Larangan sementara untuk memasuki Amerika Serikat (AS) oleh Presiden Donald Trump terhadap warga enam negara berpenduduk mayoritas Muslim dan seluruh pengungsi, mulai diterapkan.
Larangan perjalanan ( travel ban atau Muslim ban) bagi pihak-pihak tersebut mulai diberlakukan pada Kamis (29/6/2017) pukul 20.00 waktu setempat atau Jumat (30/6/2017) pukul 07.00 WIB.
Kendati demikian, larangan itu hanya berlaku sebagian, yaitu masih memungkinkan warga tertentu dari negara-negara tersebut melakukan perjalanan ke AS, sebagaimana dilaporkan AS.
Enam negara yang terdampak larangan perjalanan Trump itu adalah dari Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudan, dan Yaman.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Tampilkan postingan dengan label Timur Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timur Tengah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Juni 2017
Senin, 21 September 2015
Khawatir Ada Serangan Teroris, Pasukan Elite Arab Saudi Jaga Ketat Ibadah Haji 2015
Arab Saudi mengerahkan sekitar 100.000 pasukannya untuk mengawasi pelaksaan ibadah haji tahun ini. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Diperkirakan, sekitar 3 juta umat muslim dari seluruh dunia akan memadati kota suci di Mekkah dan Madinah. Ritual tahunan ini merupakan salah satu kewajiban umat Islam untuk membersihkan jiwa dan dosa.
Lantaran banyaknya umat muslim yang datang, kekhawatiran dari kerajaan Arab Saudi pun muncul.
Bukan hanya karena padatnya jemaah, tapi ancaman dari teroris.
"Kami selalu fokus ke pelaksaan haji, tapi tetap kami waspadai ancaman terorisme," ucap Mayor Jendral Mansour al-Turki seperti dikuti Daily Mail.
Diperkirakan, sekitar 3 juta umat muslim dari seluruh dunia akan memadati kota suci di Mekkah dan Madinah. Ritual tahunan ini merupakan salah satu kewajiban umat Islam untuk membersihkan jiwa dan dosa.
Lantaran banyaknya umat muslim yang datang, kekhawatiran dari kerajaan Arab Saudi pun muncul.
Bukan hanya karena padatnya jemaah, tapi ancaman dari teroris.
"Kami selalu fokus ke pelaksaan haji, tapi tetap kami waspadai ancaman terorisme," ucap Mayor Jendral Mansour al-Turki seperti dikuti Daily Mail.
Label:
Arab Saudi,
ISIS,
Isu Terorisme,
Timur Tengah
Kamis, 25 Juni 2015
Bocoran Dokumen Saudi: Iran Kirim Perangkat Nuklir ke Sudan
Diplomat Arab Saudi di Khartoum meyakini Iran telah mengirimkan perangkat nuklir, termasuk centrifuge, ke Sudan pada tahun 2012. Hal ini terungkap dalam salah satu dokumen diplomat Saudi yang dibocorkan WikiLeaks akhir pekan lalu.
Diberitakan Reuters, Selasa (23/6), dalam diplomat berlabel "sangat rahasia" itu diplomat Saudi mengatakan bahwa alat pengaya uranium itu dikirimkan melalui dengan pesawat ke Khartoum.
"Sumber kedutaan besar mengatakan bahwa kontainer Iran yang tiba pekan ini di bandara Khartoum berisi perangkat teknis sensitif, yang merupakan centrifuge untuk mengaya uranium, dan pengiriman kedua diperkirakan tiba pekan ini," ujar dokumen tersebut.
Diberitakan Reuters, Selasa (23/6), dalam diplomat berlabel "sangat rahasia" itu diplomat Saudi mengatakan bahwa alat pengaya uranium itu dikirimkan melalui dengan pesawat ke Khartoum.
"Sumber kedutaan besar mengatakan bahwa kontainer Iran yang tiba pekan ini di bandara Khartoum berisi perangkat teknis sensitif, yang merupakan centrifuge untuk mengaya uranium, dan pengiriman kedua diperkirakan tiba pekan ini," ujar dokumen tersebut.
Menlu Saudi: Tak Ada yang Bisa Cegah Saudi Beli Senjata Rusia
Tak ada alasan bagi Arab Saudi untuk tidak membeli persenjataan dari Rusia dan tak ada pula yang bisa mengintervensi penjualan senjata oleh Moskow ke Riyadh, kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir kepada RT Arabic, dikutip Russian Today, pada Ahad (21/6).
