residen Amerika Serikat (AS) Barack Obama akhirnya mengirim pasukan untuk melawan kelompok Islamic State (ISIS). Pengirim dilakukan di saat Rusia melancarkan serangan udara ke wilayah kekuatan ISIS.
Rencananya, pasukan yang dikirim tersebut adalah pasukan operasi khusus yang ditujukan ke Suriah. Selain itu, Obama juga direncanakan untuk mengirim helikopter tempur di wilayah Irak, demi mengimbangi operasi militer Rusia, yang diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin.
Seperti dilansir Associated Press, Rabu (28/10/2015), pemerintahan Obama terus mendapatkan tekanan untuk melayangkan tindakan lebih tegas terhadap ISIS, khususnya setelah kelompok itu mengambil alih Kota Ramadi, Irak.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Rabu, 28 Oktober 2015
Amerika Serikat Siap Perang dengan Tiongkok
Ketegangan di kawasan rawan konflik, Laut China Selatan, meningkat drastis kemarin (27/10), akibat manuver Amerika Serikat. Militer Negeri Paman Sam itu mengirim kapal penghancur USS Lassen mendekati kepulauan Spratly, wilayah hasil reklamasi pemerintah China.
Kapal ini sempat mencapai jarak 12 mil laut dari terumbu karang Subi, di pinggir Spratly. Akibat kehadiran kapal itu, China langsung menyiagakan kapal perang mereka untuk membuntuti USS Lassen.
Kapal perang AS ini dianggap Beijing, sebagai "aksi sepihak yang berupaya memiliterisasi kawan Laut China Selatan," tulis Kementerian Pertahanan China dalam situs resminya, seperti dilansir USA Today.
"China mendesak AS menghormati posisi China, segera memperbaiki kesalahan ini, dan tidak mengambil langkah berbahaya atau provokatif di masa mendatang yang dapat mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional China," imbuh keterangan tertulis Beijing.
Kapal ini sempat mencapai jarak 12 mil laut dari terumbu karang Subi, di pinggir Spratly. Akibat kehadiran kapal itu, China langsung menyiagakan kapal perang mereka untuk membuntuti USS Lassen.
Kapal perang AS ini dianggap Beijing, sebagai "aksi sepihak yang berupaya memiliterisasi kawan Laut China Selatan," tulis Kementerian Pertahanan China dalam situs resminya, seperti dilansir USA Today.
"China mendesak AS menghormati posisi China, segera memperbaiki kesalahan ini, dan tidak mengambil langkah berbahaya atau provokatif di masa mendatang yang dapat mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional China," imbuh keterangan tertulis Beijing.
Label:
Amerika,
China,
Kapal Perang,
Konflik Asia,
Laut China Selatan
Australia Akan Hadapi Tekanan untuk Gabung Patroli AS di Laut China Selatan
Pakar Pertahanan percaya bahwa Australia akan menghadapi tekanan untuk bergabung dengan patrol maritim yang dipimpin Amerika Serikat (AS) ketika ketegangan di Laut China Selatan meningkat.
AS telah mengirimkan rudal perusak untuk menantang batas teritorial 12 mil laut yang diklaim China di sekitar pulau buatan mereka di atas perairan yang tengah disengketakan.
Langkah ini dilakukan untuk memancing kemarahan Pemerintah China, yang baru-baru ini menyatakan bahwa pihak mereka tidak akan mengizinkan negara manapun untuk melanggar wilayah mereka di kepulauan Spratly.
Patroli itu dilakukan hanya beberapa minggu menjelang serangkaian KTT Asia-Pasifik yang berencana dihadiri Presiden AS Barack Obama dan Presiden China Xi Jinping, pada paruh kedua November.
AS telah mengirimkan rudal perusak untuk menantang batas teritorial 12 mil laut yang diklaim China di sekitar pulau buatan mereka di atas perairan yang tengah disengketakan.
Langkah ini dilakukan untuk memancing kemarahan Pemerintah China, yang baru-baru ini menyatakan bahwa pihak mereka tidak akan mengizinkan negara manapun untuk melanggar wilayah mereka di kepulauan Spratly.
Patroli itu dilakukan hanya beberapa minggu menjelang serangkaian KTT Asia-Pasifik yang berencana dihadiri Presiden AS Barack Obama dan Presiden China Xi Jinping, pada paruh kedua November.
Label:
Amerika,
Australia,
China,
Laut China Selatan,
Militer Asia Pasifik
Selasa, 27 Oktober 2015
Amerika Serikat Akan Kirim Kapal Perusak ke Laut China Selatan
Angkatan Laut Amerika Serikat berencana mengirimkan kapal perusak dengan peluncur rudal ke wilayah 12 mil laut, atau sektar 22,2 km dari pulau buatan yang dibangun oleh China di Laut Cina Selatan. Langkah ini dinilai merupakan salah satu langkah AS untuk menantang klaim China di salah satu jalur laut tersibuk di dunia itu.
Dilaporkan Reuters, seorang pejabat pertahanan AS menyatakan kapal perusak USS Lassen akan mulai berpatroli pada Selasa (27/10) pagi waktu setempat di dekat terumbu karang Subi dan Mischief di kepulauan Spratly, pulau yang dibuat China dengan cara pengerukan sejak 2014.
Patroli kapal perusak itu akan menjadi salah satu tantangan AS yang paling serius di sekitar batas teritorial yang diklaim China. Langkah ini dinilai akan memantik kemarahan Beijing, yang pada bulan lalu mengatakan "tidak akan pernah mengizinkan negara manapun" melanggar teritorial perairan dan wilayah udara di Spratly.
