Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menyampaikan dengan tegas bahwa terorisme dan ekstremisme yang saat ini menjadi permasalahan global harus diberantas secepatnya.
Hampir semua negara tidak bisa terlepas dari ancaman terorisme saat ini, termasuk Inggris dan Indonesia. Indonesia baru saja dilanda serangan teror berupa ledakan bom di kawasan Sarinah pada Januari lalu.
"Inggris belajar banyak dari Indonesia terkait dengan penanganan ketika teror bom bulan lalu. Inggris sangat mengapresiasi Indonesia dalam menangani teror bom," ungkap Moazzam dalam pidatonya di acara Countering Violent Extremism di Kantor CDCC, Menteng, Jakarta, Senin (29/2/2016).
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Senin, 29 Februari 2016
Pesawat Tempur Suriah Hancurkan Markas ISIS
Angkatan Udara Suriah membombardir sejumlah petinggi kelompok militan Islamic State (ISIS) di beberapa lokasi di Deir Ezzor.
Seperti dilansir MNA, Minggu (28/2/2016), seorang sumber dari militer Suriah mengatakan serangan difokuskan pada markas, persembunyian dan konsentrasi militan di desa al-Sfaira al Foqani, sekitar 12 kilometer dari kota Deir Ezzor.
Serangkaian serangan di desa tersebut menewaskan beberapa petinggi ISIS dan menghancurkan seluruh markas beserta persenjataan dan amunisinya.
Sumber dari militer itu menambahkan serangan juga menghancurkan persembunyian dan posisi ISIS di desa al-Jafra di wilayah timur Deir Ezzor.
Seperti dilansir MNA, Minggu (28/2/2016), seorang sumber dari militer Suriah mengatakan serangan difokuskan pada markas, persembunyian dan konsentrasi militan di desa al-Sfaira al Foqani, sekitar 12 kilometer dari kota Deir Ezzor.
Serangkaian serangan di desa tersebut menewaskan beberapa petinggi ISIS dan menghancurkan seluruh markas beserta persenjataan dan amunisinya.
Sumber dari militer itu menambahkan serangan juga menghancurkan persembunyian dan posisi ISIS di desa al-Jafra di wilayah timur Deir Ezzor.
Label:
ISIS,
Isu Terorisme,
Pesawat Tempur,
Suriah
Serangan Pesawat Misterius Hancurkan Konvoi ISIS di Libya
Sebuah serangan udara dari pesawat tempur tak dikenal mengenai konvoi kendaraan di luar markas kelompok militan Islamic State (ISIS), Minggu (28/2/2016).
"Konvoi dihantam serangan udara di luar kota Sirte," kata seorang kolonel angkatan udara di Tripoli.
"Diduga kuat itu adalah konvoi ISIS. Serangan udara ini tidak dikoordinasikan dengan pemerintah kami," sambung dia, seperti dikutip AFP.
Seorang anggota komite keamanan dari dewan kota mengatakan konvoi meninggalkan Sirte dan diserang setelah bertolak sekitar 150 kilometer. "Konvoi itu benar-benar hancur," ujar dia.
"Konvoi dihantam serangan udara di luar kota Sirte," kata seorang kolonel angkatan udara di Tripoli.
"Diduga kuat itu adalah konvoi ISIS. Serangan udara ini tidak dikoordinasikan dengan pemerintah kami," sambung dia, seperti dikutip AFP.
Seorang anggota komite keamanan dari dewan kota mengatakan konvoi meninggalkan Sirte dan diserang setelah bertolak sekitar 150 kilometer. "Konvoi itu benar-benar hancur," ujar dia.
Intelijen, Militer AS Tidak akan Patuhi Donald Trump
Mantan Kepala Agensi Intelijen Amerika Serikat (CIA) Michael Hayden mengkritik sejumlah retorika yang kerap dilontarkan kandidat calon presiden Donald Trump.
Muncul dalam acara "Real Time with Bill Maher" di stasiun televisi HBO, Hayden mengekspresikan kekhawatirannya terhadap kata-kata kontroversial Trump, termasuk rencana mengembalikan metode penyiksaan waterboarding. Metode yang membuat tahanan seolah-olah seperti tenggelam ini dilarang karena sangat menyiksa.
"Saya akan sangat khawatir jika cara Presiden Trump memimpin konsisten dengan cara dia berkampanye saat ini," tutur Hayden, seperti dilansir Politico, Sabtu (27/2/2016).
Maher kemudian menyinggung rencana Trump lainnya untuk membunuh anggota keluarga militan grup ekstremis Islamic State (ISIS). "Rencana itu tidak pernah ada dalam benak Anda, bukan?" tanya Maher kepada Hayden. "Tentu saja tidak!" jawabnya.
Muncul dalam acara "Real Time with Bill Maher" di stasiun televisi HBO, Hayden mengekspresikan kekhawatirannya terhadap kata-kata kontroversial Trump, termasuk rencana mengembalikan metode penyiksaan waterboarding. Metode yang membuat tahanan seolah-olah seperti tenggelam ini dilarang karena sangat menyiksa.
