Seorang anggota intilijen Yordania dikabarkan telah mencuri dan menjual senjata-senjata milik badan intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA dan Arab Saudi. Senjata yang dicuri adalah senjata yang hendak dikirimkan kepada pemberontak Suriah.
Menurut laporan yang dirilis New York Times, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (27/6), anggota intelijen Yordania itu mencuri senjata yang dikirimkan ke Yordania, untuk kelak diberikan kepada pemberontak Suriah. Senjata itu kemudian dijual ke pasar gelap.
Menurut sebuah penyelidikan bersama oleh New York Times dan Al Jazeera, beberapa senjata yang dicuri digunakan dalam penembakan pada bulan November yang menewaskan dua warga Amerika dan tiga orang lainnya di fasilitas pelatihan polisi di Amman.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label CIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CIA. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Juni 2016
Selasa, 21 Juni 2016
Martha Peterson Wanita Pertama AS yang "Berkeliaran" di Rusia
Seorang ibu dua anak bernama Martha Peterson, diketahui menjadi mata-mata wanita pertama Amerika Serikat (AS) yang ditugaskan beroperasi dua tahun di Rusia.
Setelah lama merahasiakan profesinya yang pernah jadi mata-mata untuk CIA, dia mengungkapkannya pada dua anaknya.
Martha Peterson dilatih untuk bergabung dengan CIA pada tahun 1975 dan, setelah menjadi ahli dan belajar tentang pengintaian di Rusia—yang kala itu masih bernama Soviet.
Selama bertugas di negeri komunis itu, Martha Peterson tetap menyamar. Dia pernah menerima paket rahasia dari agen “TRIGON” bernama asli Aleksandr Dmitryevich Ogorodnik, seorang diplomat Soviet yang direkrut untuk bekerja pada CIA di Amerika Latin.
Setelah lama merahasiakan profesinya yang pernah jadi mata-mata untuk CIA, dia mengungkapkannya pada dua anaknya.
Martha Peterson dilatih untuk bergabung dengan CIA pada tahun 1975 dan, setelah menjadi ahli dan belajar tentang pengintaian di Rusia—yang kala itu masih bernama Soviet.
Selama bertugas di negeri komunis itu, Martha Peterson tetap menyamar. Dia pernah menerima paket rahasia dari agen “TRIGON” bernama asli Aleksandr Dmitryevich Ogorodnik, seorang diplomat Soviet yang direkrut untuk bekerja pada CIA di Amerika Latin.
Rabu, 30 September 2015
WikiLeaks bocorkan cara intelijen Amerika nyamar
Situs WikiLeaks merilis dua dokumen milik Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) menuliskan tata cara bagi mata-mata untuk tetap bisa menyamar saat melintasi perbatasan Internasional. Termasuk saat menggunakan dokumen palsu.
Surat kabar Times of India melaporkan, Senin (22/12), dua dokumen ini dirilis pada 2011-2012 dan ditandai sangat rahasia bahkan ada cap 'Noforn' artinya informasi ini bahkan tak bisa dibagikan oleh intelijen sekutu.
Dokumen menguraikan sejumlah strategi bagi agen intelijen demi menghindari pemeriksaan berlebihan di bandar udara serta perbatasan. Beberapa hal yang juga digaris bawahi yakni jangan membeli tiket sekali jalan dengan uang tunai di hari sebelum terbang.
Surat kabar Times of India melaporkan, Senin (22/12), dua dokumen ini dirilis pada 2011-2012 dan ditandai sangat rahasia bahkan ada cap 'Noforn' artinya informasi ini bahkan tak bisa dibagikan oleh intelijen sekutu.
Dokumen menguraikan sejumlah strategi bagi agen intelijen demi menghindari pemeriksaan berlebihan di bandar udara serta perbatasan. Beberapa hal yang juga digaris bawahi yakni jangan membeli tiket sekali jalan dengan uang tunai di hari sebelum terbang.
