Pihak Taliban menolak perundingan damai yang digagas Kelompok Kerja Empat Negara (Quadrilateral Coordinatiion Group). Taliban menuntut penghapusan kelompoknya dari daftar hitam internasional sebelum perundingan damai dilakukan.
"Kami ingin menegaskan bahwa sampai pendudukan pasukan asing berakhir, sampai nama Taliban dihapus dari daftar hitam internasional dan sampai tahanan kami dilepaskan, pembicaraan tidak akan membuahkan hasil," ujar pihak Taliban dalam pernyataannya seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (5/3/2016).
Pernyataan tersebut muncul dari pembicaraan tatap muka antara kelompok militan dengan pemerintah Afghanistan yang berharap pembicaraan akan dimulai di Islamabad pada pekan ini.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Taliban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taliban. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Maret 2016
Kamis, 21 Januari 2016
Aksi Teror Taliban di Pakistan Mulai Bangkit Kmebali
Amerika Serikat dan pasukan koalisi saat ini tengah getol-getolnya menggempur kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Irak dan Suriah. Perhatian dunia internasional juga saat ini tertuju pada konflik Suriah yang sudah berlangsung sejak selama lima tahun.
Tapi ketika kemarin serangan pria bersenjata di Universitas Bacha Khan, Waziristan Utara, menewaskan 21 orang, kebanyakan mahasiswa, publik Internasional kembali diingatkan oleh kekerasan kelompok Taliban Pakistan (TTP).
Stasiun televisi CNN melaporkan, Rabu (20/1), komandan senior Taliban Umar Mansur awalnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kampus itu. Namun faksi lain di tubuh Taliban Pakistan membantah serangan itu.
Tapi ketika kemarin serangan pria bersenjata di Universitas Bacha Khan, Waziristan Utara, menewaskan 21 orang, kebanyakan mahasiswa, publik Internasional kembali diingatkan oleh kekerasan kelompok Taliban Pakistan (TTP).
Stasiun televisi CNN melaporkan, Rabu (20/1), komandan senior Taliban Umar Mansur awalnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kampus itu. Namun faksi lain di tubuh Taliban Pakistan membantah serangan itu.
Label:
Isu Terorisme,
Pakistan,
Taliban
Selasa, 20 Oktober 2015
Jet Tempur F-16 AS Kena Tembak Taliban di Afghanistan
Jet tempur F-16 milik Amerika Serikat tertembak saat menjalankan misi di
Afghanistan. Insiden semacam ini tergolong langka terjadi pada jet
tempur AS yang banyak digunakan dalam misi di beberapa negara.
Dituturkan pejabat militer AS yang enggan disebut namanya kepada AFP, Senin (19/10/2015), jet tempur seharga US$ 100 juta atau setara Rp 1,3 triliun ini mengalami kerusakan cukup signifikan usai ditembak saat mengudara. Jet tempur ini terpaksa membuang tangki bahan bakar dan amunisinya sebelum kembali ke pangkalan.
Serangan ini terjadi pada Selasa (13/10) pekan lalu di distrik Sayid Karam, Provinsi Paktia, yang diketahui dikuasai oleh Taliban. Hingga kini, Taliban melakukan perlawanan terhadap pasukan NATO yang dipimpin AS sejak tahun 2001 lalu. Dalam pernyataannya melalui Twitter, Taliban mengklaim sebagai pihak yang menembak jet tempur AS tersebut.
Foto yang didapat AFP dan dilihat oleh pakar militer yang berbasis di London J Chacko menunjukkan bahwa jet tempur ini kehilangan dua tangkinya yang biasa digunakan saat memperpanjang penerbangan, kemudian kehilangan rudal udara-ke-darat dan dua bom yang tidak memiliki pengendali jarak jauh.
Dituturkan pejabat militer AS yang enggan disebut namanya kepada AFP, Senin (19/10/2015), jet tempur seharga US$ 100 juta atau setara Rp 1,3 triliun ini mengalami kerusakan cukup signifikan usai ditembak saat mengudara. Jet tempur ini terpaksa membuang tangki bahan bakar dan amunisinya sebelum kembali ke pangkalan.
Serangan ini terjadi pada Selasa (13/10) pekan lalu di distrik Sayid Karam, Provinsi Paktia, yang diketahui dikuasai oleh Taliban. Hingga kini, Taliban melakukan perlawanan terhadap pasukan NATO yang dipimpin AS sejak tahun 2001 lalu. Dalam pernyataannya melalui Twitter, Taliban mengklaim sebagai pihak yang menembak jet tempur AS tersebut.
