, kata berbagai media, hari Selasa (12/04).
Media antara lain mengutip Menteri Pertahanan Filipina, Voltaire Gazmin, yang mengatakan bahwa Indama dalam keadaan kritis setelah angkatan bersenjata Filipina menggelar operasi di Basilan.
Ia mengatakan bahwa 24 anggota kelompok ini tewas sejak pecah pertempuran di dekat kota Tipo-Tipo, hari Sabtu (09/04).
Wakil pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Furuji Indama, luka parah dalam operasi militer di Filipina selatan, kata berbagai media, hari Selasa (12/04).
Media antara lain mengutip Menteri Pertahanan Filipina, Voltaire Gazmin, yang mengatakan bahwa Indama dalam keadaan kritis setelah angkatan bersenjata Filipina menggelar operasi di Basilan.
Ia mengatakan bahwa 24 anggota kelompok ini tewas sejak pecah pertempuran di dekat kota Tipo-Tipo, hari Sabtu (09/04).
Selasa, 12 April 2016
Bantuan AS Untuk Pelatihan Kontra Terorisme Militer Filipina Tak Buahkan Hasil
Kematian 18 tentara Filipina dalam baku tembak dengan militan Abu Sayyaf semakin kekhawatiran tentang efektivitas pasukan kontraterorisme negara Filipina, meskipun ratusan juta dolar investasi AS telah dikucurkan kepada mereka dalam melatih mereka selama hampir 15 tahun.
Militer Filipina mengatakan 52 tentara terluka dalam pertempuran ganas Sabtu dengan gerilyawan Abu Sayyaf, yang dipercaya menahan hampir dua lusin sandera di kamp-kamp hutan di selatan negara itu.
Seorang pejabat militer mengatakan seluruh peleton telah “dihapuskan dalam pertempuran” yang dimulai pada pukul 07:00 dan Empat tentara dipenggal.
Lima gerilyawan Abu Sayyaf tewas dalam 10 jam pertarungan di pulau Basilan, sekitar 550 mil selatan Manila. Di antara yang tewas adalah pejuang militan dari Maroko, kata para pejabat militer. Sebuah pernyataan militer mengidentifikasinya sebagai Mohammad Khattab, seorang instruktur pembuatan bom.
Militer Filipina mengatakan 52 tentara terluka dalam pertempuran ganas Sabtu dengan gerilyawan Abu Sayyaf, yang dipercaya menahan hampir dua lusin sandera di kamp-kamp hutan di selatan negara itu.
Seorang pejabat militer mengatakan seluruh peleton telah “dihapuskan dalam pertempuran” yang dimulai pada pukul 07:00 dan Empat tentara dipenggal.
Lima gerilyawan Abu Sayyaf tewas dalam 10 jam pertarungan di pulau Basilan, sekitar 550 mil selatan Manila. Di antara yang tewas adalah pejuang militan dari Maroko, kata para pejabat militer. Sebuah pernyataan militer mengidentifikasinya sebagai Mohammad Khattab, seorang instruktur pembuatan bom.
Label:
Amerika,
Filipina,
Militer Asia Pasifik
Obama Mengaku Telah Berdosa Serang Negara Islam
Presiden Amerika Serikat Barack Obama membuat pengakuan yang cukup mengejutkan tentang kebijakan luar negerinya. Terutama saat melakukan serangan ke negara dengan mayoritas penduduk muslim, Libya. Dalam wawancaranya pada Minggu waktu setempat (10/4), kepada Fox News, dia menyatakan bahwa kekacauan pasca tergulingnya Muamar Kadhafi merupakan kesalahan terburuknya. Sebab, tidak ada perencanaan matang.
''Saat itu kami sama sekali tidak punya gambaran tentang dampak yang akan muncul karena aksi kami di Libya,'' kata Obama. Padahal, menurut dia, aksi AS itu adalah cara terbaik mengakhiri konflik berdarah di negara Afrika Utara tersebut. Begitu aksi militer besar-besaran itu dilancarkan pada Oktober 2011, AS memang berhasil menumbangkan diktator 71 tahun tersebut. Juga, sukses melahirkan kekacauan di Libya.
''Saat itu kami sama sekali tidak punya gambaran tentang dampak yang akan muncul karena aksi kami di Libya,'' kata Obama. Padahal, menurut dia, aksi AS itu adalah cara terbaik mengakhiri konflik berdarah di negara Afrika Utara tersebut. Begitu aksi militer besar-besaran itu dilancarkan pada Oktober 2011, AS memang berhasil menumbangkan diktator 71 tahun tersebut. Juga, sukses melahirkan kekacauan di Libya.
