Rabu, 05 Agustus 2015

Salatiga sempat dihebohkan beredarnya meme bendera PKI di Salatiga

Menjelang rencana digelarnya acara kongres Temu Nasional Korban 65/Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65' bertema "Menuju Penyelesaian Adil dan Bermartabat Bagi Korban 65" di Kota Salatiga, Jawa Tengah dunia media sosial (medsos) dihebohkan dengan munculnya meme berkibarnya bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) di salah satu jembatan di Salatiga, Jawa Tengah.

Salatiga sempat dihebohkan beredarnya meme bendera PKI di Salatiga

Meski kegiatan yang menurut rencana akan diselenggarakan tanggal 6 Agustus sampai 9 Agustus 2015 bertempat di Wisma Widya Graha LP3S di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 10, Salatiga, Jawa Tengah ternyata batal karena tidak diizinkan oleh Polres Salatiga sampai saat ini meme bendera warna merah berlogo palu-arit tersebut ramai dibicarakan netizen.

Postingan meme tersebut diunggah oleh akun berinisial MA pada Minggu (2/8) lalu menampilkan sejumlah bendera bergambar palu arit berjajar di sebuah jembatan. Dalam postingannya, pengunggah gambar juga membuat tulisan dengan nada bertanya, "apakah ada yg tahu kenapa Bendera ini terpampang berkibar di salatiga Jawa tengah?"


Menanggapi adanya meme pengibaran bendera PKI tersebut, Kapolres Salatiga, AKBP Yudho Hermanto membantah jika telah terjadi pengibaran bendera PKI di Salatiga dan telah memastikan bahwa isu tersebut tidak betul. Bahkan dirinya bahwa meme tersebut adalah hoax.

"Tidak benar. Kami sudah pastikan itu. Di twitter juga sudah ramai diperbincangkan dan telah terkonfirmasi bahwa gambar tersebut adalah rekayasa. Bendera sudah dicek. Itu hoax," terang Kapolres, Selasa (4/8).

Yudho menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Salatiga tidak mudah terpancing dengan adanya isu-isu yang dapat menimbulkan konflik. Apalagi dikait-kaitkan oleh pihak-pihak tertentu dengan adanya pembatalan rencana kegiatan Kongres Anak Korban 65 yang digelar oleh YPKP 65 bekerjasama dengan YAPHI Solo di Salatiga yang dilakukan pihak Polres Salatiga dengan tidak memberikan izin acara berlangsung.

Yudho berani menjamin bahwa Salatiga bebas dari gerakan-gerakan politik yang mengarah kepada tindakan sparatis. Apalagi tindakan merongrong kewibawaan negara Indonesia di bawah naungan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Yudho juga mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak terpancing dengan tindakan provokasi yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab tersebut.

"Kami (Polri) sudah konsolidasi bersama TNI dan tokoh masyarakat supaya tidak terpancing aksi provokatif tersebut. Kami imbau supaya masyarakat agar tetap tenang menjaga kondisi aman dan tertib. Jika ada hal-hal atau permasalahan di masyarakat, bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah," tandasnya.

Wali Kota Salatiga, Yulianto mengaku sudah mendengar laporan adanya postingan gambar tersebut. Senada dengan Kapolres, Wali Kota juga meminta masyarakat tidak terpancing dengan adanya isu-isu yang bisa menimbulkan konflik tersebut.

"Salatiga ini terkenal dengan toleransi dan semangat persatuannya. Maka jika ada isu seperti ini, saya yakin tidak akan berdampak pada kerukunan masyarakat. Tetap jaga toleransi dan semangat persatuan," pungkas Yulianto pendek.

Sampai saat ini belum bisa dipastikan, oleh kelompok siapa atau seorang oknum tertentu siapakah yang sengaja mengunggah meme bendera PKI tersebut. Apakah kelompok yang tidak sepakat Kongres Anak Korban 65 yang digagas oleh Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 atau sebaliknya. (Merdeka)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...