Senin, 03 Agustus 2015

Khamenei tulis buku cara menghapus Israel dan melawan Setan Amerika

Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei dilaporkan telah menulis sebuah buku berisi 416 halaman yang membahas tentang cara menghapus Israel dari peta. Di buku itu dia juga menyebut negara Zionis sebagai sekutu dari Setan Amerika.

  Khamenei tulis buku cara menghapus Israel dan melawan Setan Amerika

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (3/8), dalam bukunya, Khamenei menyampaikan langkah-langkah untuk mengusir Israel dari Timur Tengah lewat perang habis-habisan, meski saat ini pemerintah Iran baru saja mencapai kesepakatan nuklir dengan negara Barat dipimpin Amerika.

Menurut koran the New York Times yang mengaku menerima salinan buku berjudul Palestina itu, di buku tersebut Khamenei menyusun strategi jihad selama satu dekade untuk membuat Israel berada di bawah kekuasaan Islam, lalu menyebar ke seluruh dunia.

Prancis Bayar Kompensasi Kapal Mistral ke Rusia

Prancis setuju membayar kompensasi kepada Rusia untuk pembatalan penjualan dua kapal perang, menurut pejabat Rusia. Pembatalan penjualan itu terjadi sesudah pecah konflik di Ukraina timur, dimana Rusia dituduh mendukung kelompok separatis. Kontrak Mistral itu bernilai 1,2 miliar euro (sekitar Rp17 triliyun) dan Rusia telah membayar uang muka sebesar 840 juta euro.

Kedua kapal, Vladivostok dan Sevastopol, masih terlihat di galangan kapal Saint-Nazaire di Prancis.
Satu dari dua kapal pengangkut helikopter itu -diberi nama Vladivostok- seharusnya tiba di Rusia bulan November 2014. “Negosiasi telah selesai, segalanya telah diputuskan, soal jangka waktu maupun jumlah pembayaran,” kata Vladimir Kozin, ajudan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Selasa, 28 Juli 2015

Vietnam Siap Beli Bomber SU-34

Untuk mengganti armada SU-22 yang sudah lama, Angkatan Udara Vietnam berencana membeli jet tempur penyerang kelas berat SU-34 Fullback Rusia, sebagai armada bomber masa depan.

Vietnam Siap Beli Bomber SU-34

Rencana itu telah dikonfirmasi oleh bagian eksport Ukroboronprom Grup (Ukraina) dalam laporan di “potensi militer Vietnam”. Dengan demikian, Vietnam dapat membeli pesawat tempur Su-34 dan beberapa senjata modern lainnya, dari negara eks Uni Soviet dan negara Eropa Timur lainnya.

Kabarnya ini bukan pertama kalinya tentang spekulasi kemungkinan Vietnam membeli pesawat tempur Su-34. 8 Januari 2013, kantor berita Itar Tass Rusia juga melaporkan informasi ini.

Minggu, 26 Juli 2015

Rusia Respon AS dengan Kirim Bomber Supersonik

Pemerintah Amerika Serikat (AS) terus melakukan pelatihan militer ke negara-negara Eropa. Pemerintah Rusia pun meresponsnya dengan mengirim pesawat pengebom supersonik ke Krimea untuk memperkuat pertahanan.

Bomber Tu-22M3 Rusia
Bomber Tu-22M3 Rusia

Seperti diberitakan Sputnik, Sabtu (25/7/2015), Badan Pertahanan Rusia diharapkan akan menerima enam pesawat pengebom jarak jauh jenis Tu-22M3 modern pada akhir 2015. Namun, tanggal pasti pengiriman ke Laut Hitam belum dipublikasikan.

Pesawat Tu-22M3 menawarkan jangkauan maksimum 4.200 mil dan memiliki radius tempur 1.500 mil. Pesawat itu dipersenjatai dengan 23 mm GSH-23 meriam di bagian ekor pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh. Kemudian, rudal jarak jauh antikapal yang disebut Raduga Kh-22 dan rudal udara atau Raduga Kh-15.

Rudal SM-2 Meledak Saat Ditembakkan Destroyer USS The Sullivans

Kapal Destroyer Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengalami kerusakan, tak lama setelah peluncuran uji rudal SM-2 di lepas pantai Virginia, AS.

Rudal SM-2 meledak sesaat setelah diluncurkan dari destroyer Arleigh Burke Class, USS The Sullivans

“Rudal Standar Missile-2 (SM-2) meledak saat ditembakkan dari Cell Vertical Launch System kapal destroyer Arleigh Burke Class, USS The Sullivan (DDG-68) saat melakukan latihan di lepas pantai Virginia,” demikian pernyataan dari Pusat Komando AL AS, seperti diberitakan Sputnik, Jumat (24/7/2015).

Jumat, 24 Juli 2015

Dua pemimpin ISIS tewas kena ranjau yang dipasang anak buah sendiri

Ranjau darat di Desa Kharbadan, sebelah tenggara Kota Mosul, Irak, meledak sehingga menewaskan dua pimpinan kelompok militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Ironisnya, ranjau itu ternyata dipasang oleh anak buah mereka sendiri.

Tabloid Mirror melaporkan, Kamis (23/7), yang tewas adalah pemimpin administratif ISIS untuk kawasan Mekhmour sekaligus Kirkuk.


Mobil petinggi ISIS meledak kena ranjau

"Pemimpin (ISIS) yang tewas dipastikan Abu Malik dan Abu Abdul-aziz," kata pemimpin pasukan Kurdi Peshmerga, Ali Hussein.

Insiden itu terjadi akhir pekan lalu. Rombongan Abu Malik lewat dalam perjalanan menuju Mosul. Nahas, mobil yang ditumpangi si pemimpin wilayah ini malah menyenggol ranjau yang dipasang di tengah jalan. Dalam video dilansir liveleak, bom itu berdaya ledak cukup besar, membuat mobil Abu Malik membumbung tinggi, sehingga kemudian meledak untuk kali kedua di udara.

Menilik kemungkinan remiliterisasi Jepang

16 Juli 2015 lalu Majelis Rendah Negeri Jepang meloloskan Rancangan Undang-undang (RUU) yang akan memperluas peran militer Jepang setelah anggota parlemen konco-konco Perdana Menteri Shinzo Abe memaksakan voting di tengah-tengah protes oposisi dan rakyat di luar gedung Majelis Rendah.


Menurut PM Shinzo Abe yang dikenal konservatif dan kanan, undang-undang itu diperlukan sebagai respon atas munculnya ancaman-ancaman baru terhadap Jepang, khususnya makin kuatnya militer China serta terorisme, sehingga belenggu terhadap militer Jepang perlu dilonggarkan untuk meningkatkan kekuatan penggentar dalam mempertahan keamanan dan kemakmuran Jepang.

Undang-undang yang masih memerlukan persetujuan Majelis Tinggi Jepang itu akan merubah total posisi defensif militer Jepang berdekade lalu paska kekalahan Jepang di Perang Dunia II dan menjadi penanda perubahan besar-besaran dalam kebijakan keamanan Jepang.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...