Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel pada Rabu (6/11) mengecam laporan otopsi oleh satu dewan ilmuwan Swiss yang menyatakan mendiang mantan presiden Palestina Yasser Arafat mungkin telah diracuni hingga meninggal.
Pada Rabu pagi, beberapa ilmuwan Swiss mengumumkan bahwa menurut pemeriksaan awal, kandungan Polonium di dalam aliran darah Arafat ialah 18 kali lebih tinggi dari batas normal. Laporan itu secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Otonomi Nasional Palestina sehari sebelumnya.
Israel telah dituduh oleh para pejabat Palestina berada di belakang kematian Arafat pada November 2004 di satu rumah sakit di Prancis. Para dokter saat itu mengesampingkan penyebab kematian Arafat adalah stroke.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Kamis, 07 November 2013
Kontingen Polri-TNI di Sudan terima medali PBB
Kontingen Polri-TNI ke-5 yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Darfur, Sudan, (United Nations-African Union Mission in Darfur/UNAMID) pada Selasa (5/11) menerima medali penghargaan PBB.
Penyematan medali penghargaan PBB dan Uni Afrika kepada Kontingen Polri-TNI itu merupakan keempat kalinya karena dinilai profesional serta disiplin tinggi dalam melaksanakan tugas, kata siaran pers KBRI Khartoum yang diterima Antara Kairo, Rabu.
Kontingen Polri-TNI terdiri atas 140 polisi (Formed Police Unit/FPU), 14 police adviser termasuk di antaranya dua polisi wanita, delapan military observer (TNI).
Penyematan medali penghargaan PBB dan Uni Afrika kepada Kontingen Polri-TNI itu merupakan keempat kalinya karena dinilai profesional serta disiplin tinggi dalam melaksanakan tugas, kata siaran pers KBRI Khartoum yang diterima Antara Kairo, Rabu.
Kontingen Polri-TNI terdiri atas 140 polisi (Formed Police Unit/FPU), 14 police adviser termasuk di antaranya dua polisi wanita, delapan military observer (TNI).
Laporan forensik nyatakan Arafat tewas diracun polonium
Janda pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat, Suha Arafat, kemarin mengatakan suaminya itu meninggal karena diracun dengan bahan radioaktif polonium.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (7/11), para ahli medis dari Swiss menyatakan telah ditemukan bahan radioaktif polonium dalam kadar yang berbahaya di tubuh Arafat.
Bahan radioaktif ini sama dengan yang digunakan untuk membunuh mata-mata Rusia paling tersohor Alexander Litvenenko yang tewas di Ibu Kota London tujuh tahun lalu.
"Kita sedang membuktikan kejahatan yang sebenarnya, sebuah pembunuhan politik," kata Suha di Ibu Kota Paris, Prancis, usai menerima laporan ahli forensik Swiss atas jenazah suaminya.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (7/11), para ahli medis dari Swiss menyatakan telah ditemukan bahan radioaktif polonium dalam kadar yang berbahaya di tubuh Arafat.
Bahan radioaktif ini sama dengan yang digunakan untuk membunuh mata-mata Rusia paling tersohor Alexander Litvenenko yang tewas di Ibu Kota London tujuh tahun lalu.
"Kita sedang membuktikan kejahatan yang sebenarnya, sebuah pembunuhan politik," kata Suha di Ibu Kota Paris, Prancis, usai menerima laporan ahli forensik Swiss atas jenazah suaminya.
Rabu, 06 November 2013
India Sukses Luncurkan Misi Angkasa Menuju Mars
India sukses meluncurkan misi angkasa menuju Mars, Selasa (5/11/2013). India berambisi menjadi satu-satunya negara Asia yang bisa mencapai planet merah dengan teknologi angkasa yang murah.
Peluncuran roket seberat 350 ton membawa sebuah wahana tak berawak diawasi ketat puluhan ilmuwan yang tegang yang menyaksikan tugas terberat mereka sejak program ruang angkasa India dimulai pada 1963.
Sebelumnya, India belum pernah mencoba misi antarplanet seperti ini dan lebih dari separuh misi ke Mars berakhir dengan kegagalan, termasuk misi yang dilakukan China (2011) dan Jepang (2003).
Peluncuran roket seberat 350 ton membawa sebuah wahana tak berawak diawasi ketat puluhan ilmuwan yang tegang yang menyaksikan tugas terberat mereka sejak program ruang angkasa India dimulai pada 1963.
Sebelumnya, India belum pernah mencoba misi antarplanet seperti ini dan lebih dari separuh misi ke Mars berakhir dengan kegagalan, termasuk misi yang dilakukan China (2011) dan Jepang (2003).