Militer Filipina Bunuh 13 Anggota Abu Sayyaf
Otoritas Filipina terus berusaha mengejar Kelompok Abu Sayyaf yang sedang melarikan diri di Pulau Basilan.
Menurut lansiran situs berita Filipina The Phillipines Star, saat ini korban tewas dari pihak Abu Sayyaf di Balisan sudah mencapai 13 jiwa.
Jumlah korban tewas itu terus bertambah sejak Minggu karena komitmen militer Filipina untuk terus mengejar sisa pasukan Abu Sayyaf di Basilan.
Menurut lansiran situs berita Filipina The Phillipines Star, saat ini korban tewas dari pihak Abu Sayyaf di Balisan sudah mencapai 13 jiwa.
Jumlah korban tewas itu terus bertambah sejak Minggu karena komitmen militer Filipina untuk terus mengejar sisa pasukan Abu Sayyaf di Basilan.
Senin, 11 April 2016
Perwira Tinggi Intelijen Militer Korea Utara Membelot ke Korea Selatan
Seorang perwira tinggi intelijen militer Korea Utara (Korut) telah membelot ke Korea Selatan (Korsel).
Kementerian Pertahanan Korsel telah mengkonfirmasi pembelotan tersebut.
"Ya, itu benar," ujar Moon Sang-gyun, juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel seperti dilansir media Channel News Asia, Senin (11/4/2016) kepada para wartawan ketika ditanyai mengenai benar tidaknya pemberitaan kantor berita Korsel, Yonhap soal pembelotan tersebut.
Namun pejabat Korsel tersebut menolak memberikan penjelasan lebih jauh.
Media Yonhap yang mengutip sumber yang tak disebut namanya, melaporkan bahwa seorang kolonel senior Korut telah membelot pada tahun 2015, setelah bekerja di biro Korut yang ditugasi melakukan misi spionase terhadap Korsel.
Kementerian Pertahanan Korsel telah mengkonfirmasi pembelotan tersebut.
"Ya, itu benar," ujar Moon Sang-gyun, juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel seperti dilansir media Channel News Asia, Senin (11/4/2016) kepada para wartawan ketika ditanyai mengenai benar tidaknya pemberitaan kantor berita Korsel, Yonhap soal pembelotan tersebut.
Namun pejabat Korsel tersebut menolak memberikan penjelasan lebih jauh.
Media Yonhap yang mengutip sumber yang tak disebut namanya, melaporkan bahwa seorang kolonel senior Korut telah membelot pada tahun 2015, setelah bekerja di biro Korut yang ditugasi melakukan misi spionase terhadap Korsel.
Kamis, 07 April 2016
Tiongkok Resmikan Mercusuar Baru di Laut China Selatan
China meresmikan mercusuar baru di sebuah pulau karang yang disengketakan oleh Vietnam dan Filipina di Laut China Selatan. Mercusuar setinggi 55 meter itu diresmikan di Subi Reef, bagian dari Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.
Menurut kantor berita China, Xinhua, mercusuar itu sengaja dibangun untuk memantau kapal-kapal yang lewat, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (6/4/2016).
Pemerintah China telah mengubah Subi Reef, sebuah pulau karang menjadi sebuah pulau buatan tahun lalu. Foto-foto satelit menunjukkan, China telah melakukan reklamasi hampir 400 hektar.
Menurut kantor berita China, Xinhua, mercusuar itu sengaja dibangun untuk memantau kapal-kapal yang lewat, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (6/4/2016).
Pemerintah China telah mengubah Subi Reef, sebuah pulau karang menjadi sebuah pulau buatan tahun lalu. Foto-foto satelit menunjukkan, China telah melakukan reklamasi hampir 400 hektar.
Belarus Terima 4 Jet Yak-130 dan S-300 dari Rusia
Komandan Angkatan Udara Belarusia, Mayor Jenderal Oleg Dvigalev, mengatakan pihaknya akan menerima 4 jet Yak-130 beserta instruktur dan batalyon terakhir sistem pertahanan udara S-300 pada tahun ini.
"Pengiriman batalyon S-300 dari Rusia akan diselesaikan tahun ini. Tiga dari mereka sudah dikerahkan di Belarusia, sedangkan batalyon keempat dalam perjalanan," terang Dvigalev pada wartawan setelah pertemuan komite koordinasi CIS terkait isu-isu pertahanan udara dikutip dari Sputnik, Rabu (6/4/2016).
