Kamis, 17 September 2015

Pesawat Rusia Tiba-tiba Melintas, Jepang Kerahkan 4 Jet Tempur

Otoritas Jepang mendeteksi sebuah pesawat asing yang diyakini pesawat militer Rusia yang melanggar wilayah udaranya. Militer Jepang mengerahkan empat jet tempurnya untuk mengawal pesawat asing ini.

Kementerian Luar Negeri Jepang melayangkan protes kepada Kedutaan Besar Rusia di Tokyo setelah mendeteksi sebuah pesawat masuk ke wilayah udara Jepang, tepatnya di dekat pantai Hokkaido, pulau paling utara negara tersebut pada Selasa (15/9). Pesawat itu terbang di dekat gugusan pulau yang menjadi sengketa.


Pesawat Rusia Tiba-tiba Melintas, Jepang Kerahkan 4 Jet Tempur

"Kami melayangkan protes melalui Kedutaan Besar Rusia di Tokyo," tutur seorang pejabat pada Kementerian Luar Negeri Jepang kepada AFP, Rabu (16/9/2015).

"Pihak Rusia belum mengkonfirmasi hal ini, hanya mengatakan mereka akan memeriksanya," imbuh pejabat yang enggan disebut namanya ini.

Utusan PBB: Sistem Korut Kombinasi Nazi, Gulag, dan Apartheid

Korea Utara menyimpan segudang misteri di balik kepemimpinan Dinasti Kim. Hingga kini, tak ada yang benar-benar mengetahui bagaimana kehidupan Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.

Menurut pelapor khusus PBB untuk HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman, sistem pemerintahan di negara ini sangat berbeda dengan negara lain.


Sistem Korut Kombinasi Nazi, Gulag, dan Apartheid

"Sistem di Korut tidak ada taranya. Sistem di sana sebenarnya kombinasi antara kamp konsentrasi Jerman pada zaman Nazi, Gulag di Soviet, dan Apartheid di Afrika Selatan," ujar Marzuki sesaat sebelum menghadiri pembukaan Pekan HAM Korea Utara di Jakarta, Selasa (15/9). Pekan HAM Korea Utara ini diselenggarakan di galeri Dia.lo.gue, Kemang, Jakarta, pada 15-19 September.

Menurut Marzuki, Dinasti Kim melakukan banyak kejahatan terhadap hak asasi manusia warganya, termasuk hak berkumpul dan berbicara, diskriminasi perempuan, anak, dan agama.

Indonesia mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran

Indonesia menegaskan dukungan terhadap penyelesaian damai isu nuklir Iran dan menekankan kesiapan memperkuat kerja sama teknis Selatan-Selatan bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Delegasi RI/Dubes Rachmat Budiman pada Sidang General Conference International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-59 di Wina, Austria, demikian Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro, Rabu.


Indonesia mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran
Direktur Jeneral Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano (REUTERS/Leonharad Foeger)

Rachmat Budiman menjelaskan, dukungan Indonesia terhadap penyelesaian isu nuklir Iran secara damai melalui implementasi perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dengan Amerika Serikat, China, Inggris, Perancis, Rusia dan Jerman (E3+3).

Rabu, 16 September 2015

Benarkah Su-27 Lampaui Pesawat Siluman Terbaru AS ?

Lembaga National Security Network (NSN) yang berbasis di AS merilis laporan yang mengonfirmasi bahwa pesawat tempur siluman F-35 bukan tandingan pesawat Rusia seri Su-27, atau bahkan seri yang lebih lama, MiG-29.

Pesawat siluman Amerika F-35 Lightning II mungkin hanya akan menjadi sasaran empuk pesawat Sukhoi Rusia, demikian disampaikan laporan yang diliris Agustus lalu oleh National Security Network (NSN) yang berbasis di AS.