Selasa, 15 September 2015
Eks Pejabat CIA Sebut Rusia Tahu Jurus Kalahkan ISIS
Larry Johnson, seorang mantan pejabat badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA secara mengejutkan mendukung kebijakan Rusia di Suriah. Johnson mengatakan apa yang dilakukan Rusia menunjukan bahwa negara tersebut paham dan tahu bagaimana cara mengalahkan ISIS.
"Rusia memberikan dukungan militer kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, karena Moskow mengerti apa yang diperlukan untuk mengalahkan ISIS, sementara AS tetap kebijakan mereka yang memberikan bahan bakar kepada ekstrimisme," ucap Johnson, merujuk pada kebijakan AS yang mendukung pemberontak Suriah.
"Saya sangat senang dengan langkah-langkah yang sudah diambil Rusia. Setidaknya ini menujukan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memahami ancaman dan memahami apa yang dibutuhkan untuk menghadapinya dan mengalahkannya," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/9/2015).
"Rusia memberikan dukungan militer kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, karena Moskow mengerti apa yang diperlukan untuk mengalahkan ISIS, sementara AS tetap kebijakan mereka yang memberikan bahan bakar kepada ekstrimisme," ucap Johnson, merujuk pada kebijakan AS yang mendukung pemberontak Suriah.
"Saya sangat senang dengan langkah-langkah yang sudah diambil Rusia. Setidaknya ini menujukan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memahami ancaman dan memahami apa yang dibutuhkan untuk menghadapinya dan mengalahkannya," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/9/2015).
Label:
CIA,
Intelijen,
ISIS,
Isu Terorisme,
Rusia
Selasa, 21 April 2015
AI Kutuk Kegagalan AS Tindak Lanjuti Laporan Penyiksaan CIA
Amnesti Internasional (AI), Selasa, 21 April 2015, menuding pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, memberikan amnesti de facto bagi mereka yang terlibat program penyiksaan CIA.
Dikutip Reuters, organisasi HAM itu mengatakan, sejak dirilisnya laporan Senat AS pada Desember 2015, mengenai kekerasan yang disebut CIA sebagai "tehnik interogasi yang ditingkatkan", pemerintahan Obama tidak berbuat apa pun.
Peneliti AI, Naureen Shah, mengatakan pemerintahan Obama secara efektif memberikan kekebalan dari penuntutan, dengan tidak melakukan investigasi menyeluruh, atas kasus yang terungkap melalui lima tahun penyelidikan.
Laporan Komite Intelijen Senat AS mengungkap, CIA menggunakan penyiksaan dalam menginterogasi para tersangka teroris, yang ditangkap dengan tuduhan keterlibatan dalam serangan 11 September 2001.
Dikutip Reuters, organisasi HAM itu mengatakan, sejak dirilisnya laporan Senat AS pada Desember 2015, mengenai kekerasan yang disebut CIA sebagai "tehnik interogasi yang ditingkatkan", pemerintahan Obama tidak berbuat apa pun.
Peneliti AI, Naureen Shah, mengatakan pemerintahan Obama secara efektif memberikan kekebalan dari penuntutan, dengan tidak melakukan investigasi menyeluruh, atas kasus yang terungkap melalui lima tahun penyelidikan.
Laporan Komite Intelijen Senat AS mengungkap, CIA menggunakan penyiksaan dalam menginterogasi para tersangka teroris, yang ditangkap dengan tuduhan keterlibatan dalam serangan 11 September 2001.
Senin, 13 April 2015
Mantan Agen CIA: ISIS Dibentuk Israel, Amerika dan Inggris
Mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) dan agen Central Intelligence Agency (CIA), Edward Snowden mengungkapkan bahwa Islamic State of Irak and Syria (ISIS) bukan murni organisasi militan Islam. Organisasi ini merupakan bentukan Amerika, Israel dan Inggris.
