Senin, 30 Juni 2014

Roket Gaza hantam kawasan industri Israel selatan

Satu roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza, Sabtu, menghantam satu kawasan industri di Sderot, Israel Selatan, dan membakar satu gedung tetapi tidak menimbulkan korban, kata polisi.

Roket Gaza hantam kawasan industri Israel selatan

Seorang juru bicara militer mengatakan gedung itu adalah satu pabrik, dan juru bicara polisi Micky Rosenfeld mengatakan empat pekerja dapat menyelamatkan diri setelah serangan itu.

"Ketika serangan berhenti, kami mulai memeriksa di dalam gedung itu untuk memastikan apakah masih ada orang di sana." katanya.

Stasiun televisi swasta Saluran 10 mengatakan gedung itu adalah pabrik cat dan seorang karyawannya luka ringan dan telah dibawa ke rumah sakit.

Peluru Ukraina hantam wilayah Rusia

Rusia, Sabtu, mengatakan tiga peluru, yang ditembakkan pasukan Ukraina, menghantam pos bea cukai dan daerah berpenduduk di wilayahnya, menimbulkan kerusakan, tetapi tidak ada yang cedera.

Peluru Ukraina hantam wilayah Rusia

"Dalam bentrokan di wilayah Ukraina, militer Ukraima menembakkan peluru, yang jatuh di wilayah Rusia," kata juru bicara badan perbatasan di daerah Rostov, Vasily Malayev, kepada kantor berita Rusia.

Irak Terima Sukhoi Bekas Rusia untuk Hadapi ISIS

Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya jet tempur Sukhoi dari Rusia datang juga ke Irak. Walau bekas, jet tempur ini diharapkan bisa membantu menghentikan agresi militer kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak.

Jet tempur Sukhoi
Diberitakan BBC, Minggu 19 Juni 2014, pada pengiriman pertama ini lima jet Sukhoi telah tiba di Irak. Diperkirakan, pesawat ini baru bisa beroperasi beberapa hari lagi. "Beberapa jet lainnya juga akan dikirim," kata pemerintah Irak.

Jet tempur ini akan menjadi senjata andalah Irak dalam menggempur ISIS, setelah tidak juga mendapat bantuan dari Amerika Serikat. Perdana Menteri Nouri al Maliki mengaku kecewa dengan AS yang menurutnya terlalu lama mengirimkan jet yang dipesan Irak.

Jumat, 27 Juni 2014

Tiongkok Diprediksi Bakal Kalahkan Drone Amerika

Amerika diklaim sebagai negara dengan konsumsi drone yang cukup besar. Dari mulai pengawasan, senjata militer hingga untuk pengiriman barang. Namun ke depan, Tiongkok akan mengalahkan Amerika sebagai konsumen drone terbesar.

Drone Amerika Serikat
Drone Amerika Serikat
Dilansir melalui Want China Times, Kamis 26 Juni 2014, Tiongkok akan menjadi konsumen drone terbesar pada 2020 nanti. Pasalnya, persaingan geopolitik dan dominasi ekonomi di kawasan Asia Pasifik merupakan pemicu utama kebutuhan drone. Jepan dan Tiongkok berseteru tentang pulau Diaoyutai di laut China Selatan. Pulau itu merupakan perbatasan Senkaku, Jepang dan Diaoyu di Tiongkok.

Business Insider pernah melaporkan bahwa pasar drone untuk kebutuhan militer akan mencapai US$8,2 triliun pada 2022 nanti. Dalam laporan tersebut diprediksi bahwa Amerika tidak akan lagi mendominasi sebagai konsumen drone.

Latihan Perang AS-Filipina Panaskan Laut China Selatan

Amerika Serikat dan Filipina menggelar latihan perang gabungan di kawasan Laut China Selatan. Titik lokasi latihan perang tak jauh dari batas wilayah yang disengketakan Filipina dengan Tiongkok kembali meningkatkan eskalasi ketegangan di sana.

Latihan Perang AS-Filipina Panaskan Laut China Selatan

Pejabat militer Filipina mengatakan manuver latihan gabungan selama seminggu, melibatkan tiga kapal perang AS dan lebih dari seribu prajurit. Momen ini juga dimanfaatkan Philipina untuk menguji kemampuan armada kapal perang terbarunya.

"Kami mengirim dua kapal baru untuk ikut serta dalam latihan gabungan ini. Karena kami ingin prajurit Philipina semakin mahir dalam bermanuver menggunakan senjata tempur baru ini," kata Komandan Armada Philipina Jaime Bernardino dilansir AFP pada Kamis, (26/6/2014).

Kamis, 26 Juni 2014

Menlu AS Kecam Keterlibatan Iran dan Suriah di Irak

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengeluarkan peringatan keras kepada Iran dan Suriah terkait krisis Irak. John Kerry menyebut agar kedua negara tidak mengambil aksi yang tak diperlukan, seperti intervensi militer ke Irak.


Menlu AS Kecam Keterlibatan Iran dan Suriah di Irak
Menlu AS Kecam Keterlibatan Iran dan Suriah di Irak

Sebelumnya, isu mengenai adanya intervensi yang terjadi di Irak oleh Suriah dan Iran menyeruak belakangan ini. Isu tersebut mencuat setelah adanya beberapa laporan dari peninjau krisis Irak.

