Senin, 04 Januari 2016

Rusia Nyatakan Siap Jadi Penengah Konflik Arab Saudi dan Iran

Rusia menyatakan siap menjadi penengah untuk menyelesaikan pertikaian antara Arab Saudi dengan Iran. Ini setelah otoritas Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

"Rusia siap bertugas sebagai penengah antara Riyadh (Saudi) dan Teheran (Iran)," ucap seorang sumber dari kalangan Kementerian Luar Negeri Rusia kepada AFP, Senin (4/1/2016).




Seorang sumber dari kalangan diplomatik Rusia lainnya, seperti dikutip kantor berita TASS, menuturkan bahwa Rusia siap menjamu Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir dan juga Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif untuk menggelar dialog.

"Jika mitra kami Arab Saudi dan Iran menunjukkan kesiapan dan keinginan (untuk bertemu), inisiatif kami akan tetap tersedia," sebut sumber tersebut.

Minggu, 03 Januari 2016

Robot Rusia Akan Lindungi Senjata Nuklir dan Luncurkan Misil Balistik

Pada 17 Desember lalu, Komandan Pasukan Misil Strategis Rusia Sergei Karakaev menyampaikan pada jurnalis bahwa sistem robot dalam pasukan semacam itu akan mampu menyediakan solusi untuk berbagai tantangan: dari menjalankan segala jenis pengintaian di area divisi misil hingga membantu tentara.

Robot Rusia Akan Lindungi Senjata Nuklir dan Luncurkan Misil Balistik

Selain itu, Karakaev tak mengelak bahwa 'pelindung' Yars dan Topol akan dikembangkan sebagai bagian dari proyek yang sudah mulai dikerjakan untuk membangun sistem misil potensial. Intinya, ini adalah proyek yang penting, yang akan membuat para 'pelindung' tentara ditempatkan ke sistem baru yang dirancang mampu meluncurkan misil balistik.

Kim Jong Un: Korea Selatan Sebabkan Ketegangan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyalahkan Korea Selatan terkait rasa saling tidak percaya yang meningkat antara kedua negara yang bersaing ini.

“Korea Selatan secara sepihak membuat penyatuan kembali sebagai dalam agenda dan juga berperan dalam peningkatan rasa saling tidak percaya serta konflik diantara kedua negara,” kata Kim dalam pidato Tahun baru Jumat (1/1), yang merupakan pidato keempat sejak menjadi pemimpin Korea Utara pada 2011.


Korea Selatan Sebabkan Ketegangan

Pidato sepanjang 30 menit yang disiarkan oleh televisi Korea Utara itu menggarisbawahi rasa curiga Korea Utara terhadap kebijakan Korea Selatan untuk menyatukan kembali kedua negara.

Dalam pidato tahun lalu, Kim mengatakan terbuka dengan rencana pertemuan tinggat tinggi dengan Seoul, tetapi ketegangan yang merebak pada Agustus lalu setelah terjadi ledakan ranjau di perbatasan kedua negara melukai dua tentara Korea Selatan.

China Isyaratkan akan Ikut Perang Melawan Terorisme

Kementerian Pertahanan China membuka kemungkinan pengerahan pasukannya untuk memerangi terorisme di luar negeri setelah mengeluarkan pernyataan bahwa setiap misi kontraterorisme angkatan bersenjata negara itu harus menghormati piagam PBB dan kedaulatan negara bersangkutan.

China Isyaratkan akan Ikut Perang Melawan Terorisme

Undang-undang antiterorisme China yang baru diloloskan akhir minggu ini mengijinkan pengerahan militer negara itu dikerahkan ke luar negeri dalam operasi kontraterorisme.

Meski demokian para pakar mengatakan China menghadapi masalah besar di sektor praktis dan diplomatis jika akan mengerahkan pasukannya di luar negeri.

China sendiri mengatakan menghadapi ancaman militan dari Timur Tengah yang diklaim berasal dari wilayah Xinjiang, dan juga kelompok Islamis yang berada di wilayah itu.

Kitab Suci Nazi Bebas Dijualbelikan Bulan ini

Buku fenomenal yang dijadikan sebagai sumber ideologi dan manifesto Nazi pimpinan Adolf Hitler, Mein Kampf atau yang dalam terjemahan Indonesia berarti “Perjuangan Ku”, akhirnya diperjualbelikan bebas di Jerman.

Kitab Suci Nazi Bebas Dijualbelikan Bulan ini

Rencananya, seperti diberitakan CNN, pekan depan buku yang sempat menjadi tabu bagi bangsa Jerman itu bisa didapatkan di toko-toko buku, atas prakarsa Institut Sejarah Kontemporer Jerman. Harganya mencapai Rp 800 ribu.

Penjualan bebas ini merupakan pertama kalinya dilakukan negara itu selepas Perang dunia Kedua. Buku suci bagi para penggila Nazi ini, pertama kali dicetak pada 1925. Hari itu merupakan delapan tahun sebelum Hitler sang diktator berkuasa.

Erdogan: Turki Butuh Israel

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan negaranya butuh Israel. Padahal, sebagaimana diketahui, selama ini Turki sering membuat pernyataan panas yang ditujukan ke Negara Yahudi itu.

Sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (2/1/2016), Erdogan mengakui negaranya butuh Israel dan dua negara ini akan mencari cara pembahasan normalisasi hubungan bilateralnya.


Turki Butuh Israel

"Israel butuh negara seperti Turki dalam kawasan ini. Dan kami juga harus mengakui bahwa kami butuh Israel. Ini kenyataan dalam kawasan ini," kata Erdogan kepada wartawan.

Atmosfer hubungan Turki-Israel telah bertransformasi sejak kedua negara membuat kemajuan dalam pembicaraan rahasia untuk menjalin hubungan baik (rapprochement), sebulan lampau.

Mengapa ISIS Tidak Bela Palestina

Ulama masih terpecah dalam memandang fenomena ISIS yang meresahkan.

Dream - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pengurus untuk segera mengambil sikap terkait gerakan ekstrim Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang berkembang dewasa ini. Tak cuma ISIS, gerakan radikal lain juga menjadi perhatian , salah satunya . Gerakan ini dinilai telah berlebihan menebarkan kerusakan.


Mengapa ISIS Tidak Bela Palestina

"Aspirasi dari anggota cukup kuat dan desakan agar rapat pleno untuk membahas ISIS dan gerakan-gerakan radikal lain," jelas Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin di kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis, 26 November 2015.

Din mengatakan, desakan ini muncul lantaran sebagian anggota Dewan Pertimbangan MUI memiliki kesamaan pandangan dalam melihat fenomena ISIS.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...