Jumat, 21 November 2014

Pemimpin pemberontak Ukraina tantang duel Presiden

Seorang pemimpin pemberontak di Ukraina timur pada Rabu menantang duel Presiden Petro Poroshenko dan menyatakan bahwa duel itu bisa membawa perdamaian di kawasan yang berkecamuk tersebut.

Pemimpin pemberontak Ukraina tantang duel Presiden
Presiden Ukraina Petro Poroshenko

Igor Plotnitsky (50), pemimpin Republik Rakyat Lugansk yang diproklamirkan sendiri, menulis dalam surat terbuka kepada Poroshenko dan meminta seluruh negeri bisa menyaksikan duel itu secara langsung di televisi.

"Setiap pihak punya hak untuk mendapatkan 10 saksi dan 10 perwakilan media. Saya tidak akan keberatan duel itu disiarkan langsung di televisi. Saya persilakan Anda memilih tempat dan senjatanya," tulis Plotnitsky.

"Apa tujuannya kebencian, membunuh orang, menghancurkan ekonomi dan kota?... Akan lebih baik memecahkan masalah ini dengan duel yang jujur dan aman, nyawa jutaan orang hanya dibayarkan dengan satu nyawa."

Jerman: tiada keamanan di Eropa tanpa Rusia

Rusia adalah kunci untuk menjamin keamanan Eropa, kata Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis saat menandai seperempat abad rujuk dengan Polandia, tetangganya.

"Kami menyadari bahwa keamanan Eropa hanya dapat dipastikan, dalam jangka menengah dan panjang, dengan Rusia," kata Merkel pada upacara dengan Perdana Menteri Polandia Ewa Kopacz di kota Polandia selatan, Krzyzowa.


 Jerman: tiada keamanan di Eropa tanpa Rusia

"Hukuman bukan tujuan. Itu hanya diterapkan saat diperlukan," kata Merkel, mengacu pada hukuman terhadap Rusia atas kemelut di Ukraina, "Kami ingin melanjutkan dengan pembicaraan dengan Rusia."

Krzyzowa kaya akan lambang keruntuhan Tirai Besi di Eropa Timur, yang mengakhiri pemisahan Timur dengan Barat, menjadi tuan rumah temu rujuk bersejarah Polandia-Jerman pada 1989.

Kamis, 20 November 2014

Taliban Serang Kompleks Warga Asing di Kabul, 4 Tewas

Para pejabat di Kabul mengatakan, polisi menewaskan empat pengebom bunuh diri Taliban dalam serangan atas pekerja asing di ibu kota Afganistan tersebut.

Penduduk setempat mengatakan, mereka mendengar tembakan dan beberapa ledakan, tetapi polisi mengatakan, tidak ada warga sipil yang menjadi korban.



Serangan pada kompleks besar dikenal dengan nama Green Village tersebut adalah yang kedua kalinya dalam minggu ini dengan sasaran pekerja asing.

Pada Senin (17/11/2014) lalu, dua petugas keamanan Afganistan tewas karena serangan Taliban pada kompleks warga barat lainnya.

Uji Coba Roket Canggih Pesawat Tempur T-50 Masuki Tahap Akhir

Perusahaan Takticheskoye Raketnoye Vooruzheniye (TRV) tengah melakukan uji coba tahap akhir untuk roket yang dipasang dalam badan pesawat Kh-58 UShK. Roket ini dirancang sebagai senjata bagi pesawat tempur masa depan Rusia (PAK FA), yang juga dikenal sebagai pesawat tempur generasi kelima atau T-50. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Takticheskoye Raketnoye Vooruzheniye (TRV) Rusia Boris Obnosov kepada koresponden TASS dalam sebuah pameran aviasi internasional.

Uji Coba Roket Canggih Pesawat Tempur T-50 Masuki Tahap Akhir

“Roket ini benar-benar keluaran terbaru yang sangat berbeda dengan roket Kh-58 yang lama, kecuali dalam indeks penamaan. Roket ini dua kali lebih pendek dari Kh-58 dan dilengkapi dengan sistem pemandu misil otomatis (fire and forget). Kini kami sedang menyelesaikan uji coba tahap akhir, termasuk peluncuran uji coba dari pesawat tempur percobaan T-50,” terang Obnosov.