"Kami jelaskan, setiap pihak di Timur Tengah tidak usah mengambil bagian yang tidak diperlukan dan dapat memicu memburuk krisis sektarian yang sudah terjadi (di Irak)," sebut Kerry, seperti dikutip dari Time, Kamis (26/6/2014).

Anak-anak Irak Direkrut Jadi Prajurit ISIL

Kelompok militan Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) memanfaatkan anak-anak untuk dijadikan prajurit di Irak. Sebelumnya tuduhan sama diarahkan kepada ISIL di Suriah.

Anak-anak Irak Direkrut Jadi Prajurit ISIL

Sebuah rekaman video menunjukkan konvoi kelompok ISIL yang memasuki Kota Mosul, pada Selasa 24 Juni 2014, memperlihatkan bocah-bocah kecil yang membawa senjata. Mereka juga turut serta dalam truk yang dipenuhi oleh militan ISIL.

Sebelumnya kelompok pemerhati HAM Human Rights Watch mengklaim bahwa kelompol ISIL merekrut anak-anak untuk dijadikan prajurit di Suriah. Anak-anak itu ditugaskan sebagai penembak jitu. Demikian diberitakan The Independent, Kamis (26/6/2014).

Bandara Pakistan Kembali Diserang Kelompok Bersenjata

Sejumlah pria bersenjata kembali melakukan penyerangan di Bandara Pakistan. Serangan mereka ditargetkan pada sebuah pesawat yang sedang mendarat.


Mengutip dari Washington Post, Rabu (25/6/2014), seorang polisi menuturkan, pesawat Pakistan Internasional Airlines yang menempuh perjalanan dari Arab Saudi ditembaki kelompok bersenjata saat berupaya melakukan pendaratan.

Setidaknya, ada enam peluru yang ditembakkan ke pesawat tersebut. Insiden ini menyebabkan satu wanita tewas dan tiga kru kapal mengalami luka-luka termasuk kapten pesawat.

Militan Sunni Serang Pangkalan Udara Irak

Kelompok militan Sunni yang dikomando Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang sebuah pangkalan udara Irak, Rabu (25/6/2014). Serangan itu bertepatan dengan kedatangan puluhan personel pasukan khusus Amerika Serikat di Baghdad.
Militan Sunni Serang Pangkalan Udara Irak

Penyerangan itu menambah panjang upaya penyerangan dan pendudukan yang dilancarkan ISIS dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, meminta suku Kurdi ikut membantu pasukan Irak dan AS bersama-sama memukul mundur kelompok sempalan Alqaeda itu dari wilayah Irak.

Para kelompok militan Sunni, termasuk ISIS, dilaporkan terlibat pertempuran dengan pasukan Irak di Kota Yathrib, 90 kilometer utara Baghdad, pada Rabu pagi. Pejuang Sunni mengepung pangkalan udara yang dikenal dengan nama 'Kamp Anakonda' tersebut. Sumber mengatakan pangakalan udara dikepung pada ketiga sisinya.

Selasa, 24 Juni 2014

Krisis Irak ancaman bagi kawasan dan dunia

"Serangan gerilyawan di Irak jadi ancaman bagi kawasan dan dunia," kata Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, kepada tamunya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, Senin.

Seorang pria berjalan dekat bangkai kendaraan yang dibakar milik pasukan keamanan Irak di kota utara Irak, Mosul, Jumat (13/6). Serangan Islam Sunni bisa mengancam memecah-belah Irak. (REUTERS/Stringer)

"Krisis di Irak saat ini ancaman tidak hanya bagi Irak, tetapi juga untuk kawasan dan perdamaian internasional", kata Maliki kepada diplomat tinggi Washington itu, di Baghdad, kata satu pernyataan dari kantornya.

Kerry tiba di Baghdad, Senin, dengan misi mendorong persatuan dan stabilitas Irak menghadapi serangan gerilyawan utama yang bisa  merobek-robek negara itu menjadi bagian-bagian.

Ratusan tentara Irak tewas dalam serangan gerilyawan

Juru Bicara Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki, Letjen Qassem Atta, mengatakan Senin bahwa "ratusan" tentara Irak telah dibunuh oleh gerilyawan Arab Sunni dalam serangan besar yang telah membanjiri sebagian besar negara.

Anggota Pasukan Operasi Khusus Irak mengambil posisi saat bentrok dengan kelompok Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL) yang terkait dengan Al-Qaeda di Ramadi, Irak, Kamis (19/6). (REUTERS/Stringer)
Anggota Pasukan Operasi Khusus Irak mengambil posisi saat bentrok dengan kelompok Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL) yang terkait dengan Al-Qaeda di Ramadi, Irak, Kamis (19/6). (REUTERS/Stringer)

Pengumuman di televisi oleh Letnan Jenderal Qassem Atta adalah sebagian besar informasi spesifik yang diberikan sejauh ini oleh pemerintah mengenai korban tewas pasukan keamanan Irakban sejak pemberontak melancarkan serangan mereka pada 9 Juni.

