Selasa, 23 Desember 2014

Kesaksian Wartawan Jerman yang Kunjungi Wilayah ISIS

Seorang wartawan asal Jerman, Jurgen Todenhofer menjadi wartawan Barat pertama yang bisa masuk ke wilayah utara Irak yang dikuasai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Selama 10 hari di wilayah itu, Todenhofer menyimpulkan bahwa aksi brutal yang dilakukan ISIS selama ini termasuk pemenggalan sejumlah sandera Barat belum mencapai puncaknya. Hal terburuk, kata Todenhofer, belum terjadi.


Inilah Kesaksian Wartawan Jerman yang Kunjungi Wilayah ISIS
Jurnalis Jerman Jurgen Todenhofer (kiri) saat berbincang dengan dua anggota polisi ISIS dan beberapa anak-anak yang menyandang senjata api di kota Mosul, Irak. Jurgen menghabiskan 10 hari di wilayah utara Irak yang dikuasai ISIS itu.

"Kesan paling kuat yang saya peroleh adalah ISIS jauh lebih kuat dari yang banyak diperkirakan dan mereka sangat pandai," kata Todenhofer saat diwawancarai program Today di BBC Radio 4.

Dia menambahkan, semua anggota ISIS yang ditemuinya memiliki antusiasme yang luar biasa dan memiliki keyakinan akan kemenangan. Semua anggota ISIS, lanjut dia, sangat yakin akan memenangkan perang di Timur Tengah.

Tanggapi Sanksi Barat, Industri Pertahanan Rusia Ubah Kiblat Bisnis

Seberapa besar harga yang harus dibayar oleh industri pertahanan Rusia atas pemberlakuan sanksi Barat terhadap Rusia?

“Keputusan untuk membeli kapal induk pengangkut helikopter Mistral asal Prancis adalah sebuah kesalahan dari pemimpin Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya,” kata Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin, Kamis (4/12). Sanksi dari Eropa telah mengecewakan pemerintah Rusia, dan kini kerja sama teknologi militer dengan negara-negara Eropa sudah tak terlalu menarik lagi bagi Rusia.


Berdasarkan data dari perusahaan milik negara Ronoboronexport, pembelian senjata siap pakai dari Barat tidak lebih dari satu persen dan pemberhentian pembelian tersebut tak akan memberikan pukulan terhadap kemampuan pertahanan Rusia. Foto: Vladimir Astapkovitch/RIA Novosti

Pada akhir Juli lalu, ketika Uni Eropa baru saja mengeluarkan kebijakan embargo impor dan ekspor senjata serta teknologi militer terhadap Rusia, RBTH telah mengamati semua sektor bisnis dan proyek yang akan terkena imbas dari kebijakan tersebut. Bersamaan kebijakan embargo itu, Uni Eropa juga memberlakukan larangan pemberian kredit pada tiga konsorsium bidang pertahanan terbesar di Rusia (Uralvagonzavod, Oboronprom, dan Obyedinyonnaya Aviastroitelnaya Korporatsiya), sanksi terhadap sembilan konsorsium penting bidang pertahanan Rusia, serta sanksi terkait kontrak pengadaan kapal induk Mistral.

Jelang 2020, Semua Anggota Militer Rusia Akan ‘Dipersenjatai’ Sistem Navigasi GLONASS

Dua tahun yang lalu, Kepala Direktorat Militer dan Topografi Rusia Sergey Kozlov menyebutkan 50 persen tentara dan armada laut Rusia akan dilengkapi dengan teknologi navigasi mutakhir. Kini, angka tersebut naik menjadi 85 persen, dan dalam waktu lima tahun ke depan kebutuhan instansi militer akan teknologi navigasi ini harus sudah terpenuhi secara menyeluruh. 

Teknologi pintar ini diluncurkan bagi para tentara secara individual, khususnya para tentara penerima sinyal navigasi bergerak.
Teknologi pintar ini diluncurkan bagi para tentara secara individual, khususnya para tentara penerima sinyal navigasi bergerak. Foto: Sergey Pivovarov/RIA Novosti

Seiring perkembangan zaman, angkatan bersenjata Rusia membutuhkan data dari satelit sistem navigasi GLONASS dan perangkat darat penunjang lain agar bisa beroperasi secara maksimal. Sistem tersebut berguna untuk memberi informasi dalam menyiapkan serangan tembak, melakukan perjalanan laut, kegiatan intelejen, serta mendukung kegiatan pasukan artileri. Pasukan militer telah menggunakan alat pelacak posisi dari orbit bumi sejak lama, namun mereka harus terus menyesuaikan diri dengan peralatan yang semakin modern. Hal itu bertujuan agar pasukan militer dapat memperoleh acuan yang lebih akurat mengenai keberadaan mereka dan lokasi mereka dari lawannya.