Al-Jubeir mengatakan memorandum terbaru yang ditandatangani kedua negara ini adalah perpanjangan dan aktivasi dari dokumen sejenis yang telah ditandatangani sebelumnya.
Pembelian saat ini bergantung pada posisi pasukan militer Arab Saudi dan hasil negosiasi bilateral. Sementara itu, pakar militer kedua negara sedang mendalami isu ini.
"Saya menekankan bahwa tidak ada yang dapat mencegah kami untuk membeli sistem persenjataan dari Rusia," ujar Al-Jubeir.
![]() |
| Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengatakan tidak ada yang bisa mencegah Kerajaan Saudi untuk membeli sistem persenjataan dari negara beruang merah, Rusia. (Evgeny Feldman via CNN.com) |
Al-Jubeir mengatakan memorandum terbaru yang ditandatangani kedua negara ini adalah perpanjangan dan aktivasi dari dokumen sejenis yang telah ditandatangani sebelumnya.
Pembelian saat ini bergantung pada posisi pasukan militer Arab Saudi dan hasil negosiasi bilateral. Sementara itu, pakar militer kedua negara sedang mendalami isu ini.
"Saya menekankan bahwa tidak ada yang dapat mencegah kami untuk membeli sistem persenjataan dari Rusia," ujar Al-Jubeir.
Kamis, 02 April 2015
Menlu Yaman minta koalisi kirim pasukan darat
Menteri
luar negeri Yaman pada Rabu meminta koalisi militer pimpinan Arab
Saudi, yang menargetkan para pemberontak Syiah di negaranya, untuk
mengirimkan pasukan di darat.
"Betul, saya memintanya (pasukan darat) karena menurut saya, dalam beberapa keadaan, serangan udara tidak akan efektif," kata Menlu Riyadh Yassin kepada AFP dalam wawancara di ibu kota negara Arab Saudi, tempat ia bersama Presiden Abedrabbo Mansour Hadi mengamankan diri.
Permintaan itu diunkapkannya bersamaan dengan adanya peringatan dari kelompok-kelompok bantuan soal munculnya krisis kemanusiaan serta jatuhnya korban-korban sipil di Yaman, tempat koalisi memulai serangan-serangan udara mereka satu pekan lalu.
"Betul, saya memintanya (pasukan darat) karena menurut saya, dalam beberapa keadaan, serangan udara tidak akan efektif," kata Menlu Riyadh Yassin kepada AFP dalam wawancara di ibu kota negara Arab Saudi, tempat ia bersama Presiden Abedrabbo Mansour Hadi mengamankan diri.
Permintaan itu diunkapkannya bersamaan dengan adanya peringatan dari kelompok-kelompok bantuan soal munculnya krisis kemanusiaan serta jatuhnya korban-korban sipil di Yaman, tempat koalisi memulai serangan-serangan udara mereka satu pekan lalu.
Senin, 09 Maret 2015
Arab Saudi Tercatat sebagai Importir Terbesar Dunia untuk Senjata
Arab Saudi telah melampaui India sebagai importir terbesar di dunia dalam hal pembelian senjata. Hal ini tercatat di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Impor senjata Arab Saudi tahun lalu melonjak 54 persen menjadi 6,5 miliar dollar AS, diikuti India dengan 5,8 miliar dollar AS, menurut dokumen yang dirilis pada Minggu (8/3/2015) oleh lembaga kajian perdagangan senjata dunia, IHS. Menurut lembaga tersebut, impor Arab Saudi diperkirakan akan naik lagi menjadi 9,8 miliar dollar AS tahun ini, berdasarkan jadwal pengiriman senjata.
Penulis laporan itu, Ben Moores, mengatakan, "Kita melihat keretakan politik di seluruh pelosok Timur Tengah. Pada saat bersamaan, negara-negara itu mempunyai minyak sehingga mereka bisa mempersenjatai dan melindungi diri serta memaksakan kehendak mereka terkait dinamika di kawasan itu."
Impor senjata Arab Saudi tahun lalu melonjak 54 persen menjadi 6,5 miliar dollar AS, diikuti India dengan 5,8 miliar dollar AS, menurut dokumen yang dirilis pada Minggu (8/3/2015) oleh lembaga kajian perdagangan senjata dunia, IHS. Menurut lembaga tersebut, impor Arab Saudi diperkirakan akan naik lagi menjadi 9,8 miliar dollar AS tahun ini, berdasarkan jadwal pengiriman senjata.
