Saluran televisi berita CNN hari Senin (11/1/2016) melaporkan bahwa Pemerintah Korea Utara telah menahan seorang pria warga negara Amerika yang dicurigai melakukan tindakan mata-mata.
Menurut CNN, seorang pria yang diidentifikasi bernama Kim Dong Chul ditahan oleh Pemerintah Pyongyang dan pihak berwajib telah menuduhnya terlibat dalam spionase dan mencuri rahasia negara.
CNN mengatakan, Kim yang berusia 60 tahun itu pernah tinggal di China bertahun-tahun, tetapi juga pernah tinggal di Fairfax, Virginia. Kalau dikukuhkan, dia akan menjadi warga pertama Amerika yang ditahan sejak Korea Utara membebaskan tiga warga negara Amerika tahun 2014.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Selasa, 12 Januari 2016
Senin, 11 Januari 2016
Rumah Sakit Indonesia pererat hubungan RI-Palestina
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, bertujuan untuk memperat hubungan antara kedua negara tersebut.
"Ini sangat penting bagi kedua negara, yakni momentum dan simbol kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Palestina, persahabatan antara Indonesia dan Palestina karena Palestina selalu ada di hati kita," kata Wapres saat menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia di Gaza di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu malam.
Setelah peresmian RS Indonesia di Gaza oleh Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen pada 27 Desember 2015, Wapres berharap rumah sakit tersebut dapat dijalankan oleh tenaga medis Palestina.
"Ini sangat penting bagi kedua negara, yakni momentum dan simbol kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Palestina, persahabatan antara Indonesia dan Palestina karena Palestina selalu ada di hati kita," kata Wapres saat menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia di Gaza di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu malam.
Setelah peresmian RS Indonesia di Gaza oleh Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen pada 27 Desember 2015, Wapres berharap rumah sakit tersebut dapat dijalankan oleh tenaga medis Palestina.
Minggu, 10 Januari 2016
Korea Utara Sukses Tembakkan Rudal Balistik dari Kapal Selam
Korea Utara (Korut) merilis sebuah video yang menunjukkan klaim bahwa rezim Kim Jong-un berhasil menembakkan rudal balistik dari kapal selam dalam sebuah uji coba. Klaim ini muncul beberapa hari setelah Pyongyang mengaku berhasil menguji coba miniatur bom hidrogen yang menyebabkan gempa 5,1 skala richter (SR).
Meski video itu baru dirilis, namun uji coba rudal balistik dari kapal selam itu diduga dilakukan bulan lalu. Dalam video yang ditayangkan Korean Central Television, menunjukkan bahwa peluncuran rudal balistik dari kapal selam itu berlangsung pada 21 Desember 2015.
Pemimpin Korut, Kim Jong-un mengamati langsung peluncuran rudal balistik dari kapal selam itu. Rudal balistik yang diluncurkan diduga rudal KN-11 yang saat ini dikembangkan oleh Korut.
Meski video itu baru dirilis, namun uji coba rudal balistik dari kapal selam itu diduga dilakukan bulan lalu. Dalam video yang ditayangkan Korean Central Television, menunjukkan bahwa peluncuran rudal balistik dari kapal selam itu berlangsung pada 21 Desember 2015.
Pemimpin Korut, Kim Jong-un mengamati langsung peluncuran rudal balistik dari kapal selam itu. Rudal balistik yang diluncurkan diduga rudal KN-11 yang saat ini dikembangkan oleh Korut.
Label:
Kapal Selam,
Korea Utara,
Nuklir,
Rudal
NATO : Jet Rusia Bermanuver Dekat Perbatasan Turki
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengaku kesal dengan manuver yang dilakukan jet Rusia di sekitar perbatasan Turki. Menurutnya, hal tersebut adalah sesuatu yang sangat berbahaya.
Militer Turki dilaporkan mendeteksi jet tempur Rusia melakukan manuver di perbatasan mereka. Manuver ini terjadi hanya sehari setelah jet tempur Rusia terdeteksi memasuki wilayah udara Turki, yang menurut Rusia dilakukan secara tidak sengaja.
Dengan adanya manuver terbaru ini, Stoltenberg merasa apa yang dilakukan Rusia beberapa waktu bukanlah sebuah kebetulan, namun memang disengaja.
