Selasa, 12 Agustus 2014

ISIS Juga Mengancam Amerika

Senator Amerika Serikat John McCain mengatakan bahwa sebenarnya kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) juga mengancam negaranya. Sebab McCain percaya ISIS akan juga menyerang negara lain.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kehormatan Senator Amerika Serikat John McCain (kedua kanan) dan Senator AS Sheldon Whitehouse di Kantor Presiden,(12/8/2014)
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

"Mereka menimbulkan ancaman terhadap Amerika Serikat," kata McCain saat mengunjungi Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 12 Agustus 2014.

Seperti di Indonesia, banyak pemuda di AS juga banyak yang ikut bergabung bersama ISIS di Suriah dan Irak. Menurut McCain, jika kembali ke tanah air, mereka akan menjadi ancaman bagi negara tersebut.

Jerman: tak ada bantuan militer buat pasukan kurdi Irak

Jerman telah menjelaskan bahwa "tak ada" pengiriman senjata Jerman untuk pasukan Kurdi di Irak, demikian laporan stasiun televisi umum Jerman, ARD, Senin (11/8).

Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert pada Senin, mengatakan menurut prinsip-prinsip Pemerintah Jerman, Jerman tak menyediakan senjata buat daerah konflik, kata ARD di jejaringnya.

Pasukan pejuang Kurdi (peshmerga) melakukan penyebaran keamanan intensif melawan militan Islamic State di garis depan di Khazer, Jumat (8/8). Pesawat tempur AS menyerang pejuang Islam bergerak di ibukota Kurdi Irak pada hari Jumat setelah Presiden Barack Obama mengatakan Washington harus mengambil tindakan untuk mencegah "genosida". (ANTARA FOTO/REUTERS/Azad Lashkari/djo/14)
Pasukan pejuang Kurdi (peshmerga) melakukan penyebaran keamanan intensif melawan militan Islamic State di garis depan di Khazer, Jumat (8/8). Pesawat tempur AS menyerang pejuang Islam bergerak di ibukota Kurdi Irak pada hari Jumat setelah Presiden Barack Obama mengatakan Washington harus mengambil tindakan untuk mencegah "genosida". (ANTARA FOTO/REUTERS/Azad Lashkari/djo/14)

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman memberitahu media bahwa Jerman saat ini memusatkan perhatian pada pengiriman bantuan kemanusiaan buat Irak.

Pemerintah Jerman telah menjanjikan 4,4 juta euro (5,9 juta dolar AS) dalam bentuk bantuan kemanusiaan darurat guna membantu pengungsi yang terjebak oleh kaum fanatik Negara Islam (IS) di Irak Utara.

Senin, 11 Agustus 2014

Israel Gagal Memenangkan Perang di Gaza

Oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri

Bagaimanakah pandangan Anda tentang agresi militer Zionis Israel ke Gaza sekarang ini? Apakah negara Yahudi itu telah berhasil memenangkan perang terhadap para pejuang Palestina?



Bila pertanyaan itu diajukan kepada para peserta jajak pendapat (polling) di media Aljazira.net, maka jawabannya berikut ini. Sebanyak 90.8 persen (7237) peserta polling menyatakan Israel ‘tidak’ berhasil mencapai tujuannya dalam serangannya ke Gaza. Hanya 9.2 persen (735) yang menyatakan ‘ya’ telah berhasil. Jajak pendapat diselenggarakan 6-9 Agustus 2014 dengan jumlah peserta 7972 orang.

Militer Israel menyerang Gaza sejak 8 Juli lalu. Sebelum genap 30 hari, kedua pihak -- pejuang Palestina dan Israel -- sepakat gencatan senjata selama tiga hari, untuk memberi waktu kepada para juru runding mereka di Kairo mengadakan pembicaraan bagi pemberhentian perang yang lebih permanen. Namun, para pejuang Hamas di Gaza juga mewanti-wanti kepada para juru rundingnya untuk menolak perpanjangan waktu -- berakhir Jumat (8/8) pagi --  kecuali Israel menyetop agresinya dan membuka blokade di seluruh wilayah Gaza.

Penerbangan dilangit Irak Sepi Pasca Serangan AS Terhadap ISIS

Seluruh maskapai internasional tak berani terbang di wilayah udara Irak setelah serangan pesawat tempur Amerika Serikat ke lokasi persembunyian militan Islamic State (IS) atau ISIS.


Serangan udara ini dilakukan setelah Presiden AS Barack Obama memberikan izin kepada militernya demi memberantas ISIS yang merajalela.

Beberapa penerbangan dari dan ke Timur Tengah yang biasanya melewati Negeri Seribu Satu Malam ini memilih memutar melalui wilayah udara Iran.

Berdasarkan pengamatan melalui situs pendeteksi jalur penerbangan Flightradar24.com, jalur yang memutar tersebut sudah dilakukan oleh banyak pesawat penumpang mulai Jumat waktu setempat.

Hillary Clinton Akui AS Dirikan ISIS, Ini Klarifikasi Kedubes

Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Beirut, Lebanon menolak klaim sejumlah kabar di media sosial setempat dan menyangkal bahwa Amerika Serikat (AS) adalah sang pembuat dan membenarkan berdirinya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).


Laporan media di Lebanon telah menyatakan, mantan menteri luar negeri AS, Hillary Clinton dalam memoarnya berjudul 'Hard Choice', ia, "telah mengakui dalam bukunya bahwa Amerika Serikat menciptakan Negara Islam dan berencana mengakui kehadirannya."

Kedubes AS segera bertindak dengan mengklarifikasi bahwa buku yang diterbitkan Hillary tidak memiliki referensi apapun tentang keterlibatan AS dalam penciptaan ISIS atau berencana untuk mengakuinya sebagai organisasi yang sah.

Minggu, 10 Agustus 2014

AL Rusia Klaim Usir Kapal Selam AS

Angkatan Bersenjata Rusia, Sabtu (9/8/2014), mengatakan telah mengusir sebuah kapal selam milik AS yang memasuki perairan Rusia di Laut Barents.

Seorang perwakilan markas besar angkatan laut Rusia kepada kantor berita Interfax mengatakan kapal selam yang diyakini adalah kelas Virgina ditemukan berada di dekat wilayah perairan Rusia pada Jumat (8/8/2014).


AL Rusia Klaim Usir Kapal Selam AS

Keberadaan kapal selam AS itu membuat Armada Utara Rusia mengerahkan beberapa kapal perang dan sebuah pesawat terbang anti-kapal selam Il-38 untuk memaksa kapal selam itu pergi.

Tak ada kontak senjata dalam insiden itu dan seorang perwira AL Rusia mengatakan kontak dengan kapal selam AS itu hanya berlangsung selama 27 menit.

Aksi Selfie Tentara Rusia Menambah Rumit Konflik di Ukraina

Alexander Sotkin, seorang tentara Rusia berpangkat sersan beberapa hari lalu terseret di tengah konflik Rusia-Ukraina. Sotkin mungkin tak menyangka jika hobinya berfoto selfie saat bertugas bakal berujung masalah serius.

Aksi Selfie Tentara Rusia Menambah Rumit Konflik di Ukraina

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Rabu (6/8/2014), setelah diusut, ternyata foto selfie Sotkin saat bertugas yang diunggah di Instagram pribadinya menunjukkan ia tengah berada di wilayah Ukraina.

Selama ini Pemerintah Rusia membantah keterlibatannya dalam konflik bersenjata yang terjadi di Ukraina. Namun, foto selfie pasukannya tersebut menjadi bukti dugaan keterlibatan Rusia dalam konflik di Ukraina.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...