![]() |
| Pemimpin Korut, Kim Jong Un bersama sang istri saat mengontrol pasukannya |
Ucapan tersebut pun memicu respons kemarahan dari pihak Korut dalam eskalasi retorika antara kedua negara yang bersaing ini. Demikian seperti dilansir dari Belfast Telegraph, Selasa (13/5/2014).
Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara menyebut komentar yang dilontarkan Korea Selatan tersebut adalah sebuah provokasi yang "tak tertahankan" yang menunjukkan adanya pengambilalihan Korut oleh Korsel.