Benarkah Su-27 Lampaui Pesawat Siluman Terbaru AS ?
Saat ini Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Hingga 2024, akan ada delapan skuadron yang berisi 16 unit pesawat tipe “Su” per skuadronnya. Kemungkinan skuadron tersebut akan diisi oleh pesawat unggulan saat ini, yakni Su-35. Sumber:Sukhoi.org

Dalam laporan ‘Thunder without Lightning: The High Costs and Limited Benefits of the F-35 Program’ (Lightning II: Program F-35 Biaya Mahal dan dan Keuntungan Terbatas ), analis kebijakan Bill French dan peneliti Daniel Edgren menyebutkan F-35 sepertinya akan dengan mudah ‘dikalahkan’ dan ‘ditaklukan’ oleh ‘teman sebayanya’ seperti jet tempur Rusia seri Su-27 Flanker.

Laporan tersebut mendukung pernyataan sejumlah pakar aviasi independen yang menyebutkan bahwa F-35 adalah pesawat yang benar-benar tak berguna, yang akan menjadi sasaran empuk pesawat musuh dalam pertempuran udara.

Jet Tempur Australia Mulai Bombardir Sasaran ISIS di Suriah

Sejumlah jet tempur Angkatan Udara Australia (RAAF) dilaporkan memulai misi pengeboman sasaran-sasaran kelompok teroris ISIS di Suriah.

Menteri Pertahanan Kevin Andrews kepada wartawan di Canberra, Rabu (16/9/2015), membenarkan jet tempur jenis F/A-18 Super Hornet melakukan misi pengeboman di wilayah Suriah.



Menurut keterangan yang dirilis Komando Sentral Amerika Serikat, setidaknya ada tiga misi pengeboman, yaitu di titik pengumpulan minyak, satu unit taktis ISIS, serta kendaraan pengangkut personal ISIS.

"Dua hari lalu, Gugus Tugas Udara telah menyelesaikan serangan udara pertamanya dengan sasaran ISIS di Suriah timur, menghancurkan kendaraan pengangkut personal," kata Andrews.

Selasa, 15 September 2015

Eks Pejabat CIA Sebut Rusia Tahu Jurus Kalahkan ISIS

Larry Johnson, seorang mantan pejabat badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA secara mengejutkan mendukung kebijakan Rusia di Suriah. Johnson mengatakan apa yang dilakukan Rusia menunjukan bahwa negara tersebut paham dan tahu bagaimana cara mengalahkan ISIS.

Eks Pejabat CIA Sebut Rusia Tahu Jurus Kalahkan ISIS

"Rusia memberikan dukungan militer kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, karena Moskow mengerti apa yang diperlukan untuk mengalahkan ISIS, sementara AS tetap kebijakan mereka yang memberikan bahan bakar kepada ekstrimisme," ucap Johnson, merujuk pada kebijakan AS yang mendukung pemberontak Suriah.

"Saya sangat senang dengan langkah-langkah yang sudah diambil Rusia. Setidaknya ini menujukan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memahami ancaman dan memahami apa yang dibutuhkan untuk menghadapinya dan mengalahkannya," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/9/2015).

Jenderal Washington Akui Kekuatan AU AS dan Rusia Setara

Jenderal Frank Gorenc, Komandan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di Eropa mengakui bahwa kekuatan Angkatan Udara (AU) Rusia telah setara dengan kekuatan AU AS. Menurutnya, militer Moskow bergerak cepat menutup kesenjangan dengan militer Washington.

Jenderal Washington Akui Kekuatan AU AS dan Rusia Setara

”Keuntungan yang kami punya dari (Angkatan) Udara, saya bisa jujur mengatakan telah menyusut, tidak hanya berkenaan dengan pesawat yang mereka (Rusia) produksi, tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah kemampuan mereka untuk membuat sebuah daerah anti-akses,” kata Jenderal Gorenc, Senin yang dilansir Sputnik, Selasa (15/9/2015).

“Ini sebuah tantangan bahwa kita semua akan menghadapi dan bahwa kita semua harus berlatih,” lanjut Jenderal Washington itu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...