Jawab Tindakan AS, Rusia Rancang Kereta Tempur Nuklir Terbaru

Proses pengembangan kompleks peluncur roket nuklir yang dipasang pada kereta api (BZhRK) terus berlanjut. Hal tersebut diberitakan secara serempak oleh beberapa media massa Rusia, berdasarkan informasi dari para narasumber di Kementerian Pertahanan Rusia. Sejumlah pakar menilai bahwa “kereta api nuklir” ini dapat dioperasikan untuk tugas militer menjelang tahun 2020 nanti. 

Jawab Tindakan AS, Rusia Rancang Kereta Tempur Nuklir Terbaru
Kemunculan BZhRK di jalur kereta api milik Rusia ini merupakan langkah lembaga militer Rusia, untuk mempersiapkan diri jika kelak Rusia tidak berhasil meyakinkan AS untuk menghentikan rencana membangun sistem pertahanan udara di Eropa tersebut.  | Foto: TASS

Pada awal Oktober lalu, saluran TV Rusia Zvezda milik grup media yang diawasi oleh Kementerian Pertahanan Federasi Rusia mengumumkan bahwa salah satu lembaga penelitian Rusia telah berhasil melewati tahap lanjut penelitian pengembangan BZhRK. Kompleks peluncur rudal ini dibuat sebagai reaksi atas tindakan AS yang membangun sistem pertahanan udara di benua Eropa.

Operasi Intelejen Militer Rusia yang Paling Menggemparkan

Badan Intelinjen Uni Soviet KGB adalah salah satu intelijen militer yang terkenal di seluruh dunia. Akan tetapi, ada pasukan yang tidak kalah dari KGB, yaitu Glavnoye Razvedyvatelnoye Upravleniye (GRU) yang selalu ikut dalam operasi rahasia. Kali ini RBTH mengumpulkan empat operasi paling dikenal yang dilakukan oleh salah satu badan intelejen militer Rusia, pasukan khusus GRU. 

Ada pasukan yang tidak kalah dari KGB, yaitu Glavnoye Razvedyvatelnoye Upravleniye (GRU) yang selalu ikut dalam operasi rahasia. Foto: Igor Miyalev/RIA Novosti


1. Serangan Sabotase di Spanyol

Perang saudara di Spanyol yang meletus pada 1936 membuat pemerintah republik yang sah terisolasi. Saat itu, hanya Uni Soviet yang menjadi sekutu Spanyol dan menolong mereka berperang melawan para tentara fasis. Pemerintah Soviet lalu membentuk detasemen pasukan khusus untuk melakukan serangan sabotase di wilayah Spanyol. Detasemen tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya pasukan khusus GRU (Direktorat Intelejen Utama Rusia).

Operasi yang paling dikenal dari pasukan tersebut adalah penghancuran kereta api yang mengangkut staf angkatan udara Italia di wilayah kota Kordoba pada awal 1937. Kereta yang terdiri dari delapan gerbong tersebut hancur akibat ledakan ranjau dan jatuh dari ketinggian tebing.

Sanksi Barat Tak Pengaruhi Minat Ekspor dari Rusia, Termasuk ke Indonesia

Rusia terus bertahan di peringkat kedua dunia dalam jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan ekspor senjata dan teknologi militer. Pada awal 2014 lalu diumumkan hasil akhir pendapatan ekspor senjata selama 2013 telah melewati angka 15 miliar dolar AS. Dalam waktu sepuluh bulan terakhir, Presiden Vladimir Putin mengumumkan saat Sidang Komisi Bidang Kerja Sama Militer pada Rabu (5/11) lalu, bahwa para pemesan mancanegara telah mendapatkan teknologi militer milik Rusia seharga 10 miliar dolar AS, atau mencapai 70 persen dari volume pengiriman yang ditargetkan dalam tahun berjalan. 

Kementerian Pertahanan Indonesia tengah mempertimbangkan opsi pembelian 16 pesawat tempur Su-35 dari Rusia. | Foto: Sukhoi.org

Jumlah pesanan produk industri pertahanan Rusia dari luar negeri kukuh bertahan di angka 50 miliar dolar AS, dan tahun ini para produsen senjata Rusia telah menandatangani kontrak ekspor senjata baru yang nilainya mencapai 7,5 miliar dolar AS.

Kehebohan seputar pemberian sanksi terhadap para produsen senjata Rusia berangsur-angsur menurun secara perlahan, ditandai dengan pameran-pameran senjata dan teknologi militer internasional yang mengundang para pakar senjata dan teknologi militer Rusia beserta produk pertahanan negara dengan teknologi muktahir miliknya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...