Senin, 23 Juni 2014

Amerika Serikat Jajal Rudal di Pasifik setelah Enam Tahun Gagal

Setelah enam tahun mengalami kegagalan dan telah menghabiskan miliaran dolar, Amerika Serikat untuk pertama kalinya berhasil menguji tembak rudal di atas wilayah Pasifik. 

Rudal dari sistem pertahanan GMD Amerika Serikat diuji tembak
Rudal dari sistem pertahanan GMD Amerika Serikat diuji tembak

Pentagon menyatakan, rudal yang berhasil menghancurkan hulu ledak tiruan yang jadi target di Pasifik merupakan rudal yang dikelolo Boeing.

”Ini adalah langkah yang sangat penting dalam upaya kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kemampuan sistem pertahanan rudal balistik tanah air kami,” kata Direktur Badan Sistem Pertahanan Rudal, Laksamana James Syring.
 

Korut: Menlu Australia Antek Amerika!

Pemerintah Korea Utara (Korut) mengutuk Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Julie Bishop setelah dia dianggap memfitnah pemimpin Korut, Kim Jong-un. Korut pun menjuluki Bishop sebagai antek Amerika Serikat (AS).

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un berpidato di depan pasukan militernya
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un berpidato di depan pasukan militernya
“Bishop tidak lebih dari antek AS yang melaksanakan kebijakan bermusuhan,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut. ”Korut tidak akan pernah memaafkan, dan akan tegas menghukum siapa saja yang berani memfitnah martabat pemimpin tertinggi,” lanjut pernyataan itu, seperti dikutip news.com.au, Senin (23/6/2014).

Kemarahan rezim Pyongyang itu dipicu komentara Bishop  dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Voice of America, yang mengkritik Jong-un sebagai pemimpin yang berambisi memperoleh senjata nuklir.
 

Israel Kalap, 9 Situs Militer Suriah Dibombardir

Militer Israel mulai kalap dengan membombadir sembilan situs militer di Suriah. Tentara Pertahahan Israel (IDF) mengklaim aksi itu sebagai balasan atas serangkaian penembakan di wilayah perbatasan Israel dan Suriah di wilayah Golan.

Pasukan Israel menyiapkan rudal yang hendak ditembakkan ke wilayah Suriah
IDF mengkonfirmasi, serangan militer itu berlangsung tengah malam tadi. Serangan diklaim sebagai balasan setelah Minggu kemarin rudal anti-tank ditembakkan dari wilayah Suriah ke pagar perbatasan Golan yang diduduki Israel.

”Penembakan (pada Minggu)adalah tindakan provokasi yang sangat serius, dan merupakan kelanjutan dari serangkaian serangan yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir untuk melawan pasukan IDF di seluruh wilayah perbatasan, dan di daerah ini secara khusus,” bunyi pernyataan IDF , seperti dikutip Russia Today, Senin (23/6/2014).
 

Bos WikiLeaks Janji Bongkar Rahasia 50 Negara

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, genap dua tahun bersembunyi di Kedutaan Ekuador di Inggris. Untuk menandai dua tahun persembunyiannya dari upaya penangkapan aparat berbagai negara, Assange berjanji untuk merilis dokumen rahasia terkait 50 negara.

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange

”Saya dapat memberitahu Anda bahwa ada dokumen yang berhubungan dengan 50 negara, kita melepaskan besok,” kata Assange dalam sebuah wawancara dengan CNN, kemarin.

”Total, lebih dari 67 persen (dokumen terkait) perdagangan global dan negosiasinya,” lanjut Assange. ”Saya tidak bisa mengungkapkan rincian lebih lanjut, namun Amerika Serikat, tentu saja, dan semua negara di Eropa termasuk (di dalamnya).”
 

Kisah Agen Ganda untuk al-Qaeda dan Intelijen Inggris

Pria ini bernama Morten Storm. Dia lahir di Denmark pada tahun 1976. Dia adalah anak seorang pemabuk dan tinggal dengan ayah tiri yang kejam. Pukulan dari ayah tiri hampir setiap hari mendarat di tubuh Storm dan ibunya.


Di usia 13 tahun, dia mencoba melakukan perampokan bersenjata. Aksi dengan pistol itu merupakan kejahatan pertamanya. Sejak itu, dia kerap terlibat perkelahian jalanan. Di usia 20-an tahun, dia dijuluki psikoat Denmark termuda.

”Saya bergabung dengan sebuah geng motor yang dikenal sebagai Bandidos, saingan mematikan dari Hell Angels, yang mereka berjuang dengan senjata dan pisau di setiap kesempatan,” katanya, mengisahkan masa lalunya.
 

Kamis, 19 Juni 2014

ISIS Ancam Kilang Minyak, Irak 'Mengemis' Serangan udara AS

Kelompok militan ISIS mengancam perekonomian Irak dengan menyerang salah satu kilang minyak utama negara tersebut. Menghadapi ancaman ini, Irak sekali lagi mendesak AS untuk melancarkan serangan udara pada ISIS.

Asap mengepul dari kilang minyak di kota Baiji, Irak, yang diserang militan ISIS
Diberitakan CNN, permintaan serangan udara sekali lagi disampaikan pemerintah Irak melalui Menteri Luar Negeri Hoshyar Zebari. Berbicara dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Rabu 18 Juni 2014, Zebari mengatakan bahwa AS terikat perjanjian keamanan dengan Irak.

