Jumat, 02 Januari 2015

Jika Gagal Beli Rafale, India Produksi Sendiri Su-30MKI

Untuk pertama kalinya sejak 31 Januari 2012, ketika pesawat tempur Rafale Prancis terpilih sebagai kandidat utama program MMRCA (medium multi-role combat aircraft) untuk Angkatan Udara India (IAF), terjadi kendala serius dalam proses negosiasi pembelian dengan Dassault Prancis, produsen Rafale, laman Business Standard India melaporkan.

Jika Gagal Beli Rafale, India Produksi Sendiri Su-30MKI

Berbicara dihadapan media pada Selasa malam, Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar mengatakan bahwa ada "komplikasi" dalam negosiasi," sudah terjadi selama hampir tiga tahun. Pihak Dassault Prancis enggan memenuhi persyaratan pembelian IAF yang tertuang di dalam tender.

Kabar yang lebih menakutkan lagi bagi Dassault, Parrikar menyatakan bahwa produksi dalam negeri Su-30MKI oleh Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) akan cukup untuk IAF dalam skenario IAF tidak berhasil mendapatkan Rafale.

Rabu, 31 Desember 2014

Saingi Tiongkok, Taiwan Akan Produksi Kapal Selam Sendiri

Kemajuan teknologi militer Tiongkok yang pesat membuat Taiwan harus bergerak cepat meningkatkan kemampuan tempur mereka. Setelah tidak mendapatkan kepastian dari Amerika Serikat, akhirnya Taiwan memutuskan untuk memproduksi sendiri kapal selam militer mereka sendiri.

Saingi Tiongkok, Taiwan Akan Produksi Kapal Selam Sendiri
Lebih dari 10 tahun lalu Taiwan telah memesan kapal selam dari AS namun tidak kunjung tiba. Sementara Tiongkok kian maju teknologi persenjataannya. (Ilustrasi/US Navy Doc)

Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengatakan pada parlemen pada Senin bahwa dia telah menyetujui pedoman untuk kontrak rancangan kapal selam buatan dalam negeri.

"Ini artinya militer secara resmi akan memulai proyek pembangunan kapal selam," kata anggota komite pertahanan, Lin Yu-fang, dikutip Channel News Asia.

Kontrak pembuatan kapal selam akan berlangsung selama empat tahun dan rancangannya akan dimulai pada 2016 dengan perkiraan biaya mencapai T$3 miliar atau lebih dari Rp1 triliun.

DK PBB gagal sahkan resolusi yang dirancang Palestina

Dewan Keamanan PBB pada Selasa (30/12) gagal mensahkan resolusi yang dirancang Palestina yang mendesak diakhirinya pendudukan Israel paling lambat pada 2017.

Rancangan resolusi itu, yang gagal memperoleh sembilan suara dukungan, menerima delapan suara "ya" dan lima abstein, demikian laporan Xinhua. Amerika Serikat dan Australia menentangnya.


Warga Palestina berlindung dari hujan di depan tenda buatan dekat reruntuhan rumah mereka yang menurut saksi mata hancur dalam serangan tujuh minggu Israel, di timur Kota Gaza
Warga Palestina berlindung dari hujan di depan tenda buatan dekat reruntuhan rumah mereka yang menurut saksi mata hancur dalam serangan tujuh minggu Israel, di timur Kota Gaza

Rancangan resolusi tersebut "menegaskan kebutuhan yang mendesak untuk memperoleh, tak lebih dari 12 bulan setelah pengesahan resolusi ini, penyelesaian damai yang menyeluruh, adil dan langgeng yang mengakhiri pendudukan Israel sejak 1967 dan memenuhi visi dua negara merdeka, yang demokratis dan makmur --Israel dan Negara Palestina yang berdaulat, berdampingan serta layak, yang hidup berdampingan dalam kedamaian dan keamanan di dalam perbatasan yang diakui kedua pihak dan secara internasional". (Antara)

Fregat Kanada akan bergabung pasukan NATO di Ukraina

Satu kapal fregat Kanada dengan 250 marinir berangkat dari Halifax di pantai Atlantik Selasa untuk bergabung dengan pasukan NATO di Laut Mediterania memantau krisis Ukraina.