Menurut media-media di Iran, sepeti dikutip Moroccantimes, pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghadadi dilatih secara khusus oleh badan intelijen Israel, Mossad. Badan intelijen tiga negara tersebut sengaja membentuk kelompok teroris untuk menarik kelompok-kelompok garis keras di seluruh dunia dalam satu tempat. Mereka menyebut strategi ini “sarang lebah”.
Menurut media-media di Iran, sepeti dikutip Moroccantimes, pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghadadi dilatih secara khusus oleh badan intelijen Israel, Mossad. Badan intelijen tiga negara tersebut sengaja membentuk kelompok teroris untuk menarik kelompok-kelompok garis keras di seluruh dunia dalam satu tempat. Mereka menyebut strategi ini “sarang lebah”.
Selasa, 23 Desember 2014
Wikilieaks Rilis Dokumen soal Operasi CIA di Eropa
Sebuah dokumen rahasia CIA berisi tuntunan agar para agen AS di Eropa bisa bergerak bebas menggunakan paspor palsu beredar di dunia maya. Dokumen-dokumen itu juga membeberkan kekhawatiran CIA terkait aturan Uni Eropa yang lebih ketat bisa membongkar penyamaran para agen rahasia AS di Benua Biru.
Dua dokumen rahasia yang dirilis Wikileaks itu menampilkan para agen CIA saat ini bisa memasuki dan beroperasi di 26 negara yang menggunakan skema Schengen dengan risiko sangat minimal.
Dokumen itu menyebut peluang para agen itu terdeteksi saat memasuki kawasan Schengen sangat kecil karena para penjaga perbatasan Eropa saat ini lebih fokus mengawasi imigran ilegal dan aktivitas kriminal bukan kontraintelijen.
![]() |
| Wikilieaks Rilis Dokumen soal Operasi CIA di Eropa |
Dua dokumen rahasia yang dirilis Wikileaks itu menampilkan para agen CIA saat ini bisa memasuki dan beroperasi di 26 negara yang menggunakan skema Schengen dengan risiko sangat minimal.
Dokumen itu menyebut peluang para agen itu terdeteksi saat memasuki kawasan Schengen sangat kecil karena para penjaga perbatasan Eropa saat ini lebih fokus mengawasi imigran ilegal dan aktivitas kriminal bukan kontraintelijen.
Jumat, 12 Desember 2014
Laporan penyiksaan ala CIA akan dibukukan
Satu penerbit independen di New York tengah menerbitkan laporan Senat AS mengenai CIA dan penyiksaan dalam bentuk buku setebal 480 halaman ini karena beranggapan laporan ini mesti dilihat oleh sebanyak mungkin pembaca.
Penerbit bernama Melville House ini menyebut edisinya mengenai laporan Senat tentang "teknik interogasi yang diperkuat" ini akan berada di toko buku-toko buku Desember ini dengan harga 16,95 dolar AS. Edisi onlinenya juga bisa didapatkan.
Edisi gratis PDF sudah tersedia online di situs Komite Intelijen Senat yang memublikasikan laporan ini Rabu lalu.
"Ini kemungkinan besar adalah dokumen pemerintah paling penting dalam generasi kita, bahkan salah satu yang paling penting dalam sejarah demokrasi kita," kata pendiri Melville House, Dennis Johnson.
Penerbit bernama Melville House ini menyebut edisinya mengenai laporan Senat tentang "teknik interogasi yang diperkuat" ini akan berada di toko buku-toko buku Desember ini dengan harga 16,95 dolar AS. Edisi onlinenya juga bisa didapatkan.
Edisi gratis PDF sudah tersedia online di situs Komite Intelijen Senat yang memublikasikan laporan ini Rabu lalu.
"Ini kemungkinan besar adalah dokumen pemerintah paling penting dalam generasi kita, bahkan salah satu yang paling penting dalam sejarah demokrasi kita," kata pendiri Melville House, Dennis Johnson.