"Irak telah secara resmi meminta bantuan AS untuk kirim bantuan yang diatur dalam perjanjian keamanan, dan untuk melakukan serangan udara terhadap kelompok teroris itu," kata Zebari di Jeddah.

Arab Desak Obama Tarik Dukungan untuk Irak

Presiden Barack Obama menghadapi desakan baik di dalam dan di luar negeri untuk menarik dukungan terhadap Irak yang tengah diserbu militan ISIS. Menurut pejabat pemerintah AS dan negara-negara sekutu, Irak tidak akan damai selama Nouri al-Maliki masih mendiskreditkan Sunni di negara itu.

Arab Desak Obama Tarik Dukungan untuk Irak
Presiden Amerika Serikat Barack Obama
Diberitakan Wall Street Journal (WSJ), Kamis 19 Juni 2014, Washington melihat Maliki dengan pemerintahan mayoritas Syiahnya, enggan untuk melakukan rekonsiliasi dengan kelompok minoritas Sunni di Irak. Itulah salah satu penyebab ketidakstabilan politik di negara tersebut.

Pejabat-pejabat AS, tulis WSJ, ingin agar partai-partai politik di Irak membentuk pemerintahan tanpa Maliki. Pemerintahan selanjutnya diharapkan juga diisi oleh orang-orang dari komunitas Sunni dan Kurdish.

Beredar, Video Ajak WNI Berperang ke Suriah

Sebuah video yang diunggah ke situs YouTube menampilkan sejumlah orang yang diduga kuat berasal dari Indonesia menyerukan ajakan untuk bertempur di Suriah bersama kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Beredar, Video Ajak WNI Berperang ke Suriah
Kelompok militan ISIS telah menguasai kota Mosul dan Tikrit, Irak

Beberapa pria yang mengenakan penutup wajah berwarna hitam dan menenteng senapan serbu Kalashnikov direkam kamera di suatu tempat di Suriah.

Mereka mengaku sebagai mahasiswa, pebisnis, mantan tentara, dan bahkan beberapa remaja. Satu demi satu dari mereka mengajak rekan-rekannya untuk bergabung dengan ISIS.

Para pria itu bukan berasal dari Suriah atau Uzbekistan atau Chechnya yang selama ini banyak terlibat perang saudara Suriah. Para pria ini berasal dari Indonesia.

Irak Resmi Minta Bantuan AS Gempur Ekstremis Sunni

Baghdad telah menyerukan permintaan bantuan serangan udara terhadap gerilyawan yang menyerang kilang minyak utama Irak dan merebut lebih banyak wilayah di utara. Kenyataan ini menempatkan Presiden AS Barack Obama di bawah tekanan di tengah peringatan negara bakal terurai.

USS George HW Bush telah berada di Teluk

Gedung Putih mengatakan Obama tidak mengesampingkan serangan tersebut setelah delapan hari perjuangan ofensif oleh para pejuang Sunni yang dipimpin oleh Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) yang telah melihat mereka dengan cepat menguasai banyak kota.

Sementara pejabat Irak menyebut banyak kemajuan, militan justru telah merebut tiga desa di Irak utara dan India mengatakan 40 warga negaranya diculik di Mosul, kota yang dikuasai pekan lalu oleh pemberontak.

ISIS yang Ambil Alih Kota di Irak, Siapa Mereka?

Kelompok Islam militan yang dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) telah mengambil alih sejumlah kota di Irak, di antaranya Mosul di Tikrit. Kelompok ini kian mendekati tujuannya untuk menciptakan sebuah negara Islam terpadu yang melintas dari Irak hingga perbatasan Suriah.

ISIS yang Ambil Alih Kota di Irak, Siapa Mereka?

Tentara Irak, yang diharapkan untuk mengamankan Mosul, justru meninggalkan kota itu saat serangan ISIS dimulai. ISIS sebelumnya telah menyerbu Kota Fallujah. Kelompok tersebut kini juga menguasai wilayah yang cukup luas di tepi Aleppo di Suriah barat.

Jet Inggris Cegat 4 Pesawat Tempur Rusia di Langit Baltik

Sejumlah pesawat jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Inggris (RAF) mencegat empat pesawat tempur Rusia di wilayah udara Baltik, kemarin. Insiden itu terjadi ketika pesawat jet tempur Inggris menjalankan misi latihan perang rutin bersama Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Jet Inggris Cegat 4 Pesawat Tempur Rusia di Langit Baltik

Misi latihan perang NATO yang digelar sejak krisis Ukraina pecah berlangsung di Eropa Timur. Misi itu sengaja digelar untuk mengantisipasi gerakan militer Rusia yang dikhawatirkan akan menyerang sekutu-sekutu NATO di Eropa Timur.

Empat pesawat tempur Rusia yang dicegat pesawat jet tempur Inggris itu adalah pesawat tempur Sukhoi Su27, pesawat pembom Tupolev 22, pesawat peringatan dini eriev A50 dan pesawat angkut Antonov An26.
 