Menurut Dvigalev, Belarus telah menerima empat instruktur pertama pelatih jet tempur Yak-130 dari Rusia dan mengharapkan kedatangan empat instruktur lainnya pada akhir tahun.
"Pengiriman batalyon S-300 dari Rusia akan diselesaikan tahun ini. Tiga dari mereka sudah dikerahkan di Belarusia, sedangkan batalyon keempat dalam perjalanan," terang Dvigalev pada wartawan setelah pertemuan komite koordinasi CIS terkait isu-isu pertahanan udara dikutip dari Sputnik, Rabu (6/4/2016).
Menurut Dvigalev, Belarus telah menerima empat instruktur pertama pelatih jet tempur Yak-130 dari Rusia dan mengharapkan kedatangan empat instruktur lainnya pada akhir tahun.
Rusia: Tak Ada Larangan DK PBB Untuk Penjualan Jet Tempur ke Iran
Rusia merespon pernyataan Amerika Serikat (AS) terkait rencana penjualan jet tempu Su-30 ke Iran. Menurut Moskow, tidak ada satupun resolusi Dewan Kemanana (DK) PBB yang melarang penjualan jet tempur tersebut.
"Penjualan jet tersebut tidak dilarang, mereka diperbolehkan, dan ini mengikuti dari teks resolusi," kata Kepala departemen Kementerian Luar Negeri Rusia untuk non-proliferasi dan pengawasan senjata, Mikhail Ulyanov, seperti dilansir Iran Front Page pada Rabu (6/4).
Sebelumnya, Pejabat urusan politik di Kementerian Luar Negeri AS, Thomas Shannon menyatakan, pihaknya akan mencegah Rusia melakukan penjualan senjata tersebut melalui DK PBB. Dirinya menyebut penjualan senjata itu melanggar resolusi DK PBB 2231, yang terkait dengan kesepakatan nuklir dengan Iran.
"Penjualan jet tersebut tidak dilarang, mereka diperbolehkan, dan ini mengikuti dari teks resolusi," kata Kepala departemen Kementerian Luar Negeri Rusia untuk non-proliferasi dan pengawasan senjata, Mikhail Ulyanov, seperti dilansir Iran Front Page pada Rabu (6/4).
Sebelumnya, Pejabat urusan politik di Kementerian Luar Negeri AS, Thomas Shannon menyatakan, pihaknya akan mencegah Rusia melakukan penjualan senjata tersebut melalui DK PBB. Dirinya menyebut penjualan senjata itu melanggar resolusi DK PBB 2231, yang terkait dengan kesepakatan nuklir dengan Iran.
Label:
Iran,
PBB,
Pesawat Tempur,
Rusia
Percakapan Terakhir Prajurit "Rambo" Rusia Saat Dikepung ISIS
Pasukan khusus Rusia atau Spetsnaz yang dijuluki “Rambo” setelah minta dibom pesawat tempur Moskow saat dikepung puluhan militan ISIS di Palmyra, Suriah, telah dianggap pahlawan oleh Kremlin.
Pasukan khusus bernama Letnan Alexander Prokhorenko, tewas secara heroik. Dia minta dibom oleh pesawat tempur Rusia agar puluhan militan kelompok Islamic State (ISIS) juga ikut tewas.
Militer Rusia tidak pernah merilis identitas pasukan khusus yang tewas itu. Namun, media-media Rusia berhasil mengungkap sosok “Rambo” Rusia tersebut.
Media Rusia, Pravda.ru, merilis transkrip kata-kata terakhir Prokhorenko saat meminta militer Moskow melakukan serangan udara terhadap dirinya. Berikut transkrip percakapannya :
Pasukan khusus bernama Letnan Alexander Prokhorenko, tewas secara heroik. Dia minta dibom oleh pesawat tempur Rusia agar puluhan militan kelompok Islamic State (ISIS) juga ikut tewas.
Militer Rusia tidak pernah merilis identitas pasukan khusus yang tewas itu. Namun, media-media Rusia berhasil mengungkap sosok “Rambo” Rusia tersebut.
Media Rusia, Pravda.ru, merilis transkrip kata-kata terakhir Prokhorenko saat meminta militer Moskow melakukan serangan udara terhadap dirinya. Berikut transkrip percakapannya :
Amerika Serikat Serius Garap Rencana Militer Anti Rusia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan, Washington secara serius telah mengambil langkah menyusun perencanaan militer anti Rusia. Moskow pun akan mempertimbangkan kebijakan Amerika Serikat (AS) itu.
