Rusia dilaporkan akan melakukan latihan perang yang disebut-sebut sebagai latihan terbesar yang pernah mereka lakukan sepanjang tahun ini. Ratusan kapal, tank, pesawat, serta ribuan senjata dan amunisi, dan juga puluhan ribu tentara dikabarkan akan dilibatkan dalam latihan perang yang disebut Centre 2015 itu.
Menurut Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia, latihan yang akan digelar di wialayah Ural itu akan melibatkan 95 ribu tentara, lebih dari 7.000 buah peralatan militer, 170 pesawat tempur dan 20 kapal tempur.
"Centre 2015 adalah tahap akhir dari pelatihan operasional dan tempur Angkatan Bersenjata Rusia pada tahun 2015, sekaligus puncak dari latihan perang gabungan antara Rusia dan negara-negara anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO)," bunyi pernyataan Kemham Rusia.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Selasa, 15 September 2015
China Diduga Bangun Landasan Pacu Ke-3 di Laut China Selatan
China diduga membangun landasan pacu ketiga di wilayah Laut China Selatan. Dugaan itu muncul dari foto citra satelit yang menunjukkan sebuah proyek mirip pembangunan landasan udara di wilayah sengketa.
Foto citra satelit itu dibidik kelompok think thank “Washington's Centre for Strategic and International Studies”. Menurut kelompok itu, ada pembangunan di Mischief Reef, salah satu dari beberapa pulau buatan yang dibangun China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan.
Menurut Greg Poling, Direktur Pusat Asia Maritime Transparency Initiative, gambar citra satelit menunjukkan area persegi dengan dinding penahan. Panjang area itu 3.000 meter.
”Jelas, apa yang telah kita lihat akan menjadi landasan 3.000 meter dan kami telah melihat beberapa pekerjaan lebih lanjut tentang apa-apa (di sana) dan beberapa fasilitas pelabuhan untuk kapal,” ujar Poling, seperti dikutip IB Times, Selasa (15/9/2015).
Foto citra satelit itu dibidik kelompok think thank “Washington's Centre for Strategic and International Studies”. Menurut kelompok itu, ada pembangunan di Mischief Reef, salah satu dari beberapa pulau buatan yang dibangun China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan.
Menurut Greg Poling, Direktur Pusat Asia Maritime Transparency Initiative, gambar citra satelit menunjukkan area persegi dengan dinding penahan. Panjang area itu 3.000 meter.
”Jelas, apa yang telah kita lihat akan menjadi landasan 3.000 meter dan kami telah melihat beberapa pekerjaan lebih lanjut tentang apa-apa (di sana) dan beberapa fasilitas pelabuhan untuk kapal,” ujar Poling, seperti dikutip IB Times, Selasa (15/9/2015).
Amerika Serikat Cemaskan Kemunculan Tank-tank Tempur Rusia di Suriah
Sekitar setengah lusin tank tempur Rusia bermunculan di sebuah lapangan udara Suriah. Amerika Serikat (AS) yang cemas dengan sepak terjang militer Rusia menyebut niat penyebaran peralatan militer berat Kremlin di Suriah semakin tidak jelas.
Moskow telah berada di bawah tekanan internasional dalam beberapa hari terakhir untuk menjelaskan pegerekan militer mereka di Suriah, di mana Kremlin memang menjadi sekutu utama rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang selama 4,5 tahun terakhir ini.
Laporan tank-tank tempur Rusia di Suriah diungkap dua pejabat Pemerintah AS kepada Reuters, Selasa (15/9/2015). Pentagon menolak untuk mengomentari langsung laporan itu dengan alasan Pentagon tidak bisa mendiskusikan kerja intelijen AS.
Moskow telah berada di bawah tekanan internasional dalam beberapa hari terakhir untuk menjelaskan pegerekan militer mereka di Suriah, di mana Kremlin memang menjadi sekutu utama rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang selama 4,5 tahun terakhir ini.
Laporan tank-tank tempur Rusia di Suriah diungkap dua pejabat Pemerintah AS kepada Reuters, Selasa (15/9/2015). Pentagon menolak untuk mengomentari langsung laporan itu dengan alasan Pentagon tidak bisa mendiskusikan kerja intelijen AS.
Bom Nuklir Siaga, Korut Siap perang dengan Amerika
Pihak berwenang Korea Utara (Korut) telah mengumumkan bahwa mereka siap bermusuhan secara nyata dengan Amerika Serikat (AS). Korut mengklaim bom atau senjata nuklir mereka sudah siaga dan siap digunakan setiap saat.
Rezim Pyongyang mengklaim telah meningkatan senjata nuklirnya baik secara kualitas maupun kuantitas. Pernyataan tersebut dirilis kantor berita KCNA, Selasa (15/9/2015) mengutup seorang Direktur Institut Energi Atom Korut.
Pyongyang diketahui telah mulai mengoperasikan reaktor nuklir di Yongbyon Nuclear Scientific Research Center, sebuah fasilitas nuklir utama Korut yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Ibu Kota Pyongyang.
”Semua fasilitas nuklir di Yongbyon, termasuk pabrik pengayaan uranium dan reaktor lima megawatt sudah diatur ulang, diubah atau disesuaikan dan semuanya mulai beroperasi normal,” lanjut pernyataan direktur institut yang identitasnya tidak diungkap KCNA.
Rezim Pyongyang mengklaim telah meningkatan senjata nuklirnya baik secara kualitas maupun kuantitas. Pernyataan tersebut dirilis kantor berita KCNA, Selasa (15/9/2015) mengutup seorang Direktur Institut Energi Atom Korut.