Selasa, 17 Juni 2014

Setelah Kapal Induk, Kapal Perang AS dan Serdadu Tiba di Teluk

Kapal perang AS memasuki Teluk pada Senin ini dengan membawa ratusan marinir dan pesawat Osprey tilt-rotor dengan maksud untuk melindungi orang Amerika di Irak.

Setelah Kapal Induk, Kapal Perang AS dan Serdadu Tiba di Teluk

"Kehadiran di Teluk ini hanya menambah kapal angkatan laut AS lainnya sudah ada di sana, termasuk kapal induk USS George HW Bush dan menyediakan opsi tambahan untuk melindungi warga negara dan kepentingan Amerika di Irak," kata Laksamana John Kirby.

The USS Mesa Verde, sebuah kapal dermaga amfibi, membawa 550 marinir, serta MV-22 Osprey pesawat yang mampu bergerak cepat dengan 22 marinir pada jarak jauh.

Inggris Ogah Libatkan Militernya di Irak Johannes Sutanto de Britto

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menegaskan bahwa Inggris tidak suka campur tangan militer dalam krisis yang kini merobek-robel Irak. Inggris hanya akan menawarkan bantuan kemanusiaan dan keahlian kontra-teror.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague

"Kami telah menjelaskan bahwa kami tak akan melibatkan  milite Inggris," kata Hague kepada Parlemen Inggris dalam pernyataan lisan.

Ia menegaskan tiga hal yang akan dilakukan Inggris untuk Irak yaitu mengupayakan persatuan politik, menawarkan bantuan jika mungkin dan tepat serta meringankan penderitaan warga.

BNPT mendeteksi adanya dukungan untuk ISIS dari Indonesia

Menguatnya peran kelompok militan Negara Islam Irak dan Levant (ISIS) yang telah menguasai beberapa wilayah di Irak ternyata tidak luput dari pantauan kelompok-kelompok garis keras di Indonesia.

BNPT mendeteksi adanya dukungan untuk ISIS dari Indonesia
Kelompok ISIS Irak menguasai beberapa kota besar

Sejumlah sel garis keras bahkan disinyalir telah menyampaikan dukungan untuk Klik ISIS secara terbuka, menurut seorang pengamat terorisme.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan hal ini sangat mengkhawatirkan.

"Kita punya pengalaman dengan militan yang ke Afghanistan dulu karena gerakan ISIS itu sama saja dengan al-Qaeda dan disana mereka mengikuti pelatihan dan mungkin juga terlibat aksi-aksi perlawanan bersenjata, kembalinya di kita ya itu cukup mengkhawatirkan," kata Ansyaad kepada Pinta Karana dari BBC Indonesia.

Umumnya, mereka yang menyatakan kesetiaan kepada ISIS adalah anggota kelompok yang merupakan pecahan dari Jamaah Islamiyah, Jamaah Anshorut Tauhid atau Negara Islam Indonesia, kata Ansyaad.

Dukungan ini pun dilakukan tidak secara tertutup.

"Kalau melihat fenomena satu dua tahun belakangan dari sosial media tampak dukungan yang cukup besar bahkan bersifat terbuka, banyak status, banyak twit, yang menunjukkan keberadaan kelompok itu harus diakui dan didukung di setiap langkah dan tindakannya di sana," kata pengamat terorisme dari Yayasan Prasasti Perdamaian Taufik Andrie.

Ia menambahkan bahwa belum lama ini, seorang narapidana terorisme Klik Aman Abdurrahman yang pada 2010 divonis delapan tahun penjara untuk kasus kamp pelatihan militan di Aceh, dikabarkan telah mengucapkan janji setia untuk ISIS.

"Beberapa pekan lalu, ada keterangan bahwa Aman Abdurrahman dan kelompoknya membuat pernyataan baiat (pernyataan setia) berdasarkan surat yang dikirim ke internet. Artinya selain apa yang dilakukan di Jakarta, Ciputat, Malang, lewat deklarasi terbuka, ada tokoh penting yaitu Aman ini, seorang pemikir jihad kontemporer yang memberi dukungan secara terbuka," ujarnya.

Perwujudan dari dukungan itu diperkirakan adalah memberikan sumbangan materi melalui penggalangan dana, meski tidak tertutup kemungkinan Klik ISIS akan meminta pengikutnya di Indonesia untuk memberikan sumbangan personil.

Langkah antisipatif

BNPT pun mengambil langkah antisipatif untuk mencegah bergulirnya aksi teror di Indonesia, termasuk bekerja sama dengan beberapa negara.

"Pertama kita bekerja sama secara internasional dengan beberapa negara tapi pengiriman militan-militan seperti ini, ya, sulit terdeteksi karena mereka pergi umumnya banyak lewat negara ketiga, dimana para dubes kita disana juga tidak bisa mendatakan orang-orang ini karena mereka memang tidak melapor juga kepada KBRI kita di sana," kata Ansyaad.

Namun, menurut Taufik Andrie dampaknya terhadap Indonesia mungkin baru akan terlihat beberapa tahun lagi ketika situasi Suriah reda dan para kombatan kembali ke Indonesia.

