Sabtu, 31 Mei 2014

Memanas, NATO dan Rusia Berebut Kapal Perang Perancis

Para anggota Kongres Amerika Serikat (AS) menekan Perancis supaya menjual dua kapal perangnya ke Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), bukan ke Rusia. Tekanan itu muncul di tengah memanasnya hubungan AS dengan Rusia yang dipicu krisis di Ukraina.

French ship Mistral

Perancis diminta memikirkan ulang penjualan kapal perang Mistral ke Rusia. Padahal, penjualan kapal perang itu sudah disepakati, dan jika dibatalkan Rusia bisa menjatuhkan denda yang bisa melumpuhkan ekonomi Perancis.

NATO sendiri keberatan dengan sikap Perancis yang telanjur membuat kesepakatan untuk menjual dua kapal perang pengangkut helikopter tempur itu kepada Rusia.
 

Hacker Iran Gunakan Facebook untuk Mata-matai AS

Sebuah perusahaan keamanan internet menyatakan pada Kamis (29/5/2014), para hacker Iran dengan sengaja membuat akun Facebook palsu dan mencoba untuk berteman dengan para pejabat AS dan Barat dalam upaya untuk memata-matai mereka.

Hacker Iran Gunakan Facebook untuk Mata-matai AS

Seperti dilansir Reuters, para hacker menciptakan beberapa akun palsu dan mengisi profil mereka dengan konten personal fiktif, kemudian mereka mencoba untuk berteman dengan para terget target.

“Beberapa pejabat yang menjadi target diyakini termasuk seorang laksamana Angkatan Laut AS, beberapa politisi, duta besar, dan pejabat dari beberapa negara lain termasuk Inggris dan Arab Saudi,” papar perusahaan internet, iSight Partners.
 

Kata Korut, Obama seperti 'Monyet Hitam'

Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), disebut telah mengeluarkan artikel berbau rasis terhadap Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Dalam salah satu artikelnya yang tidak diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Obama disebut sebagai “monyet hitam”.


Dilaporkan Sky News, Jumat, 9 Mei 2014, artikel ini dibuat sebagai komentar atas kunjungan Obama ke Korea Selatan pada 2 Mei lalu. KCNA menulis, ”Park (Presiden Korsel) telah memberikan pernyataan bodoh. Dia kembali mengundang monyet hitam penguasa AS ke Korsel.”.

Jumat, 30 Mei 2014

Berantas Terorisme, AS Anggarkan Rp58 Triliun

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menegaskan tindak terorisme masih termasuk ancaman keamanan terbesar bagi negaranya. Oleh sebab itu, pemerintahnya akan berencana menggelontorkan dana senilai US$5 miliar atau Rp58 triliun untuk menyiapkan dan melatih negara sekutunya agar mampu berperang di garis terdepan melawan tindak terorisme. 

Isu terorisme masih jadi momok bagi AS
Stasiun berita Channel News Asia, Kamis 29 Mei 2014, melansir dana kemitraan ini, ujar Obama dapat membantu negara-negara lain untuk menangani tindak ekstrimisme. Dana itu antara lain akan diberikan kepada negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara dalam upaya melawan tindak teror, ketimbang mengirimkan pasukan AS ke sana.

Pernyataan itu disampaikan Obama di hadapan para lulusan angkatan militer di West Point Military Academy. Dalam kesempatan itu, Obama turut menyampaikan tujuan dari kebijakan luar negerinya.

Helikopter Ditembak, Jenderal Ukraina dan Belasan Tentara Tewas

 Seorang jenderal Ukraina dan 14 prajurit tewas ketika pemberontak pro-Rusia menembak jatuh sebuah helikopter militer di dekat Slovyansk, wilayah timur yang bergolak Ukraina. Helikopter yang membawa Jenderal Volodymyr Kultchitsky dijatuhkan oleh rudal darat ke udara yang dioperasikan oleh gerilyawan.

Helikopter Ditembak, Jenderal Ukraina dan Belasan Tentara Tewas

"Baru saja saya mendapat informasi bahwa para teroris menembak jatuh helikopter kami, karena senjata portabel buatan Rusia SAM senjata dengan 14 prajurit dan Jenderal Kulchytsky tewas," kata anggota parlemen Turchynov seperti dikutip USA Today, Kamis (29/5/2014).

Slovyansk yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah barat dari perbatasan Rusia di wilayah Donetsk, berada di tengah-tengah bentrokan besar dalam beberapa pekan terakhir antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia.

Perang Suriah Lahirkan Jaringan Garis Keras Baru?

Jaringan garis keras baru di Eropa dan Timur Tengah berpotensi muncul dari ribuan pejuang asing yang pulang dari Suriah setelah turut mengikuti perang saudara di negara tersebut, demikian komite PBB yang memberlakukan sanksi untuk AlQaidaH menyatakan Rabu.

Perang Suriah Lahirkan Jaringan Garis Keras Baru?
Pasukan Alqaidah

Laporan dari komite tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pejuang asing yang berafiliasi dengan AlQaidaH saat ini sedang menjalin hubungan dengan cabang AlQaidaH di Suriah, Front al-Nusra.

"Hubungan di antara mereka sedang di bangun. Tim pengawas memperkirakan kerja sama tersebut dalam memunculkan jaringan baru ekstrimis pan-Arab dan pan-Eropa," kata ketua komite, Gary Quinland saat berbicara di depan anggota Dewan Keamanan PBB.

Presiden Nigeria Siap Habis-habisan Lawan Boko Haram

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan telah memerintahkan operasi skala penuh untuk memberantas teroris di tanah Nigeria. Dia meyakinkan orangtua 219 siswi yang diculik Boko Haram akan dibebaskan oleh tentara.

Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan

"Saya berkeinginan melindungi demokrasi kita, persatuan nasional kita dan stabilitas politik kita dengan melaksanakan perang habis-habisan terhadap terorisme," kata Jonathan dalam sambutan memperingati Hari Demokrasi di televisi, Kamis (29/5).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...