Lebih dari 50 pesawat jet tempur Turki menggelar operasi udara besar-besaran terhadap militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di wilayah utara Irak, Selas (8/9/2015).
"Menurut laporan awal, serangan menewaskan 35 hingga 40 teroris," tulis kantor berita Anatolia.
Gempuran selama lebih kurang enam jam dilakukan sebagai respon tewasnya 16 prajurit Turki di wilayah tenggara yang didominasi Kurdi. Turki menuding militan PKK yang berada di balik serangan.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Rabu, 09 September 2015
50 Jet Turki Gempur Militan Kurdi
Intelijen Jerman Pastikan ISIS Gunakan Gas Beracun di Irak
Lembaga intelijen Jerman (BND) mengonfirmasi kelompok militan Islamic State (ISIS) menggunakan senjata gas beracun.
BND mengatakan, mereka melakukan uji darah terhadap militan Kurdi yang terluka melawan ISIS. Menurut pemeriksaan, darah dari anggota militan itu mengandung gas beracun berupa gas mustard.
"Kami memiliki informasi bahwa ISIS menggunakan gas mustard di utara Irak," ujar Kepada BND Gerhard Schindler, seperti dikutip Guardian, Selasa (8/9/2015).
"Gas itu entah berasal dari pasokan lama yang diproduksi di era Saddam Hussein, atau diproduksi sendiri oleh ISIS setelah menduduki Universitas Mosul," lanjutnya.
Sementara seorang pejabat intelijen Jerman mengonfirmasi komentar dari Schindler. Namun dirinya menolak untuk mengonfirmasi bahwa BND telah mengumpulkan contoh darah.
BND mengatakan, mereka melakukan uji darah terhadap militan Kurdi yang terluka melawan ISIS. Menurut pemeriksaan, darah dari anggota militan itu mengandung gas beracun berupa gas mustard.
"Kami memiliki informasi bahwa ISIS menggunakan gas mustard di utara Irak," ujar Kepada BND Gerhard Schindler, seperti dikutip Guardian, Selasa (8/9/2015).
"Gas itu entah berasal dari pasokan lama yang diproduksi di era Saddam Hussein, atau diproduksi sendiri oleh ISIS setelah menduduki Universitas Mosul," lanjutnya.
Sementara seorang pejabat intelijen Jerman mengonfirmasi komentar dari Schindler. Namun dirinya menolak untuk mengonfirmasi bahwa BND telah mengumpulkan contoh darah.
Kekuasaan Kim Jong-Un Tak Akan Bertahan Lama
Seorang pembelot Korea Utara (Korut) meyakini kekuasaan Kim Jong-Un tidak akan bertahan lama. Ini disebabkan kekuasaannya yang tidak stabil.
"Di antara dinasti Kim, kekuasaan Kim Jong-Un adalah pemerintahan yang paling tidak stabil. Kekuasaannya tidak akan bertahan lama," lanjut pembelot yang enggan disebut namanya itu, seperti dikutip CNN, Selasa (8/9/2015).
"Pada 2013, ayah Kim Jong-Un, Kim Jong-Il meninggal. Kim Jong-Un kemudian mengambil kekuasaan dan berupaya sekuat mungkin," lanjutnya.
Menurutnya, Jong-Un menyebarkan hadiah dan tampih di publik serta membiarkan suaranya disiarkan ke seluruh Korea Utara melalui televisi. Warga Korut pun melihat hidup mereka akan jauh berbeda.
"Di antara dinasti Kim, kekuasaan Kim Jong-Un adalah pemerintahan yang paling tidak stabil. Kekuasaannya tidak akan bertahan lama," lanjut pembelot yang enggan disebut namanya itu, seperti dikutip CNN, Selasa (8/9/2015).
"Pada 2013, ayah Kim Jong-Un, Kim Jong-Il meninggal. Kim Jong-Un kemudian mengambil kekuasaan dan berupaya sekuat mungkin," lanjutnya.
Menurutnya, Jong-Un menyebarkan hadiah dan tampih di publik serta membiarkan suaranya disiarkan ke seluruh Korea Utara melalui televisi. Warga Korut pun melihat hidup mereka akan jauh berbeda.
Rabu, 02 September 2015
Jaringan Serigala Perak Turki jadi kambing hitam bom Bangkok
Perkembangan kasus ledakan bom di Kuil Erawan, Ibu Kota Bangkok, Thailand, pada 17 Agustus lalu menukik tak terduga. Tiba-tiba saja, dalam 48 jam terakhir beberapa orang Turki ditangkapi polisi Negeri Gajah Putih. Mereka dianggap jaringan yang merencanakan aksi terorisme itu.
Pelaku semula dituding berasal dari kelompok anti-pemerintah, alias pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang dikudeta militer. Spekulasi ini dilontarkan langsung oleh Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha tanpa ragu-ragu di hadapan wartawan, sehari setelah insiden merenggut nyawa 20 orang itu, termasuk seorang WNI, serta melukai 125 warga lainnya.
Kemarin (1/9), Prayuth - mantan jenderal militer itu - meralat teorinya sendiri. Dia mengatakan otak utama peledakan bom Kuil Erawan adalah warga Turki. Sosok tak disebut identitasnya ini ditangkap petugas imigrasi dan polisi ketika hendak menyeberang ke Kamboja dari area Sa Kaeo.