"Karena fenomena pasca perang di Afghanistan di akhir 90-an hal yang terjadi adalah, para veteran perang datang ke Indonesia yang situasinya damai tapi kalau ada percikan sedikit, orang-orang dengan skill perang ini bisa mengambil porsi tertentu apalagi kala mereka berhubungan dengan faksi-faksi militan di sebuah kelompok," tutupnya.  (BBC)

Senin, 16 Juni 2014

Irak Kian Kritis, Kapal Induk AS Merapat ke Teluk

Kekerasan sektarian di Irak makin mendalam dan Sunni Arab merasa makin terpinggirkan oleh pemerintah yang didominasi Syiah sejak penggulingan rezim Saddam Husein.

Mantan Utusan PBB dan Liga Arab Laksdar Brahimi menegaskan bahwa Iran, sekutu utama pemerintah di Baghdad, telah pada tempatnya di kawasan dengan memiliki kemauan untuk de facto menjalin kerjasama dengan Amerika Serikat menangani krisis di Irak.



Menanggapi krisis di Irak, Pentagon pun tak segan-segan untuk membantu. Amerika Serikat pun telah memerintahkan sebuah kapal induk, USS George HW Bush, meluncur ke Teluk.

Penyebaran kapal induk AS itu diperintahkan oleh Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel dan datang di tengah panggilan serangan udara untuk menumpulkan serangan pemberontak.

Milisi Pro Rusia Tembak Jatuh Pesawat Angkut Militer Ukraina

Separatis Pro-Rusia menembak jatuh sebuah pesawat angkut militer Ukraina di timur kota Lugansk dan menewaskan beberapa orang di dalamnya.


"Para teroris dengan senjata berat memukul pesawat Ilyushin-76 milik Ukraina yang membawa tentara yang hendak mendarat di Bandara Lugansk," kata kementerian Pertahanan Ukraina dalam sebuah pernyataan pada Sabtu ini.

Kementerian itu juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit yang  tewas, tapi tidak menyebutkan jumlah tentara yang tewas.

Lugansk yang terletak di dekat dengan perbatasan Rusia adalah kota utama dari salah satu dari dua daerah timur yang dilanda kekerasan oleh separatis pro-Moskow dan yang telah mendeklarasikan kemerdekaannya dari Kiev.

Bradley Manning Ungkap Kebohongan Media AS di Irak

Si pembocor dokumen rahasia Amerika Serikat ke WiliLeaks, Bradley Manning, kembali angkat bicara. Melalui kolom opini di New York Times, Sabtu 14 Juni 2014, Mannning bongkar satu lagi kebohongan AS di Irak.

Bradley Manning
Manning sendiri saat ini telah menyatakan ingin ganti kelamin menjadi wanita. Namanya juga sudah berubah, jadi Chelsea Manning. Dia divonis 35 tahun penjara karena membocorkan 750.000 dokumen rahasia AS kepada WikiLeaks.

Manning pernah bertugas di Irak sebagai petugas intelijen. Dalam tulisannya berjudul "The Fog Machine of War" Manning mengungkapkan kendali pemerintah AS terhadap media. Pemberitaan media Amerika terhadap Irak, kata dia, sangat bias. Sama sekali tidak mewakili apa yang terjadi di lapangan.

China Akan Dirikan Sekolah di Pulau Sengketa

Pemerintah China berencana membangun sekolah di pulau sengketa di Laut China Selatan. Diperkirakan, rencana pembangunan ini akan memperkeruh ketegangan antara China dengan Vietnam.

Tentara Vietnam berjaga di perariran Spratly, Laut China Selatan. Rencana pembangunan seklah di Spratly akan memperkeruh ketegangan.
Diberitakan BBC, Minggu 15 Juni 2014, China akan membangun sekolah di pulau Paracel bagi sekitar 40 anak yang tinggal di wilayah terpencil itu. Orangtua anak-anak tersebut bekerja sebagai tentara atau pekerja konstruksi di pulau tersebut.

Menurut kantor berita Xinhua Sabtu kemarin, proses pembangunan sekolah akan menelan biaya senilai 36 juta Yuan atau setara Rp68 miliar. Pembangunannya sendiri akan memakan waktu selama 1,5 tahun.

Jumat, 13 Juni 2014

Rekaman Buktikan Pesawat China Nyaris Tempel Jet Jepang

Pemerintah Jepang mengabaikan bantahan Pemerintah China soal pesawat tempur China yang hendak menempel pesawa jet tempur Jepang Rabu lalu. Pihak Tokyo bahkan mengklaim mempunyai bukti, jika insiden itu murni kesalahan pesawat China.

Pesawat jet tempur Jepang F-15
Pada Rabu lalu, pesawat tempur China Tu-154 terbang di dekat pesawat jet tempur Jepang F-15. Jaraknya, hanya 30 meter. Kemarin, China mengkonfirmasi tuduhan Jepang bahwa pesawat China hendak menempel pesawat jet tempur Jepang sebagai tuduhan palsu.

China justru menduh balik, pesawat jet tempur Jepanglah yang menguntit pesawat tempur mereka.
 

Irak Kacau Balau karena Warisan Ulah Amerika Serikat

Situasi di Irak semakin kacau balau setelah para militan al-Qaeda dari kelompok Negara Isalam Irak dan Levant (ISIL/ISIS) terus melancarakan serangan besar-besaran untuk merebut Ibukota Baghdad. Rusia menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas kacauanya negara di Timur Tengah itu.