![]() |
| Menlu AS John Kerry tengah berdiskusi dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Saud bin Faisal bin Abdulaziz al-Saud dalam pertemuan di Riyadh, Kamis (5/3/2015). |
Penulis laporan itu, Ben Moores, mengatakan, "Kita melihat keretakan politik di seluruh pelosok Timur Tengah. Pada saat bersamaan, negara-negara itu mempunyai minyak sehingga mereka bisa mempersenjatai dan melindungi diri serta memaksakan kehendak mereka terkait dinamika di kawasan itu."
Senin, 08 Desember 2014
Israel Serang Dua Wilayah Aman di Damaskus
Suriah, Minggu (7/12/2014), menyatakan, Israel menyerang dua wilayah yang dikuasai Pemerintah Suriah di provinsi Damaskus. Satu lokasi serangan berada di dekat bandara internasional di ibu kota Damaskus.
"Israel menyerang Suriah dengan menyasar dua wilayah aman di provinsi Damaskus, yaitu Dimas dan area Bandara Internasional Damaskus," kata stasiun televisi milik pemerintah, Minggu. Sejauh ini belum dilaporkan ada korban jiwa.
"Israel menyerang Suriah dengan menyasar dua wilayah aman di provinsi Damaskus, yaitu Dimas dan area Bandara Internasional Damaskus," kata stasiun televisi milik pemerintah, Minggu. Sejauh ini belum dilaporkan ada korban jiwa.
Minggu, 11 Mei 2014
Al-Qaeda serang istana Presiden Yaman
Setidaknya empat pengawal Presiden Yaman tewas dalam baku tembak dengan militan al-Qaeda, kemarin. Insiden itu terjadi, ketika para militan itu menyerbu istana presiden di Sanaa.
Rentetan tembakan terdengar di sekitar istana presiden. Selain itu, ledakan juga terdengar di dekat perumahan, di kompleks gedung pemerintah di Ibukota Sanaa. Seorang tentara Yaman dilaporkan tewas dalam baku tembak itu.
Serangan militan al-Qaeda terjadi beberapa jam, setelah pemerintah setempat mengumumkan, bahwa pasukan Yaman membunuh seorang militan asing dan menangkap dua militan lainnya di Provinsi Shabwa.
![]() |
| Para tentara Yaman berkumpul setelah terlibat baku tembak dengan militan al-Qaeda. Foto: Reuters. |
Rentetan tembakan terdengar di sekitar istana presiden. Selain itu, ledakan juga terdengar di dekat perumahan, di kompleks gedung pemerintah di Ibukota Sanaa. Seorang tentara Yaman dilaporkan tewas dalam baku tembak itu.
Serangan militan al-Qaeda terjadi beberapa jam, setelah pemerintah setempat mengumumkan, bahwa pasukan Yaman membunuh seorang militan asing dan menangkap dua militan lainnya di Provinsi Shabwa.
Jumat, 25 April 2014
Perempuan Arab Saudi Boleh Ikut Garda Nasional
Perempuan Arab Saudi memiliki sejarah panjang dalam dunia pekerjaan. Di era Nabi Muhammad SAW, mereka menjadi tenaga medis untuk mengobati pasukan Muslim di peperangan.
“Saya mendukung perempuan Saudi masuk ke dunia pekerjaan secara nasional, “ ujar Menteri Garda Nasional, Pangeran Miteb bin Abdullah seperti dilansir Arab Saudi, ditulis Jumat (25/4/2014).
![]() |
| Militar wanita Arab Saudi |
“Saya mendukung perempuan Saudi masuk ke dunia pekerjaan secara nasional, “ ujar Menteri Garda Nasional, Pangeran Miteb bin Abdullah seperti dilansir Arab Saudi, ditulis Jumat (25/4/2014).
Rabu, 15 Januari 2014
Ledakan bom terjadi dekat Jalan Soekarno di Kairo
Ledakan bom terjadi pada Selasa (14/1) di dekat Jalan Ahmed Soekarno, di Giza, Kairo Barat, Mesir, pada hari pertama penyelenggaraan referendum penentuan konstitusi baru negara itu.
Serangan bom mobil yang menghancurkan bagian depan Gedung Mahkamah Giza Utara itu berjarak sekitar seratus meter dari Ahmed Soekarno Street, nama jalan yang diadopsi dari nama Proklamator RI, Bung Karno.
Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam ledakan bom di Jalan Sudan, Distrik Imbaba tersebut, kata Kementerian Kesehatan.