Washington diketahui telah mengeluarkan dana sekitar USD3,4 miliar yang berasal dari pajak mereka untuk apa yang disebut "European Reassurance Initiative". Program ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran militer AS di Eropa Timur pada 2017 dalam rangka mencegah apa yang disebut Agresi Rusia.
"Washington secara serius telah mengambil perencanaan militer dan konstruksi yang diarahkan kepada Rusia. Strategi ini tertuang dalam dokumen terdahulu dan memakan biaya yang besar," kata Zakharova, seperti dikutip dari laman Sputnik, Selasa (5/4/2016).
Washington diketahui telah mengeluarkan dana sekitar USD3,4 miliar yang berasal dari pajak mereka untuk apa yang disebut "European Reassurance Initiative". Program ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran militer AS di Eropa Timur pada 2017 dalam rangka mencegah apa yang disebut Agresi Rusia.
"Washington secara serius telah mengambil perencanaan militer dan konstruksi yang diarahkan kepada Rusia. Strategi ini tertuang dalam dokumen terdahulu dan memakan biaya yang besar," kata Zakharova, seperti dikutip dari laman Sputnik, Selasa (5/4/2016).
Negara-Negara Arab Belanja Alutsista, Israel Ketar Ketir
Israel mengaku merasa dalam bahaya setelah negara-negara Arab tetangganya membeli senjata canggih berskala besar dari Barat.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Angkatan Udara Israel, Brigadir Jenderal Tal Kelman, pada hari Minggu (3/4/2016). Menurutnya, Israel ingin meminta bantuan pertahanan yang lebih aman dari Amerika Serikat (AS), namun Washington enggan.
Militer AS saat ini membiayai militer Israel sekitar USD3 miliar per tahun dan berakhir pada 2018. Para pejabat Israel telah berbicara pada Pemerintah AS agar biaya ditambah sekitar USD4,5 miliar. Namun, para pejabat AS telah menolak keras kenaikan tersebut.
Israel mengaku membutuhkan kekuatan angkatan bersenjata secara massal, yang tidak hanya meng-upgrade teknologi mereka, tapi juga siap menghadapi musuh di depan.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Angkatan Udara Israel, Brigadir Jenderal Tal Kelman, pada hari Minggu (3/4/2016). Menurutnya, Israel ingin meminta bantuan pertahanan yang lebih aman dari Amerika Serikat (AS), namun Washington enggan.
Militer AS saat ini membiayai militer Israel sekitar USD3 miliar per tahun dan berakhir pada 2018. Para pejabat Israel telah berbicara pada Pemerintah AS agar biaya ditambah sekitar USD4,5 miliar. Namun, para pejabat AS telah menolak keras kenaikan tersebut.
Israel mengaku membutuhkan kekuatan angkatan bersenjata secara massal, yang tidak hanya meng-upgrade teknologi mereka, tapi juga siap menghadapi musuh di depan.
Panama Papers: Pendanaan Program Nuklir Korea Utara Dibantu Bankir Inggris
Seorang bankir asal Inggris disebut mendirikan perusahaan offshore rahasia yang diduga digunakan oleh rezim Korea Utara (Korut) untuk membantu menjual senjata dan meningkatkan program senjata nuklirnya.
Menurut Panama Papers, Nigel Cowie mendirikan perusahaan Pyongyang DCB Finance Limited. Ia mendirikan perusahaan ini bersama seorang pejabat Korut bernama Kim Chol-sam pada tahun 2006. Perusahaan ini terdaftar di British Virgin Islands seperti dikutip dari Express, Rabu (6/4/2016).
Kim Chol-sam sendiri adalah CEO dari Bank Kredit Daedong yang telah dijatuhkan sanksi. Kim diduga memfasilitasi transaksi senilai ratusan ribu dan mengelola jutaan dolar dalam rekening yang terkait dengan rezim Korut.
Menurut Panama Papers, Nigel Cowie mendirikan perusahaan Pyongyang DCB Finance Limited. Ia mendirikan perusahaan ini bersama seorang pejabat Korut bernama Kim Chol-sam pada tahun 2006. Perusahaan ini terdaftar di British Virgin Islands seperti dikutip dari Express, Rabu (6/4/2016).
Kim Chol-sam sendiri adalah CEO dari Bank Kredit Daedong yang telah dijatuhkan sanksi. Kim diduga memfasilitasi transaksi senilai ratusan ribu dan mengelola jutaan dolar dalam rekening yang terkait dengan rezim Korut.
