Kamis, 25 Juni 2015

Menlu Saudi: Tak Ada yang Bisa Cegah Saudi Beli Senjata Rusia

Tak ada alasan bagi Arab Saudi untuk tidak membeli persenjataan dari Rusia dan tak ada pula yang bisa mengintervensi penjualan senjata oleh Moskow ke Riyadh, kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir kepada RT Arabic, dikutip Russian Today, pada Ahad (21/6).

Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengatakan tidak ada yang bisa mencegah Kerajaan Saudi untuk membeli sistem persenjataan dari negara beruang merah, Rusia. (Evgeny Feldman via CNN.com)

Al-Jubeir mengatakan memorandum terbaru yang ditandatangani kedua negara ini adalah perpanjangan dan aktivasi dari dokumen sejenis yang telah ditandatangani sebelumnya.

Pembelian saat ini bergantung pada posisi pasukan militer Arab Saudi dan hasil negosiasi bilateral. Sementara itu, pakar militer kedua negara sedang mendalami isu ini.

"Saya menekankan bahwa tidak ada yang dapat mencegah kami untuk membeli sistem persenjataan dari Rusia," ujar Al-Jubeir.

Minggu, 07 Juni 2015

Balas Serangan Roket, Israel Bombardir Gaza

Pesawat tempur Israel membombardir wilayah Jalur Gaza bagian utara hari ini. Militer Israel menyatakan, serangan udara ini sebagai respons atas roket yang ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel selatan.

Menurut militer Israel seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (7/6/2015), roket Gaza tersebut mendarat di lapangan terbuka dan tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.


Balas Serangan Roket, Israel Bombardir Gaza

Juru bicara militer Israel mengatakan, serangan udara ini ditujukan pada "infrastruktur teror di Jalur Gaza bagian utara."

Tidak dilaporkan adanya korban dalam serangan udara Israel yang mengenai sebuah fasilitas pelatihan kelompok Hamas tersebut.

Diserang Arab Saudi, 20 Tentara Yaman Tewas Saat Ambil Gaji

Serangan udara Arab Saudi dan koalisi menewaskan setidaknya 20 tentara Yaman di ibukota Sanaa. Mereka menjadi korban bombardir pesawat tempur Saudi saat sedang mengambil gaji mereka di markas besar militer.

Diserang Arab Saudi, 20 Tentara Yaman Tewas Saat Ambil Gaji

Demikian disampaikan pejabat-pejabat pemerintah Yaman dan warga setempat seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (7/6/2015).

Disebutkan bahwa para tentara tersebut bersekutu dengan pemberontak Syiah Houthi yang menjadi target serangan udara Saudi. Serangan Saudi terjadi saat para tentara tersebut telah berkumpul sejak Sabtu, 6 Juni malam waktu setempat untuk mengambil gaji.

Selasa, 26 Mei 2015

Taliban Afganistan dan ISIS Bentrok, 27 Tewas

Bentrokan antara kelompok Taliban dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah barat Afganistan menewaskan setidaknya 27 orang dan 20 orang lainnya terluka.
Juru bicara militer Afganistan Mohamad Hanif Rezaey, Selasa (26/5/2015), menjelaskan sebanyak 15 orang anggota ISIS dan 12 orang Taliban tewas dalam bentrokan di distrik Khak-e-Safid, provinsi Farah pada Minggu lalu.


Taliban Afganistan dan ISIS Bentrok, 27 Tewas

Sementara dari korban luka sebanyak 13 orang adalah anggota ISIS dan sisanya anggota Taliban.

"Taliban menangkap 12 orang anggota ISIS, termasuk empat perempuan warga asing. Kewarganegaraan mereka belum dapat dipastikan," kata Rezaey sambil menambahkan militer Afganistan tak akan ikut campur kecuali jatuh korban warga sipil.

Sabtu, 23 Mei 2015

Iran ancam bombardir Israel dengan 80 ribu rudal

Iran mengancam akan menembakkan sedikitnya 80 ribu rudal ke Israel setelah Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon keliru dikutip pernyataannya oleh sejumlah media.

Kantor berita Iran Fars mengklaim Ya'alon mengancam akan membunuh warga sipil Libanon dengan serangan roket.


Iran ancam bombardir Israel dengan 80 ribu rudal

Dia dikatakan mengucapkan kalimat :"Kami akan menyakiti warga sipil Libanon, termasuk anak-anak. Kami akan melakukan itu pada masa perang yang akan datang."

Kalimat Ya'alon itu menyebar di sejumlah media anti-Israel, seperti dilansir koran the Daily Mail, Jumat (22/5).

Namun, diyakini komentar Ya'alon itu keliru dikutip saat dia berbicara pada sebuah konferensi awal bulan ini. Saat itu dia sedang berbicara soal bahayanya Hizbullah menyimpan senjata di rumah warga sipil di Libanon.

Minggu, 10 Mei 2015

Rusia Pamer Kendaraan Militer dan Senjata Termutakhir

Rusia akan menggunakan Red Square Parade untuk menandai 70 tahun sejak kemenangan atas Nazi Jerman di Perang Dunia II dan untuk memamerkan berbagai persenjataan barunya.

Menurut IHS Jane Defence Weekly, beberapa kendaraan lapis baja di acara "mewakili perubahan terbesar dalam lapis baja keluarga pertempuran kendaraan Rusia sejak tahun 1960-an dan 1970-an".


Rusia Pamer Kendaraan Militer dan Senjata Termutakhir

Berikut ini daftar dari beberapa perangkat  militer yang akan dipamerkan:

T-14 Armata Tank

Dengan pistol menara remote control yang mampu menembakkan rudal, Armata adalah keluarga baru dari kendaraan lapis baja yang semakin otomatis milik Rusia.

Korut luncurkan rudal dari kapal selam

Korea Utara mengklaim telah sukses menguji peluncuran rudal dari kapal selam yang berada di bawah laut.

Kantor berita pemerintah Korut melaporkan bahwa rudal muncul diikuti jejak api yang menggelegar.


Kantor berita pemerintah Korut melaporkan bahwa rudal muncul diikuti jejak api yang menggelegar.
Kantor berita pemerintah Korut melaporkan bahwa rudal muncul diikuti jejak api yang menggelegar.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang dikutip kantor berita tersebut menyatakan negaranya kini memiliki ”senjata strategis kelas dunia yang mampu menyerang dan menyapu kekuatan musuh yang melanggar kedaulatan dan martabat (Korut) di perairan.”

Beragam foto menunjukkan Kim Jong-un sedang menyaksikan detik-detik ketika rudal muncul dari bawah laut.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...