Foto yang didapat AFP dan dilihat oleh pakar militer yang berbasis di London J Chacko menunjukkan bahwa jet tempur ini kehilangan dua tangkinya yang biasa digunakan saat memperpanjang penerbangan, kemudian kehilangan rudal udara-ke-darat dan dua bom yang tidak memiliki pengendali jarak jauh.
Label:
Amerika,
Konflik Timur Tengah,
Pesawat Tempur,
Taliban
Selasa, 26 Mei 2015
Taliban Afganistan dan ISIS Bentrok, 27 Tewas
Bentrokan antara kelompok Taliban dan Negara
Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah barat Afganistan menewaskan
setidaknya 27 orang dan 20 orang lainnya terluka.
Juru bicara militer Afganistan Mohamad Hanif Rezaey, Selasa (26/5/2015), menjelaskan sebanyak 15 orang anggota ISIS dan 12 orang Taliban tewas dalam bentrokan di distrik Khak-e-Safid, provinsi Farah pada Minggu lalu.
Sementara dari korban luka sebanyak 13 orang adalah anggota ISIS dan sisanya anggota Taliban.
"Taliban menangkap 12 orang anggota ISIS, termasuk empat perempuan warga asing. Kewarganegaraan mereka belum dapat dipastikan," kata Rezaey sambil menambahkan militer Afganistan tak akan ikut campur kecuali jatuh korban warga sipil.
Juru bicara militer Afganistan Mohamad Hanif Rezaey, Selasa (26/5/2015), menjelaskan sebanyak 15 orang anggota ISIS dan 12 orang Taliban tewas dalam bentrokan di distrik Khak-e-Safid, provinsi Farah pada Minggu lalu.
Sementara dari korban luka sebanyak 13 orang adalah anggota ISIS dan sisanya anggota Taliban.
"Taliban menangkap 12 orang anggota ISIS, termasuk empat perempuan warga asing. Kewarganegaraan mereka belum dapat dipastikan," kata Rezaey sambil menambahkan militer Afganistan tak akan ikut campur kecuali jatuh korban warga sipil.
Rabu, 11 Februari 2015
Afganistan Bisa Menjadi Tempat Perlindungan ISIS
Afganistan dalam bahaya. Negara itu dapat berubah menjadi tempat perlindungan para ekstremis Islam saat Barat menarik pasukannya dan menggeser perhatiannya ke tempat lain. Seorang mantan pejabat senior CIA memperingatkan hal itu, Selasa (10/2/2015) waktu AS.
Negara itu bahkan dapat menjadi tempat perlindungan bagi para militan Negara Islam atau ISIS yang sekarang berperang di Suriah dan Irak, kata Robert Grenier, mantan Kepala Stasiun CIA di Islamabad dan penulis sebuah buku baru.
Memoarnya yang berjudul 88 Days to Kandahar mengisahkan pengalamannya yang mengerikan saat berperan dalam menggulingkan rezim Taliban di Afganistan pada 2001 setelah serangan 11 September.
Negara itu bahkan dapat menjadi tempat perlindungan bagi para militan Negara Islam atau ISIS yang sekarang berperang di Suriah dan Irak, kata Robert Grenier, mantan Kepala Stasiun CIA di Islamabad dan penulis sebuah buku baru.
![]() |
| Taliban yang digulingkan pada 2001 oleh pasukan AS, selama 12 tahun terakhir terus memerangi pemerintah Kabul yang disokong negara-negara Barat. |
Memoarnya yang berjudul 88 Days to Kandahar mengisahkan pengalamannya yang mengerikan saat berperan dalam menggulingkan rezim Taliban di Afganistan pada 2001 setelah serangan 11 September.
Kamis, 25 Desember 2014
'Pembunuh' Osama Dicecar Militer Amerika Serikat
Mantan anggota pasukan khusus Navy SEAL Amerika Serikat yang mengaku sebagai penembak mati Osama bin Laden saat penggerebekan, Robert O'Neill diperiksa Angkatan Laut AS. Pria berusia 38 tahun diinterogasi atas dugaan telah membeberkan informasi militer yang dianggap rahasia.
Juru bicara AL AS, Ryan Perry mengatakan, pihak penyidik akan mencecar klaim yang baru-baru ini dilontarkan O'Neill sebagai anggota Navy Seal yang membunuh Osama.