Rabu, 10 Desember 2014
CIA Bayar Rp 988 Miliar untuk Rancang Teknik Penyiksaan
Badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, membayar $80 juta atau sekitar Rp 988 miliar, kepada perusahaan milik dua mantan psikolog Angkatan Udara. Konsultan itu yang merekomendasikan waterboarding, dan berbagai teknik penyiksaan lainnya.
Disebut dalam laporan Reuters, Rabu, 10 Desember 2014, keduanya yang disebut dalam laporan Komite Intelijen Senat AS sebagai Dunbar dan Swigert, telah diidentifikasi oleh sumber intelijen AS sebagai James Mitchell dan Bruce Jessen.
Disebutkan dalam laporan tentang proses interogasi tersangka teroris, CIA mempercayakan lebih dari 80 persen program interogasi dengan tehnik brutal, pada perusahaan Mitchell Jessen and Associates of Spokane yang berbasis di Washington.
CIA juga membayar perusahaan itu sebesar $1 juta atau sekitar Rp 12 miliar untuk melindungi kontrak dan agen-agen mereka dari tuntutan hukum. Berdasarkan laporan yang dibuat Senat, keduanya tidak memiliki kualifikasi dalam menginterogasi tahanan.
Disebut dalam laporan Reuters, Rabu, 10 Desember 2014, keduanya yang disebut dalam laporan Komite Intelijen Senat AS sebagai Dunbar dan Swigert, telah diidentifikasi oleh sumber intelijen AS sebagai James Mitchell dan Bruce Jessen.
Disebutkan dalam laporan tentang proses interogasi tersangka teroris, CIA mempercayakan lebih dari 80 persen program interogasi dengan tehnik brutal, pada perusahaan Mitchell Jessen and Associates of Spokane yang berbasis di Washington.
CIA juga membayar perusahaan itu sebesar $1 juta atau sekitar Rp 12 miliar untuk melindungi kontrak dan agen-agen mereka dari tuntutan hukum. Berdasarkan laporan yang dibuat Senat, keduanya tidak memiliki kualifikasi dalam menginterogasi tahanan.
Obama Sesalkan Tindakan CIA
Presiden AS Barack Obama menyesalkan tindakan Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) saat menginterogasi tahanan teroris saat periode pemerintahan George W Bush. Obama menyebut tindakan CIA itu “Bertentangan dengan nilai-nilai kita."
"Saya berharap bahwa laporan hari ini dapat membantu kita meninggalkan teknik ini, yang pernah ada di masa lalu. Hari ini juga kita diingatkan bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai yang kita anut tidak akan membuat kita lemah, malah itu membuat kita lebih kuat dan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi kekuatan terbesar untuk kebebasan dan martabat manusia seperti dikenal di seluruh di dunia," katanya dalam sebuah pernyataan.
Namun, tidak ada pernyataan lebih lanjut terkait apa yang harus dilakukan pada pimpinan badan intelijen saat itu.
Pernyataan itu disampaikan Obama terkait laporan CIA yang dirilis Komite Intelijen Senat AS, Selasa (10/12). Laporan mengejutkan itu berkisah tentang penyiksaan yang dilakukan oleh badan intelijen Central Intelligence Agency (CIA), di mana para tahanan kasus terorisme dilarang tidur hingga satu pekan, atau dibenamkan ke air untuk mendapatkan informasi.
"Saya berharap bahwa laporan hari ini dapat membantu kita meninggalkan teknik ini, yang pernah ada di masa lalu. Hari ini juga kita diingatkan bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai yang kita anut tidak akan membuat kita lemah, malah itu membuat kita lebih kuat dan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi kekuatan terbesar untuk kebebasan dan martabat manusia seperti dikenal di seluruh di dunia," katanya dalam sebuah pernyataan.
Namun, tidak ada pernyataan lebih lanjut terkait apa yang harus dilakukan pada pimpinan badan intelijen saat itu.