Seorang militan al-Qaeda dengan senjatanya beraksi di wilayah Mosul, Irak utara
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pendudukan kota-kota di Irak oleh militan al-Qaeda secara spektakuler sebagai bukti kegagalan invasi pimpinan Amerika Serikat tahun 2003.

”Berbagai peristiwa di Irak menggambarkan kegagalan total penyerbuan yang melibatkan AS dan Inggris,” demikian laporan sejumlah media Rusia, Jumat (13/6/2014) mengutip pernyataan Lavrov.
 

Saingi NATO, Rusia Mulai Latihan Perang Besar-besaran

Militer Rusia akhirnya memulai latihan perang besar-besaran di Kaliningrad, kawasan Baltik. Latihan perang besar-besaran militer Rusia itu sengaja bersamaan dengan latihan perang serupa yang digelar NATO yang tidak jauh dari kawasan Baltik.

Sejumlah pasukan tempur Rusia terjun payung dari pesawat di wilayah Kaliningrad. Foto:RIA Novosti/Alexey Kudenko.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, 200 pasukan tempur dikerahkan bersama 30 kendaraan militer di wilayah barat Kaliningrad.

”Pesawat Il-76 menerbangkan sekitar 200 pasukan terjun payung. Pesawat itu juga membawa kendaraan tempur infanteri BMD-2, kendaraan tempur lapis baja BTR-2, Kamaz dan mobil Ural,” bunyi pernyataan kementerian itu, seperti dikutip Voice of Russia, Kamis (12/6/2014).
 

Kamis, 12 Juni 2014

Serangan Udara AS, Tewaskan 5 Tentara Teman Sendiri

LIMA anggota pasukan Operasi Khusus AS dan setidaknya seorang tentara Afganistan tewas ketika sebuah pesawat pembom B-1 Angkatan Udara AS melancarkan serangan udara terhadap posisi mereka di Afganistan selatan.


Kejadian itu merupakan salah satu kasus serangan oleh teman sendiri (friendly fire) paling mematikan dalam lebih dari satu dekade perang Afganistan, kata sejumlah pejabat AS dan Afganistan, Selasa (10/6/2014).

Para penyidik kini mencari tahu mengapa hal itu terjadi, termasuk meneliti apakah ada kesalahan koordinat, bom nyasar atau kesalahan yang disebabkan oleh manusia lainnya.

Sekretaris Pers Pentagon, Laksamana Muda John Kirby, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lima tentara AS itu tewas "dalam sebuah operasi keamanan di Afganistan selatan". "Para penyidik sedang meneliti kemungkinan bahwa friendly fire merupakan penyebab kejadian itu," tambahnya. "Kami turut bersedih dan berdoa bagi keluarga mereka yang tewas."

Pemberontak Irak Berencana Rebut Ibukota Bagdad

Militan yang telah merebut wilayah luas di Irak utara dan utara bagian tengah sekarang berencana untuk menuju ke ibukota Baghdad, kata sebuah kelompok monitoring yang berbasis di AS, Rabu (11/6/2014).


Dalam sebuah serangan kilat, gerilyawan Negara Islam Irak dan Levant (Islamic State of Iraq and the Levant/ISIL) telah merebut Tikrit. Perebutan Tikrit merupakan keberhasilan paling akhir setelah serangan spektakuler pada Senin malam ketika ISIL merebut Mosul, kota berpenduduk dua juta orang.

Keberhasilan kaum militan itu telah memaksa sedikitnya setengah juta orang meninggalkan rumah-rumah mereka.

Pemilik Kafe di Irak Diajari Kenali Pengebom Bunuh Diri

Pemerintah Irak menggelar seminar yang khusus dihadiri para pemilik kafe-kafe di Bagdad. Di seminar ini, para pemilik kafe diberikan wejangan soal bagaimana menghindari kasus pengeboman bunuh diri yang kian marak di negara tersebut.

Pemilik Kafe di Irak Diajari Kenali Pengebom Bunuh Diri

Diberitakan Al-Arabiya, Minggu 1 Desember 2013, para pemilik kafe ini diajari bagaimana mengenali pengebom bunuh diri. Beberapa himbauan diberikan, di antaranya adalah menyewa petugas keamanan untuk menyisir satu per satu pengunjung.

"Kafe-kafe ini harus menunjuk satu atau dua penjaga dan hanya membuka satu akses pintu masuk untuk mengendalikan aliran pengunjung serta menghentikan teroris yang mengenakan sabuk peledak," kata Mayor Jenderal Saad Jaafar, wakil kepala pusat komando keamanan Bagdad.

Atasi Militan, Irak Diam-diam Minta Bantuan Jet Tempur AS

Pemerintah Irak kewalahan menghadapi pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menguasai hampir 15 persen wilayah di negara itu. Irak dilaporkan telah meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk melakukan serangan udara ke beberapa kota yang dikuasai ISIS.

Pesawat Jet F-16 milik AS

Diberitakan Reuters, Rabu 11 Juni 2014, Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki dilaporkan diam-diam telah meminta bantuan jet tempur dari pemerintah Barack Obama. Namun sejauh ini, permintaan tersebut belum ada tanggapan.