Hamas bikin pelajaran lawan Israel di kurikulum sekolah di Gaza
Pemerintahan Hamas yang menguasai Jalur Gaza kemarin mengatakan pihaknya telah menambahkan pelajaran untuk mendorong adanya perlawanan terhadap Israel di kurikulum sekolah negeri di wilayah itu.
Menteri Pendidikan Hamas Muetassem al-Minaui mengatakan mata pelajaran untuk memperkuat hak-hak warga Palestina, memperbarui program-program, dan menambahkan pelajaran hak asasi manusia akan diperkenalkan pada tiga tingkatan di sekolah menengah atas (SMA), seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (6/11).
Menteri Pendidikan Hamas Muetassem al-Minaui mengatakan mata pelajaran untuk memperkuat hak-hak warga Palestina, memperbarui program-program, dan menambahkan pelajaran hak asasi manusia akan diperkenalkan pada tiga tingkatan di sekolah menengah atas (SMA), seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (6/11).
AS dan Rusia gagal sepakati tanggal pembicaraan perdamaian Suriah
Amerika Serikat dan Rusia Selasa gagal untuk menyepakati tanggal bagi penyelenggaraan konferensi perdamaian untuk mengakhiri konflik di Suriah.
Kedua negara itu juga belum sepakat mengenai peran yang mungkin Iran mainkan dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang saudara itu dan mengenai siapa yang akan mewakili oposisi Suriah, lapor Reuters.
"Kami berharap bahwa kami dapat mengumumkan tanggal itu hari ini; tapi sayang kami belum dapat umumkan," kata utusan PBB-Liga Arab Lakhdar Brahimi, yang memimpin pertemuan di PBB Jenewa. "Tapi kami masih upayakan konferensi dapat diselenggarakan akhir tahun."
Kedua negara itu juga belum sepakat mengenai peran yang mungkin Iran mainkan dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang saudara itu dan mengenai siapa yang akan mewakili oposisi Suriah, lapor Reuters.
![]() |
| Utusan Liga Arab-PBB Lakhdar Brahimi berhenti sejenak saat konferensi pers mengenai situasi di Suriah di markas besar PBB Eropa di Jenewa, Swiss, Rabu (28/8). (REUTERS/Denis Balibouse ) |
"Kami berharap bahwa kami dapat mengumumkan tanggal itu hari ini; tapi sayang kami belum dapat umumkan," kata utusan PBB-Liga Arab Lakhdar Brahimi, yang memimpin pertemuan di PBB Jenewa. "Tapi kami masih upayakan konferensi dapat diselenggarakan akhir tahun."
Label:
Amerika,
Konflik Timur Tengah,
Rusia
Korea Utara Kembangkan Bom EMP dengan Teknologi Rusia
Agen mata-mata Korea Selatan Senin kemarin mengatakan bahwa Korea Utara mengembangkan senjata electromagnetic pulse (EMP) dengan menggunakan teknologi Rusia yang ditujukan untuk melumpuhkan peralatan elektronik militer Korea Selatan di perbatasan selatan, dilansir oleh Herald Sun.
National Intelligence Service (NIS) Korsel dalam laporannya mengatakan kepada parlemen bahwa Korut telah membeli senjata EMP dari Rusia untuk dikembangkan sendiri.
Senjata EMP digunakan untuk merusak peralatan elektronik yang berupa ledakan energi elektromagnetik dalam bentuk radiasi, listrik dan medan magnet. Teorinya, senjata EMP diledakkan di udara di ketinggian tertentu (bom). Pada energi tingkat tinggi, serangan senjata EMP bisa menyebabkan kerusakan yang luas, termasuk komponen pesawat dan seluruh perangkat-perangkat elektronik lainnya. Efek ledakan EMP sendiri tergantung pada beberapa faktor, seperti ketinggian ledakan, energi yang dihasilkan, keluaran sinar gamma, interaksi dengan medan magnet bumi dan pelindung elektromagnetik dari target.
![]() |
| Ilustrasi Bom Electromeagnetic Pulse (EMP) |
National Intelligence Service (NIS) Korsel dalam laporannya mengatakan kepada parlemen bahwa Korut telah membeli senjata EMP dari Rusia untuk dikembangkan sendiri.
Senjata EMP digunakan untuk merusak peralatan elektronik yang berupa ledakan energi elektromagnetik dalam bentuk radiasi, listrik dan medan magnet. Teorinya, senjata EMP diledakkan di udara di ketinggian tertentu (bom). Pada energi tingkat tinggi, serangan senjata EMP bisa menyebabkan kerusakan yang luas, termasuk komponen pesawat dan seluruh perangkat-perangkat elektronik lainnya. Efek ledakan EMP sendiri tergantung pada beberapa faktor, seperti ketinggian ledakan, energi yang dihasilkan, keluaran sinar gamma, interaksi dengan medan magnet bumi dan pelindung elektromagnetik dari target.
Langganan:
Postingan (Atom)






