Masyarakat internasional harus segera bertindak untuk mempertahankan kota Suriah Kobane yang terkepung oleh kelompok jihad Negara Islam (ISIS). Desakan ini disampaikan seorang utusan PBB untuk Suriah.
"Dunia, kita semua, akan menyesal mendalam jika ISIS (Negara Islam) mampu mengambil alih sebuah kota yang telah membela diri dengan keberanian, tapi yang dekat tidak melakukan apa-apa. Kita harus bertindak sekarang," kata Staffan de Mistura dalam sebuah pernyataan.
"Masyarakat internasional perlu untuk membela mereka. Masyarakat internasional tidak dapat mempertahankan kota lain jatuh di bawah ISIS," tegasnya.
Komentarnya datang sementara Turki dan analis memperingatkan IS berada di ambang merebut kendali kota strategis di dekat perbatasan dengan Turki, setelah selama seminggu berjuang melawan pejuang Kurdi.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Rabu, 08 Oktober 2014
Teroris Khorasan Grup, Elit Al-Qaeda Akan Menyerang AS dan Sekutu
Keputusan pemerintahan Presiden Barack Obama dalam melakukan awal serangan udara terhadap militan Islamic State (IS) di Suriah dilaksanakan sejak Senin malam (27/9/2014) dan dilanjutkan pada hari Selasa (28/9/2014). Para pejabat di AS menyebutkan selain target ISIS /ISIL/IS sebagai target inti, terdapat target lain yang dinilai sangat penting yaitu kelompok teroris Khorasan Grup. Kelompok ini kecil tetapi merupakan satuan elit yang diketahui merupakan ancaman langsung terhadap AS dan negara-negara Eropa lainnya. Justru Islamic State tidak dipercaya memiliki kemampuan sebagai ancaman langsung terhadap mainland Amerika.
Para pejabat intelijen AS mengatakan keputusan Presiden Obama menyerang militan Islamic State di Suriah telah memberikan kesempatan untuk menetralisir ancaman lainnya. Beberapa pejabat secara terbuka menyatakan bahwa kelompok Khorasan memiliki rencana untuk melakukan serangan bom khusus yang dapat lolos dari pengamatan sistem keamanan bandara. Bentuk bom yang kecil tetapi mempunyai daya ledak tinggi dan sangat mematikan, mampu menghancurkan pesawat terbang. Konsep bom baru bisa berupa sebuah pasta gigi ataupun pakaian sebagai bahan peledak.
![]() |
| Ancaman Khorasan Diberitakan Media (Sumber foto : shiftfrequency.com) |
Para pejabat intelijen AS mengatakan keputusan Presiden Obama menyerang militan Islamic State di Suriah telah memberikan kesempatan untuk menetralisir ancaman lainnya. Beberapa pejabat secara terbuka menyatakan bahwa kelompok Khorasan memiliki rencana untuk melakukan serangan bom khusus yang dapat lolos dari pengamatan sistem keamanan bandara. Bentuk bom yang kecil tetapi mempunyai daya ledak tinggi dan sangat mematikan, mampu menghancurkan pesawat terbang. Konsep bom baru bisa berupa sebuah pasta gigi ataupun pakaian sebagai bahan peledak.
Label:
Amerika,
ISIS,
Isu Terorisme,
Konflik Timur Tengah
Selasa, 07 Oktober 2014
Australia Siapkan Anggaran Rp 5 Triliun Pertahun Untuk Perangi ISIS
Perdana Menteri Tony Abbott menyatakan pemerintah Australia tidak akan memberlakukan pajak baru untuk membiayai misi militer memerangi ISIS di Irak. Dalam setahun, biaya yang dibutuhkan mencapai $500 juta (Rp 5 triliun) yang akan diambil dari APBN.
Saat ini jet-jet tempur Australia sudah mulai ambil bagian dalam operasi menumpas kelompok teroris ISIS.
Pekan lalu, Menteri Bendahara Negara Joe Hockey mengatakan, pihaknya akan mencari program-program APBN yang bisa dihemat untuk menutupi biaya misi militer di Irak serta biaya bagi lembaga keamanan dan intelijen.
Sementara Menteri Keuangan Mathias Cormann mengisyaratkan tidak tertutup kemungkinan untuk menaikkan pajak guna menutupi APBN.