Pernyataan itu disampaikan Obama terkait laporan CIA yang dirilis Komite Intelijen Senat AS, Selasa (10/12). Laporan mengejutkan itu berkisah tentang penyiksaan yang dilakukan oleh badan intelijen Central Intelligence Agency (CIA), di mana para tahanan kasus terorisme dilarang tidur hingga satu pekan, atau dibenamkan ke air untuk mendapatkan informasi.
Metode Interogasi CIA, Sodomi dengan Gagang Sapu
Detil metode penyiksaan yang dilakukan CIA dalam proses interogasi tersangka terorisme, termasuk tindakan seksual dan tehnik interogasi kekerasan lainnya, akan diungkap dalam laporan Komite Intelijen Senat Amerika Serikat (AS).
Demikian disampaikan sumber, yang dikutip oleh Reuters, Selasa, 9 Desember 2014. Laporan yang akan dibuka oleh kubu Demokrat di Senat AS, antara lain mengungkap proses interogasi terhadap tokoh senior Al Qaeda, Abdel Rahman al Nashiri.
Nashiri yang dituduh berada di balik serangan bom di USS Cole, pada 2000, diancam menggunakan mesin bor. Sementara dalam interogasi lainnya, paling tidak satu tersangka diancam akan disodomi menggunakan gagang sapu.
Demikian disampaikan sumber, yang dikutip oleh Reuters, Selasa, 9 Desember 2014. Laporan yang akan dibuka oleh kubu Demokrat di Senat AS, antara lain mengungkap proses interogasi terhadap tokoh senior Al Qaeda, Abdel Rahman al Nashiri.
Nashiri yang dituduh berada di balik serangan bom di USS Cole, pada 2000, diancam menggunakan mesin bor. Sementara dalam interogasi lainnya, paling tidak satu tersangka diancam akan disodomi menggunakan gagang sapu.
Amerika Serikat Tingkatkan Keamanan Jelang Dibukanya Laporan Penyiksaan CIA
Gedung Putih mengatakan, keamanan telah ditingkat di semua fasilitas Amerika Serikat (AS) di seluruh dunia, jelang dibukanya laporan yang mengungkap secara detil kekerasan dalam interogasi yang dilakukan CIA.
Dilansir dari laporan BBC, Senin, 8 Desember 2014, kedutaan besar dan fasilitas lain melakukan langkah-langkah persiapan, di tengah beberapa indikasi resiko keamanan. Laporan Senat AS setebal 480 halaman, akan dibuka pada Selasa, 9 Desember.
Laporan itu akan berisi detil tindakan yang dilakukan CIA terhadap Al-Qaeda, terkait dengan serangan 11 September 2001, termasuk penyiksaan yang dilakukan terhadap para tersangka terorisme, dalam proses investigasi.
Dilansir dari laporan BBC, Senin, 8 Desember 2014, kedutaan besar dan fasilitas lain melakukan langkah-langkah persiapan, di tengah beberapa indikasi resiko keamanan. Laporan Senat AS setebal 480 halaman, akan dibuka pada Selasa, 9 Desember.
Laporan itu akan berisi detil tindakan yang dilakukan CIA terhadap Al-Qaeda, terkait dengan serangan 11 September 2001, termasuk penyiksaan yang dilakukan terhadap para tersangka terorisme, dalam proses investigasi.
Selasa, 09 Desember 2014
Gedung Putih: Selasa, Komite Pertahanan Senat Akan Publikasikan Laporan Penyiksaan CIA
Gedung Putih, Senin (8/12/2014), memastikan informasi bahwa laporan investigasi Senat soal praktik penyiksaan oleh badan intelijen Amerika (CIA) saat menginterogasi para tersangka terkait Al Qaeda akan dipublikasikan pada Selasa (9/12/2014).
Dengan sangat banyak pengeditan, laporan itu diharapkan bisa menjadi pemberat dakwaan terhadap para pelaku program rahasia yang menginterogasi lebih dari 100 orang tahanan terkait Al Qaeda. Sebelumnya, Presiden Barack Obama sudah menyebut praktik ini sebagai penyiksaan.
