Shu Xin nama bodyguard tercantik yang muncul di KTT G-20 di Hangzhou, China. Wanita yang diduga bekerja untuk Tentara Pembebasan Rakyat China ini mendadak jadi terkenal setelah foto-fotonya muncul di berbagai media dunia.
Menurut media China, People's Daily Online, Kamis (8/9/2016), Shu Xin berasal dari Kota Guiyang, China selatan. Dia lahir tahun 1990-an. Tak banyak informasi yang bisa diketahui dari bodyguard tercantik di KTT G-20 tersebut.
Shu Xin jadi perhatian publik dunia, setelah fotonya muncul dalam media China dengan artikel berjudul “Siapa bodyguard paling kuat bagi para pemimpin di G-20?”.
Selama KTT G-20 berlangsung, Shu Xin pernah tertangkap kamera menjaga sebuah mobil yang digunakan oleh Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi.
Update Berita Militer, Pertahanan dan Keamanan Dunia
Jumat, 09 September 2016
China Sambut Dukungan Putin dalam Konflik Laut China Selatan
Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung China dengan menolak campur tangan pihak ketiga termasuk pengadilan arbitrase dalam konflik sengketa wilayah Laut China Selatan. Dukungan Putin ini disambut China.
”Kami berdiri dalam solidaritas dan dukungan dari sisi China tentang masalah ini, tidak mengakui keputusan pengadilan (arbitrase). Ini bukan posisi politik, tetapi murni hukum,” kata Putin seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (9/9/2016).
China telah menolak putusan pengadilan arbitrase yang digelar di Den Haag Belanda yang tidak mengakui klaim Bejing atas wilayah Laut China Selatan. Beijing mempertanyakan legalitas pengadilan.
Kawasan Laut China Selatan hampir seluruhnya diklaim oleh China. Namun, Filipina, Vietnam, Taiwan, Malaysia dan Brunei juga memiliki klaim di wilayah tersebut yang saling tumpang tindih.
”Kami berdiri dalam solidaritas dan dukungan dari sisi China tentang masalah ini, tidak mengakui keputusan pengadilan (arbitrase). Ini bukan posisi politik, tetapi murni hukum,” kata Putin seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (9/9/2016).
China telah menolak putusan pengadilan arbitrase yang digelar di Den Haag Belanda yang tidak mengakui klaim Bejing atas wilayah Laut China Selatan. Beijing mempertanyakan legalitas pengadilan.
Kawasan Laut China Selatan hampir seluruhnya diklaim oleh China. Namun, Filipina, Vietnam, Taiwan, Malaysia dan Brunei juga memiliki klaim di wilayah tersebut yang saling tumpang tindih.
Label:
China,
Laut China Selatan,
Marinir,
Rusia
Kamis, 08 September 2016
Rusia Siapkan Balasan Atas Perluasan Sangsi AS
Kremlin mengeluarkan peringatan untuk membalas tindakan Amerika Serikat (AS) yang telah memperluas sanksi terhadap Rusia. Menurut Kremlin, dampak sensitif dari tindakan AS itu sudah dibahas antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Barack Obama di sela-sela KTT G-20 di China.
Departemen Keuangan AS sebelumnya telah memperluas daftar sanksi dengan target perusahaan-perusahaan Rusia yang mendukung dan terlibat pembangunan “Jembatan Putin”, sebuah jembatan penghubung Rusia dan Crimea.
“Ekspansi (sanksi) masuk perselisihan serius dengan isu kerjasama di wilayah sensitif, yang kedua presiden sudah bahas pada pertemuan mereka,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan, seperti dikutip Russia Today, semalam (7/9/2016).
Departemen Keuangan AS sebelumnya telah memperluas daftar sanksi dengan target perusahaan-perusahaan Rusia yang mendukung dan terlibat pembangunan “Jembatan Putin”, sebuah jembatan penghubung Rusia dan Crimea.
