Senin, 06 Oktober 2014

Kelompok Milisi Mesir Gorok Empat Mata-mata Israel

Kelompok jihadis Mesir secara mengejutkan merilis video yang menunjukkan pembunuhan empat orang, termasuk memenggal kepala tiga orang di antaranya, yang dituding menjadi mata-mata untuk tentara serta dinas intelijen Mossad Israel.

Kelompok Milisi Mesir Gorok Empat Mata-mata Israel
Pemenggalan mata-mata tentara dan Israel oleh kelompok jihadis Mesir (Foto: Ist)

Ini adalah video mengerikan kedua yang dikeluarkan oleh Ansar Beit al-Maqdis (Partisan Yerusalem), kelompok milisi paling mematikan yang berpusat di Sinai.

Sinai adalah wilayah Mesir yang didera pemberontakan. Video serupa yang mempelihatkan peristiwa pemenggalan kepala dikeluarkan kelompok tersebut pada 28 Agustus lalu.

Video itu mempertontonkan pemenggalan kepala empat pria yang dituduh sebagai mata-mata Israel.

Ansar Beit al-Maqdis mengatakan pihaknya mendukung kelompok Negara Islam (IS/ISIS) yang telah menguasai banyak wilayah di Irak dan Suriah, namun belum menyatakan janji untuk secara resmi menjalin hubungan dekat dengan kelompok tersebut.

Lima orang tewas dalam serangan drone AS di Pakistan

Lima orang tewas dan dua orang lagi cedera ketika "drone" AS menembakkan rudal di daerah suku Waziristan Selatan, Pakistan Baratlaut, Minggu malam (5/10), demikian laporan media setempat.

 Lima orang tewas dalam serangan drone AS di Pakistan

Stasiun TV Dawn menyatakan pesawat tanpa awak milik AS mengempur satu tempat persembunyian gerilyawan dengan menembakkan dua rudal di daerah Shawal di Waziristan Selatan, daerah suku yang bergolak di perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Menurut laporan sebelumnya, serangan itu dilancarkan di Waziristan Utara, saat serangan dilancarkan di Desa Kandh Gara, Shawal, yang membentang antara wilayah suku Wazirits Utara dan Waziristan Selatan.

Identitas orang yang tewas belum diumumkan, tapi warga mengatakan seorang tokoh gerilyawan menjadi sasaran serangan pesawat Amerika itu.

Lawan ISIS, Pasukan Wanita Kurdi Rela Lakukan Bom Bunuh Diri

Pasukan dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi di Suriah (YPG) menggunakan taktik yang biasanya digunakan oleh kelompok militan Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) untuk melawan mereka. Mereka tidak segan jadi relawan bom bunuh diri agar bisa menghancurkan markas ISIS. 
Pejuang wanita Kurdi di kota Qamishli
Pejuang wanita Kurdi di kota Qamishli Foto : REUTERS/Massoud Mohammed
Dilansir dari laman Russia Today (RT), Senin 6 Oktober 2014 mengutip pernyataan kelompok Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris. Organisasi itu menyebut seorang komandan perempuan YPG dilaporkan telah meledakkan diri sendiri.

Namun, kelompok itu tidak bisa memastikan berapa jumlah pejuang ISIS yang terbunuh dalam serangan tersebut. Dari laporan yang mereka terima, operasi tersebut berhasil menewaskan anggota kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu.

Aksi peledakan itu terjadi di bagian timur kota Kobani atau yang dikenal Ayn al-Arab. Kota tersebut kini tengah menjadi saksi mata pembantaian keji yang dilakukan ISIS. Sebelumnya, kelompok itu telah berjanji akan mulai menguasai kota tersebut pada awal perayaan Idul Adha.

Minggu, 05 Oktober 2014

Taliban Pakistan nyatakan dukung ISIS

Taliban Pakistan mengumumkan mereka mendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah. Mereka juga memerintahkan seluruh anggotanya membantu ISIS di Timur Tengah.

"Saudara kami, kami bangga dengan semua kemenangan kalian. Kami bersama kalian dalam suka maupun duka," ujar juru bicara Taliban Shahidullah Shahid dalam pernyataan memperingati Hari Raya Idul Adha, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (5/10).


Taliban Pakistan nyatakan dukung ISIS

"Semua muslim di seluruh dunia berharap kepada kalian. Kami bersama kalian dan akan membantu para mujahidin dalam dukungan apa pun," kata dia.

Pernyataan dirilis dalam bahasa Urdu, Pasto, dan Arab itu dikeluarkan setelah ISIS membunuh tawanan asal Inggris Alan Henning.

Radar Baru China Siap Hadapi Pesawat Siluman Amerika Serikat

Media China menyebut F-22 Raptor, yang merupakan salah satu pesawat tercanggih Amerika Serikat (AS) dengan teknologi anti-radar hingga dijuluki pesawat siluman, kini menjadi tak lebih dari barang usang untuk radar baru China.

Pesawat Tempur F-35 Amerika Serikat

Dilansir laman defensenews, Sabtu, 4 Oktober, sistem radar baru dengan kode DWL002 terdiri dari satu stasiun utama dan dua stasiun pembantu, yang dapat diekspansi hingga empat stasiun bergerak, menggunakan truk-truk pengangkut.

Radar yang dipamerkan dalam Eksebisi Elektronika Pertahanan Internasional China ke-9 di Beijing, pada Mei lalu, dapat mendeteksi pesawat jet musuh hingga sejauh 400 Km dan 600 Km untuk pesawat militer standar.

Amerika bilang strategi dan komunikasi ISIS berubah

Juru Bicara Pentagon John Kirby Jumat menunjukkan bahwa strategi dan metode komunikasi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mulai berubah dalam menanggapi tumbuhnya misi Amerika Serikat.

Amerika bilang strategi dan komunikasi ISIS berubah

"Mereka (ISIS) tentunya mengubah cara mereka berkomunikasi, dan itu sulit bagi mereka untuk melakukannya," kata Kirby kepada wartawan.

Ia menekankan "tidak mengherankan jika (ISIS) mendapatkan persembunyian yang lebih baik."

Australia Kirim Jet Tempur, Turki Siap Selamatkan Kota Etnis Kurdi

Kabinet pemerintah Australia akhirnya membuat keputusan mengejutkan seperti halnya parlemen di Turki yaitu sepat mengirim jet-jet tempurnya untuk membasmi ISIS.
Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengatakan persetujuan mengirim kekuatan militer ke Irak bukan keputusan yang diambil enteng pemerintah. Irak memang sudah seharusnya tidak sendirian saat harus memerangi kelompok milisi ISIS.


Australia Kirim Jet Tempur, Turki Siap Selamatkan Kota Etnis Kurdi

Menurut Abbott, ISIS adalah sekte kematian yang telah menggelorakan peperangan terhadap dunia sehingga harus dimusnahkan.

"Ini adalah penggelaran untuk bertempur," tegas Abbott. Secara terpisah, Turki juga telah menegaskan akan melakukan segala cara dan upaya untuk mencegah kota yang didominasi Kurdi Kobani, dekat perbatasan dengan Suriah, jatuh ke pemberontak Negara Islam (ISIS). Peryataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...