"Kami telah mendengar dari Komite (Pertahanan di Senat) bahwa mereka berniat mengeluarkan laporan tersebut besok (Selasa, red)," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, Senin.
Dengan sangat banyak pengeditan, laporan itu diharapkan bisa menjadi pemberat dakwaan terhadap para pelaku program rahasia yang menginterogasi lebih dari 100 orang tahanan terkait Al Qaeda. Sebelumnya, Presiden Barack Obama sudah menyebut praktik ini sebagai penyiksaan.
"Kami telah mendengar dari Komite (Pertahanan di Senat) bahwa mereka berniat mengeluarkan laporan tersebut besok (Selasa, red)," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, Senin.
Selasa, 19 Agustus 2014
Ulangi Kisah Osama, 100 Agen CIA Buru Bos ISIS
Sekitar 100 agen rahasia CIA dan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) dikerahkan untuk memburu pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi, 42.
Pemerintah AS menganggap perburuan terhadap Baghdadi mirip dengan perburuan pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden. Sebab, seperti halnya Osama bin Laden, Baghdadi juga dijuluki AS sebagai “hantu” karena tidak meninggalkan jejak, meskipun pengikutnya banyak.
Ini adalah perburuan kontra teror terbesar AS sejak mereka berhasil melacak dan membunuh Osama bin Laden tahun 2011. AS juga mengerahkan pesawat mata-mata, citra satelit dan melakukan penyadapan telepon untuk membantu perburuan itu.
![]() |
| Pasukan khusus AS dan target buruannya, Abu Bakar al-Baghdadi (kanan bawah). | (Mirror) |
Pemerintah AS menganggap perburuan terhadap Baghdadi mirip dengan perburuan pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden. Sebab, seperti halnya Osama bin Laden, Baghdadi juga dijuluki AS sebagai “hantu” karena tidak meninggalkan jejak, meskipun pengikutnya banyak.
Ini adalah perburuan kontra teror terbesar AS sejak mereka berhasil melacak dan membunuh Osama bin Laden tahun 2011. AS juga mengerahkan pesawat mata-mata, citra satelit dan melakukan penyadapan telepon untuk membantu perburuan itu.
Sabtu, 12 Juli 2014
Data Program CIA di Pulau 'Rahasia' Diego Garcia Hancur Kena Air?
Diego Garcia. Pulau itu menjadi pusat perhatian menyusul hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang membawa 239 orang pada 8 Maret 2014. Boeing 777-300ER itu sebelumnya diduga mendarat di lokasi 'rahasia' yang berada di antara atol atau pulau karang di Samudera Hindia itu-- sehingga tak terlacak hingga saat ini.
Kini kabar terbaru muncul soal Diego Garcia, namun tak ada kaitannya dengan kapal terbang milik negeri jiran yang raib misterius. Seperti Liputan6.com kutip dari Daily Mail, Kamis (10/7/2014), dokumen rahasia Departemen Dalam Negeri Inggris soal penerbangan rendition CIA di wilayah teritorial Inggris tersebut, dikabarkan telah hancur.
Salah satu pejabat Deplu Inggris, Mark Simmonds mengklaim, dokumen-dokumen mengenai para tahanan AS yang diterbangkan masuk dan keluar Diego Garcia 'rusak akibat kena air'.
Kini kabar terbaru muncul soal Diego Garcia, namun tak ada kaitannya dengan kapal terbang milik negeri jiran yang raib misterius. Seperti Liputan6.com kutip dari Daily Mail, Kamis (10/7/2014), dokumen rahasia Departemen Dalam Negeri Inggris soal penerbangan rendition CIA di wilayah teritorial Inggris tersebut, dikabarkan telah hancur.
Salah satu pejabat Deplu Inggris, Mark Simmonds mengklaim, dokumen-dokumen mengenai para tahanan AS yang diterbangkan masuk dan keluar Diego Garcia 'rusak akibat kena air'.
Label:
Amerika,
CIA,
Intelijen,
Isu Terorisme,
Militer Asia Pasifik
Jumat, 11 Juli 2014
Rentetan Insiden di Balik Pengusiran Perwakilan CIA di Berlin
Jerman, Kamis (10/7/2014), mengusir kepala biro badan intelijen Amerika (CIA) di Berlin. Berikut ini adalah rentetan peristiwa dan tanggapan yang melatari pengusiran tersebut.
Pada Rabu (9/7/2014), polisi Jerman menggeledah perumahan dan kantor seorang pria yang menurut media setempat merupakan karyawan Kementerian Pertahanan Jerman yang diduga membocorkan rahasia negara ke Amerika Serikat.
Sebelumnya, Jumat (4/7/2014), seorang pegawai dinas intelijen Jerman (BND) berumur 31 tahun telah ditangkap karena menjual lebih dari 200 dokumen ke CIA. Dokumen-dokumen ini merupakan milik BND, termasuk hasil pertemuan parlemen Jerman yang menyelidiki aktivitas pemantauan oleh badan keamanan nasional Amerika Serikat (NSA) di Jerman.
Pada Rabu (9/7/2014), polisi Jerman menggeledah perumahan dan kantor seorang pria yang menurut media setempat merupakan karyawan Kementerian Pertahanan Jerman yang diduga membocorkan rahasia negara ke Amerika Serikat.
Sebelumnya, Jumat (4/7/2014), seorang pegawai dinas intelijen Jerman (BND) berumur 31 tahun telah ditangkap karena menjual lebih dari 200 dokumen ke CIA. Dokumen-dokumen ini merupakan milik BND, termasuk hasil pertemuan parlemen Jerman yang menyelidiki aktivitas pemantauan oleh badan keamanan nasional Amerika Serikat (NSA) di Jerman.
Rabu, 09 Juli 2014
Skandal Spionase Hambat Hubungan Jerman-AS
Skandal agen ganda dinas rahasia Jerman BND yang bekerja untuk Amerika Serikat meluas. Gedung Putih berusaha meredam ketegangan dan berjanji membantu klarifikasi.
Jerman kecewa karena ada pegawai dinas rahasianya BND yang ternyata melakukan spionase untuk Amerika Serikat. Berbagai media di Jerman memberitakan, spion itu membocorkan data-data penting atas instruksi dari CIA dan Kedutaan Besar AS di Berlin.
Skandal terbaru itu membebani hubungan Jerman-Amerika yang sudah terganggu karena kegiatan spionase NSA di Jerman. Menurut laporan media, spion yang bekerja di BND itu membocorkan sekitar 200 informasi penting dengan bayaran 25.000 Euro.
Aksi spionase itu terungkap setelah pelakunya mencoba menghubungi Rusia dan menawarkan informasi rahasia dengan imbalan uang.
Jerman kecewa karena ada pegawai dinas rahasianya BND yang ternyata melakukan spionase untuk Amerika Serikat. Berbagai media di Jerman memberitakan, spion itu membocorkan data-data penting atas instruksi dari CIA dan Kedutaan Besar AS di Berlin.
Skandal terbaru itu membebani hubungan Jerman-Amerika yang sudah terganggu karena kegiatan spionase NSA di Jerman. Menurut laporan media, spion yang bekerja di BND itu membocorkan sekitar 200 informasi penting dengan bayaran 25.000 Euro.
Aksi spionase itu terungkap setelah pelakunya mencoba menghubungi Rusia dan menawarkan informasi rahasia dengan imbalan uang.
Rabu, 16 April 2014
Rusia Minta AS Beberkan Kegiatan CIA di Ukraina
MENTERI Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mendesak Washington untuk menjelaskan laporan media Rusia yang menyatakan bahwa Direktur CIA, John Brennan pernah mengunjungi ibukota Ukraina.