![]() |
| Ilustrasi - Jenazah para pendukung Moursi sebelum Masjid Iman di Kairo diambilalih militer Mesir. (voa.com) |
Serangan bom mobil yang menghancurkan bagian depan Gedung Mahkamah Giza Utara itu berjarak sekitar seratus meter dari Ahmed Soekarno Street, nama jalan yang diadopsi dari nama Proklamator RI, Bung Karno.
Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam ledakan bom di Jalan Sudan, Distrik Imbaba tersebut, kata Kementerian Kesehatan.
Senin, 30 Desember 2013
Arab Saudi sumbang 3 miliar dolar AS untuk Angkatan Darat Lebanon
Arab Saudi akan memberikan bantuan senilai 3 miliar dolar Amerika Serikat kepada Angkatan Darat Lebanon," kata Presiden Lebanon, Michel Suleiman, Minggu, yang menyebut itu sebagai bantuan terbesar yang pernah diberikan bagi militer mereka.
Suleiman menyebutkan, sebagian dana tersebut akan digunakan untuk belanja senjata dari Prancis.
Tidak dirinci daftar belanja persenjataan dari Prancis yang disumbang Arab Saudi itu.
Militer Lebanon kurang memiliki persenjataan yang memadai untuk memerangi kelompok milisi internal, terutama gerilyawan Muslim Syiah dan kelompok pergerakan politik Hizbullah.
Suleiman menyebutkan, sebagian dana tersebut akan digunakan untuk belanja senjata dari Prancis.
Tidak dirinci daftar belanja persenjataan dari Prancis yang disumbang Arab Saudi itu.
Militer Lebanon kurang memiliki persenjataan yang memadai untuk memerangi kelompok milisi internal, terutama gerilyawan Muslim Syiah dan kelompok pergerakan politik Hizbullah.
Kamis, 31 Oktober 2013
Rumah Penampungan Anggota Al Qaeda Ditemukan di Turki
Sejumlah rumah di wilayah selatan Turki ternyata digunakan untuk
menampung ratusan anggota baru Al Qaeda sebelum mereka memasuki wilayah
Suriah untuk memerangi Presiden Bashar al-Assad. Demikian dikabarkan
harian The Daily Telegraph.
Seorang sukarelawan yang membantu menyelundupkan anggota Al Qaeda itu ke Suriah mengatakan, lokasinya yang dekat dengan perbatasan Suriah membuat Al Qaeda dengan mudah mengirim pejuangnya untuk "membajak" Tentara Pembebasan Suriah yang lebih moderat.
"Setiap hari, ada saja orang baru yang datang dari seluruh penjuru dunia," kata Abu Abdulrahman, seorang sukarelawan asal Jordania.
![]() |
| Kelompok militan Al-Nusra yang berafiliasi ke Al-Qaeda termasuk di dalam daftar kelompok teroris yang diawasi Amerika Serikat. | AFP |
Seorang sukarelawan yang membantu menyelundupkan anggota Al Qaeda itu ke Suriah mengatakan, lokasinya yang dekat dengan perbatasan Suriah membuat Al Qaeda dengan mudah mengirim pejuangnya untuk "membajak" Tentara Pembebasan Suriah yang lebih moderat.
"Setiap hari, ada saja orang baru yang datang dari seluruh penjuru dunia," kata Abu Abdulrahman, seorang sukarelawan asal Jordania.
Label:
Konflik Timur Tengah,
Timur Tengah
Rabu, 23 Oktober 2013
Kongkalikong di London Sepakati Penyingkiran Assad
Negara-negara Barat dan Arab yang bertemu dengan para pemimpin oposisi Suriah di London pada Selasa ini sepakat bahwa Presiden Bashar al - Assad tidak bisa memainkan peran dalam pemerintah di masa depan. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.
Negara-negara yang menamakan diri Friends of Suriah ini bertemu dengan kepala pemberontak termasuk kepala Koalisi Nasional Suriah dengan tujuan membujuk oposisi menghadiri konferensi perdamaian besar di Jenewa bulan depan.
Hague mengatakan dalam konferensi pers setelah pertemuan bahwa mereka telah menyetujui "sejumlah langkah penting". Koalisi berkomitmen untuk konferensi Jenewa.
![]() |
| Menlu Inggris, William Hague |
Negara-negara yang menamakan diri Friends of Suriah ini bertemu dengan kepala pemberontak termasuk kepala Koalisi Nasional Suriah dengan tujuan membujuk oposisi menghadiri konferensi perdamaian besar di Jenewa bulan depan.