Label:
Korea Utara,
Militer Inggris,
Nuklir
Selasa, 05 April 2016
Amerika Serikat Cegat Kapal Bermuatan 1.500 Pucuk Senapan Milik Iran
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berhasil mencegat kapal asal Iran yang membawa 1.500 senjata AK-47 dan peluncur roket di Laut Arab. Kapal itu dilaporkan tengah berlayar menuju Yaman yang saat ini tengah dilanda perang.
Seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (4/4/2016), kapal perang USS Sirocco pekan lalu mencegat sebuah kapal kecil asal Iran di Laut Arab. Saat diperiksa, kapal tersebut diketahui menyembunyikan ribuan senjata dan ratusan pelontar granat. Pihak Angkatan Laut AS kemudian membebaskan kapal dan awaknya, namun menyita seluruh senjata yang disembunyikan.
Angkatan Laut AS menyatakan, dari hasil penyitaan itu diketahui jika kapal Iran tersebut mengirimkan 1.500 senjata jenis Kalashnikov, 200 peluncur granat berpeluncur roket dan 50 senapan mesin kaliber 21.
Seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (4/4/2016), kapal perang USS Sirocco pekan lalu mencegat sebuah kapal kecil asal Iran di Laut Arab. Saat diperiksa, kapal tersebut diketahui menyembunyikan ribuan senjata dan ratusan pelontar granat. Pihak Angkatan Laut AS kemudian membebaskan kapal dan awaknya, namun menyita seluruh senjata yang disembunyikan.
Angkatan Laut AS menyatakan, dari hasil penyitaan itu diketahui jika kapal Iran tersebut mengirimkan 1.500 senjata jenis Kalashnikov, 200 peluncur granat berpeluncur roket dan 50 senapan mesin kaliber 21.
Teheran Kirim Pasukan Khusus ke Suriah
Seorang komandan militer Iran mengatakan, Teheran telah memutuskan untuk mengirim pasukan Komando Angkatan Darat ke Suriah. Pasukan khusus itu dikirim untuk menjalankan misi sebagai penasihat militer.
"Komando dari pasukan khusus militer, yang dikenal sebagai Brigade 65, kini ditempatkan di Suriah," kata Komandan Koordinasi Tentara Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Arasteh, dikutip Xinhua dari kantor berita Tasnim, Senin (4/4/2016).
Ia juga mengatakan, unit lain dari pasukan tentara darat Iran juga telah dikirimkan ke Suriah untuk menjadi penasihat. Iran mengatakan, penasihat militernya memberikan bantuan kepada Suriah dalam memerangi terorisme.
"Komando dari pasukan khusus militer, yang dikenal sebagai Brigade 65, kini ditempatkan di Suriah," kata Komandan Koordinasi Tentara Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Arasteh, dikutip Xinhua dari kantor berita Tasnim, Senin (4/4/2016).
Ia juga mengatakan, unit lain dari pasukan tentara darat Iran juga telah dikirimkan ke Suriah untuk menjadi penasihat. Iran mengatakan, penasihat militernya memberikan bantuan kepada Suriah dalam memerangi terorisme.
Korea Utara Ancam Bunuh Warga AS Melebihi Serangan 9/11
Korea
Utara (Korut) kembali mengeluarkan ancaman untuk membunuh banyak warga
Amerika Serikat (AS) yang melebihi efek serangan 11 September 2001 atau
9/11.
Ancaman Korut itu dipublikasikan DPRK Today.Senjata-senjata Korut juga diklaim ditujukan untuk Gedung Putih, Pentagon dan lokasi vital AS lain.
”Jika serangan tiga pesawat sipil dari (serangan) 15 tahun yang lalu mengakibatkan 3.000 kematian dan membawa mimpi buruk bagi hidup warga AS, pecahnya perang akhir dari kita akan menghapus negara itu dari sejarah, tidak ada waktu (bagi mereka) bahkan untuk menyesal atau memiliki mimpi buruk tentang hal itu,” demikian laporan media yang dikelola Pemerintah Korut itu.
Ancaman mengerikan sudah berulang kali disuarakan rezim Kim Jong-un, termasuk yang terbaru yang ditujukan pada China. Alasannya, China yang selama ini jadi sekutu utama Pyongyang justru mendukung AS untuk menjatuhkan sanski keras terhadap Korut.
Ancaman Korut itu dipublikasikan DPRK Today.Senjata-senjata Korut juga diklaim ditujukan untuk Gedung Putih, Pentagon dan lokasi vital AS lain.
”Jika serangan tiga pesawat sipil dari (serangan) 15 tahun yang lalu mengakibatkan 3.000 kematian dan membawa mimpi buruk bagi hidup warga AS, pecahnya perang akhir dari kita akan menghapus negara itu dari sejarah, tidak ada waktu (bagi mereka) bahkan untuk menyesal atau memiliki mimpi buruk tentang hal itu,” demikian laporan media yang dikelola Pemerintah Korut itu.