"Saya akan sangat khawatir jika cara Presiden Trump memimpin konsisten dengan cara dia berkampanye saat ini," tutur Hayden, seperti dilansir Politico, Sabtu (27/2/2016).
Maher kemudian menyinggung rencana Trump lainnya untuk membunuh anggota keluarga militan grup ekstremis Islamic State (ISIS). "Rencana itu tidak pernah ada dalam benak Anda, bukan?" tanya Maher kepada Hayden. "Tentu saja tidak!" jawabnya.
Jumat, 26 Februari 2016
Pesawat CN235 TUDM Malaysia Alami Kecelakaan
Enam anggota TUDM dalam pesawat pengangkut CN235 yang terhempas di pesisir pantai Asam Jawa, dekatan Stadium Melawati, dinyatakan selamat. Mereka diselamatkan oleh nelayan yang berada berhampiran lokasi nahas tersebut. Penolong dari Bomba dan Penyelamat Selangor, Mohd Sani Harul, mendapat maklumat mengenai satu pesawat yang terbakar.
“Seramai enam orang berjaya diselamatkan dengan perahu nelayan yang berada di situ. “Anggota penyelamat bergegas ke sana dan mereka memasuki kawasan dengan menggunakan bot,” katanya.
“Seramai enam orang berjaya diselamatkan dengan perahu nelayan yang berada di situ. “Anggota penyelamat bergegas ke sana dan mereka memasuki kawasan dengan menggunakan bot,” katanya.
Terkait Ujicoba Nuklir, Amerika ingin Memperberat Sanksi bagi Korea Utara
Uji coba nuklir Korut mendapatkan kecaman dari kalangan internasional.
Amerika Serikat yang didukung Cina, telah mengajukan sebuah draf resolusi kepada Dewan Keamanan PBB yang bertujuan untuk memperberat sanksi terhadap Korea Utara.
Usulan draf resolusi itu diajukan sebagai reaksi dari uji coba nuklir dan peluncuran rudal oleh Korea Utara.
Dalam draf tersebut dicantumkan pemeriksaan terhadap seluruh pengiriman barang dari ataupun ke negara tersebut.
Duta Besar AS di PBB, Samantha Power, mengatakan sanksi itu akan menjadi yang paling berat yang pernah diterapkan oleh Dewan Keamanan sejak lebih dari 20 tahun terakhir.
Amerika Serikat yang didukung Cina, telah mengajukan sebuah draf resolusi kepada Dewan Keamanan PBB yang bertujuan untuk memperberat sanksi terhadap Korea Utara.
Usulan draf resolusi itu diajukan sebagai reaksi dari uji coba nuklir dan peluncuran rudal oleh Korea Utara.
Dalam draf tersebut dicantumkan pemeriksaan terhadap seluruh pengiriman barang dari ataupun ke negara tersebut.
Duta Besar AS di PBB, Samantha Power, mengatakan sanksi itu akan menjadi yang paling berat yang pernah diterapkan oleh Dewan Keamanan sejak lebih dari 20 tahun terakhir.
Parlemen Eropa Serukan Embargo Senjata terhadap Arab Saudi
Para anggota parlemen Eropa menyerukan embargo senjata Uni Eropa terhadap Arab Saudi. Seruan ini terkait operasi militer Saudi di Yaman yang dilanda konflik.
Pekan lalu, pemerintah Saudi menyatakan akan terus melakukan intervensi militernya di Yaman. Operasi militer yang dilancarkan terhadap para pemberontak Houthi sejak Maret 2015 itu, akan terus dilakukan sampai Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi benar-benar kembali berkuasa.
Parlemen Eropa pada Kamis, 25 Februari waktu setempat mengadopsi resolusi yang menyerukan kepala urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini untuk memulai inisiatif guna menerapkan embargo senjata Uni Eropa terhadap Saudi.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (26/2/2016), para anggota parlemen Eropa juga menyampaikan keprihatinan "atas serangan-serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi dan blokade laut yang diterapkan di Yaman, yang telah menyebabkan ribuan orang tewas dan semakin mengganggu kestabilan Yaman."
Pekan lalu, pemerintah Saudi menyatakan akan terus melakukan intervensi militernya di Yaman. Operasi militer yang dilancarkan terhadap para pemberontak Houthi sejak Maret 2015 itu, akan terus dilakukan sampai Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi benar-benar kembali berkuasa.
Parlemen Eropa pada Kamis, 25 Februari waktu setempat mengadopsi resolusi yang menyerukan kepala urusan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini untuk memulai inisiatif guna menerapkan embargo senjata Uni Eropa terhadap Saudi.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (26/2/2016), para anggota parlemen Eropa juga menyampaikan keprihatinan "atas serangan-serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi dan blokade laut yang diterapkan di Yaman, yang telah menyebabkan ribuan orang tewas dan semakin mengganggu kestabilan Yaman."
Label:
Arab Saudi,
Konflik Timur Tengah
Langganan:
Postingan (Atom)