![]() |
| Jet temput Super Hornet Australia menyelesaikan misi pertamanya di Irak |
Saat ini jet-jet tempur Australia sudah mulai ambil bagian dalam operasi menumpas kelompok teroris ISIS.
Pekan lalu, Menteri Bendahara Negara Joe Hockey mengatakan, pihaknya akan mencari program-program APBN yang bisa dihemat untuk menutupi biaya misi militer di Irak serta biaya bagi lembaga keamanan dan intelijen.
Sementara Menteri Keuangan Mathias Cormann mengisyaratkan tidak tertutup kemungkinan untuk menaikkan pajak guna menutupi APBN.
Satu Kota dekat perbatasan Turki dikepung militan ISIS
Pertempuran jalanan yang intens berkecamuk di kota Kobani, Suriah, Senin (6/10/2014), saat kaum militan ISIS mendekat untuk menguasai wilayah penting di perbatasan dengan Turki itu.
Seorang saksi mata dari dalam kota itu mengatakan kepada CNN, kaum militan ISIS menancapkan bendera mereka di sebuah bukit di sisi timur Kobani, kemudian bertahan demi membuka rute bagi pasukannya. Para kru CNN, Senin, juga melihat sendiri apa yang tampak seperti bendera hitam ISIS berkibar dari puncak sebuah bukit di sisi timur kota itu. Bendera tersebut berada lebih jauh di dalam sisi timur kota itu ketimbang sebuah bendera yang terlihat berada di atas sebuah gedung dalam video Reuters dan juga terlihat oleh para kru CNN.
Saksi mata itu mengatakan, banyak milisi Kurdi yang mempertahankan kota itu terluka dan tewas, dan banyak militan ISIS juga tewas saat bentrokan berlangsung dari jalan ke jalan.
Seorang saksi mata dari dalam kota itu mengatakan kepada CNN, kaum militan ISIS menancapkan bendera mereka di sebuah bukit di sisi timur Kobani, kemudian bertahan demi membuka rute bagi pasukannya. Para kru CNN, Senin, juga melihat sendiri apa yang tampak seperti bendera hitam ISIS berkibar dari puncak sebuah bukit di sisi timur kota itu. Bendera tersebut berada lebih jauh di dalam sisi timur kota itu ketimbang sebuah bendera yang terlihat berada di atas sebuah gedung dalam video Reuters dan juga terlihat oleh para kru CNN.
Saksi mata itu mengatakan, banyak milisi Kurdi yang mempertahankan kota itu terluka dan tewas, dan banyak militan ISIS juga tewas saat bentrokan berlangsung dari jalan ke jalan.
Label:
ISIS,
Konflik Timur Tengah,
Turki
Kapal Korsel dan Korut Saling Tembak Selama Sepuluh Menit
Kapal Korea Utara dan Korea Selatan sama-sama melepaskan tembakan peringatan. Hal itu diungkapkan salah seorang pejabat Korsel setelah sebuah kapal patroli Korut melintasi perbatasan laut yang disengketakan.
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Korsel, insiden bermula ketika kapal Korut tersebut menembus perbatasan sampai setengah mil laut di wilayah Korsel. Hal itu lalu ditanggapi kapal patrol Korsel dengan melepaskan tembakan peringatan.
Alih-alih berbalik arah, kapal Korut turut melepaskan tembakan yang kemudian dibalas kapal Korsel. Secara keseluruhan kapal Korsel menembakkan 90 peluru, meski tiada satu kapal Korut pun yang disasar. Pun tiada kerusakan dalam insiden itu.
Setelah bertukar tembakan selama 10 menit, kapal Korut kembali ke wilayah mereka. Belum ada keterangan resmi dari pihak Korut mengenai insiden tersebut.
![]() |
| Kapal Korea Selatan beberapa kali terlibat pertikaian dengan kapal Korea Utara dekat Pulau Yeonpyeong |
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Korsel, insiden bermula ketika kapal Korut tersebut menembus perbatasan sampai setengah mil laut di wilayah Korsel. Hal itu lalu ditanggapi kapal patrol Korsel dengan melepaskan tembakan peringatan.