"Interogator akan menanyakan seputar dugaan O'Neill membocorkan informasi kepada pihak-pihak yang tak diizinkan untuk mengetahui info tersebut," kata Perry, seperti dimuat Al-Arabiya, Rabu (24/12/2014).
![]() |
| Pria Ini yang Tembak Mati Osama Bin Laden |
Juru bicara AL AS, Ryan Perry mengatakan, pihak penyidik akan mencecar klaim yang baru-baru ini dilontarkan O'Neill sebagai anggota Navy Seal yang membunuh Osama.
"Interogator akan menanyakan seputar dugaan O'Neill membocorkan informasi kepada pihak-pihak yang tak diizinkan untuk mengetahui info tersebut," kata Perry, seperti dimuat Al-Arabiya, Rabu (24/12/2014).
Kamis, 18 Desember 2014
Ibu di Afghanistan Balas Dendam, Bunuh 25 Taliban
Seorang ibu di Afghanistan murka saat mengetahui putranya ditembak militan Taliban. Dia lalu mengambil senapan dan membalas dendam dengan menembak dengan membabi buta, menewaskan 25 anggota Taliban.
Diberitakan Russia Today yang mengutip stasiun televisi Afghanistan, Tolo News, peristiwa ini terjadi pada 17 November lalu di distrik Balabolok, provinsi Farah di barat Afghanistan yang berbatasan dengan Iran.
Ibu tersebut, Reza Gul, mengatakan saat itu pada pukul 5 pagi Taliban menyerang pos polisi tempat putranya, Safiullah, tengah bertugas. Insting keibuannya bergejolak saat mengetahui hal itu.
Diberitakan Russia Today yang mengutip stasiun televisi Afghanistan, Tolo News, peristiwa ini terjadi pada 17 November lalu di distrik Balabolok, provinsi Farah di barat Afghanistan yang berbatasan dengan Iran.
Ibu tersebut, Reza Gul, mengatakan saat itu pada pukul 5 pagi Taliban menyerang pos polisi tempat putranya, Safiullah, tengah bertugas. Insting keibuannya bergejolak saat mengetahui hal itu.
Taliban Pakistan Rilis Foto Penyerang Sekolah Peshawar
Tehrik-i-Taliban Pakistan atau Taliban Pakistan yang menyerang sekolah di Peshawar Selasa (16/12) merilis foto pelaku penyerangan yang menyebabkan 148 tewas, 132 di antaranya pelajar. Rilis ini ditujukan sebagai peringatan bahwa sebelumnya Pemerintah Pakistan lebih dulu menyerang kelompok militan ini yang menyebabkan sebagian perwiranya tewas.
Juru bicara Taliban Pakistan, Mohammad Khurasani, meminta warga sipil Pakistan menjauhi bangunan atau sarana militer karena pihaknya bersumpah akan menyerang fasilitas tersebut dalam waktu dekat.
| Foto pelaku penyerangan sekolah di Peshawar. sumber: Tehrik-i-Taliban Pakistan |
Juru bicara Taliban Pakistan, Mohammad Khurasani, meminta warga sipil Pakistan menjauhi bangunan atau sarana militer karena pihaknya bersumpah akan menyerang fasilitas tersebut dalam waktu dekat.
Kamis, 20 November 2014
Taliban Serang Kompleks Warga Asing di Kabul, 4 Tewas
Para pejabat di Kabul mengatakan, polisi menewaskan empat pengebom bunuh diri Taliban dalam serangan atas pekerja asing di ibu kota Afganistan tersebut.
Penduduk setempat mengatakan, mereka mendengar tembakan dan beberapa ledakan, tetapi polisi mengatakan, tidak ada warga sipil yang menjadi korban.
Serangan pada kompleks besar dikenal dengan nama Green Village tersebut adalah yang kedua kalinya dalam minggu ini dengan sasaran pekerja asing.
Pada Senin (17/11/2014) lalu, dua petugas keamanan Afganistan tewas karena serangan Taliban pada kompleks warga barat lainnya.
Penduduk setempat mengatakan, mereka mendengar tembakan dan beberapa ledakan, tetapi polisi mengatakan, tidak ada warga sipil yang menjadi korban.
Serangan pada kompleks besar dikenal dengan nama Green Village tersebut adalah yang kedua kalinya dalam minggu ini dengan sasaran pekerja asing.
Pada Senin (17/11/2014) lalu, dua petugas keamanan Afganistan tewas karena serangan Taliban pada kompleks warga barat lainnya.