Pelaku semula dituding berasal dari kelompok anti-pemerintah, alias pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang dikudeta militer. Spekulasi ini dilontarkan langsung oleh Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha tanpa ragu-ragu di hadapan wartawan, sehari setelah insiden merenggut nyawa 20 orang itu, termasuk seorang WNI, serta melukai 125 warga lainnya.
Kemarin (1/9), Prayuth - mantan jenderal militer itu - meralat teorinya sendiri. Dia mengatakan otak utama peledakan bom Kuil Erawan adalah warga Turki. Sosok tak disebut identitasnya ini ditangkap petugas imigrasi dan polisi ketika hendak menyeberang ke Kamboja dari area Sa Kaeo.
Label:
Isu Terorisme,
Militer Asia Pasifik
Selasa, 01 September 2015
Jepang keluhkan rencana kehadiran Ban Ki-moon di parade militer Tiongkok
Pemerintahan Jepang mengeluh kepada PBB atas rencana Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menghadiri parade besar militer di Beijing guna memperingati 70 tahun kekalahan Jepang di Perang dunia II.
Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga menyeru PBB bersikap "netral" setelah Tokyo menyampaikan keluhan kepada badan dunia beranggotakan 193 negara itu pada Jumat.
"Kami ingin mendorong negara anggota melihat ke masa depan dan tidak perlu fokus pada peristiwa tertentu pada masa lalu," kata Suga dalam jumpa pers pada Senin.
Acara parade itu direncanakan dilakukan pada Kamis, ajang pamer kekuatan saat Tiongkok mengambil sikap lebih tegas di kawasan dan akan melibatkan 12 ribu tentara serta 500 peralatan di Lapangan Tiananmen, dengan hampir 200 pesawat terbang.
Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga menyeru PBB bersikap "netral" setelah Tokyo menyampaikan keluhan kepada badan dunia beranggotakan 193 negara itu pada Jumat.
"Kami ingin mendorong negara anggota melihat ke masa depan dan tidak perlu fokus pada peristiwa tertentu pada masa lalu," kata Suga dalam jumpa pers pada Senin.
Acara parade itu direncanakan dilakukan pada Kamis, ajang pamer kekuatan saat Tiongkok mengambil sikap lebih tegas di kawasan dan akan melibatkan 12 ribu tentara serta 500 peralatan di Lapangan Tiananmen, dengan hampir 200 pesawat terbang.
Rabu, 26 Agustus 2015
Lima gertak sambal Korea Utara bikin panik kawasan
Dalam sepekan terakhir situasi di Semenanjung Korea kian memanas. Kondisi ini dipicu siaran propaganda Korea Selatan di perbatasan yang menggunakan pengeras suara. Dalam siaran itu Korsel mengkritik Korut. Sebagai respon atas tindakan itu pemimpin Korea Utara memerintahkan pasukannya melepaskan tembakan ke pasukan militer Korsel di perbatasan. Korsel pun membalas serangan itu dengan tembakan rudal.
Tak perlu waktu lama bagi Kim Jong-un untuk memerintahkan pasukannya bersiaga perang dan menyatakan negara dalam kondisi darurat perang. Dunia internasional terus mencermati apa yang sedang terjadi di Semenanjung Korea itu.
Akhirnya pada Senin malam lalu Delegasi Korea Utara dan Korea Selatan sepakat meredakan ketegangan. Perundingan di kawasan perbatasan Panmunjom ini mencatat beberapa kesepakatan.
Tak perlu waktu lama bagi Kim Jong-un untuk memerintahkan pasukannya bersiaga perang dan menyatakan negara dalam kondisi darurat perang. Dunia internasional terus mencermati apa yang sedang terjadi di Semenanjung Korea itu.
Akhirnya pada Senin malam lalu Delegasi Korea Utara dan Korea Selatan sepakat meredakan ketegangan. Perundingan di kawasan perbatasan Panmunjom ini mencatat beberapa kesepakatan.
Empat strategi militer Amerika Serikat hadang Rusia di Eropa
Memanasnya situasi di Ukraina saat ini membuat cemas Amerika Serikat. Rusia yang selama ini mendukung pemberontak di Ukraina semakin menunjukkan kekuatan peralatan militernya di wilayah itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militernya untuk penambahan alutsista. Hal ini dinilai Sekretaris Jendral NATO Jens Stoltenberg sebagai aksi hasutan perang, membuat situasi tidak stabil dan berbahaya.
Merasa terancam dan khawatir, akhirnya AS tidak tinggal diam, berikut empat strategi militer Negeri Paman Sam dalam menghadang Rusia di Eropa yang dikumpulkan dari bermacam sumber.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militernya untuk penambahan alutsista. Hal ini dinilai Sekretaris Jendral NATO Jens Stoltenberg sebagai aksi hasutan perang, membuat situasi tidak stabil dan berbahaya.
Merasa terancam dan khawatir, akhirnya AS tidak tinggal diam, berikut empat strategi militer Negeri Paman Sam dalam menghadang Rusia di Eropa yang dikumpulkan dari bermacam sumber.
Langganan:
Postingan (Atom)