Pyongyang diketahui telah mulai mengoperasikan reaktor nuklir di Yongbyon Nuclear Scientific Research Center, sebuah fasilitas nuklir utama Korut yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Ibu Kota Pyongyang.
”Semua fasilitas nuklir di Yongbyon, termasuk pabrik pengayaan uranium dan reaktor lima megawatt sudah diatur ulang, diubah atau disesuaikan dan semuanya mulai beroperasi normal,” lanjut pernyataan direktur institut yang identitasnya tidak diungkap KCNA.
Jet Tempur Denmark Cegat 2 Pesawat Pembom Rusia di Baltik
Kementerian Pertahanan Denmark mengkonfirmasi bahwa pesawat-pesawat jet tempur Denmark telah mencegat dua pesawat tempur pembom Rusia di wilayah udara Baltik. Pencegatan dilakukan ketika dua pesawat pembom Rusia terbang mendekati wilayah udara Denmark.
Aksi pencegatan dua pesawat pembom Rusia Tupolev TU-22M itu sejatinya terjadi Kamis pekan lalu. Namun, baru diungkap kementerian tersebut kemarin (13/9/2015).
“Pencegatan itu adalah prosedur normal ketika pesawat asing mendekati wilayah udara Denmark,” kata Juru bicara militer Denmark, Mayor Erik Boettger.
Menurutnya, dua pesawat pembom Kremlin belum sempat memasuki wilayah udara Denmark. “Tidak ada cara yang dramatis,” ujarnya, seperti dikutip Sputnik. Dalam aksi itu, Denmark mengerahkan pesawat-pesawat jet tempur F-16.
Aksi pencegatan dua pesawat pembom Rusia Tupolev TU-22M itu sejatinya terjadi Kamis pekan lalu. Namun, baru diungkap kementerian tersebut kemarin (13/9/2015).
“Pencegatan itu adalah prosedur normal ketika pesawat asing mendekati wilayah udara Denmark,” kata Juru bicara militer Denmark, Mayor Erik Boettger.
Menurutnya, dua pesawat pembom Kremlin belum sempat memasuki wilayah udara Denmark. “Tidak ada cara yang dramatis,” ujarnya, seperti dikutip Sputnik. Dalam aksi itu, Denmark mengerahkan pesawat-pesawat jet tempur F-16.
Label:
Konflik Eropa,
Pesawat Tempur,
Rusia
Kamis, 10 September 2015
Kapal Malaysia hilang, diduga aksi perompak berbasis di Indonesia
Kapal kargo berbendera Malaysia dikabarkan dibajak perompak dan menghilang di Laut China Selatan. Hal ini sudah dikonfirmasi kebenarannya dari petugas penjaga pantai Angkatan Laut Negeri Jiran.
Menurut petugas penjaga pantai, kapal tersebut hilang kontak sejak Kamis pekan lalu. Kapal MT Sah Lian ini tengah berlayar dari Negara Bagian Malaysia, Sarawak.
"Kami percaya kapal ini dibajak, dan kami percaya kejadiannya di perairan Indonesia, dekat Pulau Natuna," ujar kepala penjaga pantai daeraha Sarawak, Laksamana Pertama Ismaili Bujang Pit, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (10/9).
Kapal Sah Lian merupakan kapal kargo yang membawa berbagai produk baja, dan makanan. Kapal ini berlayar dari Kota Limbang, dan berawak 14 orang, di antaranya berkebangsaan Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan India.
Menurut petugas penjaga pantai, kapal tersebut hilang kontak sejak Kamis pekan lalu. Kapal MT Sah Lian ini tengah berlayar dari Negara Bagian Malaysia, Sarawak.
"Kami percaya kapal ini dibajak, dan kami percaya kejadiannya di perairan Indonesia, dekat Pulau Natuna," ujar kepala penjaga pantai daeraha Sarawak, Laksamana Pertama Ismaili Bujang Pit, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (10/9).
Kapal Sah Lian merupakan kapal kargo yang membawa berbagai produk baja, dan makanan. Kapal ini berlayar dari Kota Limbang, dan berawak 14 orang, di antaranya berkebangsaan Malaysia, Indonesia, Myanmar, dan India.
Rabu, 09 September 2015
Unik Ayah di Ukraina Antar Anak ke Sekolah dengan Tank Tempur
Seorang bocah kecil hampir dipastikan membuat teman-temannya iri karena diantar ayahnya ke sekolah dengan tank militer.
Bocah yang tidak disebutkan namanya itu dikabarkan gugup di hari pertama sekolahnya di kota Donetsk, Ukraina.
Namun rasa gugup itu akhirnya hilang setelah sang ayah mengantarnya dengan tank militer. Bocah itu langsung menjadi terkenal di kalangan teman-teman barunya.
Serangkaian foto memperlihatkan beberapa anak yang naik ke tank dan berbicara dengan pengendaranya. Beberapa orangtua murid terlihat mengambil gambar anaknya yang ada di atas tank.
Bocah yang tidak disebutkan namanya itu dikabarkan gugup di hari pertama sekolahnya di kota Donetsk, Ukraina.
![]() |
| Orangtua murid mengambil gambar anak-anaknya yang naik tank baja di sebuah sekolah di Donetsk, Ukraina. (Foto: CEN) |
Namun rasa gugup itu akhirnya hilang setelah sang ayah mengantarnya dengan tank militer. Bocah itu langsung menjadi terkenal di kalangan teman-teman barunya.
Serangkaian foto memperlihatkan beberapa anak yang naik ke tank dan berbicara dengan pengendaranya. Beberapa orangtua murid terlihat mengambil gambar anaknya yang ada di atas tank.
Langganan:
Postingan (Atom)