Seorang pejabat AS mengatakan, Washington memang tengah meninjau beberapa opsi dukungan bagi militer Irak, tapi bukan serangan udara. Tapi belum ada keputusan apapun dari pemerintah Obama.

Senin, 09 Juni 2014

Bandara Pakistan Diserang Teroris, 12 Tewas

Kelompok teroris menyerang Bandara Internasional Karachi. Serangan ini melibatkan ledakan bom dan baku tembak antara kelompok teroris dengan pasukan pemerintah, yang menyebabkan 12 orang tewas.


"Enam anggota kelompok teroris terbunuh dalam kejadian ini. Sementara petugas keamanan masih terus terlibat baku tembak dengan anggota teroris yang tersisa," ujar Mayor Jenderal Asim Bajwa, seperti dikutip News International, Senin (9/6/2014).

Serangan terjadi ketika kelompok teroris yang menggunakan senjata buatan India memasuki wilayah Bandara Jinnah di Karachi pada Seni 8 Juni 2014 malam waktu setempat. Mereka mengunakan identitas pasukan keamanan Bandara Pakistan (ASF).

Kamis, 05 Juni 2014

Google Glass Bisa Jadi Alat Sniper

Setelah menggelontorkan Google Glass untuk para fashionista, Google Glass juga bisa digunakan untuk kepentingan militer. Jika dihubungkan dengan aplikasi, Google Glass bisa jadi alat pembunuh berbahaya.

Google Glass Bisa Jadi Alat Sniper

Dilansir melalui Time, Kamis 5 Juni 2014, sebuah perusahaan teknologi bernama Tracking Point berhasil membuat sebuah aplikasi bernama Shotview. Aplikasi khusus untuk Google Glass ini bisa dihubungkan dengan kacamata canggih tersebut dan sebuah senapan khusus. Ketiganya bisa berfungsi untuk menembak tepat sasaran.

Dalam video yang diunggah Tracking Point, senapan yang digunakan bukanlah senapan sembarangan. Senapan itu dilengkapi dengan kamera yang bisa menghantarkan video mengenai keadaan sekitar ke Google Glass.

Senin, 02 Juni 2014

Satu Tentara AS Ditukar Lima Tahanan Taliban di Guantanamo

Satu-satunya tawanan perang dari Amerika Serikat akhirnya dibebaskan oleh militan Taliban di Afganistan. Namun, pembebasannya tidak gratis. Dia ditukar dengan lima tahanan Taliban di Guantanamo.

Bowe Bergdahl, tentara AS yang diculik Taliban
Diberitakan Reuters, Sabtu 31 Mei 2014, Sersan Angkatan Darat Bowe Bergdahl (28 tahun) telah lima tahun dalam sekapan Taliban. Perundingan pembebasannya berlangsung alot, sempat mandek dan hampir putus asa.

Pembebasannya disambut gembira oleh rakyat AS, terutama di kampung halaman Bergdahl di Idaho. Orangtua Bergdahl bersama dengan Presiden Barack Obama berbicara di Gedung Putih mengumumkan pembebasannya.

Ayah Bergdahl selama ini gigih mengupayakan pembebasan anaknya. Termasuk belajar bahasa Pashtun untuk mendekati langsung kelompok Taliban melalui internet.

Minggu, 01 Juni 2014

PBB: Boko Haram Terkait dengan Al Qaeda

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah memasukkan nama kelompok militan Boko Haram ke dalam organisasi teroris. Selain itu PBB menilai Boko Haram terafiliasi dengan Al Qaeda.



Dimasukkannya Boko Haram turut membawa kerugian bagi Nigeria. Dengan daftar tersebut, Nigeria secara otomatis juga masuk dalam negara yang memiliki kaitan dengan Al Qaeda.

"Boko Haram terus memperkuat hubungannya dengan organisasi Al Qaeda di wilayah Islamic Maghreb. Mereka mendapatkan pelatihan dan dukungan materi," pernyataan pihak PBB, seperti dikutip Associated Press, Jumat (30/5/2014).

Boko Haram makin dikenal namanya setelah melakukan penculikan terhadap siswi di wilayah Borno. 219 siswi dilaporkan masih berada di dalam tangan Boko Haram.

China Ancam Jadikan AS sebagai Musuh

Pemerintah China marah besar atas komentar Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Chuck Hagel, yang menyebut China melakukan tindakan destabilisasi karena berambisi menguasai Laut China Selatan. Pihak Beijing pun mengancam akan menjadikan AS sebagai musuh.

China Ancam Jadikan AS sebagai Musuh


Ancaman itu disampaikan pejabat tinggi di Departemen Pertahanan China, Mayor Jenderal Zhu Chenghu, kepada Wall Street Journal, kemarin (31/5/2014). Jenderal Chenghu menyatakan, bahwa AS telah membuat kesalahan strategis karena menilai China seperti itu.

Komentar Hagel itu muncul dalam pidatonya dalam Pertemuan Puncak Keamanan Regional di  Shangri – La, Singapura, Sabtu kemarin.”Tuduhan itu tidak berdasar dan bahwa Amerika membuat kesalahan sangat strategis dalam pendekatan mereka terhadap China,” kata Chenghu.
 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...