Dilaporkan Reuters, seorang pejabat pertahanan AS menyatakan kapal perusak USS Lassen akan mulai berpatroli pada Selasa (27/10) pagi waktu setempat di dekat terumbu karang Subi dan Mischief di kepulauan Spratly, pulau yang dibuat China dengan cara pengerukan sejak 2014.
Patroli kapal perusak itu akan menjadi salah satu tantangan AS yang paling serius di sekitar batas teritorial yang diklaim China. Langkah ini dinilai akan memantik kemarahan Beijing, yang pada bulan lalu mengatakan "tidak akan pernah mengizinkan negara manapun" melanggar teritorial perairan dan wilayah udara di Spratly.
Label:
Amerika,
Laut China Selatan,
Marinir
Senin, 26 Oktober 2015
Pangkalan Militer Raksasa Rusia di Arktik Hampir Rampung
Proyek pembangunan pangkalan militer raksasa Rusia di Arktik hampir rampung. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan proyek pangkalan militer besar-besaran itu sudah mencapai 97 persen.
Kawasan Arktik selama ini diperebutkan negara-negara besar, terutama Rusia dan Amerika Serikat. Sebab, wilayah itu kaya minyak dan mineral alam lainnya.
Pangkalan militer Rusia besar-besaran di Arktik itu dibangun di Alexandra Land, bagian dari kepulauan Franz Josef. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tim konstruksi telah membangun jalan di pulau terpencil dengan menggunakan teknologi terbaru untuk menghindari hilangnya energi.
Pangkalan militer tersebut diklaim akan menjadi tempat nyaman untuk menampung 150 tentara Rusia selama 18 bulan karena terdapat senyawa yang dikenal sebagai “The Arctic Trefoil”. Di pangalan itu tersedia stok makanan, bahan bakar dan penyimpanan pakaian.
Kawasan Arktik selama ini diperebutkan negara-negara besar, terutama Rusia dan Amerika Serikat. Sebab, wilayah itu kaya minyak dan mineral alam lainnya.
Pangkalan militer Rusia besar-besaran di Arktik itu dibangun di Alexandra Land, bagian dari kepulauan Franz Josef. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tim konstruksi telah membangun jalan di pulau terpencil dengan menggunakan teknologi terbaru untuk menghindari hilangnya energi.
Pangkalan militer tersebut diklaim akan menjadi tempat nyaman untuk menampung 150 tentara Rusia selama 18 bulan karena terdapat senyawa yang dikenal sebagai “The Arctic Trefoil”. Di pangalan itu tersedia stok makanan, bahan bakar dan penyimpanan pakaian.
2 Polisi Turki dan 7 Anggota ISIS Tewas dalam Baku Tembak
Baku tembak terjadi antara polisi Turki dengan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) saat penggerebekan puluhan rumah di wilayah Turki sebelah tenggara. Sedikitnya dua polisi Turki dan tujuh anggota ISIS tewas dalam baku tembak ini.
Dituturkan sumber keamanan setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (26/10/2015), bentrokan yang terjadi di kota Diyarbakir, distrik Kayapinar ini masih terus berlanjut. Empat personel kepolisian Turki mengalami luka-luka dalam bentrokan itu.
Sedangkan tiga militan di antaranya berhasil ditangkap hidup-hidup oleh polisi setempat.
Sebuah video yang dirilis kantor berita Turki, Dogan News Agency menunjukkan dua kendaraan lapis baja milik kepolisian Turki bergerak ke arah deretan rumah. Suara tembakan terdengar di dalam video itu.
Dituturkan sumber keamanan setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (26/10/2015), bentrokan yang terjadi di kota Diyarbakir, distrik Kayapinar ini masih terus berlanjut. Empat personel kepolisian Turki mengalami luka-luka dalam bentrokan itu.
Sedangkan tiga militan di antaranya berhasil ditangkap hidup-hidup oleh polisi setempat.
Sebuah video yang dirilis kantor berita Turki, Dogan News Agency menunjukkan dua kendaraan lapis baja milik kepolisian Turki bergerak ke arah deretan rumah. Suara tembakan terdengar di dalam video itu.
Korea Selatan Tembak Kapal Korea Utara
Oktober tahun lalu, kapal Korea Selatan dan Utara sempat saling melepas tembakan di dekat Pulau Yeonpyeong.
Angkatan Laut Korea Selatan melancarkan serangan tembakan ke arah kapal Korea Utara yang memasuki wilayahnya, lapor kantor berita Yonhap.
Lima tembakan dilepas pada pukul 15.30 atau 06.30 GMT Sabtu (24/10) ketika kapal patroli melintasi batas maritim de facto.
Pemerintah Korea Utara mempertanyakan batas maritim di Laut Kuning itu dan sebelumnya juga sudah pernah melanggarnya.
Pyongyang menyatakan penembakan tersebut sebagai 'provokasi serius'.
Kantor berita resmi Korut, KCNA, melaporkan kapal tersebut melakukan operasi 'rutin'.
Angkatan Laut Korea Selatan melancarkan serangan tembakan ke arah kapal Korea Utara yang memasuki wilayahnya, lapor kantor berita Yonhap.
Lima tembakan dilepas pada pukul 15.30 atau 06.30 GMT Sabtu (24/10) ketika kapal patroli melintasi batas maritim de facto.
Pemerintah Korea Utara mempertanyakan batas maritim di Laut Kuning itu dan sebelumnya juga sudah pernah melanggarnya.
Pyongyang menyatakan penembakan tersebut sebagai 'provokasi serius'.
Kantor berita resmi Korut, KCNA, melaporkan kapal tersebut melakukan operasi 'rutin'.
Langganan:
Postingan (Atom)