Alih-alih berbalik arah, kapal Korut turut melepaskan tembakan yang kemudian dibalas kapal Korsel. Secara keseluruhan kapal Korsel menembakkan 90 peluru, meski tiada satu kapal Korut pun yang disasar. Pun tiada kerusakan dalam insiden itu.
Setelah bertukar tembakan selama 10 menit, kapal Korut kembali ke wilayah mereka. Belum ada keterangan resmi dari pihak Korut mengenai insiden tersebut.
Label:
Kapal Perang,
Konflik Asia,
Korea Selatan,
Korea Utara
Kapal Perang Malaysia Hilang Dekat Perairan Kalimantan
Sebuah kapal perang milik Angkatan Laut Malaysia berisi tujuh orang awak hilang di perairan dekat Kalimantan. Upaya pencarian saat ini tengah dilakukan.
Seorang pejabat angkatan laut Malaysia, Senin (6/10/2014) mengatakan, insiden tersebut terjadi saat dilakukan patroli laut rutin pada Minggu di dekat Pulau Mengalum, sebelah timur Sabah.
"Ya, itu benar. Tolong doakan keselamatan mereka," kata Kepala Angkatan Laut Malaysia Abdul Aziz Jaafar dalam pesan Twitter ketika ditanya tentang hilangnya kapal tersebut.
Seorang pejabat angkatan laut Malaysia, Senin (6/10/2014) mengatakan, insiden tersebut terjadi saat dilakukan patroli laut rutin pada Minggu di dekat Pulau Mengalum, sebelah timur Sabah.
"Ya, itu benar. Tolong doakan keselamatan mereka," kata Kepala Angkatan Laut Malaysia Abdul Aziz Jaafar dalam pesan Twitter ketika ditanya tentang hilangnya kapal tersebut.
Eurofighter Typhoon Cacat Produksi, Jerman Hentikan Pembelian
Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) telah mendeteksi cacat produksi pada pesawat tempur Eurofighter Typhoon, yang menyebabkan Jerman menghentikan pembelian pesawat ini hingga masalah diselesaikan. Berita ini menjadi pukulan berat bagi Eurofighter setelah sebelumnya didera masalah harga.
Kecacatan produksi ditemukan pada sejumlah lubang bor baut pada bagian belakang pesawat, yang mana perusahaan terbesar di Eropa BAE Systems yang bertanggung jawab dalam pengerjaan komponen ini. Tepi lubang bor tidak dirapikan atau dihaluskan sesuai dengan proses produksi standar.
Meskipun belum jelas apakah cacat produksi ini akan berdampak pada umur, fungsi atau dapat membahayakan pilot, namun laman Spiegel Online melaporkan bahwa dalam kasus terburuk, kecacatan ini dapat menyebabkan lambung pesawat menjadi tidak stabil. Sebagai dampaknya, Jerman menolak mengakuisisi Typhoon baru, termasuk 6 unit pada tahun ini.
Terkait masalah ini, baik Angkatan Udara Inggris dan Jerman juga telah menurunkan jam terbang yang direkomendasikan untuk Typhoon, yaitu dari 3.000 jam menjadi 1.500 jam per tahun dengan harapan meminimalisir overstres pada Typhoon.
![]() |
| Eurofighter Typhoon Jerman |
Kecacatan produksi ditemukan pada sejumlah lubang bor baut pada bagian belakang pesawat, yang mana perusahaan terbesar di Eropa BAE Systems yang bertanggung jawab dalam pengerjaan komponen ini. Tepi lubang bor tidak dirapikan atau dihaluskan sesuai dengan proses produksi standar.
Meskipun belum jelas apakah cacat produksi ini akan berdampak pada umur, fungsi atau dapat membahayakan pilot, namun laman Spiegel Online melaporkan bahwa dalam kasus terburuk, kecacatan ini dapat menyebabkan lambung pesawat menjadi tidak stabil. Sebagai dampaknya, Jerman menolak mengakuisisi Typhoon baru, termasuk 6 unit pada tahun ini.
Terkait masalah ini, baik Angkatan Udara Inggris dan Jerman juga telah menurunkan jam terbang yang direkomendasikan untuk Typhoon, yaitu dari 3.000 jam menjadi 1.500 jam per tahun dengan harapan meminimalisir overstres pada Typhoon.
Langganan:
Postingan (Atom)






