Otoritas keamanan Armenia membantah kabar terjadinya kudeta di negara yang bertetangga dengan Turki itu. Rumor kudeta ini menyeruak setelah kelompok bersenjata menyerang sebuah kantor polisi dan menuntut pembebasan pemimpin oposisi dan komandan militer Jirair Sefilian.
"Dinas Keamanan Nasional secara resmi mengumumkan bahwa informasi tersebut sama sekali tidak benar," bunyi pernyataan militer Armenia, seperti dikutip dari Sky News, Minggu (17/7/2016).
Dalam pernyataan itu, militer Armenia menyatakan, salah satu pria bersenjata dari kelompok penyerang mengatakan bahwa mereka menyandera anggota polisi, termasuk Wakil Kepala Polisi Armenia.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Senin, 18 Juli 2016
Militer Armenia Bantah Rumor Kudeta
Pasca Upaya Kudeta Turki Tutup Pangkalan Udara Militer AS di Incirlik, Turki selatan
Penguasa militer Turki memblokir akses masuk dan keluar dari Pangkalan Udara Incirlik, Turki selatan yang menjadi rumah senjata nuklir Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu.
Pemblokiran terjadi setelah upaya kudeta militer gagal dan Turki menuduh AS ikut mendalangi kudeta.
Tindakan penguasa Turki dalam memblokir Pangkalan Udara Incirlik diungkap oleh pihak Konsulat AS di Adana, Turki.
”Pemerintah setempat memblokir akses dari dan ke Pangkalan Udara Incirlik. Listrik juga telah diputus,” demikian pesan tertulis dari Konsulat AS di Adana, seperti dikutip Russia Today.
Pemblokiran terjadi setelah upaya kudeta militer gagal dan Turki menuduh AS ikut mendalangi kudeta.
Tindakan penguasa Turki dalam memblokir Pangkalan Udara Incirlik diungkap oleh pihak Konsulat AS di Adana, Turki.
”Pemerintah setempat memblokir akses dari dan ke Pangkalan Udara Incirlik. Listrik juga telah diputus,” demikian pesan tertulis dari Konsulat AS di Adana, seperti dikutip Russia Today.
Turki Ancam Kobarkan Perang, Jika AS Tak Mau Serahkan Gulen
Turki mengancam akan memerangi Amerika Serikat (AS) jika negara adidaya itu tidak menyerahkan Fethullah Gulen, tokoh oposisi yang diduga menjadi dalang kudeta militer di negeri itu.
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, negaranya siap mempertimbangkan untuk memerangi negara yang melindungi Fethullah Gulen. Gulen sendiri saat ini berada di pengasingannya di AS.
"Setiap negara yang melindungi Fethullah Gulen akan menjadi musuh Turki," tegas Yildirim dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari laman Express, Sabtu (16/7/2016).
![]() |
| Turki meminta AS menyerahkan Fethullah Gulen yang diduga menjadi dalang dari kudeta militer |
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, negaranya siap mempertimbangkan untuk memerangi negara yang melindungi Fethullah Gulen. Gulen sendiri saat ini berada di pengasingannya di AS.
"Setiap negara yang melindungi Fethullah Gulen akan menjadi musuh Turki," tegas Yildirim dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari laman Express, Sabtu (16/7/2016).
Tiga personel polisi Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat Ditembak Mati
Tiga personel polisi Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat (AS) tewas setelah tiga pria melepaskan tembakan membabi buta, Minggu (17/7) waktu setempat. Satu penyerang dilaporkan tewas, sementara dua lainnya masih buron.
“Para petugas di Baton Rouge menanggapi panggilan darurat, saat mereka akhirnya ditembaki oleh seseorang,” kata Walikota Baton Rouge, Kip Holden, seperti dikutip dari Reuters. Lokasi penembakan ada di dekat markas polisi dan jalan raya.
Seorang saksi mata menuturkan, ia melihat seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah polisi. Sementara pelaku lainnya yang mengenakan kemeja merah, tergeletak di tempat parkir. Sedangkan pria lainnya melarikan diri.
“Para petugas di Baton Rouge menanggapi panggilan darurat, saat mereka akhirnya ditembaki oleh seseorang,” kata Walikota Baton Rouge, Kip Holden, seperti dikutip dari Reuters. Lokasi penembakan ada di dekat markas polisi dan jalan raya.
Seorang saksi mata menuturkan, ia melihat seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah polisi. Sementara pelaku lainnya yang mengenakan kemeja merah, tergeletak di tempat parkir. Sedangkan pria lainnya melarikan diri.
