Sepanjang minggu lalu, PM Rusia Dmitry Medvedev menghadiri dua pertemuan kunci di wilayah Asia Pasifik, serta mengunjungi Kamboja. Kala perhatian media fokus pada pertemuan APEC di Manila pada 18 – 19 November lalu, pengamat Rusia menyatakan bahwa signifikansi kehadiran Medvedev dalam Konferensi Asia Timur di Kuala Lumpur tak boleh diabaikan.
Dapatkah tur sang perdana menteri tersebut di Asia meyakinkan para kaum skeptis bahwa rencana Rusia untuk melakukan 'pivot to Asia' memiliki substansi, bukan sekadar gaya? Upaya terbaru diplomasi menunjukkan bahwa meski langkah Rusia tertatih, tim Putin masih berharap dapat mencapai hasil gemilang, namun kini lebih selektif dalam melakukan pendekatannya.
Segera setelah menghadiri pertemuan KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Manila, Medvedev terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri Konferensi Asia Timur ke-10 yang dihadiri 18 negara. Konferensi tersebut merupakan wadah untuk menyatukan para anggota ASEAN dengan mitra 'luar', menunjukkan bahwa mereka setidaknya punya makna simbolis.
Medvedev juga membicarakan hubungan bilateral dengan Malaysia, lalu mengunjungi Kamboja, yang melalui evolusi dramatis menjadi lebih terbuka dengan dunia luar.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Jumat, 04 Desember 2015
Rusia Ubah Fokus Kerjasama ke Asia Tenggara
Rabu, 02 Desember 2015
Dugaan serangan teror, polisi Australia lakukan penggrebekan
Polisi menggerebek dua rumah di Sydney, Australia, menyusul dugaan ancaman serangan terhadap sebuah kantor polisi.
Salah satu rumah itu milik keluarga Talal Alameddine yang ditahan Oktober lalu terkait pembunuhan terkait teror terhadap seorang staf kepolisian di luar sebuah kantor polisi.
Alameddine dituding memberikan senjata bagi Farhad Jabar, 15, untuk digunakan membunuh akuntan polisi Curtis Cheng.
Polisi menyebut, dalam penggeledahan itu tak ditemukan "benda-benda mencurigakan."
Salah satu rumah itu milik keluarga Talal Alameddine yang ditahan Oktober lalu terkait pembunuhan terkait teror terhadap seorang staf kepolisian di luar sebuah kantor polisi.
Alameddine dituding memberikan senjata bagi Farhad Jabar, 15, untuk digunakan membunuh akuntan polisi Curtis Cheng.
Polisi menyebut, dalam penggeledahan itu tak ditemukan "benda-benda mencurigakan."
Selasa, 01 Desember 2015
Putin Sebut Turki Tembak SU-24 untuk Lindungi Pasokan Minyak dari ISIS
Rusia telah mengumumkan sanksi ekonomi terhadap Turki sebagai buntut penembakan pesawat tempur Rusia Sukhoi SU-24 oleh F-16 milik Turki pada Selasa (24/11) lalu. Tak cukup sampai di situ, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut penembakan tersebut untuk melindungi pasokan minyak dari ISIS ke Turki.
"Kami punya setiap alasan untuk berpikir bahwa keputusan menembak jatuh pesawat kami didikte oleh keinginan untuk melindungi jalur pasokan minyak ke wilayah Turki," kata Putin.
Hal tersebut disampaikan Putin di sela Conference of Parties (COP) 21 PBB di Paris, Senin (30/11/2015). Agenda ini dihadiri oleh 150 pemimpin dunia termasuk Presiden RI Jokowi dan Presiden AS Barack Obama.
"Kami punya setiap alasan untuk berpikir bahwa keputusan menembak jatuh pesawat kami didikte oleh keinginan untuk melindungi jalur pasokan minyak ke wilayah Turki," kata Putin.
Hal tersebut disampaikan Putin di sela Conference of Parties (COP) 21 PBB di Paris, Senin (30/11/2015). Agenda ini dihadiri oleh 150 pemimpin dunia termasuk Presiden RI Jokowi dan Presiden AS Barack Obama.
Minggu, 29 November 2015
Jerman Kerahkan Jet Tornado Perangi ISIS di Suriah
Jerman putuskan aktif perangi ISIS di Suriah dengan kirim jet intai Tornado dan kapal perang. Tujuannya bantu misi militer Perancis. Konstelasi perang di Suriah kini makin rumit.
Kanselir Jerman, Angela Merkel kini wujudkan janji solidaritasnya kepada presiden Perancis, Francois Hollande untuk membantu Perancis dengan segala daya yang dimiliki untuk perangi terorisme.
Jerman siap kirimkan pesawat jet intai Tornado yang juga memiliki perlengkapan standar senjata modern.
Selain itu Berlin juga akan mengirim sebuah kapal perangnya ke kawasan perairan Suriah. Seusai pertemuan dengan Hollande di Paris, Kamis (26/11/2015), Merkel mengatakan pihaknya siap menggelar perang melawan teroris.
Kanselir Jerman, Angela Merkel kini wujudkan janji solidaritasnya kepada presiden Perancis, Francois Hollande untuk membantu Perancis dengan segala daya yang dimiliki untuk perangi terorisme.
Jerman siap kirimkan pesawat jet intai Tornado yang juga memiliki perlengkapan standar senjata modern.
Selain itu Berlin juga akan mengirim sebuah kapal perangnya ke kawasan perairan Suriah. Seusai pertemuan dengan Hollande di Paris, Kamis (26/11/2015), Merkel mengatakan pihaknya siap menggelar perang melawan teroris.