Lavrov mengatakan, Rusia hanya ingin memahami arti laporan tentang kunjungan mendesak direktur CIA ke Kiev seperti kami kutip dari bbc (15/4/2014).
Menurut Rusia sangat tidak adil jika Barat menuduh Rusia turut peran serta dalam referendum Crimea sementara ada intervensi CIA yang tidak terungkap. Lavrov juga menuduh Barat memiliki standar ganda atas krisis di Ukraina, di mana protes di Ukraina timur menyebabkan kekerasan baru pada akhir pekan.
![]() |
| Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov |
Lavrov mengatakan, Rusia hanya ingin memahami arti laporan tentang kunjungan mendesak direktur CIA ke Kiev seperti kami kutip dari bbc (15/4/2014).
Menurut Rusia sangat tidak adil jika Barat menuduh Rusia turut peran serta dalam referendum Crimea sementara ada intervensi CIA yang tidak terungkap. Lavrov juga menuduh Barat memiliki standar ganda atas krisis di Ukraina, di mana protes di Ukraina timur menyebabkan kekerasan baru pada akhir pekan.
Selasa, 15 April 2014
Direktur CIA Temui Petinggi Ukraina, Rusia Kebakaran Jenggot
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendesak Washington untuk menjelaskan laporan media Rusia bahwa Direktur CIA John Brennan ternyata telah mengunjungi ibukota Ukraina.
Lavrov pun lantas menuduh Barat menunjukkan kemunafikannya atas krisis di Ukraina, dimana protes di tenggara negara itu menyebabkan kekerasan baru pada akhir pekan lalu .
"Kita bisa ingat ketika kekerasan di Maidan (Independence Square di Kiev) yang berakhir dengan puluhan kematian yang disebut pejuang demokrasi, sementara protes damai sedang berlangsung sekarang ini di tenggara Ukraina disebut terorisme," katanya.
![]() |
| Milisi Pro Rusia di Ukraina Timur |
Lavrov pun lantas menuduh Barat menunjukkan kemunafikannya atas krisis di Ukraina, dimana protes di tenggara negara itu menyebabkan kekerasan baru pada akhir pekan lalu .
"Kita bisa ingat ketika kekerasan di Maidan (Independence Square di Kiev) yang berakhir dengan puluhan kematian yang disebut pejuang demokrasi, sementara protes damai sedang berlangsung sekarang ini di tenggara Ukraina disebut terorisme," katanya.
Senin, 31 Maret 2014
Menara Kairo, Saksi Bisu Kegagalan Aksi Suap CIA di Mesir
Ulah Badan Intelijen Amerika (Central Intelligence Agency/CIA) mampu mengubah nasib sebuah negara, tak terkecuali Mesir, di Afrika. Hanya, intervensi mereka kali ini justru berbuah manis, yakni berdirinya monumen bersejarah, Borg Al Gezira, atau lebih beken dengan sebutan Menara Kairo (Cairo Tower).
Bangunan tinggi ini telah mengalami renovasi besar-besaran pada 2007, dan siap dibuka kembali untuk publik tahun ini.
Sejatinya, Menara Kairo merupakan saksi bisu atas peristiwa penyuapan yang dilakukan CIA terhadap Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser. Penyuapan tersebut dilakukan untuk memastikan Mesir tidak membantu pejuang kemerdekaan Aljazair melawan pendudukan Perancis pada revolusi Juli 1952.
Bangunan tinggi ini telah mengalami renovasi besar-besaran pada 2007, dan siap dibuka kembali untuk publik tahun ini.
Sejatinya, Menara Kairo merupakan saksi bisu atas peristiwa penyuapan yang dilakukan CIA terhadap Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser. Penyuapan tersebut dilakukan untuk memastikan Mesir tidak membantu pejuang kemerdekaan Aljazair melawan pendudukan Perancis pada revolusi Juli 1952.
Langganan:
Postingan (Atom)

