Selasa, 12 Juli 2016
Amerika Ancam Kanada Jika Tak Beli Jet Tempur F-35 AS
Kontraktor pertahanan Amerika Serikat (AS) Lockheed Martin kembali melemparkan ancaman kepada Kanada terkait dengan jet F-35. Lockheed Martin kembali menegaskan, jika Kanada tidak berkomitmen untuk membeli pesawat jet tempur F-35, maka mereka akan menghentikan operasi pabrik mereka yang berada di Kanada.
Penghentian operasi pabrik ini, berarti akan ada ribuan orang di Kanada yang akan kehilangan pekerjaan mereka. Setidaknya terdapat 10 ribu orang pegawai yang bekerja di pabrik Lockheed Martin yang berada di Kanada.
Ancaman ini kembali muncul setelah Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk berbicara dengan Lockheed Martin terkait dengan F-35. Dimana, Sajjan secara tesirat menuturkan akan berusaha agar Kanada tidak usah membeli pesawat tersebut.
Penghentian operasi pabrik ini, berarti akan ada ribuan orang di Kanada yang akan kehilangan pekerjaan mereka. Setidaknya terdapat 10 ribu orang pegawai yang bekerja di pabrik Lockheed Martin yang berada di Kanada.
Ancaman ini kembali muncul setelah Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk berbicara dengan Lockheed Martin terkait dengan F-35. Dimana, Sajjan secara tesirat menuturkan akan berusaha agar Kanada tidak usah membeli pesawat tersebut.
NATO Bicara Pencegahan Konflik, Tapi Persiapkan Serangan ke Rusia
Mantan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev mengatakan, meskipun NATO berusaha mencegah terjadinya konflik dan mengedepankan dialog, namun tampaknya aliansi itu tengah mempersiapkan diri untuk meningkatkan konflik.
"Retorika di Warsawa adalah jeritan dari niat secara praktis untuk menyatakan perang dengan Rusia. Mereka hanya berbicara tentang pertahanan, tapi nyatanya mereka bersiap untuk menyerang," kata Gorbachev kepada Interfax.
Gorbachev pun mengkritik hasil pertemuan dua hari NATO dengan mengatakan bahwa aliansi bentukan Amerika Serikat (AS) itu telah mengambil risiko dengan mengasingkan Rusia untuk mengamankan tujuan sendiri.
"Dunia harus menyadari bahwa tidak bisa berpura-pura dengan mengatakan tidak ada yang terjadi. Rusia tidak bisa menjaga garis pertahanan dan proses mengerikan ini harus dihentikan," kata Gorbacehv seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (10/7/2016).
"Retorika di Warsawa adalah jeritan dari niat secara praktis untuk menyatakan perang dengan Rusia. Mereka hanya berbicara tentang pertahanan, tapi nyatanya mereka bersiap untuk menyerang," kata Gorbachev kepada Interfax.
Gorbachev pun mengkritik hasil pertemuan dua hari NATO dengan mengatakan bahwa aliansi bentukan Amerika Serikat (AS) itu telah mengambil risiko dengan mengasingkan Rusia untuk mengamankan tujuan sendiri.
"Dunia harus menyadari bahwa tidak bisa berpura-pura dengan mengatakan tidak ada yang terjadi. Rusia tidak bisa menjaga garis pertahanan dan proses mengerikan ini harus dihentikan," kata Gorbacehv seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (10/7/2016).
Amerika Jatuhkan Sanksi, Korea Utara Putus Jalur Diplomasi
Korea Utara (Korut) menyatakan, bahwa mereka akan menutup jalur diplomasi dengan Amerika Serikat (AS). Jalur diplomasi yang akan ditutup merupakan satu-satunya jalur diplomasi yang dimiliki kedua negara.
Melansir Reuters pada Senin (11/7), penutupan jalur diplomasi ini merupakan respon lanjutan atas tindakan AS yang menjatuhkan sanksi kepada 10 pejabat tinggi Korut, termasuk di dalamnya pemimpin Korut Kim Jong-un.
Sanksi itu berupa pembekuan harta para pejabat Korut yang berada dalam yurisdiksi AS dan melarang orang atau badan di AS untuk melakukan transaksi dengan para pejabat atau entitas tersebut.
Melansir Reuters pada Senin (11/7), penutupan jalur diplomasi ini merupakan respon lanjutan atas tindakan AS yang menjatuhkan sanksi kepada 10 pejabat tinggi Korut, termasuk di dalamnya pemimpin Korut Kim Jong-un.
Sanksi itu berupa pembekuan harta para pejabat Korut yang berada dalam yurisdiksi AS dan melarang orang atau badan di AS untuk melakukan transaksi dengan para pejabat atau entitas tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)