Militer Turki dilaporkan mendeteksi jet tempur Rusia melakukan manuver di perbatasan mereka. Manuver ini terjadi hanya sehari setelah jet tempur Rusia terdeteksi memasuki wilayah udara Turki, yang menurut Rusia dilakukan secara tidak sengaja.
Dengan adanya manuver terbaru ini, Stoltenberg merasa apa yang dilakukan Rusia beberapa waktu bukanlah sebuah kebetulan, namun memang disengaja.
Label:
NATO,
Pesawat Tempur,
Rusia,
Turki
Turki Bangun Kapal Serbu Amfibi Serbaguna Terbesar
Turki mulai membangun kapal serbu amfibi serbaguna terbesar dalam sejarah Angkatan Laut negara itu. Pembangunan kapal serbu amfibi itu akan rampung pada 2021.
Kapal serbu amfibi itu diberi nama TCG Anatolia atau TCG Anatolia. Pembangunan kapal amfibi itu pertama kali dilaporkan surat kabar Milliyet.
Kapal ini sedang dibangun di galangan kapal Sedef di Istanbul. Menurut laporan media Turki, kapal itu dibangun dengan panjang 225 meter dan lebar 32 meter. Beratnya direncanakan mencapai 28 ribu ton saat terisi penuh.
Kapal serbu amfibi itu diberi nama TCG Anatolia atau TCG Anatolia. Pembangunan kapal amfibi itu pertama kali dilaporkan surat kabar Milliyet.
Kapal ini sedang dibangun di galangan kapal Sedef di Istanbul. Menurut laporan media Turki, kapal itu dibangun dengan panjang 225 meter dan lebar 32 meter. Beratnya direncanakan mencapai 28 ribu ton saat terisi penuh.
Rusia Uji Coba Satelit Peringatan Dini Rudal Balistik Generasi Baru
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Moskow akan mengorbitkan satelit peringatan dini rudal balistik generasi baru pada tahun 2016. Satelit generasi baru ini mempunyai kemampuan mengetahui serangan rudal balistik yang diluncurkan dari belahan dunia manapun.
Satelit EKS-1, satelit pertama berbasis sistem peringatan rudal balistik terpadu yang diluncurkan pada akhir tahun lalu, saat ini sedang menjalani uji coba di orbit oleh Angkatan Udara Rusia, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Jumat (8/1/2016).
Satelit peringatan dini generasi terbaru ini diyakini mempunyai kemampuan mengidentifikasi rudal balistik yang diluncurkan dengan mendeteksi mesin mereka menggunakan sinar infra merah.
Satelit EKS-1, satelit pertama berbasis sistem peringatan rudal balistik terpadu yang diluncurkan pada akhir tahun lalu, saat ini sedang menjalani uji coba di orbit oleh Angkatan Udara Rusia, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Jumat (8/1/2016).
Satelit peringatan dini generasi terbaru ini diyakini mempunyai kemampuan mengidentifikasi rudal balistik yang diluncurkan dengan mendeteksi mesin mereka menggunakan sinar infra merah.
Sabtu, 09 Januari 2016
Rusia gunakan Tank Uran-9 untuk lawan robot Bom buatan ISIS
Kelompok militan ISIS di Suriah dilaporkan telah mengembangkan mobil bom bunuh diri yang dapat dikontrol dari jarak jauh.
Sky News, Rabu (6/1) mengabarkan dalam laporan eksklusifnya, bahwa ISIS telah mampu menciptakan robot bom tersebut dan memperbaharui misil-misil usang.
Bersamaan dengan momen itu, Rusia yang semakin terlibat dalam konflik Suriah juga mengeluarkan senjata baru mereka melalui media sosial terutama Youtube.
Senjata robot yang dikeluarkan adalah Uran-9 sebuah tank tak berawak yang mempunyai kemampuan layaknya tank tempur plus pertahanan udara.
Sky News, Rabu (6/1) mengabarkan dalam laporan eksklusifnya, bahwa ISIS telah mampu menciptakan robot bom tersebut dan memperbaharui misil-misil usang.
Bersamaan dengan momen itu, Rusia yang semakin terlibat dalam konflik Suriah juga mengeluarkan senjata baru mereka melalui media sosial terutama Youtube.
Senjata robot yang dikeluarkan adalah Uran-9 sebuah tank tak berawak yang mempunyai kemampuan layaknya tank tempur plus pertahanan udara.
Langganan:
Postingan (Atom)