Ancaman mengerikan sudah berulang kali disuarakan rezim Kim Jong-un, termasuk yang terbaru yang ditujukan pada China. Alasannya, China yang selama ini jadi sekutu utama Pyongyang justru mendukung AS untuk menjatuhkan sanski keras terhadap Korut.
Sabtu, 02 April 2016
Tak Pedulikan AS, Korea Utara Tetap Lanjutkan Program Nuklir
Korea Utara (Korut) akan mengejar program nuklir dan rudal balistik tanpa peduli Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya, dan kini terjadi keadaan "semi-perang" di semenanjung Korea, demikian diplomat senior pihak Pyongyang di Jenewa.
So Se Pyong, Duta Besar Korut untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) mengecam latihan militer bersama AS-Korea Selatan (Korsel) yang lokasinya segaja ditujukan untuk "mengancam Presiden Korut dan menaklukkan Pyongyang".
"Jika AS terus, maka kita harus membuat langkah-langkah balasan juga. Jadi, kita harus mengembangkan, dan kita harus membuat lebih banyak pencegahan, pencegahan nuklir," kata So, yang juga utusan Korut untuk Konferensi yang disponsori Komisi PBB untuk Perlucutan Senjata.
Dalam wawancara khusus berbahasa Inggris dengan Reuters, So menegaskan, "Kebijakan Simultan adalah kebijakan negara saya, dan partai saya juga, yang berarti produksi nuklir dan pembangunan ekonomi."
So Se Pyong, Duta Besar Korut untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) mengecam latihan militer bersama AS-Korea Selatan (Korsel) yang lokasinya segaja ditujukan untuk "mengancam Presiden Korut dan menaklukkan Pyongyang".
"Jika AS terus, maka kita harus membuat langkah-langkah balasan juga. Jadi, kita harus mengembangkan, dan kita harus membuat lebih banyak pencegahan, pencegahan nuklir," kata So, yang juga utusan Korut untuk Konferensi yang disponsori Komisi PBB untuk Perlucutan Senjata.
Dalam wawancara khusus berbahasa Inggris dengan Reuters, So menegaskan, "Kebijakan Simultan adalah kebijakan negara saya, dan partai saya juga, yang berarti produksi nuklir dan pembangunan ekonomi."
AS Peringatkan Senjata Nuklir Jangan Sampai Jatuh ke Tangan Teroris
Presiden Amerika Serikat (AS) mengingatkan perlunya kerjasama lebih lanjut diperlukan untuk mencegah kelompok teroris mendapatkan akses senjata nuklir. Peringatan ini disampaikan Obama pada pertemuan KTT Keamanan Nuklir.
Diberitakan AFP, Sabtu (2/4/2016), ancaman kelompok teroris senjata nuklir untuk digunakan sebagai'bom kotor' atau bahkan mendapatkan senjata atom.
"ISIS telah menggunakan senjata kimia, termasuk gas mustard, di Suriah dan Irak," kata Obama.
"Tidak ada keraguan bahwa jika orang-orang gila mendapatkan bom nuklir atau bahan nuklir, mereka pasti akan menggunakannya untuk membunuh banyak orang," ucapnya
Diberitakan AFP, Sabtu (2/4/2016), ancaman kelompok teroris senjata nuklir untuk digunakan sebagai'bom kotor' atau bahkan mendapatkan senjata atom.
"ISIS telah menggunakan senjata kimia, termasuk gas mustard, di Suriah dan Irak," kata Obama.
"Tidak ada keraguan bahwa jika orang-orang gila mendapatkan bom nuklir atau bahan nuklir, mereka pasti akan menggunakannya untuk membunuh banyak orang," ucapnya
Jumat, 01 April 2016
Rusia Tangkap Mata-mata CIA Berkebangsaan Ukraina
Dinas Keamanan Federal Rusia, FSB, menyatakan telah menahan seorang staf Pasukan Keamanan Ukraina (USF) dengan tuduhan melakukan aksi spionase. Demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak FSB.
Dalam pernyataannya, FSB menyatakan bahwa staf USF bernama Letnan Kolonel Yuriy Ivanchenko tiba di Rusia dengan tujuan mengunjungi kerabatnya. Padahal, pihak berwenang Ukraina telah melarang pasukan keamanan meninggalkan negara itu, seperti disitat dari Sputniknews, Kamis (31/3/2016).
