Selama 13 tahun terakhir, Partai Hamas dicap sebagai teroris lewat keputusan Uni Eropa. Kemarin (17/12), beleid tersebut resmi dicabut. Keputusan ini muncul selepas pengacara Hamas menggugat klasifikasi itu sejak 2010.
"Pengadilan menyatakan penghapusan (Hamas) berdasarkan alasan prosedural yang mendasar dan tidak menyiratkan penilaian substantif terkait klasifikasi Hamas dalam kelompok teroris," kata keterangan tertulis pengadilan Uni Eropa seperti dilansir Stasiun Televisi Aljazeera.
Jika tak ada banding atau penolakan dari negara anggota Uni Eropa, maka keputusan ini berdampak pada dihentikannya kebijakan pembekuan aset Hamas maksimal pada Februari 2015. Gaza akan mendapat pasokan dana segar yang selama ini tertahan.
Sontak Israel meradang dengan keputusan tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menilai. (Merdeka)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar