Tampilkan postingan dengan label Satelit Pertahanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satelit Pertahanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Februari 2016

Korea Utara Sukses luncurkan Roket dan Orbitkan Satelit Meski Dapat Peringatan Dunia

Korea Utara sudah meluncurkan roket jarak jauh, yang disebut oleh pengamat adalah pengujian terhadap teknologi rudal yang dilarang.

Sebelumnya negara itu sudah memberitahu badan-badan PBB bahwa mereka berniat untuk mengorbitkan satelit observasi Bumi.



Baik militer Korea Selatan dan pejabat Kementerian Pertahanan AS yang berbicara pada Reuters membenarkan peluncuran tersebut.

Roket tersebut tampaknya diluncurkan dari markas di barat laut negara tersebut dan melewati bagian selatan Pulau Okinawa, Jepang.

Rabu, 03 Februari 2016

Amerika Serikat Risih Dengan Rencana Peluncuran Satelit Korea Utara

Seperti halnya saat Korea Utara (Korut) melakukan uji bom hidrogen pada Januari 2016 lalu, Amerika Serikat (AS) kembali merespons negatif terkait rencana negara pimpinan Kim Jong-un itu untuk meluncurkan satelit ke luar angkasa.

Amerika Serikat Risih Dengan Peluncuran Satelit Korea Utara

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Korut merencanakan peluncuran satelit observasi bumi pertamanya yang dinamakan Kwangmyongsong, pada medio 8-25 Februari 2016 mendatang.

Rencana ini juga sudah dikonfirmasikan Pyongyang ke Serikat Telekomunikasi Internasional, serta Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Minggu, 10 Januari 2016

Rusia Uji Coba Satelit Peringatan Dini Rudal Balistik Generasi Baru

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Moskow akan mengorbitkan satelit peringatan dini rudal balistik generasi baru pada tahun 2016. Satelit generasi baru ini mempunyai kemampuan mengetahui serangan rudal balistik yang diluncurkan dari belahan dunia manapun.

Rusia Uji Coba Satelit Peringatan Dini Rudal Balistik Generasi Baru

Satelit EKS-1, satelit pertama berbasis sistem peringatan rudal balistik terpadu yang diluncurkan pada akhir tahun lalu, saat ini sedang menjalani uji coba di orbit oleh Angkatan Udara Rusia, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Jumat (8/1/2016).

Satelit peringatan dini generasi terbaru ini diyakini mempunyai kemampuan mengidentifikasi rudal balistik yang diluncurkan dengan mendeteksi mesin mereka menggunakan sinar infra merah.

Senin, 02 Februari 2015

Jepang Luncurkan Satelit Mata-mata Kelima

Jepang kembali menambah deretan satelit mata-mata di orbit Minggu pekan lalu. Negeri Matahari Terbit itu meluncurkan satelit mata-mata kelima sejak awal 2000-an

Satelit yang dinamai Joho Shushu Eisei (JSE) difungsikan untuk mewaspadai ancaman terhadap negeri Samurai itu.


Satelit Mata-mata Joho Shushu Eisei (JSE) Jepang
Satelit Mata-mata Joho Shushu Eisei (JSE) Jepang

Sejak awal milenium, Jepang getol meluncurkan satelit mata-mata. Hal ini tak terlepas dari manuver Korea Utara, yang meluncurkan rudal balistik jarak menengah ke daratan Jepang pada 1998.

Guna mencegah upaya serangan dari negeri Komunias itu, Jepang kemudian berinisiatif meluncurkan satelit mata-mata pada awal 2000-an

Kamis, 13 Maret 2014

Satelit Mata-mata AS Tak Deteksi Ledakan MH370

Satelit mata-mata Amerika Serikat mendeteksi tidak ada satu pun tanda ledakan di udara ketika pesawat Malaysia Airlines kehilangan kontak dengan menara pengawas udara, kata pejabat AS seperti dikutip AFP dan dilansir Antara.

Satelit Mata-mata AS Tak Deteksi Ledakan MH370

Pemerintah AS pernah menggunakan jaringan satelitnya untuk mengidentifikasi sinyal panas yang berkaitan dengan ledakan pesawat namun dalam kasus MH370 tidak ada ditemukan ada ledakan, kata seorang pejabat AS yang meminta namanya tak disebutkan.

Ketiadaan bukti ledakan di udara ini menambah misteri yang menyelimuti nasib Malaysia Airlines MH370 yang hilang sekitar Sabtu pukul 2.30 dini hari setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Selasa, 19 November 2013

Intel AS Cegah Pembangunan Stasiun GLONASS Rusia

Komunitas intelijen dan militer mendesak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk tidak memberi izin pembangunan stasiun monitoring untuk sistem navigasi GLONASS Rusia di wilayah Amerika. Sejumlah media melaporkan, intelijen AS khawatir fasilitas itu juga akan digunakan sebagai alat untuk memata-matai.

ilustrasi yang dirilis Lockheed Martin memperlihatkan satelit Block III GPS mengorbit. Satelit generasi baru ini akan meningkatkan akurasi penggunaan GPS baik untuk sipil maupun militer. AP Photo/Lockheed Martin

Moskow mengirim permintaan untuk membangun stasiun monitor untuk GLONASS, sistem satelit Rusia mirip dengan Global Positioning System (GPS), di wilayah AS, pada Mei 2012.

Gedung Putih sedang mempertimbangkan proposal tersebut. Sejumlah pertemuan antara otoritas Rusia dan Amerika telah terjadi , tapi sejauh ini badan keamanan AS dan militer belum sepakat tentang bagaimana bereaksi terhadap permintaan Moskow itu.

Jumat, 30 Agustus 2013

India Luncurkan Satelit Pertahanan Pertama Buatan Dalam Negeri

India berhasil meluncurkan satelit pertahanan pertama buatan dalam negeri, GSAT-7, dengan menggunakan roket konsorsium antariksa Eropa, Ariane 5, dari pelabuhan antariksa Kourou di Guiana Prancis, Jumat, kata beberapa sumber.

India Luncurkan Satelit Pertahanan Pertama Buatan Dalam Negeri

Dengan peluncuran tersebut, India bergabung dengan sekelompok negara yang memiliki satelit yang didedikasikan untuk pertahanan.

"Satelit berbobot 2,5 ton itu, buatan Organisasi Penelitian Antariksa India --milik negara, ditempatkan di orbit setelah penerbangan selama 34 menit sesudah peluncurannya. Satelit tersebut tampaknya mulai beroperasi paling lambat pada akhir bulan ini," kata sumber itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...