HMCS Fredericton, yang membawa helikopter Sea King dan detasemen udara, akan menggantikan HMCS Toronto, yang bergabung dengan pasukan tetap NATO pada Juli.


Fregat Kanada akan bergabung pasukan NATO di Ukraina

Dalam dukungannya untuk Ukraina, Ottawa telah memberlakukan sanksi terhadap para politisi Rusia dan sektor minyak serta gas negara, selain terhadap Pemimpin separatis Ukraina.

Menteri Kanada Pertahanan Rob Nicholson mengatakan kapal itu akan "membantu membawa perdamaian ke Eropa Timur dan Tengah.

Selasa, 30 Desember 2014

Pakar : Rusia Bisa Berubah Jadi Musuh Bebuyutan AS

Meski saat ini hubungan Rusia dan AS secara drastis mendingin, para politikus dan pakar dari kedua negara tetap melanjutkan dialog diplomatik dan berupaya mencari titik temu di antara mereka. Kesimpulan dari diskusi para pemimpin lembaga diplomatik tersebut ialah kriris hubungan bilateral mereka telah berlarut-larut dan mulai hilang kendali. 


Pertemuan para kepala lembaga diplomatik Rusia dan AS yang berlangsung di Roma pada pertengahan Desember menunjukan meski hubungan bilateral mereka saat ini sedang meruncing, kedua negara adidaya nuklir tersebut tetap berusaha mencari titik temu dan siap bekerja sama menyelesaikan isu-isu penting, termasuk masalah di Palestina. Para pakar menilai Moskow dan Washington sama-sama bersedia menurunkan ketegangan hubungan mereka, namun kecil kemungkinan normalisasi skala penuh dapat terjadi dalam jangka waktu menengah.

SWAT-Bot Kendaraan Robot Canggih untuk Basmi Teroris

Aparat penegak hukum biasanya selalu akrab dengan kendaraan-kendaraan taktis untuk membekuk kawanan penjahat. Begitupun SWAT (Special Weapons And Tactics), tim kepolisian elite asal Amerika Serikat yang bertugas memberantas terorisme.

SWAT-Bot Kendaraan Robot Canggih untuk Basmi Teroris
SWAT-Bot Kendaraan Robot Canggih untuk Basmi Teroris

Dilansir Autoevolution, Selasa 30 Desember 2014, kini SWAT memiliki kendaraan berbasis robot canggih yang memiliki nama SWAT-Bot. Kendaraan itu merupakan hasil gagasan dua bersaudara, Geoff dan Michael Howe.

Menurut keterangan, SWAT-Bot yang memiliki julukan RS1-RBS1 ini merupakan robot balistik yang dilengkapi dengan perisai dan dikoordinasikan dengan kepolisian Massachusetts. Robot ini menggunakan platform modular perusahaan yang dirancang untuk berada di garda terdepan saat mengatasi bahaya militer.

Amerika Serikat kirim USS Sampson cari AirAsia QZ8501

Amerika Serikat mengerahkan sebuah kapal perusak USS Sampson untuk membantu mencari pesawat jet AirAsia QZ8501 yang hilang, kata pejabat AS seperti dikutip AFP.

USS Sampson diharapkan tiba hari ini di zona pencarian pesawat QZ8501 yang menghilang Minggu di Laut Jawa dengan 162 orang penumpang dan awak.


Amerika Serikat kirim USS Sampson cari AirAsia QZ8501

"Angkatan Laut AS bekerja sama dengan pemerintah Indonesia akan mengidentifikasi kemampuan tambahan permukaan atau udara yang sangat  membantu upaya pencarian," kata Armada Ke-7 AS.

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengatakan Indonesia telah resmi meminta bantuan AS dan menegaskan tidak ada warga negara Amerika Serikat berada dalam penerbangan tersebut.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...