“Ekspansi (sanksi) masuk perselisihan serius dengan isu kerjasama di wilayah sensitif, yang kedua presiden sudah bahas pada pertemuan mereka,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan, seperti dikutip Russia Today, semalam (7/9/2016).
Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS dalam Jarak 3 Meter
Sebuah pesawat jet tempur Rusia melakukan manuver pencegatan “tidak aman dan tidak professional” terhadap pesawat mata-mata Amerika Serikat yang patroli rutin di atas Laut Hitam. Jet tempur Rusia itu bermanuver dalam jarak 10 kaki atau sekitar 3,05 meter di depan pesawat pengintai AS.
Insiden itu diungkap dua pejabat Pentagon AS kepada Reuters. Insiden terjadi pada saat ketegangan antara AS dan Rusia meningkat dalam berbagai masalah, termasuk krisis Suriah.
Seorang pejabat Pentagon, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar 19 menit, di mana pesawat jet tempur Su-27 Rusia muncul dalam jarak 10 kaki di depan pesawat mata-mata P-8 AS.
”Mereka di sana selama 12 jam dan ada banyak interaksi. Tapi hanya salah satu dari insiden apa yang disebut pilot bertindak tidak aman,” kata pejabat Pentagon lain yang tidak berwenang berbicara kepada media, yang dikutip Kamis (8/9/2016).
Insiden itu diungkap dua pejabat Pentagon AS kepada Reuters. Insiden terjadi pada saat ketegangan antara AS dan Rusia meningkat dalam berbagai masalah, termasuk krisis Suriah.
Seorang pejabat Pentagon, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar 19 menit, di mana pesawat jet tempur Su-27 Rusia muncul dalam jarak 10 kaki di depan pesawat mata-mata P-8 AS.
”Mereka di sana selama 12 jam dan ada banyak interaksi. Tapi hanya salah satu dari insiden apa yang disebut pilot bertindak tidak aman,” kata pejabat Pentagon lain yang tidak berwenang berbicara kepada media, yang dikutip Kamis (8/9/2016).
Label:
Amerika,
Konflik Eropa,
Pesawat Tempur,
Rusia
Rabu, 07 September 2016
Angkatan Laut Inggris Uji Coba Speedboat Mata-mata Tanpa Awak
Angkatan laut (AL) kerajaan Inggris tengah menjelajahi perang maritim di masa depan. Mereka tengah menguji sebuah speedboat nirawak di Sungai Thames. Perahu yang mempunyai tugas pengawasan dan pengintaian itu mempunyai panjang 34 kaki dan dapat melacak target dengan kecepatan 60 mph.
Perahu tak bersenjata yang diberi nama Maritime Autonomy Surface Testbed (MAST) ini adalah salah satu dari 40 ptototype yang dimiliki AL Inggris. Perahu ini akan diuji dalam latihan Unmanned Warrior pada bulan Oktober mendatang di lepas pantai utara Skotlandia. MAST adalah generasi terbaru perahu yang dilengkapi sensor untuk pemandu dan misi mata-mata dikutip dari Sputniknews, Rabu (7/9/2016).
Menurut AL Inggris, MAST dapat dikendarai manusia atau dioperasikan jarak jauh atau otomatis berkat teknologi deteksi penginderaan. "Ini adalah kesempatan untuk mengambil lompatan besar dalam sistem maritim," kata Peter Pipkin, perwira AL Inggris
Perahu tak bersenjata yang diberi nama Maritime Autonomy Surface Testbed (MAST) ini adalah salah satu dari 40 ptototype yang dimiliki AL Inggris. Perahu ini akan diuji dalam latihan Unmanned Warrior pada bulan Oktober mendatang di lepas pantai utara Skotlandia. MAST adalah generasi terbaru perahu yang dilengkapi sensor untuk pemandu dan misi mata-mata dikutip dari Sputniknews, Rabu (7/9/2016).