Belakangan, FSB mendapat informasi jika Ivanchenko telah dilatih oleh USF dan Badan Intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, untuk melakukan operasi spionase dengan berpura-pura menawarkan kerjasama dengan FSB Rusia.
Dalam pernyataannya, FSB menyatakan bahwa staf USF bernama Letnan Kolonel Yuriy Ivanchenko tiba di Rusia dengan tujuan mengunjungi kerabatnya. Padahal, pihak berwenang Ukraina telah melarang pasukan keamanan meninggalkan negara itu, seperti disitat dari Sputniknews, Kamis (31/3/2016).
Belakangan, FSB mendapat informasi jika Ivanchenko telah dilatih oleh USF dan Badan Intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, untuk melakukan operasi spionase dengan berpura-pura menawarkan kerjasama dengan FSB Rusia.
Amerika Serikat, Bencana Jika Negara-negara Asia Miliki Senjata Nuklir
Pihak Gedung Putih mengecam ide bakal calon presiden Donald Trump yang minta Pemerintah Amerika Serikat (AS) membiarkan negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan memiliki senjata nuklir sendiri. Ide Trump itu dianggap sebagai bencana.
Menurut Gedung Putih, membiarkan negara-negara Asia memiliki senjata nuklir sendiri merupakan ide yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri AS.
“Seluruh premis kebijakan luar negeri Amerika yang berkaitan dengan senjata nuklir untuk 70 tahun terakhir adalah guna mencegah proliferasi senjata nuklir untuk negara tambahan,” kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Ben Rhodes, saat dimintai komentar perihal ide Donald Trump.
“Itu posisi (AS). Dari semua orang yang telah menduduki Kantor Oval. Ini akan menjadi bencana besar,” lanjut Rhodes, seperti dikutip dari Washington Post, Jumat (1/4/2016).
Menurut Gedung Putih, membiarkan negara-negara Asia memiliki senjata nuklir sendiri merupakan ide yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri AS.
“Seluruh premis kebijakan luar negeri Amerika yang berkaitan dengan senjata nuklir untuk 70 tahun terakhir adalah guna mencegah proliferasi senjata nuklir untuk negara tambahan,” kata Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Ben Rhodes, saat dimintai komentar perihal ide Donald Trump.
“Itu posisi (AS). Dari semua orang yang telah menduduki Kantor Oval. Ini akan menjadi bencana besar,” lanjut Rhodes, seperti dikutip dari Washington Post, Jumat (1/4/2016).
Angkatan Udara Rusia Hancurkan 2.000 Target ISIS dalam Sebulan
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Sergei Rudskoy mengatakan, pesawat-pesawat tempur Rusia telah melakukan 500 sorties dan menghancurkan 2.000 target milik ISIS pada 7-27 Maret.
"Dari 7-27 Maret, Angkatan Udara Rusia melakukan sekitar 500 serangan mendadak di sekitar Palmyra, menghancurkan lebih dari 2.000 sasaran teroris. Akibatnya, benteng dan posisi artileri pada ketinggian strategis hancur," kata Rudskoy seperti dikutip dari laman Sputniknews, Kamis (31/3/2016).
Dia menambahkan bahwa jet Rusia menghancurkan sebagian pusat komando teroris pada beberapa hari pertama. Menurut dia, setiap hari serangan Rusia menghancurkan mobil yang membawa teroris dan amunisi, yang mencoba untuk menerobos ke Palmyra dari Raqqa dan Deir ez-Zor.
"Dari 7-27 Maret, Angkatan Udara Rusia melakukan sekitar 500 serangan mendadak di sekitar Palmyra, menghancurkan lebih dari 2.000 sasaran teroris. Akibatnya, benteng dan posisi artileri pada ketinggian strategis hancur," kata Rudskoy seperti dikutip dari laman Sputniknews, Kamis (31/3/2016).
Dia menambahkan bahwa jet Rusia menghancurkan sebagian pusat komando teroris pada beberapa hari pertama. Menurut dia, setiap hari serangan Rusia menghancurkan mobil yang membawa teroris dan amunisi, yang mencoba untuk menerobos ke Palmyra dari Raqqa dan Deir ez-Zor.
Kim Jong-un Ancam Perang Nuklir dengan China
Diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un kini menyatakan China sebagai musuh dan mengancam perang nuklir dengan Beijing.
Kim Jong-un hilang kesabaran setelah China yang selama ini dianggap sebagai sekutu utama justru mengambil bagian dalam penjatuhan sanksi keras Dewan Keamanan PBB terhadap Pyongyang.