Label:
Isu Terorisme,
Jerman,
Pesawat Tempur
Kamis, 26 November 2015
Militer Turki Tak Tahu Jet yang Ditembak Jatuh Itu Milik Rusia
Militer Turki menyatakan tak tahu bahwa jet yang mereka tembak jatuh pada Selasa (24/11) lampau itu adalah milik Rusia. Kini Turki siap bekerjasama dengan Rusia terkait insiden tersebut.
Sebagaimana dilansir AFP, Kamis (26/11/2015), Militer Turki berbicara pada Rabu (25/11) waktu setempat. Angkatan bersenjata Turki juga menyatakan telah membuat upaya penting untuk menemukan dan menyelamatkan para pilot usai jet Sukhoi (Su-24) itu ditembak jatuh.
"(Waktu itu) Asal negara pesawat itu kami tidak tahu... dan aturan keterlibatan telah secara otomatis digunakan," kata militer Turki dalam pernyataannya.
Pernyataan itu disiarkan usai ketegangan muncul antara Ankara dengan Moskow. NATO, aliansi yang menaungi Turki, juga telah mengimbau agar semua pihak bisa tenang.
Sebagaimana dilansir AFP, Kamis (26/11/2015), Militer Turki berbicara pada Rabu (25/11) waktu setempat. Angkatan bersenjata Turki juga menyatakan telah membuat upaya penting untuk menemukan dan menyelamatkan para pilot usai jet Sukhoi (Su-24) itu ditembak jatuh.
"(Waktu itu) Asal negara pesawat itu kami tidak tahu... dan aturan keterlibatan telah secara otomatis digunakan," kata militer Turki dalam pernyataannya.
Pernyataan itu disiarkan usai ketegangan muncul antara Ankara dengan Moskow. NATO, aliansi yang menaungi Turki, juga telah mengimbau agar semua pihak bisa tenang.
Label:
Konflik Eropa,
Pesawat Tempur,
Rusia,
Turki
Putin Sebut Penembakan Pesawat Rusia oleh Turki Tindakan Kriminal
Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi keras penembakan pesawat tempur
Su-24 oleh Turki. Putin menyebut penembakan ini sebagai tindakan
kriminal dan menegaskan tidak akan mentolerirnya.
"Saya memahami setiap negara memiliki kepentingan regional masing-masing dan kami selalu menghormati hal itu. Tapi kami tidak akan pernah mentolerir tindak kriminal seperti hari ini," tegas Putin dalam pernyataannya usai bertemu Raja Yordania Abdullah II, seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, Rabu (25/11/2015).
Menurut Putin, insiden penembakan pesawat Rusia ini bagaikan penikaman dari belakang kepada Rusia yang tengah gencar memerangi terorisme di Suriah. "Kehilangan hari ini seperti penikaman dari belakang oleh kaki tangan teroris," sebutnya.
Dijelaskan Putin, pesawat tempur Su-24 itu sedang menjalankan misi melawan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Putin menyebut, pesawat itu terbang di atas wilayah Latakia, Suriah yang diyakini menjadi lokasi berkumpulnya militan ISIS.
"Saya memahami setiap negara memiliki kepentingan regional masing-masing dan kami selalu menghormati hal itu. Tapi kami tidak akan pernah mentolerir tindak kriminal seperti hari ini," tegas Putin dalam pernyataannya usai bertemu Raja Yordania Abdullah II, seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, Rabu (25/11/2015).
Menurut Putin, insiden penembakan pesawat Rusia ini bagaikan penikaman dari belakang kepada Rusia yang tengah gencar memerangi terorisme di Suriah. "Kehilangan hari ini seperti penikaman dari belakang oleh kaki tangan teroris," sebutnya.
Dijelaskan Putin, pesawat tempur Su-24 itu sedang menjalankan misi melawan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Putin menyebut, pesawat itu terbang di atas wilayah Latakia, Suriah yang diyakini menjadi lokasi berkumpulnya militan ISIS.
Selasa, 24 November 2015
Helikopter Militer AS Jatuh di Korsel, 2 Orang Tewas
Helikopter militer milik Amerika Serikat jatuh di pegunungan Provinsi Gangwon, Korea Selatan. Sedikitnya dua orang tewas dalam kecelakaan ini.
Disampaikan seorang juru bicara militer AS kepada AFP, Senin (23/11/2015), helikopter yang diyakini jenis AH-64 Apache ini jatuh di kota Wonju, yang berjarak 70 kilometer sebelah tenggara Seoul. Dua korban tewas disebut sebagai pilot helikopter dan satu awaknya.
Dituturkan seorang petugas pemadam kebakaran di Wonju, bahwa kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 18.22 waktu setempat. Helikopter tersebut jatuh di dekat rumah warga setempat, yang kemudian melaporkan insiden ini ke polisi.
Disampaikan seorang juru bicara militer AS kepada AFP, Senin (23/11/2015), helikopter yang diyakini jenis AH-64 Apache ini jatuh di kota Wonju, yang berjarak 70 kilometer sebelah tenggara Seoul. Dua korban tewas disebut sebagai pilot helikopter dan satu awaknya.
Dituturkan seorang petugas pemadam kebakaran di Wonju, bahwa kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 18.22 waktu setempat. Helikopter tersebut jatuh di dekat rumah warga setempat, yang kemudian melaporkan insiden ini ke polisi.
Label:
Amerika,
Helikopter,
Korea Selatan
Langganan:
Postingan (Atom)