Minggu, 05 Oktober 2014
Taliban Pakistan nyatakan dukung ISIS
Taliban Pakistan mengumumkan mereka mendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah. Mereka juga memerintahkan seluruh anggotanya membantu ISIS di Timur Tengah.
"Saudara kami, kami bangga dengan semua kemenangan kalian. Kami bersama kalian dalam suka maupun duka," ujar juru bicara Taliban Shahidullah Shahid dalam pernyataan memperingati Hari Raya Idul Adha, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (5/10).
"Semua muslim di seluruh dunia berharap kepada kalian. Kami bersama kalian dan akan membantu para mujahidin dalam dukungan apa pun," kata dia.
Pernyataan dirilis dalam bahasa Urdu, Pasto, dan Arab itu dikeluarkan setelah ISIS membunuh tawanan asal Inggris Alan Henning.
"Saudara kami, kami bangga dengan semua kemenangan kalian. Kami bersama kalian dalam suka maupun duka," ujar juru bicara Taliban Shahidullah Shahid dalam pernyataan memperingati Hari Raya Idul Adha, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (5/10).
"Semua muslim di seluruh dunia berharap kepada kalian. Kami bersama kalian dan akan membantu para mujahidin dalam dukungan apa pun," kata dia.
Pernyataan dirilis dalam bahasa Urdu, Pasto, dan Arab itu dikeluarkan setelah ISIS membunuh tawanan asal Inggris Alan Henning.
Rabu, 10 September 2014
Angkatan Laut Pakistan mengalahkan milisi Taliban
Angkatan Laut Pakistan berhasil mengalahkan serangan terhadap galangan kapal Karachi dengan dua milisi dan seorang pelaut tewas.
Tembak-menembak terjadi Sabtu malam (06/09) berlangsung selama enam jam. Seorang juru bicara Taliban Pakistan mengatakan kelompok tersebut yang melakukan serangan.
Seorang anggota AL dan dua milisi tewas, sementara enam tentara dan seorang perwira terluka, kata pihak AL.
Di tahun 2011, milisi melakukan serangan besar terhadap sebuah markas AL di Karachi.
Juru bicara Angkatan Laut mengatakan empat milisi ditangkap hidup-hidup setelah serangan hari Sabtu 6 September.
Tembak-menembak terjadi Sabtu malam (06/09) berlangsung selama enam jam. Seorang juru bicara Taliban Pakistan mengatakan kelompok tersebut yang melakukan serangan.
![]() |
| Milisi menargetkan galangan kapal Angkatan Laut Pakistan di Karachi |
Seorang anggota AL dan dua milisi tewas, sementara enam tentara dan seorang perwira terluka, kata pihak AL.
Di tahun 2011, milisi melakukan serangan besar terhadap sebuah markas AL di Karachi.
Juru bicara Angkatan Laut mengatakan empat milisi ditangkap hidup-hidup setelah serangan hari Sabtu 6 September.
Senin, 02 Juni 2014
Satu Tentara AS Ditukar Lima Tahanan Taliban di Guantanamo
Satu-satunya tawanan perang dari Amerika Serikat akhirnya dibebaskan oleh militan Taliban di Afganistan. Namun, pembebasannya tidak gratis. Dia ditukar dengan lima tahanan Taliban di Guantanamo.
Diberitakan Reuters, Sabtu 31 Mei 2014, Sersan Angkatan Darat Bowe Bergdahl (28 tahun) telah lima tahun dalam sekapan Taliban. Perundingan pembebasannya berlangsung alot, sempat mandek dan hampir putus asa.
Pembebasannya disambut gembira oleh rakyat AS, terutama di kampung halaman Bergdahl di Idaho. Orangtua Bergdahl bersama dengan Presiden Barack Obama berbicara di Gedung Putih mengumumkan pembebasannya.
Ayah Bergdahl selama ini gigih mengupayakan pembebasan anaknya. Termasuk belajar bahasa Pashtun untuk mendekati langsung kelompok Taliban melalui internet.
![]() |
Bowe Bergdahl, tentara AS yang diculik Taliban |
Pembebasannya disambut gembira oleh rakyat AS, terutama di kampung halaman Bergdahl di Idaho. Orangtua Bergdahl bersama dengan Presiden Barack Obama berbicara di Gedung Putih mengumumkan pembebasannya.
Ayah Bergdahl selama ini gigih mengupayakan pembebasan anaknya. Termasuk belajar bahasa Pashtun untuk mendekati langsung kelompok Taliban melalui internet.
Langganan:
Postingan (Atom)









