Senin, 10 Agustus 2015

7 Senjata nuklir paling mematikan, mampu picu Perang Dunia ke-3

Tanggal 6 Agustus kemarin, dunia memperingati peristiwa pengeboman nuklir dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki. Meskipun sangat memilukan dan telah membunuh lebih dari 240.000 jiwa, pengeboman oleh sekutu itu berhasil menghentikan Perang Dunia ke-2.


Sejak saat itu penggunaan nuklir sebagai senjata sangat ditekan, terutama pasca Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Namun pada kenyataannya, ketakutan akan perang nuklir membuat beberapa negara lain ikut memproduksi senjata yang sering disebut paling mematikan tersebut.

Walaupun tidak sebanyak era 1980an, masih ada 7 senjata nuklir yang keberadaannya sangat ditakuti saat ini. Sebab, peluncuran satu saja di antara senjata nuklir itu, bisa menjadi tanda dimulainya Perang Dunia ke-3.


Minggu, 09 Agustus 2015

Benarkah Bom Atom yang Memaksa Jepang Menyerah?

Jepang mengulang seruan untuk dimusnahkannya senjata nuklir dari dunia, dalam peringatan 70 tahun serangan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Hawa kematian dan kehancuran, dampak ledakan senjata pemusnah massal di dua kota itu, menjadi peringatan tentang ancaman yang luar biasa mengerikan, sebagai akibat penggunaan senjata nuklir.


Peringatan 70 tahun serangan bom atom di Hiroshima
Peringatan 70 tahun serangan bom atom di Hiroshima

Seperempat juta manusia tewas sebagai akibat langsung dan tidak langsung, dua ledakan bom atom yang segera disusul dengan berakhirnya Perang Dunia II, ditandai menyerahnya Jepang pada Sekutu.

Dikutip dari situs berita boston.com pada Minggu, 9 Agustus 2015, selama tujuh dekade publik Amerika Serikat (AS) menerima satu versi cerita, seputar kekalahan dan menyerahnya Jepang tanpa syarat.

Pengaruh Penghargaan Soekarno Award kepada Kim Jong Un

Rachmawati Soekarnoputri, putri mantan Presiden RI Soekarno, mengumumkan rencana memberikan penghargaan Soekarno Award, bagi pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, pada 30 Juli 2015 lalu.

Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno dan pendiri Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korut, itu menilai Jong-un terbukti konsisten melawan imperialisme, sejalan dengan pemikiran kakeknya, Kim Il Sung.


Pengaruh Penghargaan Soekarno Award kepada Kim Jong Un

Gigihnya Kim Jong Un melawan imperialisme, disebut Rachmawati juga sesuai dengan pemikiran ayahnya, seorang anti neo-kolonialisme (nekolim) yang membuatnya mendapat tudingan diktator dari Barat.

"Rachmawati adalah putra Soekarno, diktator brutal Indonesia yang digulingkan pada 1960an," tulis laman Huffington Post, dalam laporan situs berita Amerika Serikat (AS) itu pada Selasa, 4 Agustus lalu.

Rabu, 05 Agustus 2015

Salatiga sempat dihebohkan beredarnya meme bendera PKI di Salatiga

Menjelang rencana digelarnya acara kongres Temu Nasional Korban 65/Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65' bertema "Menuju Penyelesaian Adil dan Bermartabat Bagi Korban 65" di Kota Salatiga, Jawa Tengah dunia media sosial (medsos) dihebohkan dengan munculnya meme berkibarnya bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) di salah satu jembatan di Salatiga, Jawa Tengah.

Salatiga sempat dihebohkan beredarnya meme bendera PKI di Salatiga

Meski kegiatan yang menurut rencana akan diselenggarakan tanggal 6 Agustus sampai 9 Agustus 2015 bertempat di Wisma Widya Graha LP3S di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 10, Salatiga, Jawa Tengah ternyata batal karena tidak diizinkan oleh Polres Salatiga sampai saat ini meme bendera warna merah berlogo palu-arit tersebut ramai dibicarakan netizen.

Postingan meme tersebut diunggah oleh akun berinisial MA pada Minggu (2/8) lalu menampilkan sejumlah bendera bergambar palu arit berjajar di sebuah jembatan. Dalam postingannya, pengunggah gambar juga membuat tulisan dengan nada bertanya, "apakah ada yg tahu kenapa Bendera ini terpampang berkibar di salatiga Jawa tengah?"

Selasa, 04 Agustus 2015

Rusia Undang Pemimpin Hamas ke Moskow

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov bertemu pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, di Doha, Qatar. Pejabat Hamas mengatakan, dalam pertemuan itu, Lavrov mengajak Meshaal mengunjungi Moskow.

Rusia Undang Pemimpin Hamas ke Moskow

Meshaal yang tinggal di Doha terakhir kali menyambangi Moskow pada 2010, atau empat tahun setelah kunjungan pertamanya di ibu kota Rusia tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diungkapkan di Gaza, pejabat Hamas mengatakan sebuah delegasi yang dipimpin Meshaal bertemu dengan Lavrov. Dalam pertemuan itu, Meshaal membahas tentang terorisme di Tepi Barat serta kekerasan terhadap umat beragama di Yerusalem.

Senin, 03 Agustus 2015

Khamenei tulis buku cara menghapus Israel dan melawan Setan Amerika

Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei dilaporkan telah menulis sebuah buku berisi 416 halaman yang membahas tentang cara menghapus Israel dari peta. Di buku itu dia juga menyebut negara Zionis sebagai sekutu dari Setan Amerika.

  Khamenei tulis buku cara menghapus Israel dan melawan Setan Amerika

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (3/8), dalam bukunya, Khamenei menyampaikan langkah-langkah untuk mengusir Israel dari Timur Tengah lewat perang habis-habisan, meski saat ini pemerintah Iran baru saja mencapai kesepakatan nuklir dengan negara Barat dipimpin Amerika.

Menurut koran the New York Times yang mengaku menerima salinan buku berjudul Palestina itu, di buku tersebut Khamenei menyusun strategi jihad selama satu dekade untuk membuat Israel berada di bawah kekuasaan Islam, lalu menyebar ke seluruh dunia.

Prancis Bayar Kompensasi Kapal Mistral ke Rusia

Prancis setuju membayar kompensasi kepada Rusia untuk pembatalan penjualan dua kapal perang, menurut pejabat Rusia. Pembatalan penjualan itu terjadi sesudah pecah konflik di Ukraina timur, dimana Rusia dituduh mendukung kelompok separatis. Kontrak Mistral itu bernilai 1,2 miliar euro (sekitar Rp17 triliyun) dan Rusia telah membayar uang muka sebesar 840 juta euro.

Kedua kapal, Vladivostok dan Sevastopol, masih terlihat di galangan kapal Saint-Nazaire di Prancis.
Satu dari dua kapal pengangkut helikopter itu -diberi nama Vladivostok- seharusnya tiba di Rusia bulan November 2014. “Negosiasi telah selesai, segalanya telah diputuskan, soal jangka waktu maupun jumlah pembayaran,” kata Vladimir Kozin, ajudan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...