Menurut AL Inggris, MAST dapat dikendarai manusia atau dioperasikan jarak jauh atau otomatis berkat teknologi deteksi penginderaan. "Ini adalah kesempatan untuk mengambil lompatan besar dalam sistem maritim," kata Peter Pipkin, perwira AL Inggris
Rabu, 24 Agustus 2016
Kemampuan Rudal Bavar-373 Iran Saingi Rudal S-300 Rusia
Iran baru-baru ini memamerkan sistem rudal pertahanan udara terbarunya, Bavar-373 yang karakteristiknya mirip dengan sistem rudal pertahanan udara S-300 Rusia. Lantaran mirip, kini muncul spekulasi bahwa Bavar-373 Iran menjadi pesaing S-300 Rusia.
Rusia sejatinya masih terikat kontrak dengan Iran untuk mengirim S-300, sebagai pengganti pembelian paket senjata yang dibatalkan Moskow di masa lalu. Namun Iran, terkesan enggan melanjutkan pembelian senjata itu.
Sistem rudal pertahanan Bavar-373 Iran diluncurkan secara resmi oleh Presiden Iran Hassan Rouhani hari Minggu lalu. Bavar-373 merupakan sistem rudal pertahanan buatan sendiri yang sudah lama dinantikan Iran.
Bavar-373 berhasil diuji coba pada bulan Agustus 2014. Hasilnya mirip dengan Rusia S-300 dan mampu menghantam target di ketinggian.
Rusia sejatinya masih terikat kontrak dengan Iran untuk mengirim S-300, sebagai pengganti pembelian paket senjata yang dibatalkan Moskow di masa lalu. Namun Iran, terkesan enggan melanjutkan pembelian senjata itu.
Sistem rudal pertahanan Bavar-373 Iran diluncurkan secara resmi oleh Presiden Iran Hassan Rouhani hari Minggu lalu. Bavar-373 merupakan sistem rudal pertahanan buatan sendiri yang sudah lama dinantikan Iran.
Bavar-373 berhasil diuji coba pada bulan Agustus 2014. Hasilnya mirip dengan Rusia S-300 dan mampu menghantam target di ketinggian.
Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara dari Kapal Selam Tuai Kecaman
Militer Korea Urtara telah meluncurkan rudal balistik dari kapal selam di lepas pantai timur pagi ini (24/8/2016). Manuver rudal terbaru Korut ini dipantau militer Korea Selatan.
Korut semakin gencar menembakkan rudal balistik meski sudah dijatuhi rentetan sanksi berbagai negara karena melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Pihak Staf Gabungan Militer Korea Selatan, seperti dikutip Reuters mengatakan, uji tembak rudal balistik Korut berlangsung sekitar pukul 05.30 waktu setempat di dekat kota pesisir Sinpo, di mana citra satelit menunjukkan keberadaan pangkalan kapal selam.
Penembakan rudal balistik dari kapal selam Korut ini terjadi dua hari setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan militer tahunan di Semenanjung Korea. Rezim Kim Jong-un mengutuk latihan militer itu karena diyakini sebagai persiapan untuk menginvasi Pyongyang.
Korut semakin gencar menembakkan rudal balistik meski sudah dijatuhi rentetan sanksi berbagai negara karena melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Pihak Staf Gabungan Militer Korea Selatan, seperti dikutip Reuters mengatakan, uji tembak rudal balistik Korut berlangsung sekitar pukul 05.30 waktu setempat di dekat kota pesisir Sinpo, di mana citra satelit menunjukkan keberadaan pangkalan kapal selam.
Penembakan rudal balistik dari kapal selam Korut ini terjadi dua hari setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan militer tahunan di Semenanjung Korea. Rezim Kim Jong-un mengutuk latihan militer itu karena diyakini sebagai persiapan untuk menginvasi Pyongyang.
Langganan:
Postingan (Atom)