Kejengkelan Kim Jong-un terhadap China terungkap dari dokumen Korut tertanggal 10 Maret 2016. Dalam dokumen itu, rezim Pyongyang mengutuk China yang dianggap “mengkhianati sosialisme”.
Korut, lanjut isi dokumen itu, lantas mengancam untuk menekan China dengan kekuatan “badai nuklir”. “Kita tidak lagi melangkah sepele pada China dan jangan berurusan dengan mereka,” bunyi dokumen itu.
Kim Jong-un hilang kesabaran setelah China yang selama ini dianggap sebagai sekutu utama justru mengambil bagian dalam penjatuhan sanksi keras Dewan Keamanan PBB terhadap Pyongyang.
Kejengkelan Kim Jong-un terhadap China terungkap dari dokumen Korut tertanggal 10 Maret 2016. Dalam dokumen itu, rezim Pyongyang mengutuk China yang dianggap “mengkhianati sosialisme”.
Korut, lanjut isi dokumen itu, lantas mengancam untuk menekan China dengan kekuatan “badai nuklir”. “Kita tidak lagi melangkah sepele pada China dan jangan berurusan dengan mereka,” bunyi dokumen itu.
Bulgaria Nerencana Beli Satu Skuadron Pesawat Tempur Baru
Pemerintah Bulgaria telah menyetujui pembelian 19 pesawat tempur, sesuatu yang selama ini ditunda-tunda, yang diyakini akan meningkatkan kinerja angkatan udaranya.
Menteri Pertahanan Bulgaria, Nikolay Nenchev, di Sofia, Rabu kemarin (30/3), seturut Reuters, menyatakan, “Kami ingin membeli satu skuadron lengkap, antara 12-19 pesawat tempur.”
Bulgaria telah menjadi anggota baru NATO dan juga Uni Eropa, telah berketetapan mengganti armada MiG-29 Fulcrum lama mereka dengan yang baru, sekaligus mengurangi ketergantungan mereka dengan sistem pertahanan-persenjataan Rusia.
Bulgaria juga telah menandatangani kesepakatan dengan Polandia tentang perawatan dan berharap memiliki 12 pesawat tempur baru yang dalam status operasional penuh dalam beberapa bulan ini.
Menteri Pertahanan Bulgaria, Nikolay Nenchev, di Sofia, Rabu kemarin (30/3), seturut Reuters, menyatakan, “Kami ingin membeli satu skuadron lengkap, antara 12-19 pesawat tempur.”
Bulgaria telah menjadi anggota baru NATO dan juga Uni Eropa, telah berketetapan mengganti armada MiG-29 Fulcrum lama mereka dengan yang baru, sekaligus mengurangi ketergantungan mereka dengan sistem pertahanan-persenjataan Rusia.
Bulgaria juga telah menandatangani kesepakatan dengan Polandia tentang perawatan dan berharap memiliki 12 pesawat tempur baru yang dalam status operasional penuh dalam beberapa bulan ini.
Keterlibatan Militer Indonesia Tak Dimungkinkan Perundangan Fhilipina
Militer Filipina menyebut keterlibatan militer Indonesia dalam operasi pembebasan sandera tak dimungkinkan perundangan, namun tak menganjurkan pembayaran uang tebusan.
"Kami menganut kebijakan tidak membayar uang tebusan," kata Filemon Tan Jr, juru bicara Komando Mindanao Barat dari militer Filipina.
Polisi dan militer Filipina mengaku belum bisa memberi informasi terperinci soal 10 warga Indonesia yang diculik 26 Maret lalu di perairan Tambulian, lepas pantai Pulau Tapul, Kepulauan Sulu, Filipina.
Sejauh ini belum ada yang mengaku sebagai pelaku penculikan.
Tapi pemerintah Indonesia mengatakan bahwa kelompok Abu Sayyaf adalah pelaku penculikan para awak kapal tunda Brahma 12 itu.
"Kami menganut kebijakan tidak membayar uang tebusan," kata Filemon Tan Jr, juru bicara Komando Mindanao Barat dari militer Filipina.
Polisi dan militer Filipina mengaku belum bisa memberi informasi terperinci soal 10 warga Indonesia yang diculik 26 Maret lalu di perairan Tambulian, lepas pantai Pulau Tapul, Kepulauan Sulu, Filipina.
Sejauh ini belum ada yang mengaku sebagai pelaku penculikan.
Tapi pemerintah Indonesia mengatakan bahwa kelompok Abu Sayyaf adalah pelaku penculikan para awak kapal tunda Brahma 12 itu.
Langganan:
Postingan (Atom)