Mantan Bos Maskapai Prancis Duga MH370 Ditembak AS

"Pesawat Malaysia itu ditembak karena mendekati pangkalan militer AS."

Mantan Direktur Maskapai Proteus, Marc Dugain, mengungkap adanya konspirasi dalam peristiwa jatuhnya pesawat MH370. Menurut Marc, pesawat milik Malaysia Airlines itu diduga ditembak oleh Amerika Serikat.


Pencarian pesawat hilang MH370 oleh perusahaan satelit Inmarsat
Pencarian pesawat hilang MH370 oleh perusahaan satelit Inmarsat

Seperti diberitakan Huffingtonpost, Senin 22 Desember 2014, Marc Dugain menduga pesawat itu dikuasai hacker dengan meretas komputer Malaysia Airlines hingga pesawat mengarah ke Pulau Diego Garcia yang menjadi basis pangkalan militer Angkatan Laut AS.

Menurut Dugain, militer AS melihat datangnya pesawat. Khawatir terulangnya tragedi serangan pada 11 September 2001 lalu, militer AS mengambil tindakan. Pesawat MH370 ditembak jatuh.

AS Minta Bantuan Tiongkok Atasi Peretasan Korut

Amerika Serikat dilaporkan meminta bantuan Tiongkok untuk meredam serangan siber yang dilakukan oleh Korea Utara, salah satunya peretasan terhadap jaringan Sony Pictures yang berujung pada dibatalkannya penayangan perdana film The Interview.

Tiongkok sebagai negara sekutu paling dekat Korut diminta membantu AS meredam peretasan dari negara pimpinan Kim Jong Un itu

"Kami telah mendiskusikan masalah ini dengan Tiongkok untuk berbagi informasi, menyampaikan keprihatinan kami terhadap serangan ini dan meminta kerja sama mereka," kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada AFP, Sabtu (20/12).

AS menuding Korut telah membobol jaringan dan mencuri data-data rumah produksi Sony Pictures, termasuk percakapan email, naskah, data-data artis, dan film yang belum dirilis.

Diduga tindakan ini dilakukan setelah Sony berencana menayangkan film berjudul The Interview yang mengisahkan soal dua agen CIA yang berencana membunuh Kim Jong Un. Film tersebut akhirnya batal ditayangkan perdana karena ancaman serangan dari pihak peretas.

Senin, 22 Desember 2014

AL Israel tembaki nelayan Palestina di Gaza

Pasukan Angkatan Laut Israel Minggu melepaskan tembakan ke beberapa nelayan Palestina dari Khan Younes dan lepas pantai Kota Gaza, Jalur Gaza, kata koresponden WAFA.

Laporan-laporan menunjukkan bahwa kapal perang Israel menargetkan nelayan di perahu kayu rentan mereka dengan menembakkan peluru tajam untuk memaksa para nelayan tak bersenjata itu meninggalkan laut, meskipun mereka sedang menjaring dalam hukum enam mil laut (NM) yang disepakati Israel dalam perjanjian gencatan senjata terbaru.


AL Israel tembaki nelayan Palestina di Gaza

Serangan-serangan terhadap nelayan di Gaza tidak hanya membahayakan kehidupan mereka, tetapi juga kehidupan keluarga mereka dan ekonomi di jalur-perang yang kelelahan.

Menangkap ikan dianggap industri utama di Gaza, yang terus dirusak oleh Israel, menyebabkan seluruh masyarakat menderita kondisi ekonomi yang memburuk.

Suriah tembak jatuh "drone" Israel di Provinsi Al-Qunaitera

Sistem Pertahanan Udara Suriah menjatuhkan satu pesawat tanpa awak milik Israel di Provinsi Al-Qunaitera di bagian selatan Suriah pada Ahad (21/12), kata stasiun televisi milik negara Al-Ekhbairia.

Suriah tembak jatuh drone Israel di Provinsi Al-Qunaitera

Dengan mengutip satu sumber militer, TV tersebut melaporkan "drone" itu ditembak-jatuh di Kota Kecil Hadar di Al-Qunaitera, yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan --yang diduduki Israel, lapor Xinhua.

Nama pesawat tanpa awak tersebut, katanya, adalah Skylark 1, demikian laporan Xinhua. Laporan itu tidak memberi perincian lebih lanjut.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...