Hague mengatakan dalam konferensi pers setelah pertemuan bahwa mereka telah menyetujui "sejumlah langkah penting". Koalisi berkomitmen untuk konferensi Jenewa.
Selasa, 22 Oktober 2013
Kisah Perjuangan Wanita Pakistan Menjadi Polisi
Bagi kaum perempuan Pakistan untuk menjadi polisi, dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Selain diremehkan oleh para polisi pria, tidak semua aplikasi mereka diterima dan menerima latihan dasar.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang perlu menunggu selama bertahun-tahun untuk dapat diterima. Tengok pengalaman polisi wanita bernama Rozia Altaf, seperti dikutip kantor berita Reuters, Minggu 20 Oktober 2013.
Menurut Altaf, untuk dapat bergabung ke korps kepolisian 16 tahun silam, dirinya harus menanti hingga enam tahun lamanya. Bahkan dia sudah mengirimkan 50 aplikasi untuk memperoleh pelatihan dasar, namun tetap tidak tembus.
| Polisi wanita Pakistan Shazadi Gillani ( REUTERS/Zohra Bensemra) |
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang perlu menunggu selama bertahun-tahun untuk dapat diterima. Tengok pengalaman polisi wanita bernama Rozia Altaf, seperti dikutip kantor berita Reuters, Minggu 20 Oktober 2013.
Menurut Altaf, untuk dapat bergabung ke korps kepolisian 16 tahun silam, dirinya harus menanti hingga enam tahun lamanya. Bahkan dia sudah mengirimkan 50 aplikasi untuk memperoleh pelatihan dasar, namun tetap tidak tembus.
Pasukan Afghanistan tewaskan komandan Taliban
Pasukan keamanan Afghanistan dalam operasi militer di beberapa bagian Provinsi Wardak menewaskan seorang komandan Taliban dan menangkap empat orang lagi pada Ahad malam (20/10), demikian siaran pers dari pemerintah provinsi tersebut.
"Pasukan keamanan dengan dukungan pesawat menyerbu satu tempat persembunyian anggota Taliban di Kabupaten Sayed Abad, Ahad malam, dan menewaskan komandan Taliban yang bernama Mullah Habibullah di tempat," penjelasan dalam siaran pers itu, Senin.
![]() |
| Mullah Habibullah. (Reuters/file) |
"Pasukan keamanan dengan dukungan pesawat menyerbu satu tempat persembunyian anggota Taliban di Kabupaten Sayed Abad, Ahad malam, dan menewaskan komandan Taliban yang bernama Mullah Habibullah di tempat," penjelasan dalam siaran pers itu, Senin.
Senin, 21 Oktober 2013
Sayap Militer Hamas Akui Gali Terowongan ke Israel
Organisasi yang dikenal sebagai sayap militer Hamas, Senin (21/10) mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas pembangunan terowongan bawah tanah antara Gaza dan Israel.
"Terowongan ini dibuat oleh tangan-tangan pejuang (Izzadine) al-Qassam dan mereka tidak akan tidur untuk melawan penjajahan dan menyekap para tentara," kata jurubicara kelompok tersebut, Abu Obeida, kepada Radio al-Aqsa dilansir Maan News.
"Kami bekerja di lapangan dan di bawah tanah untuk membebaskan para tahanan (yang dipenjara Israel)," katanya.
"Terowongan ini dibuat oleh tangan-tangan pejuang (Izzadine) al-Qassam dan mereka tidak akan tidur untuk melawan penjajahan dan menyekap para tentara," kata jurubicara kelompok tersebut, Abu Obeida, kepada Radio al-Aqsa dilansir Maan News.
"Kami bekerja di lapangan dan di bawah tanah untuk membebaskan para tahanan (yang dipenjara Israel)," katanya.
Label:
Israel,
Konflik Timur Tengah,
Timur Tengah
Komandan pasukan khusus Afghan membelot
Komandan pasukan khusus Angkatan Darat Afghanistan membelot ke gerilyawan yang bersekutu dengan Taliban dengan mengendarai mobil Humvee yang berisi peralatan teknologi canggih dan senjata timnya, kata pejabat di Provinsi Kunar seperti dikutip Reuters.
Monsif Khan adalah komandan pasukan khusus pertama yang beralih pihak. Ia bergabung dengan kelompok Hezb-i-Islami.
"Ia memberi sebagian rekannya cuti dan membayar yang lain agar pergi jalan-jalan, lalu ia melarikan diri dengan membawa sebanyak 30 senjata, alat melihat pada malam hari, teropong dan Humvee," kata Shuja ul-Mulkh Jalala, Gubernur Kunar.
