Selasa, 09 Desember 2014

Rusia Tuding Amerika Hendak Gulingkan Putin

Pemerintah Rusia menuding Amerika Serikat (AS) hendak menggulingkan kekuasaan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Caranya, melalui sanksi ekonomi yang dijatuhkan Washington terhadap Moskow dengan dalih, Rusia melakukan intervenasi atas krisis di Ukraina timur. Tuduhan terbaru dari Rusia itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, Senin (8/12/2014).


Separatis pro-Rusia patroli dengan tank di Ukraina timur. Rusia menuduh AS hendak menggulingkan kekuasaan Presiden Putin dengan memanfaatkan krisis Ukraina
”Hal ini bukan rahasia, bahwa tujuan dari sanksi (AS) adalah untuk menciptakan kondisi sosial dan ekonomi guna menjalankan perubahan kekuasaan di Rusia,” kata Ryabkov, sebagaimana dilaporkan kantor berita Itar-Tass.

Intelijen NATO: Rusia tak Tertarik Memecah Ukraina

Beberapa pejabat intelijen NATO membuat komentar mengejutkan yang justru memihak Rusia. Mereka menyebut, Rusia tidak tertarik untuk memecah Ukraina sejak mencaplok Crimea.

Salah satu pejabat intelijen NATO kepada majalah Jerman, Der Spiegel, mengatakan, sejumlah pihak terutama negara-negara Barat selama ini salah terka terkait kebijakan Moskow atas krisis di Ukraina timur.


Pasukan NATO saat latihan dengan pasukan Ukraina. Para intelijen NATO menyebut Rusia tidak tertarik untuk memecah Ukraina
Menurut laporan media Jerman yang dilansir Minggu (7/12/2014), para pejabat intelijen dari beberapa negara sekutu NATO itu mengatakan, bahwa Rusia sebenarnya tidak akan mengulangi skenario yang pernah mereka lakukan terhadap Crimea yang sebelumnya merupakan wilayah Ukraina.

Kremlin, lanjut para pejabat intelijen NATO itu, justru ingin melihat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk bersatu dalam bentuk federalisasi Ukraina. Kremlin berharap hal itu jika terjadi kesepakatan antara kubu separatis dengan Pemerintah Ukraina yang berbasis di Kiev.
 

Amerika Serikat dan Israel Latih ISIS

Seorang ajudan utama Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel melatih kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur Tengah.

Tujuannya, untuk merusak kepentingan Moskow di Timur Tengah. Tuduhan ajudan Putin bernama Alexander Prokhanov itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Iran pada hari Minggu.


Amerika dan Israel Latih ISIS
Seorang militan ISIS beraksi di Suriah. Ajudan Putin menuding Amerika dan Israel melatih ISIS di Timur Tengah
Israel, kata Prokhanov, mengerahkan agen-agen Mosad untuk melatih para militan ISIS yang ada di Irak dan Suriah. ”ISIS adalah alat dan tangan Amerika Serikat. Mereka (AS) mengatakan kepada orang Eropa bahwa jika kita (AS) tidak melakukan intervensi, ISIS akan membahayakan Anda,” ujarnya, seperti dilansir Jerusalem Post, Senin (8/12/2014).
 

Amerika serikat Akan Jual Kapal Perang ke Taiwan, China Meradang

Pemerintah China marah dan menegur menegur Kongres Amerika Serikat (AS) pada Senin (8/12/2014). Sebab, Kongres AS menyetujui RUU yang memungkinkan AS menjual kapal perang ke Taiwan.

China menganggap Taiwan sebagai provinsi mereka yang membangkang. Senat AS dengan suara bulat menyetujui RUU yang berisi persetujuan untuk penjualan empat kapal perang bekas pemandu rudal kepada Taiwan.


Amerika serikat Akan Jual Kapal Perang ke Taiwan, China Meradang

Protes China itu sebenarnya sudah disampaikan sejak April lalu ketika RUU itu diwacanakan para legislator AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, mengatakan, penyetujuan RUU oleh Kongres AS itu sudah sebagai tanda bahwa AS melakukan intevensi dalam masalah internasl China.
 

Gedung Putih: Selasa, Komite Pertahanan Senat Akan Publikasikan Laporan Penyiksaan CIA

Gedung Putih, Senin (8/12/2014), memastikan informasi bahwa laporan investigasi Senat soal praktik penyiksaan oleh badan intelijen Amerika (CIA) saat menginterogasi para tersangka terkait Al Qaeda akan dipublikasikan pada Selasa (9/12/2014).

Komite Pertahanan Senat Akan Publikasikan Laporan Penyiksaan CIA

Dengan sangat banyak pengeditan, laporan itu diharapkan bisa menjadi pemberat dakwaan terhadap para pelaku program rahasia yang menginterogasi lebih dari 100 orang tahanan terkait Al Qaeda. Sebelumnya, Presiden Barack Obama sudah menyebut praktik ini sebagai penyiksaan.

"Kami telah mendengar dari Komite (Pertahanan di Senat) bahwa mereka berniat mengeluarkan laporan tersebut besok (Selasa, red)," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, Senin.

Senin, 08 Desember 2014

Korut: Ebola Senjata Biologi yang Disebarkan AS

Rezim Korea Utara (Korut) melalui medianya menuduh Amerika Serikat (AS) mengembangkan virus Ebola sebagai senjata biologi. AS juga dituduh menyebarkannya di Afrika Barat dan negara-negara berkembang.

Korut: Ebola Senjata Biologi yang Disebarkan AS

Tuduhan itu muncul dalam editorial Central News Agency (KCNA) , media yang dikelola pemerintah Korut di bahwa kepemimpinan Kim Jong-un. Menurut, rezim Pyongyang, tujuan AS menyebarkan senjata biologi Ebola agar dapat mempertahankan kekuasannya di Afrika Barat.

“Ebola virus much feared as biological weapon” demikian judul editorial KCNA, yang bermakna, “Virus Ebola dikhawatirkan sebagai senjata biologi”. Editorial itu juga ramai dilansir sejumlah media Inggris, salah satunya Independent, semalam.
 

Pentolan Al-Qaeda Pakistan Tewas Dibom Amerika Serikat

Seorang pentolan al-Aqeda di wilayan Pakistan dan juga Afghanistan, dikabarkan tewas ketika sebuah drone milik Amerika Serikat (AS) membombardir basis al-Qaeda di Waziristan, Pakistan, semalam.

Pentolan Al-Qaeda Pakistan Tewas Dibom Amerika Serikat


Melansir Al Arabiya, Minggu (7/12/2014), beberapa pejabat tinggi Pakistan dalam kondisi anonim mengkonfirmasi serangan yang dilakukan AS tersebut. Menurut mereka, Omar Farooq, seorang yang memiliki pengaruh besar di al-Qaeda Pakistan dan Afghanistan, tewas dalam serangan tersebut.

"Sebuah pesawat tidak berawak melakukan serangan terhadap basis militan. Kami memiliki informasi, empat orang tewas dan dua luka-luka dalam serangan itu," ungkap seorang pejabat keamanan Pakistan.
 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...