![]() |
| Tentara Nasional Afghanistan di distrik Arghandab, Kandahar (REUTERS/Ahmad Nadeem) |
Monsif Khan adalah komandan pasukan khusus pertama yang beralih pihak. Ia bergabung dengan kelompok Hezb-i-Islami.
"Ia memberi sebagian rekannya cuti dan membayar yang lain agar pergi jalan-jalan, lalu ia melarikan diri dengan membawa sebanyak 30 senjata, alat melihat pada malam hari, teropong dan Humvee," kata Shuja ul-Mulkh Jalala, Gubernur Kunar.
Negara-negara Arab Desak Arab Saudi Terima Keanggotaan DK PBB
Negara-negara Arab, Sabtu (19/10/2013), meminta Arab Saudi untuk memikirkan kembali keputusannya menolak satu kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
Para duta besar negara-negara Arab di markas PBB New York mengajukan permintaan itu setelah menggelar pertemuan darurat membahas keputusan Arab Saudi itu.
Dalam pernyataan resminya, para dubes negara Arab mengatakan mereka menghormati dan memahami keputusan Arab Saudi itu.
Namun mereka menekankan bahwa sangat penting bagi Arab Saudi duduk di Dewan Keamanan PBB sebagai perwakilan dunia Arab dan Muslim di badan itu.
Para duta besar negara-negara Arab di markas PBB New York mengajukan permintaan itu setelah menggelar pertemuan darurat membahas keputusan Arab Saudi itu.
Dalam pernyataan resminya, para dubes negara Arab mengatakan mereka menghormati dan memahami keputusan Arab Saudi itu.
Namun mereka menekankan bahwa sangat penting bagi Arab Saudi duduk di Dewan Keamanan PBB sebagai perwakilan dunia Arab dan Muslim di badan itu.
Kamis, 29 Agustus 2013
Arab Saudi Serukan Dunia Bantu Hentikan Kekejaman Assad
Pemerintah Arab Saudi menyerukan seluruh komunitas internasional mengeluarkan langkah tegas dan serius dalam upaya menghentikan kekejaman rezim Bashar Al-Assad di Suriah. Posisi yang sama diambil oleh seluruh negara-negara Teluk di bawah bendera Liga Arab.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Saudi Saud al-Faisal, seperti diberitakan al-Arabiya mengutip kantor berita SPA, Selasa 27 Agustus 2013.
"Penolakan terhadap rezim Suriah adalah bentuk keseriusan dan kesungguhan Arab dalam upaya ini. Langkah ini memerlukan juga dukungan dari komunitas internasional untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Suriah," kata al-Faisal.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Saud al-Faisal | REUTERS/Fahad Shadeed |
"Penolakan terhadap rezim Suriah adalah bentuk keseriusan dan kesungguhan Arab dalam upaya ini. Langkah ini memerlukan juga dukungan dari komunitas internasional untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Suriah," kata al-Faisal.
Senin, 26 Agustus 2013
Rusia Peringatkan Barat Penyelidikan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah
Russia menyambut tawaran Damaskus yang mengizinkan misi para inspektur PBB guna menyelidiki penggunaan senjata kimia, sekaligus memperingatkan Barat bahwa serangan militer terhadap rezim Suriah akan menjadi "kekeliruan yang tragis".
"Kami tegas mendesak mereka yang dengan berupaya menerapkan pertimbangan mereka sendiri kepada para pakar PBB, berusaha meningkatkan kemungkinan operasi militer di Suriah," kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Alexander Lukashevich, seraya menyebut langkah itu sebagai "kekeliruan yang tragis".
PBB menyatakan bahwa para pemeriksanya akan mulai bekerja paling cepat Senin esok setelah Damaskus menyetujui penyelidikan penggunaan senjata kimia ketika seorang pejabat tinggi PBB Angela Kane berkunjung ke Suriah hari ini.
"Kami tegas mendesak mereka yang dengan berupaya menerapkan pertimbangan mereka sendiri kepada para pakar PBB, berusaha meningkatkan kemungkinan operasi militer di Suriah," kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Alexander Lukashevich, seraya menyebut langkah itu sebagai "kekeliruan yang tragis".
PBB menyatakan bahwa para pemeriksanya akan mulai bekerja paling cepat Senin esok setelah Damaskus menyetujui penyelidikan penggunaan senjata kimia ketika seorang pejabat tinggi PBB Angela Kane berkunjung ke Suriah hari ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

















